Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Al-Imaam as-Suyuthi rahimahullah dan Maulid Nabi.  (Dibaca 6497 kali)


Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 627
    • Lihat Profil
« Jawab #195 pada: 21 Februari 2012, 12:44:10 »
:)


dengan mengatakan bahwa lafadz bid'ah itu 'am makhshush pun (dengan menyempitkan ke makna bid'ah dholalah/madzmumah/syayi'ah sebagaimana Imam Syafi'iy katakan) sudah bisa disebut dengan menambah-nambah lafadz 'am (umum) menjadi khosh (khusus), hanya saja beda cara dalam mentakhshish keumuman lafadz bid'ah tsb

Jadi bagi saya, tidak ada bedanya ... :)

 :)

Offline mahendrag09

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2009
  • Tulisan: 11
  • Lokasi: jakarta timur
  • Jenis kelamin: Pria
  • mahendra abu muflih
    • Lihat Profil
    • tokomuflih
« Jawab #196 pada: 21 Februari 2012, 17:38:23 »
WAH hebat ..di saat banyak munculnya para sarjana terlantar.. banyak yg beralih jadi ustadz.. hebat banget negri ini.. pisssss :p
http://tokomuflih.com
subdis buku dan herbal, bergabung yuk di toko muflih facebook

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #197 pada: 22 Februari 2012, 22:26:32 »
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #198 pada: 22 Februari 2012, 22:29:59 »
apakah ketika Sahabat Umar melafadkan "Hadzihi ni'matun Bid'ah" apakah di situ Sahabat Umar mengatakan bahwa yang di perkatakannya adalah bid'ah lughawiy ?

wallahu a'lam
Tentu saja bid'ah secara bahasa, karena jika ianya merupakan bid'ah yang sesat (dholalah), tentulah hal tsb akan diancam dengan neraka oleh Hadits Setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan di neraka.

Apa mungkin Umar bin Khoththob sengaja membuat bid'ah yang dilarang oleh Rasulullah saw ? Apakah Shalat Taawih berjama'ah tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ?

:)


 

Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #199 pada: 23 Februari 2012, 09:27:54 »
syukron wahabinya sudah sepakat maulid nabi adalah bidah scr bahasa yg hasanah

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #200 pada: 23 Februari 2012, 13:03:19 »
Apa mungkin Umar bin Khoththob sengaja membuat bid'ah yang dilarang oleh Rasulullah saw ? Apakah Shalat Taawih berjama'ah tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ?

:)
Masih nanya juga ni om akhi, heran ! yg dimaksud bid`ah baik oleh khalifah Umar itu bukan tarawih berjamaahnya melainkan yg tidak pernah dilakukan oleh Nabi yaitu mengumpulkan orang2 untuk mengerjakan solat tarawih berjamaah, kemudian Nabi memposisikan dirinya sebagai imam atau menunjuk seseorang/diantara sahabat untuk menjadi imam. Apa nabi pernah malakukan hal tsb ? jawab  : tidak pernah kecuali orang2 mengikuti solat Nabi atas kemauan mereka sendiri. PAHAM ?

Ngomong2 apa tho pengertian bid`ah secara bahasa & istilah ? apa bukan bid`ah membagi bid`ah menjadi bid`ah secara bahasa dan istilah ?

 
"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #201 pada: 25 Februari 2012, 11:34:38 »
:)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #202 pada: 25 Februari 2012, 11:36:18 »
Masih nanya juga ni om akhi, heran ! yg dimaksud bid`ah baik oleh khalifah Umar itu bukan tarawih berjamaahnya melainkan yg tidak pernah dilakukan oleh Nabi yaitu mengumpulkan orang2 untuk mengerjakan solat tarawih berjamaah, kemudian Nabi memposisikan dirinya sebagai imam atau menunjuk seseorang/diantara sahabat untuk menjadi imam. Apa nabi pernah malakukan hal tsb ? jawab  : tidak pernah kecuali orang2 mengikuti solat Nabi atas kemauan mereka sendiri. PAHAM ?
...
Jadi karena niat / perintah mengumpulkan shalat tarawih dengan 1 imam tsb maka ia bid'ah yang baik ?

Kenapa disebut bid'ah yang baik ? kenapa tidak bid'ah yang buruk ?

