Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: [Curhat] Ragu untuk memilih akhwat  (Dibaca 841 kali)


Offline mandin

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« pada: 20 Desember 2011, 22:43:16 »
Ane sedang dilema untuk mencari pendamping hidup.
Pertama-tama, definisi akhwat disini adalah seorang wanita yang ikut tarbiyah, jauh lebih baik pemahaman agama-nya daripada wanita pada umum-nya, dan tentu-nya, lebih baik dalam penerapan nilai2 agama islam seperti sunnah dll.
Ane ingin memiliki calon seorang akhwat yang baik akhlak-nya, baik budi pekerti-nya, dan ane bisa tenang hidup bersama dia.
Tapi, kenyataan yang ane liat, kok dalam sisi karakter, seorang akhwat itu gak sebaik wanita2 non-akhlak. Misalnya, ane suka belanja di tiptop. Di sana pada umum-nya ane suka menjumpai suami yang memiliki istri seorang akhwat. Nah, ane suka memperhatikan mereka. Dan pada umum-nya, ane jarang melihat kehangatan pasangan suami istri di-antara mereka.
Ada yang cuek2 bebek di antara mereka. Ada yang istri-nya tampang-nya cemberut manyun. dll.

Trus, tentang sisi agama-nya nih.
Kita lihat kutipan berikut.
Saya sedikit bercerita...teman istri seorang murobbi yg sudah hampir 20 tahunan ngaji hampir cerai dengan suaminya hanya karena himpitan ekonomi yg membelengu rumah tangga mereka..

Trus kejadian minggu kemarin ketika ada liqo ngaji..sempat ada teman istri yg katanya habis di cerai sama suaminya karena sama yaitu himpitan ekonomi..

Innalillah..
Ane heran. Ikut mengaji, tarbiyah, dll. Seharus-nya mereka lebih mengerti soal agama islam. Tapi kok karena himpitan ekonomi, mereka bercerai.
Padahal, kalau kita lihat kehidupan nabi Muhammad SAW, beliau hidup sangat begitu sederhana. Sampai2 beliau pernah melilit batu di perut beliau untuk menahan lapar. Tapi istri-nya (Aisyah R.A) tidak minta bercerai.

Di lain pihak, ane ngeliat satpam deket rumah ane, walau hidup-nya kekurangan, istri-nya tidak minta bercerai, tapi ikut membantu keuangan keluarga dengan berjualan nasi uduk. Istri-nya bukan seorang akhwat.

Trus, ada lagi ane pernah kenal seseorang yang mantan pengguna narkotika (alhamdulillah dia sudah bertobat sekarang). Sekarang dia seorang pengangguran. Sama sekali tidak bisa bekerja. Malah istri-nya yang bekerja. Tapi... istri-nya tidak minta bercerai. Istri-nya bukan seorang akhwat.

Bapak ibu temen ane. Ibu-nya menikahi bapak-nya walaupun bapak temen ane ini kerjaan-nya serabutan. Tapi ibu temen ane tidak minta bercerai sama bapak-nya. Ibu temen ane bukan seorang akhwat.

Dan, kita pasti sering ngeliat keluarga yang hidup di gerobak, dan suami-nya mendorong gerobak. Ane gak tau apakah mereka bener2 resmi sebagai suami istri atau tidak. Tapi, istri-nya tidak minta bercerai. Istri-nya (kemungkinan) bukan seorang akhwat.

Karena itulah, ane ragu untuk memilih seorang akhwat.

Offline SaintOf81

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 54
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 21 Desember 2011, 08:37:03 »
Ane coba jawab deh.
Akhwat juga manusia biasa, sama seperti kita.
Jangan kira mereka sudah seperti bidadari yang tinggal siap dipinang dan mengerti tentang hal rumah tangga.
Toh mereka juga belom pernah menikah kan.
Justru kita para suami yang bertugas membimbing, mendidik dan mengajarkan mereka nanti.
Masih banyak kok akhwat yang sabar, jujur, dan menerima suami apa adanya, istri ane contohnya.  %peace%

dan untuk yang ini...
Saya sedikit bercerita...teman istri seorang murobbi yg sudah hampir 20 tahunan ngaji hampir cerai dengan suaminya hanya karena himpitan ekonomi yg membelengu rumah tangga mereka..

