Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: sering marah pada suami  (Dibaca 1242 kali)


Offline eneng57

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« pada: 31 Desember 2011, 15:28:10 »
asalmualaikum
saya adllah seorang ibu rumah  tangga yang baru nikah 5 bulan' dan suami saya tidak bekerja atou tidak mempunyai pekerjaan,awal ny nikah  sih saya sangat sabar sekali menghadapi suami saya,tapi tak lama kemudian dari bulan kebulan dari hari kehari dari waktu kewaktu,saya jadi berkurang kesabaran  ny karna semakin lama semakin meningkat kebutuhan kami tapi suami saya tetap berusaha tapi belum berhasil terus,jadi kadang2 saya suka kesal sedikit tidak bisa menahan marah kadang - kadang saya klw ngomong suka keceplosan  ahirnya saya sedikit marah dan
   cerita ny klw sudah saya marah saya suka minta maap  sama suami saya dan sehubungan itu  kalou sudah memarahi ny saya menyesal  dan merasa salah banget  merasa bersalah dan menangis tapi dalam hati saya tetap sayang  walau pun  misal kan atau pun suami saya yang salah. dan yang saya akan tanya kan dalam hal ini adallah:

bagaimana cara  menghadapi marah dan sabar saya pada suami ?                   saya kpd anda mohon solusi ny.

  mohon maaf saya baru menulis klw ada kata kata  yang salah saya mohon maaf kurang lebih ny
      terimakasih


Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 31 Desember 2011, 15:43:38 »
Waalaikum salam!

kawan-kawan di sini akan memberikan banyak saran dan nasihat.  mudah-mudahan yang sedang dirundung masalah, menemukan pencerahan yang membahagiakan!
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 31 Desember 2011, 15:46:54 »
@Eneng

Anda dan suami, tinggal di mana?
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 31 Desember 2011, 16:08:42 »
wa'alaikumus salaam warahmatullahi wabarakatuh.

saya hanya mau berbagi cerita juga.

awal kenalan dulu, suami saya seorang yg bisa disebut nganggur juga. ketika yg namanya awal perkenalan, suami saya statusnya belum jelas. dia bekerja akan tetapi tidak digaji dalam artian perushaan tempat dia kerja itu bangkrut dan sedang dalam sengketa.

sempat ada penolakan dari kakak saya dan orang tua saya sendiri ketika saya bicarakan ada seorang lelaki yg mau menikahi saya dengan ucapan : " mau nikah kok belum punya kerjaan".

seketika itu saya bicarakan dengan dia ( calon suami) dengan baik-baik..saya tahu betapa susahnya mencari kerjaan saat ini dan betapa pusingnya dia ketika selama hampir beberapa bulan hanya mengandalkan uang tabungan dia sendiri ditambah membantu adiknya di kampung.

saya tau dia pekerja keras, di saat nganggur pun dia yg mana ijazah sarjana dari PTN di jogja berusaha untuk menjadi seorang buruh bangunan dari proyek sebuah gedung bertingkat.

setiap sehabis solat selalu berdoa semoga dia cepat dapat kerjaan.

saat lamaran pun sebenarnya dia belum punya kerjaan juga..dan alhamdulillah selang beberapa hari setelah lamaran, yg namanya pekerjaan itu mulai ditwarkan kepada dia bahkan sampai ada yg menawarkan dari direkturnya "kamu mau gaji berapa ?".

alhamdulillah, Allah memberi kami kemudahan. hari demi hari kami lalui dan semakin bertambah pula nikmat dari yg namanya rezeki setelah nikah itu.

bermula dari awalnya hanya nge-kost berdua dengan ukuran kamar hanya 2 x 2,5 itupun di lantai 2,

terus kejadian ketika anak melahirkan yg mana menurut saya banyak menelan biaya sampai belasan juta rupaih,

dan sekarang alhamdulillah bisa mengontrak sebuah rumah di pusat kota jakarta.

dan rencana tahun ini kami berencana KPR rumah di jakarta pula.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

intinya adalah :

1. anda  jangan lelah untuk memberi semangat pada suami anda dengan kata-kata yg lembut. karena yg namanya suami itu wajib hukumnya menafkahi atas apa yg telah dia nikahi dan dia kawini selama ini dan sebaliknya meskipun suami  tidak / belum bekerja tidaklah harus megurangi rasa hormat anda sebagai seorang istri kepada suami anda.