:)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #203 pada: 25 Februari 2012, 12:39:48 »
Jadi karena niat / perintah mengumpulkan shalat tarawih dengan 1 imam tsb maka ia bid'ah yang baik ?
Karena tdk ada contohnya dari Nabi sehingga dikatakan bid`ah & karena perbuatan tsb tdk berdosa maka dikatakan bi`ah yg baik, bukan begitu ?

Kenapa disebut bid'ah yang baik ? kenapa tidak bid'ah yang buruk ?

:)
Bid`ah yg baik/terpuji jika di dalamnya ada pahala atau tdk berdosa, bid`ah yg buruk/tercela sebaliknya.

Mana nih pengertian bid`ah secara bahasa & istilah menurut firqoh anta, saya curiga firqoh anta keliru dalam pemahaman definisi tsb.

"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #204 pada: 25 Februari 2012, 19:40:30 »
:)

Karena tdk ada contohnya dari Nabi sehingga dikatakan bid`ah & karena perbuatan tsb tdk berdosa maka dikatakan bi`ah yg baik, bukan begitu ?
tau dari mana tidak berdosa ? sedangkan Rasulullah saw mengatakan semua bid'ah adalah sesat ?

Apakah sesuatu yang dikatakan sesat tidak memikul dosa ?

Kutip dari: shafiq
Bid`ah yg baik/terpuji jika di dalamnya ada pahala atau tdk berdosa, bid`ah yg buruk/tercela sebaliknya.
tau dari mana bahwa perbuatan tsb akan berpahala ? Apa tolok ukur anda bahwa hal tsb baik dan buruk ?

Kutip dari: shafiq
Mana nih pengertian bid`ah secara bahasa & istilah menurut firqoh anta, saya curiga firqoh anta keliru dalam pemahaman definisi tsb.
Bahkan, andalah yang keliru. Karena menetapkan sesuatu perkara baru dalam kategori baik dan buruk berdasarkan prasangka semata ...

:)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #205 pada: 25 Februari 2012, 20:44:35 »
:)
tau dari mana tidak berdosa ? sedangkan Rasulullah saw mengatakan semua bid'ah adalah sesat ?

Apakah sesuatu yang dikatakan sesat tidak memikul dosa ?
Tahu dari perbuatan sayyidina Umar, Beliau tdk hanya berniat saja tapi melakukannya. Kata siapa semua bid`ah sesat hadits lain mengatakan bid`ah = tertolak, apa tertolak = sesat ?

tau dari mana bahwa perbuatan tsb akan berpahala ? Apa tolok ukur anda bahwa hal tsb baik dan buruk ?
Bisa jadi perbuatan tsb tdk berpahala tapi juga tdk berdosa, Kalo perbuatan tsb berdosa tentulah sayyidina Umar tdk melakukannya & tdk mengatakan hal tsb sbagai perbuatan baik. Jadi anta menuduh sayyidina Umar telah berbuat dosa ?

Mana nih pengertian bid`ah secara bahasa & istilah menurut firqoh anta, saya curiga firqoh anta keliru dalam pemahaman definisi tsb

Bahkan, andalah yang keliru. Karena menetapkan sesuatu perkara baru dalam kategori baik dan buruk berdasarkan prasangka semata ...:)

Jadi perkataan sayyidina Umar adalah prasangka ? kalimat anta di atas tdk ada hubungan dengan yg anta quote, sekarang anta sebutkan pengertian bid`ah secara bahasa dan istilah.



"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #206 pada: 26 Februari 2012, 22:06:23 »
Tahu dari perbuatan sayyidina Umar, Beliau tdk hanya berniat saja tapi melakukannya. Kata siapa semua bid`ah sesat hadits lain mengatakan bid`ah = tertolak, apa tertolak = sesat ?
Semua amal yang tertolak, tentulah dia bertentangan dengan syari'at. TIDAKLAH MUNGKIN jika sesuatu yang ditolak sesuai dengan syari'at, tentulah ianya bertentangan dengan syari'at. Dan sesuai definisi Imam Syafi'iy, perkara baru yang ditolak (alias bertentangan dengan syari'at) maka ia bid'ah madzmumah.

Kutip dari: shafiq
Bisa jadi perbuatan tsb tdk berpahala tapi juga tdk berdosa, Kalo perbuatan tsb berdosa tentulah sayyidina Umar tdk melakukannya & tdk mengatakan hal tsb sbagai perbuatan baik. Jadi anta menuduh sayyidina Umar telah berbuat dosa ?
Bagaimana anda bisa mengatakan bahwa bid'ah dalam ibadah tidak berdosa ? apalagi ini terkait dengan pelaksanaan shalat. Apakah mungkin 'Umar ra memerintahkan perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ?

