Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Masih Haruskah Berpacaran?  (Dibaca 938 kali)


Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« pada: 19 Desember 2011, 11:43:40 »


dakwatuna.com - Allah memberikan rizki sesuai dengan kebutuhan hambaNya dan di waktu yang menurut Allah terbaik untuk kita mendapatkannya. Jodoh adalah salah satu rizki yang Allah persiapkan untuk kita.

Allah akan memberikan jodoh pada kita di saat yang tepat. Bukan sesuai dengan keinginan kita. Seringnya kita menginginkan sesuatu hanya berdasarkan pada keinginan bukan pada kebutuhan. Allah Maha Tahu, kapan kita akan siap untuk menerima sebuah tanggung jawab besar untuk membentuk suatu peradaban kecil yang di mulai dari sebuah keluarga.

Karena menikah bukan hanya penyatuan dua insan berbeda dalam satu bahtera tanpa visi dan tujuan yang pasti, berlayar tanpa arah atau berlayar hanya menuju samudera duniawi. Menikah adalah penggenapan setengah agama karena menikah adalah sarana ibadah kepada Allah. Dalam tiap perbuatan di dalam rumah tangga dengan berdasarkan keikhlasan dan ketaqwaan maka ganjarannya adalah pahala. Tapi jika menikah hanya berdasarkan nafsu atau bahkan mengikuti perputaran kehidupan dunia, maka hasilnya pun akan sesuai dengan yang di niatkan.

Karena menikah adalah ibadah. Menikah adalah sunnah di anjurkan Rasulullah. Menimbun pahala yang terserak di dalam rumah tangga. Dan semua manusia yang normal pasti akan mendambakan suatu pernikahan. Merasakan suatu episode hidup dimana kita akan memulai segala sesuatu yang baru. Yang dahulu kita berperan sebagai seorang anak dengan berbagai kebahagiaan bermandikan kasih sayang orang tua. Maka menikah adalah suatu gerbang menuju pembelajaran menjadi orang tua kelak. Kita bukan lagi sebagai penumpang di mana mengikuti arah kehidupan yang di tentukan orang tua, melainkan kita akan menjadi driver untuk kehidupan kita sendiri kelak. Kita bisa saja mengikuti jalur yang telah di lewati orang tua, jika memang itu jalur yang tepat. Tapi jika jalur itu tak sesuai dengan arah tujuan kehidupan rumah tangga kita yaitu jalur keridhaan Allah, maka kita pun harus mencari jalur yang tepat.

Karena menikah itu adalah satu kebaikan maka seharusnya harus di mulai dengan yang baik pula. Misalnya, ketika kita ingin lulus ujian, maka kita harus belajar yang giat bukan bermalas-malasan.

Ayat Allah masih jelas tertera dalam kitabNya, bahwa pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula dan sebaliknya. Dan ayat itu masih sama dengan pada saat Allah turunkan beribu tahun yang lalu. Janji Allah pun tergambar melalui ayat itu dan Allah Maha Menepati janji. Lalu mengapa kita masih meragukan janji Allah itu??

Masih haruskah berpacaran??

Mengenal lawan jenis dengan dalih untuk mengenal pribadi masing-masing. Padahal kenyataannya, hanya sedikit kejujuran yang di tampakkan pada saat pacaran. Rasa takut yang besar untuk di tinggal pasangannya atau hendak mengambil hati pasangannya membuat mereka menyembunyikan keburukan yang terdapat dalam dirinya. Sudah menjadi rahasia umum, jika usia pacaran yang lama tak menjamin bahwa itu menjadi suatu jalan untuk memuluskan hubungan menuju jenjang pernikahan. Sudah tak menjamin adanya pernikahan setelah sekian lama menjalin masa pacaran, juga banyak di bumbui pelanggaran terhadap rambu-rambu Allah. Maksiat yang terasa nikmat.

Zaman sekarang, berpacaran sudah selayaknya menjadi pasangan suami istri. Si pria seolah menjadi hak milik wanita dan si wanita kepunyaan pribadi si pria. Mereka pun bebas melakukan apapun sesuai keinginan mereka. Yang terparah adalah sudah hilangnya rasa malu ketika melakukan hubungan suami istri dengan sang pacar yang notabene bukan mahram. Padahal pengesahan hubungan berpacaran hanya berupa ucapan yang biasa di sebut “nembak”, misalnya “I Love You, maukah kau menjadi pacarku?” dan di terima dengan ucapan “I Love You too, aku mau jadi pacarmu”. Atau sejenisnya. Hanya itu. Tanpa adanya perjanjian yang kuat (mitsaqan ghaliza) antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Tanpa adanya akad yang menghalalkan hubungan tersebut. Hubungan pacaran tak ada pertanggungjawaban kecuali pelanggaran terhadap aturan Allah. Karena tak ada yang namanya pacaran islami, pacaran sehat atau apalah namanya untuk melegalkan hubungan tersebut.