Trus kejadian minggu kemarin ketika ada liqo ngaji..sempat ada teman istri yg katanya habis di cerai sama suaminya karena sama yaitu himpitan ekonomi..

Innalillah..
Kan yang lebih tau penyebab mereka bercerai ya mereka sendiri.
Dari mana dia tau alasannya himpitan ekonomi? Apa ia termasuk penyimak gosip ibu2 rt? Jangan2 aib keluarganya sendiri pun dibeberkan di forum ini.  :hihi: :hihi:
Memang ada situasi2 tertentu dimana bercerai itu jauh lebih baik daripada mempertahankan perkawinan, tapi jumlah pasutri yang tetap langgeng sampai tua jauh lebih banyak kan.

Pilihlah pendamping hidup yang soleha, itu sudah cukup.
...dan jangan ragu untuk memilih akhwat,  karena bisa jadi akhwatnya yang ragu untuk memilih ente.   %peace%

Offline estie

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 15
  • Lokasi: DKI Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer "I Love U Becouse Allah"
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 21 Desember 2011, 12:45:58 »
afwan, ana coba memberikan masukan/pendapat. klw menurut ana jnglah kita menilai seseorang hny dr luarnya saja, misalnya si A sering ikt pengajian kesana kemari atau ikut tarbiyah sana sini. itu blm tentu menjamin akhlaknya sesuai dng ilmu yg dia pelajari karena bagaimanapun akhwat itu ttp manusia biasa yg mempunyai bnyk kekurangan, ana sendiri jg punya teman yg penampilannya muslimah bgt (seminggu sekali ikt liqo, selalu pakai busana panjang, pakai rok panjang (gamis), tidak pernah pakai celana panjang + berjilbab panjang sampai kebawah pinggang & berlapis2, klw di fb selalu bikin status ayat2 Al-quran) tapi ada beberapa sifat jelek dia yg terlihat sangat jelas klw akhwat itu orangnya iri an & suka membuka aib orang lain + keras kepala. jujur awal2nya ana kaget begitu tau sifat dia seperti itu, ana sama sekali ng menyangka. maksud ana dl berteman sm dia itu untuk menambah ilmu agama ana tp kenyataannya???? jujur ana kecewa sm teman ana itu tp mau gimana lagi klw sifatnya sudah seperti itu ana ng bisa ikt campur terlalu jauh, akhirnya ana memutuskan untuk menjauhinya tapi tdk memutus tali silaturahmi. jadi saran ana jng merasa dilema dlm mencari pendamping, tidak ada seorangpun yg tau kriteria seperti apa sih calon pendamping kita nantinya. kita maunya pendamping yg sempurna yg baik akhlaknya, yg bagus agamanya tp klw Allah berkehendak lain kita tdk bisa berbuat apa2. jln satu2nya adalah menerima dng IKHLAS apapun yg Allah berikan kpd kita, tugas Ikhwan lah membimbing serta mengajari Agama kepada istri supaya apa yg kita inginkan InsyaAllah dpt terwujud tentu dng izin-NYA. cukup sekian masukan dr ana, mohon maaf apabila ada kata2 ana yg kurang berkenan karena ana jg manusia biasa yg punya bnyk sekali kekurangan. salam silaturahmi

ttp semangat ya  :topOK:
Wassalam,
Estie

Offline gumuruh

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 153
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
    • Personal Software & Graphic Design Consultant
« Jawab #3 pada: 22 Desember 2011, 11:38:46 »
Kutip
Di lain pihak, ane ngeliat satpam deket rumah ane, walau hidup-nya kekurangan, istri-nya tidak minta bercerai, tapi ikut membantu keuangan keluarga dengan berjualan nasi uduk. Istri-nya bukan seorang akhwat.

Trus, ada lagi ane pernah kenal seseorang yang mantan pengguna narkotika (alhamdulillah dia sudah bertobat sekarang). Sekarang dia seorang pengangguran. Sama sekali tidak bisa bekerja. Malah istri-nya yang bekerja. Tapi... istri-nya tidak minta bercerai. Istri-nya bukan seorang akhwat.