2. cobalah bertukar pikiran dengan suami anda, kenapa dia tidak bekerja ataupun belum kerja juga ?..cobalah cari alternatif kerjaan dulu..kalau perlu, anda bantu juga memperkenalkan ke teman2 anda kalaulah ada kerjaan yg membutuhkan tenaga ini dan itu bisa mencalonkan suami anda.

3. dan yg terakhir adalah..amaliah dari suami dan anda sendiri...doa seorang istri yg ikhlas yg senantiasa mendoakan setiap suami mau pergi atau mencari nafkah itu sangatlah luarbiasa.




Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 31 Desember 2011, 16:31:09 »
Saran dan Nasihat adalah hal yang sangat berharga.

Tapi mungkin, seandainya ada seseorang di sini, yang bisa memberi "pekerjaan yang layak" pada orang yang sedang sangat membutuhkan pekerjaan, maka itu akan dapat memberikan solusi yang lebih tepat dari pada seribu nasihat.

Kemarahan dalam kasus ini merupakan hal yang manusiawi. Bagaimana tidak. Hidup berumah tangga membutuhkan biaya. Dalam kondisi terdesak, rasa marah bisa muncul, terhadap keadaan yang tidak menguntungkan. Di satu sisi, kemarahan ini juga mungkin bisa diangap sebagai energi, motivator yang memberi kekuatan untuk berpikir dan bekerja. yang penting, kemarahan tersebut jangan melampuai batas.

Tidaklah Allah menciptakan segala sesuatu secara batil. semua ada manfaatnya. termasuk rasa marah itu sendiri. Jangan terlalu kuat menahan rasa marah, sehingga menyakiti diri sendiri. jangan pula terlalu mengumbarnya, karena itu jga akan menyakiti diri sendiri. tapi fahami sampai mana batas-batas kemarahan yang dibolehkan dan pertahankan, jangan sampai melanggar batas-batas itu. Dengan demikian, berarti seseorang tetap dalam suatu kendali, walaupun dia marah.
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 31 Desember 2011, 16:38:14 »
suaminya kalau boleh tau keahliaanya apa ?

background pendidikannya apa ? ( maaf saya tanyakan) ?


Offline eneng57

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 31 Desember 2011, 19:07:13 »
Waalaikum salam!

kawan-kawan di sini akan memberikan banyak saran dan nasihat.  mudah-mudahan yang sedang dirundung masalah, menemukan pencerahan yang membahagiakan!

iya mudah-mudahan saja kami tunggu saran dan nasehat dri teman semua. maklum saja kami masih belum pengalaman dalam bina rumah tangga

@Eneng

Anda dan suami, tinggal di mana?

di sukabumi, jawa barat

Offline eneng57

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 31 Desember 2011, 19:31:58 »
wa'alaikumus salaam warahmatullahi wabarakatuh.

saya hanya mau berbagi cerita juga.

awal kenalan dulu, suami saya seorang yg bisa disebut nganggur juga. ketika yg namanya awal perkenalan, suami saya statusnya belum jelas. dia bekerja akan tetapi tidak digaji dalam artian perushaan tempat dia kerja itu bangkrut dan sedang dalam sengketa.

sempat ada penolakan dari kakak saya dan orang tua saya sendiri ketika saya bicarakan ada seorang lelaki yg mau menikahi saya dengan ucapan : " mau nikah kok belum punya kerjaan".

seketika itu saya bicarakan dengan dia ( calon suami) dengan baik-baik..saya tahu betapa susahnya mencari kerjaan saat ini dan betapa pusingnya dia ketika selama hampir beberapa bulan hanya mengandalkan uang tabungan dia sendiri ditambah membantu adiknya di kampung.

saya tau dia pekerja keras, di saat nganggur pun dia yg mana ijazah sarjana dari PTN di jogja berusaha untuk menjadi seorang buruh bangunan dari proyek sebuah gedung bertingkat.

setiap sehabis solat selalu berdoa semoga dia cepat dapat kerjaan.