Sebenarnya, perkara perintah shalat tarawih dengan 1 imam ini mirip dengan kasus Zaid manakali beliau diminta untuk mengumpulkan Al-Qur'an dalam 1 mushaf. Perkara ini memang tidak pernah diperintahkan secara langsung, namun ia tidak bertetangan dengan syari'at karena Rasulullah saw tidak pernah melarang menuliskan ayat al-Qur'an.

لا تكتبوا عني شيئا الا القرأن , ومن كتب عني شيئا غير القرأن فليمحه و حدثوا عني ولا حرج , ومن كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار . رواه مسلم
Janganlah kalian tulis sesuatu yang telah kalian terima dariku selain al-Qur'an.Brangsiapa menuliskan yang ia terima dariku selain al-Qur'an hendaklah ia menghapusnya, Ceritakan saja yang kamu terima dariku, itu tiada mengapa,  siapa saja yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dineraka (HR.Muslim)

Kutip dari: shafiq
Jadi perkataan sayyidina Umar adalah prasangka ?
Andalah yang penuh prasangka!

Jika perkataan Sayidina 'Umar ra tsb bid'ah secara istilah yang diancam neraka, tentulah beliau ra tidak akan mengatakan : "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini".

Tidak ada bid'ah yang baik, kecuali jika ia tidak bertentangan dengan syari'at. Maka perkataan 'Umar tsb adalah bid'ah dari sisi bahasa, BUKAN istilah sebagaimana yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw.

:)

Kutip
kalimat anta di atas tdk ada hubungan dengan yg anta quote, sekarang anta sebutkan pengertian bid`ah secara bahasa dan istilah.
Bid'ah bahasa itu arti bid'ah yang sesuai dengan kamus. Sedangkan bid'ah secara istilah itu pembagusan makna dengan batasan-batasan yang sesuai maksud yang dikehendaki.

Ketika imam Syafi'iy membagi bid'ah dalam 2 kategori, maka pada dasarnya, beliau sedang membuat istilah bid'ah yang dimaksud oleh Rasulullah saw. Dan tidaklah dikatakan bid'ah sesuai sabda Rasulullah saw jika ia bersesuaian dengan syari'at.

Dan menurut anda, bagaimana ?
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #207 pada: 27 Februari 2012, 12:03:20 »
Semua amal yang tertolak, tentulah dia bertentangan dengan syari'at. TIDAKLAH MUNGKIN jika sesuatu yang ditolak sesuai dengan syari'at, tentulah ianya bertentangan dengan syari'at. Dan sesuai definisi Imam Syafi'iy, perkara baru yang ditolak (alias bertentangan dengan syari'at) maka ia bid'ah madzmumah
Bid`ah tercela dalam syariat artinya pelakunya berdosa dan berdosa bukan = sesat. Bid`ah = Tertolak artinya tertolak pahala orang yg melakukan perkara bid`ah dari perkara bid`ah tsb. Kesimpulannya tdk semua bid`ah sesat.

Bagaimana anda bisa mengatakan bahwa bid'ah dalam ibadah tidak berdosa ? apalagi ini terkait dengan pelaksanaan shalat. Apakah mungkin 'Umar ra memerintahkan perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw ?
karena sunnah Khulafaur rosyidin telah diijinkan oleh Nabi untuk diikuti, perkatan sebaik-baimnya bid`ah adalah sunnah diantara khulafaur rosyidin yg mengabarkan tdk semua bid`ah sesat. Kalo hal tsb pernah dilakukan oleh Nabi tentunya sudah dilakukan sebelum khalifah Umar dan Beliau tdk akan mengatakn sebagai sebaik-baiknya bid`ah. Tdk ada perbuatan sunnah di dalamnya ada dosa.

Sebenarnya, perkara perintah shalat tarawih dengan 1 imam ini mirip dengan kasus Zaid manakali beliau diminta untuk mengumpulkan Al-Qur'an dalam 1 mushaf. Perkara ini memang tidak pernah diperintahkan secara langsung, namun ia tidak bertetangan dengan syari'at karena Rasulullah saw tidak pernah melarang menuliskan ayat al-Qur'an.


