Kalau ngomongin soal penghasilan memang sensitif dan suka mengundang "emosi"
kalau saya pribadi meyakini bahwa saat sudah menikah yg namanya rejeki itu adalah "rejeki bersama" ga ada lagi rejeki kamu atau rejeki saya..dan jalannya pun tidak harus melalui suami saja..
sebetulnya banyak kerjaan yg bisa menghasilkan uang mbak..asal kitanya mau kerja keras dan berusaha..sebagai contoh bisa jualan gorengan, jualan pakaian, jualan makanan,,apa aja yg penting halal. jadi kuli panggul di pasar juga bisa. cuma terkadang kita sendiri yang "mempersempit" istilah "kerja" hanya terbatas pada yg "dikantor" aja..
Pintu rejeki itu banyak sekali, namun dia tidak akan pernah terbuka kalau kita tidak mencoba mengetuknya..
Ada nasehat dari orang tua saya "kalau kamu sering ribut sama suamimu, bisa menjauhkan rejeki lho". saya mempercayai hal itu benar, karena saat rumah tangga adem ayem, saling menghormati, saling bantu..kita jadi bisa berfikir jernih, bisa lebih kreatif mencoba "mengetuk" pintu2 rejeki..dan ketika pintu2 itu sudah terbuka semuanya dipermudah oleh-Nya.
Tapi kalau kita ribut terus, marah2 terus, jadinya sama2 ga bisa berfikir jernih,jadi boro2 berfikir kreatif, yang ada malah rumah tangga berantakan..
Jadi sabar aja mbak..terus berdoa, jangan marah2 terus sama suami..pasrah pada Alloh, mohon petunjuk-Nya dan terus semangat untuk "mengetuk" pintu rejeki yg sudah Alloh siapkan..
semoga Alloh melapangkan rejeki kita semua...amin