saat lamaran pun sebenarnya dia belum punya kerjaan juga..dan alhamdulillah selang beberapa hari setelah lamaran, yg namanya pekerjaan itu mulai ditwarkan kepada dia bahkan sampai ada yg menawarkan dari direkturnya "kamu mau gaji berapa ?".

alhamdulillah, Allah memberi kami kemudahan. hari demi hari kami lalui dan semakin bertambah pula nikmat dari yg namanya rezeki setelah nikah itu.

bermula dari awalnya hanya nge-kost berdua dengan ukuran kamar hanya 2 x 2,5 itupun di lantai 2,

terus kejadian ketika anak melahirkan yg mana menurut saya banyak menelan biaya sampai belasan juta rupaih,

dan sekarang alhamdulillah bisa mengontrak sebuah rumah di pusat kota jakarta.

dan rencana tahun ini kami berencana KPR rumah di jakarta pula.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

intinya adalah :

1. anda  jangan lelah untuk memberi semangat pada suami anda dengan kata-kata yg lembut. karena yg namanya suami itu wajib hukumnya menafkahi atas apa yg telah dia nikahi dan dia kawini selama ini dan sebaliknya meskipun suami  tidak / belum bekerja tidaklah harus megurangi rasa hormat anda sebagai seorang istri kepada suami anda.

2. cobalah bertukar pikiran dengan suami anda, kenapa dia tidak bekerja ataupun belum kerja juga ?..cobalah cari alternatif kerjaan dulu..kalau perlu, anda bantu juga memperkenalkan ke teman2 anda kalaulah ada kerjaan yg membutuhkan tenaga ini dan itu bisa mencalonkan suami anda.

3. dan yg terakhir adalah..amaliah dari suami dan anda sendiri...doa seorang istri yg ikhlas yg senantiasa mendoakan setiap suami mau pergi atau mencari nafkah itu sangatlah luarbiasa.

cerita suami anda hampir mirip dengan yg saya alami, karena beda tempat demi menikahi saya dia keluar dr tempat kerja yg lama akhir juni 2011. semua biaya nikah dia sendiri yg nanggung (keluarganya tidak bisa datang dan membantu dana karena keluarga biasa saja dan kampung halamannya di jawa tengah saya di sukabumi). dia juga mengandalkan uang tabungan untuk biaya itu semua hingga masih sempat bantu adiknya yg masih kuliah meskipun gak kerja.  tp sejak 1 bulan ini kami harus ngutang sana sini untuk biaya hidup, suami saya juga sudah berusaha mencari kerja bahkan ada 3 kali panggilan interview, interview yg terakhir hari kemis tgl 29 desember kemarin, tp pihak perusahaan hanya mengatakan nanti dihubungi lagi. intinya sampe saat ini suami saya masih nganggor

suaminya kalau boleh tau keahliaanya apa ?

background pendidikannya apa ? ( maaf saya tanyakan) ?
dia ngerti inggris tp pasif, komputer cukup bagus, pernah kerja sebagai akunting, lulusannya cuma d2 saja
« Edit Terakhir: 31 Desember 2011, 19:39:43 oleh eneng57 »

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 31 Desember 2011, 23:33:39 »
Sepertinya myqers lagi pada liburan tahun baru sekarang, jadi forumnya sepi. coba up lagi nanti hari senin atau selasa. mudah-mudahan lebih banyak lagi ide dan saran.
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 02 Januari 2012, 12:33:30 »
up again!
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.969
  • Lokasi: Balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at multiply
« Jawab #10 pada: 02 Januari 2012, 15:54:26 »
wa'alaikumussalam

kalau anda memang orangnya pemarah, keras kepala, emosional, yaaa agak sulit untuk bisa sabar.., karena kesabaran itu karakter, butuh waktu untuk menjadikan kesabaran sebagai salah satu perhiasan akhlak  diri*walau bukan suatu hal yg mustahil juga sih buat dipelajari   %peace%

kalian masih pengantin baru.., masih sama2 saling menyelami KARAKTER asli masing2

cerita dari Dewi luar biasa sekali,  O0
bisa dijadikan contoh...