Kita berlelah melakukan hubungan pacaran. Melakukan apapun guna menyenangkan hati sang kekasih (yang belum halal) meskipun hati kita menolak. Jungkir balik kita mempermainkan hati. Hingga suka dan sedih karena cinta, cinta terlarang. Hati dan otak di penuhi hanya dengan masalah cinta. Kita menangis karena cinta, kita tertawa karena cinta, kita meraung-meraung di tinggal cinta, kita pun mengemis cinta. Hingga tak ada tempat untuk otak memikirkan hal positif lainnya. Tapi sayang, itu hanya cinta semu. Sesuatu yang semu adalah kesia-siaan. Kita berkorban mengatasnamakan cinta semu. Seorang pacar, hebatnya bisa menggantikan prioritas seorang anak untuk menghormati orangtua. Tak sedikit yang lebih senang berdua-duaan dengan sang pacar di banding menemani orangtua. Pacar bisa jadi lebih tau sedang dimana seorang anak di banding orang tuanya sendiri. Seseorang akan rela menyenangkan hati pacarnya untuk di belikan sesuatu yang di suka di bandingkan memberikan kejutan untuk seorang ibu yang melahirkannya. Seseorang akan lebih menurut pada perintah sang pacar di banding orang tuanya. Hubungan yang baru terjalin bisa menggantikan hubungan lahiriah dan batiniyah seorang anak dengan orangtua.

Jika pun akhirnya menikah, maka tak ada lagi sesuatu yang spesial untuk di persembahkan pada pasangannya. Sebuah rasa yang seharusnya di peruntukan untuk pasangannya karena telah di umbar sebelumnya, maka akan menjadi hal yang biasa. Tak ada lagi rasa “greget”, karena masing-masing telah mendapatkan apa yang di inginkan pada masa berpacaran. Bisa jadi, akibat mendapatkan sesuatu belum pada waktunya maka ikrar suci pernikahan bukan menjadi sesuatu yang sakral dan mudah di permainkan. Na’udzubillah.

Parahnya jika tiba-tiba hubungan pacaran itu kandas, hanya dengan sebuah kata “PUTUS” maka kebanyakan akan menjadi sebuah permusuhan. Apalagi jika di sebabkan hal yang kurang baik misalnya perselingkuhan. Kembali hati yang menanggung akibatnya. Kesedihan yang berlebihan hingga beberapa lama. Hati yang terlanjur memendam benci. Tak sedikit yang teramat merasakan patah hati dikarenakan cinta berlebihan menyebabkannya sakit secara fisik dan psikis. Juga ada beberapa kasus bunuh diri karena tak kuat menahan kesedihan akibat patah hati.

Terdengar berlebihan. Tapi itulah kenyataannya, hati adalah suatu organ yang sensitif. Bisa naik secara drastis, tak jarang bisa jatuh langsung menghantam ke bumi. Apa yang di rasakan hati akan terlihat pada sikap dan perilaku. Hati yang terpenuhi nafsu akan enggan menerima hal baik. Ada orang bilang, jangan pernah bermain dengan hati. Karena dari mata turun ke hati, kemudian tak akan turun kembali. Akan ada sebuah rasa akan mengendap di dalam hati. Jika rasa itu baik dan di tujukan pada seseorang yang halal (suami atau istri) maka kebaikan akan terpancar secara lahiriah. Bukan sebuah melankolisme yang kini merajalela.

Banyak pelajaran dari sekitar. Kenapa masih harus berpacaran??

Karena ingin ada teman yang selalu setia mendengar tiap keluh kesah?? Tak selamanya manusia bisa dengan rela mendengarkan keluhan manusia lainnya. Hanya Allah yang tak pernah berpaling untuk hambaNya. Bisa jadi secara fisik sang pacar rela mendengar dengan seksama, tapi dia juga manusia yang akan merasa bosan jika selalu di cecoki dengan berbagai keluhan.

Malu di bilang jomblo??

Jika dengan jomblo kita bisa terbebas dari rasa yang terlarang, kenapa harus malu?? justru kita akan merasa nyaman bercengkerama dengan Allah karena sadar hati kita hanya patut di tujukan kepadaNya bukan yang lain. Justru kita harus bangga, di saat yang lain berlomba untuk melakukan hal terlarang tapi kita menjauhinya. Kemudian tak akan ada perasaan was was karena telah melanggar aturan Allah. Kita bebas berkumpul dengan kawan-kawan tanpa ada kekangan dari orang yang sesungguhnya tak memiliki kewenangan terhadap diri kita.

Mungkin masih banyak lagi kesia-siaan dalam berpacaran. Dan sesungguhnya belum tentu sang pacar akan menjadi pasangan kita kelak.