لا تكتبوا عني شيئا الا القرأن , ومن كتب عني شيئا غير القرأن فليمحه و حدثوا عني ولا حرج , ومن كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار . رواه مسلم
Janganlah kalian tulis sesuatu yang telah kalian terima dariku selain al-Qur'an.Brangsiapa menuliskan yang ia terima dariku selain al-Qur'an hendaklah ia menghapusnya, Ceritakan saja yang kamu terima dariku, itu tiada mengapa,  siapa saja yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dineraka (HR.Muslim)
Andalah yang penuh prasangka!

Lha iya melihat hadits di atas karena Nabi tdk melarang menuliskan ayat al quran artinya dibolehkan atau bukan bid`ah, lha piye ? Lain dengan solat tarawih Nabi yg ketika itu diikuti oleh orang2 atas kemauan mereka sendiri/Nabi tdk memrintahkan yg pada akhirnya Nabi menolaknya atau tdk mengijinkannya. Namun orang2 tetap malakukannya dan dijadikan tradisi shg pada suatu saat dikumpulkan oleh Sayyidina Umar solat tarawih berjamaah dalam 1 imam. inilah alasan Beliau mengatakan sebagai sebaik-baikya bid`ah.

Ingat perkataan sayyidina Umar adalah sunnah khulafaur rosyidin yg Nabi memerintahkan untuk diikuti. Menolak adanya bid`ah baik artinya melawan/mengingkari perintah Nabi.


Jika perkataan Sayidina 'Umar ra tsb bid'ah secara istilah yang diancam neraka, tentulah beliau ra tidak akan mengatakan : "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini".

Tidak ada bid'ah yang baik, kecuali jika ia tidak bertentangan dengan syari'at. Maka perkataan 'Umar tsb adalah bid'ah dari sisi bahasa, BUKAN istilah sebagaimana yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw.
Nah kan ketahuan salah pemahaman dalam pengertian bidah secara bahasa dan istilah. bid`ah bahasa itu kata bid`ah dalam kalimat dalil yg tdk menujukan/menjelaskan suatu/contoh perbuatan bid`ah. contoh kalimat dalilnya : Allah menciptakan/bid`ah langit dan bumi. kata bid`ah pada ayat Quran ini tdk menunjukan contoh perbuatan bid`ah melainkan satu kata dalam kalimat yg tdk mejelaskan suatu/contoh pebuatan bid`ah.

Contoh kalimat dalil lainnya yg termasuk dalam contoh definisi bid`ah secara bahasa yaitu pada kalimat al Quran "....Aku bukanlah rasul yang bid`ah di antara rasul-rasul" (46:9).

Bid'ah bahasa itu arti bid'ah yang sesuai dengan kamus. Sedangkan bid'ah secara istilah itu pembagusan makna dengan batasan-batasan yang sesuai maksud yang dikehendaki.

Ketika imam Syafi'iy membagi bid'ah dalam 2 kategori, maka pada dasarnya, beliau sedang membuat istilah bid'ah yang dimaksud oleh Rasulullah saw. Dan tidaklah dikatakan bid'ah sesuai sabda Rasulullah saw jika ia bersesuaian dengan syari'at.

Dan menurut anda, bagaimana ?

Bahasa dan istilah digunakan dalam ucapan atau kalimat yg dimaksud adalah kalimat dalil.

Bid`ah secara bahasa adalah : kata bid`ah dalam kalimat dalil yg tdk menjelasalan atau menunjukan suatu/contoh perbuatan bid`ah atau tdk ada contoh perbuatan bid`ah dalam kalimat dalil tsb.

Bid`ah secara istilah adalah : Kata bid`ah dalam kalimat dalil yg menjelaskan atau menujukan suatu/contoh perbuatan bid`ah atau ada contoh perbuatan bid`ah dalam kalimat dalil tsb.
« Edit Terakhir: 27 Februari 2012, 19:45:34 oleh shafiq »
"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #208 pada: 27 Februari 2012, 19:15:17 »
afwan, serampangan pemahaman mas shafiq di atas tentang bid'ah.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #209 pada: 27 Februari 2012, 19:44:34 »
afwan, serampangan pemahaman mas shafiq di atas tentang bid'ah.
Serampangannya yg mana bos ? memang benar tdk semua bid`ah sesat. melihat hadits maka tergantung pada perkara bid`ahnya, jika perkara bid`ahnya dalam urusan syariat maka perkara tsb tertolak contoh perkara pembagian warisan yg menyalahi syariat.
« Edit Terakhir: 27 Februari 2012, 19:51:27 oleh shafiq »
"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).