terima kasih atas sarannya..
suami saya adalah imam bagi saya..meskipun mungkin penilaian sebagian member agak sedikit
memanaskan telinga..
1. suami sayalah yg berani datang sendiri
bertanya kepada orang tua saya ketika pertama kali kenal.
2. dia juga yg berani berdebat dengan murabbi saya secara langsung via phone.
3. dia juga mau jualan mulai dari nasi uduk, koran, roti bakar hanya untuk membiayai sekolah dia sendiri.
4. dia juga yg membopong saya ke rumah sakit ketika saya pingsan di bidan karena tak sanggup melahirkan secara normal.
5. dia juga yg menemani saya di meja operasi ketika sedang lahiran anak..saya sempat melihat air matanya keluar sambil memegang tangan saya di saat saya berusaha mendorong anak supaya keluar dari rahim ini.
6. dia juga sebagai guru saya di rumah..guru dalam bertanya mengenai prihal agama maupun kehidupan..
7. dia juga tempat saya bercanda bersama anak..apalagi saat ini dia rambutnya gondrong sebahu mirip DORA...

8. dia juga sering berdiskusi dengan beberapa ustadz, habaib bahkan kyai dalam satu jam'iyyah nya bahkan kadang di anggap terlalu idealis akhirnya dia sempat dikucilkan dari jam'iyyahnya.
maaf, bukannya saya sombong dengan bersuamikan dia....tapi sungguh kalopun seseorang melihat kebaikan dari orang, insya Alloh yg namanya keburukan pun akan tertutupi..
kepribadian dia masuk ke koleris dan cenderung melankolis juga..
sooo...yg anak psikolog, mungkin sampean semua tahu gimana cara menghadapi keribadian tersbut....itulah gunanya ISTRI..
alhamdulillah..
* saat ini dia tidur, makanya saya beranikan nulis ini..