Pacaran ibarat minuman beralkohol, banyak yang mengelak bahwa dengan berpacaran mereka memiliki semangat baru dan sederet hal positif yang mereka kumandangkan. Tapi sama halnya dengan alkohol, maka manfaat yang di dapat jauh lebih kecil di banding kemudharatan yang di hasilkan. Karena segala sesuatu yang di larang Allah, pasti ada sebab dan manfaatnya.

Kemudian ada yang berdalih, toh pacaran itu tidak merugikan orang lain. Tidak merugikan orang lain, namun hukum Allah jauh lebih baik untuk di ikuti ketimbang menurutkan hawa nafsu yang berakhir pada jurang kebinasaan.

Kembali ke pernikahan, suatu kebaikan maka tak pantas jika di awali dengan keburukan. Allah tak akan ingkar janji, karena jodoh telah Allah tetapkan di Lauh Mahfuzh. Tinggal kita melakukan usaha yang baik, yang Allah ridhai. Supaya tiap langkah kita, hanya berisi keridhaan Allah dan mendapat keberkahanNya. Aamiin.

Allahua’lam
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline skylight

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 1.793
  • Jenis kelamin: Pria
  • smarter yet wiser, satire but nicer
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 19 Desember 2011, 12:09:19 »

Kembali ke pernikahan, suatu kebaikan maka tak pantas jika di awali dengan keburukan. Allah tak akan ingkar janji, karena jodoh telah Allah tetapkan di Lauh Mahfuzh. Tinggal kita melakukan usaha yang baik, yang Allah ridhai. Supaya tiap langkah kita, hanya berisi keridhaan Allah dan mendapat keberkahanNya. Aamiin.

Allahua’lam

kereeen  O0

meyakini janji Allah itu benar dan rencanaNYA adalah yang terindah, insya Allah

Allahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa Muhammaddin

Offline Jehad

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 634
  • Bukalah Mata Hati....
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 19 Desember 2011, 13:49:12 »
Jd inget kt2 penumpang laen sewaktu naek travel bbrp hari yg lalu
"Gmn caranya mw nikah klw gak pacaran?".
padahal 2 org dibelakangnya nikah gak pake pacaran   :hihi: :hihi:
Bukalah Mata Hati...

Offline gigi puspita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2011
  • Tulisan: 3.361
  • Lokasi: sidoarjo deket surabaya ato surabaya deket sidoarjo ???
  • menangislah-tersenyumlah
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 19 Desember 2011, 15:51:06 »
Jd inget kt2 penumpang laen sewaktu naek travel bbrp hari yg lalu
"Gmn caranya mw nikah klw gak pacaran?".
padahal 2 org dibelakangnya nikah gak pake pacaran   :hihi: :hihi:

kata yg diitemin itu yg sering ditanyain ke aq :D bahkan mama jg gitu :D
dalam ruang cinta

Offline ipeh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 1.751
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 19 Desember 2011, 16:28:29 »
Alhamdulillah, dapet referensi lagi tentang pacaran. Semoga kita semua terhindar dari yang namanya pacaran. Hingga akad yang meng"halal"kan...

Hati-hati juga saat ta'aruf, jangan sampai dijalani dengan PI, "Pacaran Islami"...:)
Tengadahkan wajahmu pada langit, tempat harapan bertabur laksana bintang. Tundukkan kepalamu pada bumi, dimana manusia akan hidup dan mati.

Offline gumuruh

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 153
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
    • Personal Software & Graphic Design Consultant
« Jawab #5 pada: 22 Desember 2011, 11:45:46 »
kereeen  O0

meyakini janji Allah itu benar dan rencanaNYA adalah yang terindah, insya Allah

indeed...! for sure yes!
smpai jumpa lagi di bahtera rumah tangga!
Ada project software / graphic design? Bingung ngerjainnya?Kunjungi kemari Trit Asal

Offline Aku

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 6
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Tetap Semangat dan Pantang Menyerah !
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 11 Januari 2012, 10:48:53 »
 
Hati-hati juga saat ta'aruf, jangan sampai dijalani dengan PI, "Pacaran Islami"...:)

JGN TERTIPU DG PACARAN.. apapun istilahnya dan embel2nya (pacaran islami, pacaran sehat de el el dan sejenisnya)... krn semua itu DOSA sblm ada ijab qobul . sungguh menikah itu jauuuuuhhhh lebih indah  ^-^ , krn kita bisa melakukan dan merasakan apapun yg tdk bisa dilakukan dan dirasakan mereka yg berpacaran... plus bonus pahala pula  :topOK:

So, para Jojoba ... SEMANGKA...!   O0

oya, salam kenal semuanyaaa...  %peace%

Offline servodaeman

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 2.245
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • muslim itu bersaudara
    • Lihat Profil
    • Portal
« Jawab #7 pada: 11 Januari 2012, 11:02:58 »
komenter @TS nya apa yach.. %peace%
http://www.abdulrahman-oman.co.nr/
God Just One && Mohammed is The last Messenger