Bapak ibu temen ane. Ibu-nya menikahi bapak-nya walaupun bapak temen ane ini kerjaan-nya serabutan. Tapi ibu temen ane tidak minta bercerai sama bapak-nya. Ibu temen ane bukan seorang akhwat.

Dan, kita pasti sering ngeliat keluarga yang hidup di gerobak, dan suami-nya mendorong gerobak. Ane gak tau apakah mereka bener2 resmi sebagai suami istri atau tidak. Tapi, istri-nya tidak minta bercerai. Istri-nya (kemungkinan) bukan seorang akhwat.


ana ngliat yg TS nya ini blm yakin bener ttg preparation of wedding and having family.
hehehe.... liat, "bukan akhwat" ---> katanya?

terus apa dung? Ikhwan ya? Wahaaahaha, parah.... suami ama ikhwan, brarti laki sama laki dong? lebih parah lagi... hehehehe....

ini dari segi bahasa aja, cuma gurau semata,
wahai sahabat, jgn khawatir klo anta ragu karena
bbrp hal disekitar anta. yg anta denger, yg anta br liat.

Coba liat lagi ya:
1) Suami & istri yg kenal ttg agama yg katanya bercerai dikarenakan hal ekonomi.
Itu baru "Katanya". Anta suka nggosip ya? Kalo ngga, tanyakan lgsung pada mereka, direct face2face. Yakinkan apa masalahnya. Jgn cuma katanya. Lagian masalah ekonomi bisa dialami siapa saja. Tidak terbatas cuma kepada mereka yg paham agama lebih detail (alias santri). Remember that ya?

2) Suami & Istri yg blm mgnal ttg agama lbh dlm. Terlihat begitu akrab, tdk manyun2, dsb2.
Lhee, sma kasusnya. Anta br lihat dari luar itu. Lha koq bisa gitu? Ya bisa dong. Ini klo anta pernah belajar psikologi alias kejiwaan anta akan kenal yg namanya manusia punya kbiasaan mlirik kiri kanan dan menginginkan apa yg tdk dimilikinya, lalu lama-kelamaan, menjadi rumput tetangga terasa lebih hijau.
Klo ttg akhlak dan tampilan muka itu bisa dibedak, atau dibuat shngga menjadi baik. Dan smua org berkemampuan untuk itu. Ngga cuma kalangan tertentu saja.

Anyway,
Itu keadaan yg anta cerita disini, merupakan sdkit dari skian banyak pelajaran yg Allah sengaja kasih buat anta. Dan yg lain brgkali mengalami hal yg sama. Sehingga, at 1st, anta kdu inget,
bahwa memilih calon bini bukan skdar ingin mendapat pasangan yg perfect as living happily after.
That's not the point of living!

Pasangan suami istri itu saling melengkapi.
Yang jka sang suami sprti anta, maka yg dicari ialah calon istri (seorang akhwat tntunya, bkn ikhwan; jgn ktuker bahasa ah, hari gene) yang mampu  mengingatkan tatkala anta lupa, dan anta menerima, lalu bersama2 memperbaiki diri, together doing many things 4 going 2 jannah!
Sama pandangan sang istri yg akan mncari suami jg sbaiknya sprti itu.
Bkan mncari pangeran yg bawa mobil BMW dan punya rumah segede Alaihim! Klo bgtu terus impiannya, lihat deh jalanan... Mobil smua! Macet!


Nah, paradigma yg unik adalah... Smua orang Pengen dpt Jodoh yg Perfect as living happily after!
Trus, sampe kapan mo bgtu terus? Sampe rambut udah menyala-nyala?
Hayo.... anta hadir dulu gih di beberapa tausiyah ttg nikah. Dan juga klo anta ada di Bandung anta ikutin gih yg di SalMan training PRA NIKAH. Shgga View ---> penglihatan anta terbuka lagi.

Ak do'ain sukses slalu ya dalam perencanaan,
dan pelaksanaan anta!
Sama2 kita sharing dan living for a good end...

Peace.