semangati suami dengan kata2 yang baik

bersabarlah.... *sabar disini bukan berarti pasrah-diem ajah

tapi bersabar dalam arti yang aktif..., sabar untuk terus berusaha.., sabar memotivasi suami (dengan cara yang positif), membesarkan hatinya agar punya harapan dan semangat, sabar agar tidak putus asa, dst

kalau pendapat saya pribadi, marah2 tidak akan menyelesaikan permasalah
sama seperti anak kecil yang dimarah2in kalo dapet nilai ujian jelek
harusnya dimotivasi, diarahkan, dibimbing
kalau dimarahin, bisa jadi nanti suami jadi tambahan stres, depresi atau tertekan
akibatnya jadi tidak bagus ke penampilan ketika diwawancara, seakan2 tidak punya harapan, tidak punya semangat, dll

besarkan hati suami, semangati dia

kalau mau marah, ganti dengan cium dia, biar dia semangat pas berangkat cari kerja ;)
bantu dengan doa

insya Allah semoga terselesaikan *amin

Offline eneng57

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 04 Januari 2012, 10:18:32 »
wa'alaikumussalam

kalau anda memang orangnya pemarah, keras kepala, emosional, yaaa agak sulit untuk bisa sabar.., karena kesabaran itu karakter, butuh waktu untuk menjadikan kesabaran sebagai salah satu perhiasan akhlak  diri*walau bukan suatu hal yg mustahil juga sih buat dipelajari   %peace%

kalian masih pengantin baru.., masih sama2 saling menyelami KARAKTER asli masing2

cerita dari Dewi luar biasa sekali,  O0
bisa dijadikan contoh...

semangati suami dengan kata2 yang baik

bersabarlah.... *sabar disini bukan berarti pasrah-diem ajah

tapi bersabar dalam arti yang aktif..., sabar untuk terus berusaha.., sabar memotivasi suami (dengan cara yang positif), membesarkan hatinya agar punya harapan dan semangat, sabar agar tidak putus asa, dst

kalau pendapat saya pribadi, marah2 tidak akan menyelesaikan permasalah
sama seperti anak kecil yang dimarah2in kalo dapet nilai ujian jelek
harusnya dimotivasi, diarahkan, dibimbing
kalau dimarahin, bisa jadi nanti suami jadi tambahan stres, depresi atau tertekan
akibatnya jadi tidak bagus ke penampilan ketika diwawancara, seakan2 tidak punya harapan, tidak punya semangat, dll

besarkan hati suami, semangati dia

kalau mau marah, ganti dengan cium dia, biar dia semangat pas berangkat cari kerja ;)
bantu dengan doa

insya Allah semoga terselesaikan *amin

ya terima kasih atas sarannnya, semoga saya bisa lebih bersabar dgn keadaan ini

Offline zuhair

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 619
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • cemerlang
« Jawab #12 pada: 05 Januari 2012, 11:31:51 »
Setiap suami pasti sangat ingin membahagiakan istri.

Sebagai istri, hendaknya senantiasa melapangkan hati sang suami. Beri dia senyuman, harapan, motivasi, kegembiraan. Terima dia apapun kondisinya. Itu akan sangat berarti bagi sang suami, termasuk dalam semangatnya untuk mencari nafkah.

Bila sang suami mengingat kebaikan dan kelembutan istrinya yang begitu luar biasa padanya, pasti ia akan melakukan pekerjaan apa pun selama itu halal, untuk dapat membahagiakan istri dan keluarganya.

Lebih lanjut lagi, sebagai istri yang setiap hari hidup bersama suami, tentunya tahu kelebihan dan kekurangan suami. Dari situ, sang istri bisa ikut memberi saran tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki suami. Suami akan merasa tenteram ketika ada orang yang memuliakannya, menghormatinya, mengakuinya, apalagi itu istrinya sendiri. Harapannya, semoga kelebihan-kelebihannya itu dapat menjadi bekal utama dalam menafkahi keluarga.
« Edit Terakhir: 05 Januari 2012, 11:35:15 oleh zuhair »
What are we become, just look what we have done..

Offline Anis_WN

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.465
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 09 Januari 2012, 18:15:18 »
Kemarahan dalam kasus ini merupakan hal yang manusiawi. Bagaimana tidak. Hidup berumah tangga membutuhkan biaya. Dalam kondisi terdesak, rasa marah bisa muncul, terhadap keadaan yang tidak menguntungkan. Di satu sisi, kemarahan ini juga mungkin bisa diangap sebagai energi, motivator yang memberi kekuatan untuk berpikir dan bekerja. yang penting, kemarahan tersebut jangan melampuai batas.

