aje gile, itu perencana keuangan dari hongkong yah? gak sekalian pake yg tarifnya 1 milyar per jam? 
lah yg tarifnya 300rb-an atau malah kadang2 gretongan juga ada koq ...

ya sudah coba di posting disini alamat perencana keuangannya om

gratis ada, tapi biasanya club member atau nasabah prioritas bank tertentu,
u yang syari'ah (BSM ) minimal saldo u menjadi nasabah prioritas adalah 500jt beserta beberapa ketentuan lain berkenaan dengan regulasi arus kas si nasabah ini. Maka fasilitas manajer investasi pribadi, perencana keuangan pribadi, layanan reservasi penginapan atau transportasi, executive lounge di bandara bisa didapatkan secara GRATIS
Tapi ya itu, biasanya investment yang ditawarkan serta lain2nya produk dari Bank itu sendiri

@ maru
@MH
Setahu-ku, nafkah tdk hanya berupa "uang makan", tapi jg mencakup sandang, pangan, papan, bahkan pendidikan anak.
Ada tipe suami yg kekeuh ingin menyimpan seluruh penghasilannya sendiri, istri hanya diberi kebutuhan dapur saja, sehingga istri tdk leluasa mengatur keuangan keluarga.
Parahnya lagi istri tahu bahwa suaminya bukan tipe yg pandai mengelola uang. Jadi sang istri kuatir, kalau suami tdk pernah mengalokasikan dana utk kebutuhan masa depan mereka (pendidikan anak, tempat tinggal, sakit, dll).
Gimana?
tadi nggak aware kalau MH itu refers ke saya

oke coba diakali dengan cara yang baik, bukan dengan cara yang menghilangkan berkah (mencuri, berbohong dll) ya

Istri memiliki hak u nafkah eksklusif, yaitu harta yang nggak diganggu gugat dengan kebutuhan keluarga atau kebutuhan pribadi istri. Ini dianalogikan dengan kelebihan nafkah yang diberikan pada ibu yang menyusui anaknya sendiri.
Sejalan dengan itu ibu yang 'bekerja' dalam rumah tangga mempunyai hak u diberi 'jajan'. Nafkah eksklusive sendiri bukannya uang makan, budget baju, pendidikan istri (kalau istrinya masih kuliah atau menuntut ilmu yang diridhai suaminya) atau uang pengobatannya (kalau istri sedang sakit), bukan yang berkenaan dengan kebutuhan primer istri tapi lebih kepada
welness (kesejahteraan) si istri. Misal uang u ke salon, membeli perhiasan, memberi 'jajan' orang tua atau keluarganya, uang u menabung atau berinvestasi (deposito, obligasi syari'ah) dll
Di Indonesia, karena tingkat qana'ah istri yang tinggi mereka nggak menuntut mahar tinggi serta nafkah eksklusive ini. Jadi memang bukan suatu kelaziman. Tapi kalau memang suami belum tau, nggak ada salahnya sounding ke suami lalu diperkuat dengan copas artikel dari ustadz A B C (googling aja tentang nafkah ini ya), siapa tau suami jadi tergerak memberikan nafkah eksklusive istri

Cara lain menyiasatinya bisa juga dengan memasukkan hal2 berbasis investasi atau tabungan tadi ke anggaran belanja keluarga. Sebelumnya bisa di buat kesepakatan dulu u menghilangkan unsur kebohongan atau pencurian harta suami oleh istri. Kesepakatannya bisa di lafalkan seperti ini
" mas, kalau ada
sisa dari uang belanja karena kepandaian saya dalam mengelola, entah karena saya pandai menawar, pandai mengolah masakan, berkorban menjadi lebih susah agar bisa berhemat (misal ke pasar jalan kaki supaya ongkos ojek bisa dihemat) dll maka saya ingin agar harta lebih itu di berikan pada saya,
menjadi milik saya, u saya kelola bagi kemaslahatan keluarga "
nanti kalau ditanya, ya katakan saja jumlahnya, misal 50-100 rb rupiah. Lalu buktikan dulu kalau kualitas 'hemat' sama saja dengan kualitas sebelumnya, sama2 baik. Sehingga suami akan mengikhlaskan jumlah segitu.
Bulan berikutnya mulai masukkan arisan sebagai anggaran belanja rutin, setelahnya perlahan-lahan masukkan juga cicilan emas batangan sebagai anggaran belanja rutin. Hasil arisan bisa dibelikan emas batangan lagi. Lalu kalau sudah terkumpul beberapa rupiah, bisa mulai berpikir ingin berusaha apa u menambah penghasilan.
Di awal supaya nggak terlalu memberatkan suami, bisa mulai ikut arisan yang 200 rb sebulan, berarti tambahan anggaran belanjanya naik 100 rb dan 100 rb lagi dari hasil berhemat si istri.
Menaikkan anggaran belanja rutin bisa dilakukan berkala atau ketika ada momen2 tertentu, misal suami naik gaji.
Supaya komunikasi suami istri tetap terbuka dan nggak menimbulkan salah paham, di tahun ke 5 istri melakukan ini atau ketika hasil sudah berbuah untung, ini bisa diceritakan pada suami. Mudah2an mindset suaminya itu bisa berubah dan mau ikut berinvestasi bersama istri