Ada project software / graphic design? Bingung ngerjainnya?Kunjungi kemari Trit Asal

Offline yanti solehah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 736
  • Lokasi: Medan bung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • keadilan, kejujuran, amanah sulit ditegakkan
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 23 Desember 2011, 20:35:41 »
saya stju dengan pendapat mba estie,krn saya jg memiliki temen yg seperti itu.
seorang akhwat jangan dilihat dr penampilannya tp lihatlah dr hatinya krn penampilan dapat berbohong tp kalo hati seseorang tidak dpt berbohong. akhwat jg manusia yang tidak luput dr kesalahan. kenapa harus ragu? krn ragu-ragu itu sesuatu tidak baik.

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 23 Desember 2011, 21:36:10 »
Selama seorang suami berusaha sungguh2 utk menunaikan kewajibannya, maka tak akan ada istri yg rela bercerai darinya. Apakah istrinya seorang akhwat berjilbab lebar yg ikut taklim tertentu atau hanya seorang muslimah abangan.

Masalah himpitan ekonomi, pria/wanita idaman lain, tdk dikaruniai anak, ketidak-sepahaman yg sangat, & konflik2 lain adlh deretan ujian yg sangat mungkin terjadi dlm kehidupan rumah tangga & berpotensi menyebabkan perceraian.

Jika ingin rumah tangga awet, kuncinya ada di komunikasi & keterbukaan antar suami-istri utk menyelesaikan setiap ujian yg datang. Emm... jg kemantapan visi & misi keluarga

Keuntungan memiliki istri yg paham agama/sholehah adlh suami tdk perlu repot2 mengingatkannya soal ibadah, shalat, menutup aurat, dll (ingat bahwa suami bertanggung jwb atas agama istri).

Jadi saran sy tetap pilihlah wanita sholehah sbg istri & calon ibu dr anak2 mu kelak.
Dan berusahalah menjadi laki2-suami yg sholeh & bertanggung jwb :)
« Edit Terakhir: 23 Desember 2011, 21:40:34 oleh Maru Sen »

Offline zinedine

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 18
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 29 Desember 2011, 02:46:04 »
status temen fb ane:

"Jika namamu yang tertulis di lauhul mahfudz untuk diriku, niscaya cinta itu akan Allah tanamnkan dalam diri kita.  Tugasku bukanlah menentukan siapa dirimu, tetapi mensholehkan diriku.. Wahai seseorang yang telah tertulis di lauhul mahfudzku, lagi PENDAMPINGKU, dan IBU dari anak-anakku, engkau yang membersamai perjalananku nanti.. Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu tuk jadi PENDAMPING bagi tulang rusukmu, dan buah hatimu kelak  ...Aku juga demikian, berusaha keras untuk memperbaiki diriku dan memantaskannya untuk dirimu....karena jodohku adalah cerminan diriku"


karena:


wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26)


kita hanya sebatas ikhtiar, Alloh yang menentukan dan memilihkan siapa jodoh yang pantas untuk kita, sesuai dengan siapa kita sebenarnya... ....karena pada hakikatnya bukan kita yang memilih....Alloh lah yang menentukkan...mungkin kita akan merasakannya dan menyadarinya...setelah nanti menikah...kenapa jodoh kita si A or si B or si C.....

« Edit Terakhir: 29 Desember 2011, 09:12:04 oleh zinedine »

Offline hari_plarangan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 824
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 29 Desember 2011, 10:34:38 »
TS kayaknya agak anti/alergi dg Ciptaan Allah SWT yg berjenis "Akhwat" nih..
Pernah dikecewakan dg yg namanya Akhwat ya.??   ;D sampai segitu mendalamnya keluh kesahnya
Hidup adalah Misteri.. Ikhlaslah..Bersabarlah...
Insya Allah Gusti Allah SWT tidak akan meninggalkan kita

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 29 Desember 2011, 10:52:24 »
Yg dikemukakan oleh mas cumi itu benar adanya.

Saya istri dari mas cumi, ada 2 orang dari teman liqo kami yg dicerai karena alasan himpitan ekonomi.

Suatu ketika saya pernah ditanya sama mas cumi sebagai suami saya :

Cumi : Andai kalau misalnya awal kenalan dulu aku itu seorang tukang jualan bakso yg nge-dorong gerobak pergi pagi pulang malam dan hanya dapat keuntungan sebesar 50rb...kira-kira kamu mau gak aku nikahi ?.