Tidaklah Allah menciptakan segala sesuatu secara batil. semua ada manfaatnya. termasuk rasa marah itu sendiri. Jangan terlalu kuat menahan rasa marah, sehingga menyakiti diri sendiri. jangan pula terlalu mengumbarnya, karena itu jga akan menyakiti diri sendiri. tapi fahami sampai mana batas-batas kemarahan yang dibolehkan dan pertahankan, jangan sampai melanggar batas-batas itu. Dengan demikian, berarti seseorang tetap dalam suatu kendali, walaupun dia marah.

Bagi saya, marahnya istri dlm kondisi seperti yg dialami suami adalah kesalahan yg FATAL. Kenapa?
Bukankah istri dah melihat sendiri usaha suami? Bukankah istri dah tahu siapa yg berhak memberi rizki?

Lain soal kalo emang suaminya tuh pengangguran tapi gak tahu diri. Gak mau berusaha. Gak perduli pada keluarga, dst. Dalam kasus spt itu, emang pantas suami dimarahi. Bahkan kalo saya yg jadi keluarganya si suami, saya juga akan ikut2an marahin.

Terus apa sikap yg sepatutnya bagi istri?

Seperti ditulis Oom ipin, bersabar, terus memberi semangat, mendoakan, tetap menyayangi, dst adalah hal yg seharusnya dilakukan oleh istri. Sabar utk tetap berusaha mengatasi masalah.

Bener yg dikatakan ipin, suami yg dah berusaha tapi belum berhasil, pada dasarnya dlm kondisi tertekan. Jangan tambahkan beban dgn memarahinya. Ngomong tanpa marah tapi salah mengambil kata2 aja bisa jadi masalah buat suami, apalagi kalo sambil marah2. Berikan dukungan semangat, ide2 baru utk membuka pikiran suami, atau sekedar menunjukkan bahwa anda adalah istri yg bener2 tabah kalo suami sedang dlm kesulitan. Apakah anda mendoakan suami dgn tulus sewaktu suami pamit utk wawancara? Apakah anda juga turut memeriksa penampilan suami saat berangkat wawancara? Kalo belum, anda perlu lakukan hal itu utk kesempatan wawancara berikutnya.

Kalo anda punya koneksi dgn teman2 atau keluarga yg kira2 bisa membantu kelancaran dia utk mendapatkan pekerjaan, itu juga bisa anda lakukan. Diskusi dgn suami, pekerjaan apa yg pengen diincarnya. Berusahalah utk membantu mendapatkan koneksi utk pekerjaan itu.

Intinya, tunjukkan bahwa anda bukanlah tipe istri yg hanya mau enaknya aja. Jangan pas suami kesusahan, malah anda marah2 gak keruan. Justru pada saat2 susah seperti ini, bantuan anda sangat diperlukan suami. Percayalah bahwa suami anda akan makin menyayangi anda jika anda sukses mendukung suami pada masa2 sulit.

Semoga keluarga anda bisa melewati masa2 kritis dgn sebaik2nya.
Tetep semangat!
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline ip_man

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2011
  • Tulisan: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 11 Januari 2012, 11:07:53 »
Assalamualaikum semuanya....

Saran dan nasehatnya bagus2, saya jadi nambah ilmu juga...

skarang saya mau nanya juga nich, apabila ada "suami" yang dalam kondisi tertekan karna mungkin istrinya suka marah2.... ya karna ada kasus suami siy udah bekerja tapi penghasilan masih dirasakan belum mencukupi kebutuhan, masih dipake nyicil hutang, dan sisa untuk kebutuhan pokok pas-pasan, nyaris kurang.... nah istri kebetulan juga masih suka minta sesuatu yg dianggap bukan kbutuhan pokok. nah, istri siy bisa sabar juga , tp kadang suka ga tahan dan marah2 yang melampaui batas*

pertanyaannya: bagaimana cara yg baik yg bisa dilakukan oleh suami utk menyadarkan istrinya...

mohon pencerahan.....