Tahu dari perbuatan sayyidina Umar, Beliau tdk hanya berniat saja tapi melakukannya. Kata siapa semua bid`ah sesat hadits lain mengatakan bid`ah = tertolak, apa tertolak = sesat ?
Semua amal yang tertolak, tentulah dia bertentangan dengan syari'at. TIDAKLAH MUNGKIN jika sesuatu yang ditolak sesuai dengan syari'at, tentulah ianya bertentangan dengan syari'at. Dan sesuai definisi Imam Syafi'iy, perkara baru yang ditolak (alias bertentangan dengan syari'at) maka ia bid'ah madzmumah.
Bisa jadi perbuatan tsb tdk berpahala tapi juga tdk berdosa, Kalo perbuatan tsb berdosa tentulah sayyidina Umar tdk melakukannya & tdk mengatakan hal tsb sbagai perbuatan baik. Jadi anta menuduh sayyidina Umar telah berbuat dosa ?
Bagaimana anda bisa mengatakan bahwa bid'ah dalam ibadah tidak berdosa ? apalagi ini terkait dengan pelaksanaan shalat. Apakah mungkin 'Umar ra memerintahkan perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ?
Sebenarnya, perkara perintah shalat tarawih dengan 1 imam ini mirip dengan kasus Zaid manakali beliau diminta untuk mengumpulkan Al-Qur'an dalam 1 mushaf. Perkara ini memang tidak pernah diperintahkan secara langsung, namun ia tidak bertetangan dengan syari'at karena Rasulullah saw tidak pernah melarang menuliskan ayat al-Qur'an.
لا تكتبوا عني شيئا الا القرأن , ومن كتب عني شيئا غير القرأن فليمحه و حدثوا عني ولا حرج , ومن كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار . رواه مسلم
Janganlah kalian tulis sesuatu yang telah kalian terima dariku selain al-Qur'an.Brangsiapa menuliskan yang ia terima dariku selain al-Qur'an hendaklah ia menghapusnya, Ceritakan saja yang kamu terima dariku, itu tiada mengapa, siapa saja yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dineraka (HR.Muslim)
Jadi perkataan sayyidina Umar adalah prasangka ?
Andalah yang penuh prasangka!
Jika perkataan Sayidina 'Umar ra tsb bid'ah secara istilah yang diancam neraka, tentulah beliau ra tidak akan mengatakan : "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini".
Tidak ada bid'ah yang baik, kecuali jika ia tidak bertentangan dengan syari'at. Maka perkataan 'Umar tsb adalah bid'ah dari sisi bahasa, BUKAN istilah sebagaimana yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw.

kalimat anta di atas tdk ada hubungan dengan yg anta quote, sekarang anta sebutkan pengertian bid`ah secara bahasa dan istilah.
Bid'ah bahasa itu arti bid'ah yang sesuai dengan kamus. Sedangkan bid'ah secara istilah itu pembagusan makna dengan batasan-batasan yang sesuai maksud yang dikehendaki.
Ketika imam Syafi'iy membagi bid'ah dalam 2 kategori, maka pada dasarnya, beliau sedang membuat istilah bid'ah yang dimaksud oleh Rasulullah saw. Dan tidaklah dikatakan bid'ah sesuai sabda Rasulullah saw jika ia bersesuaian dengan syari'at.
Dan menurut anda, bagaimana ?