Dewi :*saya hanya tertawa dan menjawab...."tentu tidak mau lah...tiap orang tentunya punya kriteria masing2 dalam menentukan pasangan hidup baik dari segi ekonomi dan segi akhlak seorang calon suami".


Offline SaintOf81

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 54
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 29 Desember 2011, 13:01:05 »
Yg dikemukakan oleh mas cumi itu benar adanya.

Saya istri dari mas cumi, ada 2 orang dari teman liqo kami yg dicerai karena alasan himpitan ekonomi.

Suatu ketika saya pernah ditanya sama mas cumi sebagai suami saya :

Cumi : Andai kalau misalnya awal kenalan dulu aku itu seorang tukang jualan bakso yg nge-dorong gerobak pergi pagi pulang malam dan hanya dapat keuntungan sebesar 50rb...kira-kira kamu mau gak aku nikahi ?.

Dewi :*saya hanya tertawa dan menjawab...."tentu tidak mau lah...tiap orang tentunya punya kriteria masing2 dalam menentukan pasangan hidup baik dari segi ekonomi dan segi akhlak seorang calon suami".



Wah.. keuntungan 50 ribu itu perhari itu bukannya udah lumayan? Kurang ya?
Bagaimana kalau suami mbak suatu saat jatuh miskin.. apakah akan digugat cerai juga?

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 29 Desember 2011, 15:42:27 »
Sebenarnya tidak ada yg miskin kalaupun misal kita mau berusaha.  :)

Mintalah kaya dalam doa mu kepada Alloh..

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 29 Desember 2011, 15:57:14 »
Kasus perceraian karena himpitan ekonomi terdengar sepele, tapi di balik masalah "himpitan ekonomi" itu bisa jadi ada permasalahan yang jauh lebih besar dan rumit. dan ketidaksanggupan menangani masalah itu yg mengakibatkan perceraian.

Sebagai pihak luar, kita hanya bisa berhusnuzdan kepada orang shaleh yg bercerai. sebagian ulama ternama dan terkenal shaleh pun pernah bercerai. Karena kita tidak mengetahui banyak urusan rumah tangga mereka kecuali apa yang kita dengar dari gosip, dan tentu ga selayaknya gosip dijadikan bahan penilaian dan cap buruk kepada para "akhwat" atau "ikhwan".

Naif sekali kalo para akhwat harus tercoreng keshalihannya karena sesekali kita melihat rumah tangganya ga seharmonis cerita ali dan fatimah, jarang seromantas nabi saw dan a'isyah. apalagi menyalahkan sistem tarbiyah yang sudah banyak membantu mencetak jutaan lelaki shalih dan wanita shalihah. lihat dari sudut pandang bahwa semua orang masih terus belajar dan terus memperbaiki diri.



Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline anak_azzam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 29 Desember 2011, 19:24:58 »
@adi2 setuju dg antum, dan mgkin jg bila masalahnya adalah himpitan ekonomi dan istri udah berusaha memberikan dorongan semangat dan masukan tp suaminya (maaf) bukan tipe orang yg mau berusaha terlalu capek2 banting tulang..sekedar menikmati apa yg bs dilakukan ajah, di situlah mgkn kesabaran seorang istri akhirnya habis, sementara masa depan anak2 harus dpikirkan. mgkn aja loh. klo cm sekedar mendengar penyebabnya cm sepatah dua patah kata kedengarannya memang sepele, tapi kan kita gak tau pemikiran yg mendalam yg membuat keputusan bercerai telah dipikirkan dg baik.

@ all saya setuju pendapat2 antum semua, masuk akal :)
dan yg penting khusnudzon ajah sm orang lain, kan bukan kita yg menghadapi masalah tsb, mang kita tau persisnya urusan dapur orang?

Offline anak_azzam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 29 Desember 2011, 19:29:39 »
satu lagi, janganlah kejadian pd segelintir orang dijadikan patokan untuk memukul sama rata ya, jgn (maaf) secetek itulah dlm berpikir dan mengambil kesimpulan  :(

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 29 Desember 2011, 19:43:19 »
gak usah terlalu pilih-pilih!

Kalau cari pasangan hidup dengan logika, bingung jadinya. pake perasaan donk! mana wanita yang mmbuatmu terpesona, kejarlah dia sampai dapat! simple kok.
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/