Offline elhakim007

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 42
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 11 Januari 2012, 14:06:24 »
hemmmm... nice inpo... hehehehe... ntar aja deh paccarannya, hehe  :siul:

Offline ali_imran

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 1.071
  • Lokasi: Tarakan - Kalimanta Timur
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 26 Januari 2012, 08:05:30 »
alhamdulillah bisa menambah wawasan

Offline yanti solehah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 736
  • Lokasi: Medan bung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • keadilan, kejujuran, amanah sulit ditegakkan
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 27 Januari 2012, 23:44:54 »
setelah menikah baru boleh pacaran ya............ :)

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.787
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #11 pada: 28 Januari 2012, 00:06:02 »
hidup pacaran.....!
klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)

Offline heroes

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2011
  • Tulisan: 61
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 28 Januari 2012, 00:53:00 »
emang sih nggak penting, namun harus tau dong "bibit"nya dari mana. Buah jatuh nggak jauh dari pohonnya.

pilih wanita yang keturunannya dari keluarga baik-baik lah  :awas:
Kebersihan Sebagian Dari Iman

Offline menyelamduniapaud

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 25
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Wanita
  • MyQ berdoa tanpa usaha itu bohong dan berusaha tanpa berdoa itu sombong...Allah akan mencukupi kebutuhan umatnya yg mau berusaha dan berdoa *_^
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 04 Februari 2012, 13:54:20 »
karna hidup ini terlampau singkat bersama pilihan yg salah
naila love family

Offline Tamandesa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 941
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ayoo Tersenyum ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 04 Februari 2012, 21:24:36 »
Pacaran sebelum menikah itu tidak menyenangkan sangat tidak menyenangkan.  :toe:

Hidup adalah ketika kita berbagi ^_^

Offline RandyArmy

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 429
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Alexander Randy
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 04 Februari 2012, 21:55:05 »
udah dari smp kelas 1 gak pernah pacaran , sekarang udah 20an jadi gampang jatuh cinta bagaimanapun rupa si ukhtinya , namun gak berani liat para ukhti kayak ada yg nundukin kepala sama perasaan malu yg berlebih.

tapi aneh kl lagi berdiskusi ngobrol2 biasa kepala terasa mengangkat dan biasa aja :D
Perkataan Dan Perbuatanmu Haruslah Sama.
Maaf kalo tulisan saya menyinggung anda.

Offline yanti solehah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 736
  • Lokasi: Medan bung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • keadilan, kejujuran, amanah sulit ditegakkan
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 09 Februari 2012, 16:13:06 »
hidup pacaran.....!

pacaran setelah menikah atau sebelum menikah ya................

Offline kurnia hikmah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2012
  • Tulisan: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 29 Februari 2012, 21:50:59 »
iyaa tp kok slalu merasa iri ya ketika orang lain berpacaran ..apa itu normal  :malu:

Offline Tamandesa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 941
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ayoo Tersenyum ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 01 Maret 2012, 09:57:16 »
iyaa tp kok slalu merasa iri ya ketika orang lain berpacaran ..apa itu normal  :malu:

Normal sih, kadang saya juga gitu  :wataw: Godaan ini sih, makanya kalau memang sudah siap mending langsung nikah biar tidak cemburu pada yang pacaran. 
Hidup adalah ketika kita berbagi ^_^

Offline ipeh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 1.751
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 01 Maret 2012, 20:10:00 »
iyaa tp kok slalu merasa iri ya ketika orang lain berpacaran ..apa itu normal  :malu:

apanya yang di-iri-in dari orang yang pacaran sebelum nikah? Orang mereka benar-benar telah "mendekati zina" kok di-iri-in... hiiiii.... hiiiii... ngeri...
Tengadahkan wajahmu pada langit, tempat harapan bertabur laksana bintang. Tundukkan kepalamu pada bumi, dimana manusia akan hidup dan mati.

Offline dibyo

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 36
  • Lokasi: surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 01 Maret 2012, 21:29:12 »
iyaa tp kok slalu merasa iri ya ketika orang lain berpacaran ..apa itu normal  :malu:

itu adalah fitrah seorang manusia, maka kalau diarahkan kearah kebaikan, subhanallah, Allah akan menolong bila kita melakukannya kearah kebaikan
Belajarlah dari kesalahan, seseorang bangun karena ia terjatuh !

Offline mentari2501

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 201
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 11 Maret 2012, 01:12:37 »
iyaa tp kok slalu merasa iri ya ketika orang lain berpacaran ..apa itu normal  :malu:

knp harus iri, sebetulnya kita bisa juga pacaran kok asal kalo sudah menikah.....itu lebih baik :)