Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: (tanya) tentang nafkah untuk istri  (Dibaca 2502 kali)


Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« pada: 01 Desember 2011, 09:25:04 »
assalamu'alaikum wrwb

baru join, langsung bikin trit baru nih   :hihi:

saya menikah baru sekitar 1 tahun dan satu bulan,
saya dan istri bekerja, sama2 punya penghasilan, bahkan gaji istri lebih besar.
begini, istri saya adalah termasuk seseorang yang cukup boros. banyak hal yang, menurut saya, gak perlu dibeli atau gak harus dilakukan. dan pada akhirnya ia tidak memiliki tabungan yang cukup selayaknya seseorang yang punya penghasilan sebesar itu.
saya sebagai suami, bagaimanapun, tentu memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah. saya sempat curhat dengan ibu saya tentang hal ini, nasihat beliau adalah daripada nafkah yg kamu berikan kemudian sia-sia, dan menjadi objek pemborosan, lebih baik uangnya kamu simpan terpisah. jika istri menanyakan soal nafkah, ya kasih unjuk tabungan yg berasal dari nafkah tsb. toh istripun sebenernya punya penghasilan juga, dan insya Alloh gak akan tidak bisa makan karena uang bulanan nya kamu simpan.

bagaimana menurut pendapat teman-teman sekalian tentang usulan ibu saya, dari segi fikih apakah diperbolehkan?

jazakalloh atas jawaban dan sharingnya  :)

Offline skylight

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 1.793
  • Jenis kelamin: Pria
  • smarter yet wiser, satire but nicer
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 01 Desember 2011, 12:40:40 »
pertama2 maaf ya bro, sy mau lgsg ngeritik nhi  :)

udah nikah kok masih bawa2 ortu, terutama ibu. utk seorang ibu gak ada wanita yg cukup baik utk jadi istri dr anaknya. Maksudnya sebaik apapun istri itu ibunya laki2 ini pasti ada cemburunya. Wajar lha kalo menurut sy, dr bayi anak laki2 itu kan bergantung banget dr sosok ibu, lebih gak mandiri dr anak perempuan. Dan tiba2 ketika dia besar, menghasilkan uang sendiri, dia 'memuja' wanita lain. Wajar kalo si ibu cemburu

nasihat beliau adalah daripada nafkah yg kamu berikan kemudian sia-sia, dan menjadi objek pemborosan, lebih baik uangnya kamu simpan terpisah. jika istri menanyakan soal nafkah, ya kasih unjuk tabungan yg berasal dari nafkah tsb. toh istripun sebenernya punya penghasilan juga, dan insya Alloh gak akan tidak bisa makan karena uang bulanan nya kamu simpan.


kalo asumsi sy dr pernyataan ente uang ente ditabung, uang gaji istri dipake buat kebutuhan rumah ?
maaf ya bro, buat sy saran ini gak 'laki2' banget. Karena harta ente itu harta istri dan harta istri itu harta dia sendiri. Kewajiban memberikan nafkah adalah tetap mutlak dipundak ente walopun gaji ente cuma 10% dr gaji istri dan cuma sanggup kasih dia makan 1x sehari, tetap aja itu wajib
Malah ntar istri ente merasa ibu ente menyetir rumah tangga dan dia jd merasa dilangkahi, gak dihargai. Kalo begini bisa jadi pengelolaan harta malah sendiri2, dia pake uangnya sendiri utk mencukupi kebutuhan dirinya yg harusnya ente yg tanggung. dia beli makanan dll utk dirinya sendiri, dan ente juga bisa jd keenakan dgn gak mengeluarkan gaji utk membiayai dia. Mau kemana rumah tangga kalo udah begitu coba  ???

daripada seperti itu coba aja pake sistem smart spending. Ambil asuransi kesehatan + investasi (unitlink) yg alokasinya dr gaji istri ente. Ambil yang 700rb/orang/bulan jadi 1,4 juta udah kepake. Kalo lebihnya masih banyak ambil tabungan haji, di bank muamalat minimal 500rb/orang/bulan utk cicilan selama 7tahun kalo mau lebih cepet yg 800rb/orang/bulan utk 5tahun. Berarti 1,6 juta lg kepake. Kalo masih sisa banyak juga beli emas 5gr perbulan (kurang lebih 2,7jtan), sewa deposit box(300rb/bulan) utk nyimpennya atau disimpen di locker/brangkas dirumah en kalo jumlah udah cukup bisa buat DP rumah. Selanjutnya gak usah beli emas lagi tapi uang 2,7jt an itu buat cicil rumah ente berdua.

lebih produktif, lebih masuk akal dan bisa lebih diterima istri ente. Yang penting jg itu jd gak membuat ente 'lalai' terhadap kewajiban menafkahi karena was-was terhadap hal yang jelas-jelas haknya istri. karena bagaimanapun istri ente berhak menikmati hasil kerjanya dia  ;)

mohon maaf sebelomnya kalo ada kata2 yg menyinggung, baru aja jadi saksi kisruh yg kayak gini juga, mirip banget. Semoga kasus ente berakhir dengan baik dan bahagia deh bro  ;)

Allahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa Muhammaddin

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #2 pada: 01 Desember 2011, 13:55:28 »
@TS

ane suka yang realistis aje ... nt kredit atau beli barang yang memang bakal diperlukan, semisal kursi, kasur, kredit motor :D dll

suami adalah pemimpin keluarga, tetep nt ada kewajiban mendidik istri supaya tidak boros dan mikrin agar bisa mempunyai kehidupan ideal sesuai syariat agama :)
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 01 Desember 2011, 14:37:49 »
IMHO, kalau gaji istri habis u keperluan dasar RT sementara gaji suami utuh ditabungan itu akan membuat respect si istri terhadap suami menurun. Ketha'atannya, keikhlashannya bisa makin tipis karena secara kodrati bukan dipundaknya beban nafkah berada, pun bukan ditangannya tampuk kepemimpinan digenggam.
Sebab para suami dilebihkan dari istri adalah karena apa yang para suami berikan pada para istri, kalau sebab itu kemudian nggak ada dengan alasan yang nggak syar'i padahal sebenarnya si suami mampu, alangkah dzalimnya  :-\

saran saya coba antum diskusi dengan istri, rencanakan u menaikkan konsumsi RT secara bijak. Seperti usul kang sky tadi, smart spending. Misal mulailah mencicil rumah. Tapi ingat, kalau rumah sudah terbeli dan yang membayar DP serta cicilannya adalah istri antum maka itu HAK istri antum. Suratnya pun atas nama istri antum. Tugas antum mendidik istri mengarahkannya kejalan yang baik -dalam hal ini nggak boros- adalah kewajiban, adapun bendanya tetap hak milik istri antum.

Sementara belanja harian, bulanan, listrik, iuran ini itu dan kebutuhan primer lain tetap antum yang penuhi

BTW akhy, bisa dijabarkan nggak pemborosannya itu seperti apa sih contohnya  :p

I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #4 pada: 01 Desember 2011, 14:40:35 »
beli gamis tiap bulan, beli baju kerja tiap bulan ... beli jilbab bermerek sering  %peace%
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 01 Desember 2011, 14:47:29 »
@ ^
ummm.... memang si persia ini kloningan idrus, kok idrus yang jawab :-P

siapa tau 'boros' versi TS itu sering memberikan uang pada saudara2nya, sering membeli buku2 import atau yang mahal-mahal, sering melakukan hal2 yang nggak perlu itu misalnya ikut seminar ini itu yang tiketnya ratusan ribu, sedang mencoba bisnis ini itu tapi masih belum berhasil -BEP-

dll

saya hanya ingin seimbang dalam memberikan masukan drus, nggak mau terkesan 'feminis' juga  :jaim:
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 01 Desember 2011, 16:19:33 »
terimakasih atas jawaban2nya, insya Alloh ane dah dapet point nya.....

 :)


btw, ane bukan klonningan siapa-siapa kok  ;D

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #7 pada: 01 Desember 2011, 17:03:29 »
@ ^
ummm.... memang si persia ini kloningan idrus, kok idrus yang jawab :-P

siapa tau 'boros' versi TS itu sering memberikan uang pada saudara2nya, sering membeli buku2 import atau yang mahal-mahal, sering melakukan hal2 yang nggak perlu itu misalnya ikut seminar ini itu yang tiketnya ratusan ribu, sedang mencoba bisnis ini itu tapi masih belum berhasil -BEP-

dll

saya hanya ingin seimbang dalam memberikan masukan drus, nggak mau terkesan 'feminis' juga  :jaim:


percayalah ... akhwat setangguh apapun itu, gelarnya tetap sama dia manusia :hihi:

apalagi kalo liat temen ngaji pake jilbab baru, gamis baru ... trus temen kantor sering ganti pakaian atau peralatan bayi atau rumah tangga teman2nya yang suka beli %peace%
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #8 pada: 03 Desember 2011, 13:44:17 »
Bikin urutan prioritas apa yang mau dibeli dalam sebulan. Kelompokkan dalam golongan: primer, sekunder, tersier, kuliner.. eh... %peace% Nah, bisa ga suami dan istri satu kata dalam mengklasifikasikan barang-barang yang mau dibeli dalam kelompok-kelompok tersebut. Itu aja dulu... Mungkin pengertian boros perlu didiskusikan maknanya antara kalian berdua

:) <-- senyum sok bijak

Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 05 Desember 2011, 14:04:51 »
Bikin urutan prioritas apa yang mau dibeli dalam sebulan. Kelompokkan dalam golongan: primer, sekunder, tersier, kuliner.. eh... %peace% Nah, bisa ga suami dan istri satu kata dalam mengklasifikasikan barang-barang yang mau dibeli dalam kelompok-kelompok tersebut. Itu aja dulu... Mungkin pengertian boros perlu didiskusikan maknanya antara kalian berdua

:) <-- senyum sok bijak
itulah.....
kami teramat jarang bisa satu kata...
satu contoh niy...
ketika istri beli BB...
saya bilang "cukup gemini saja", toh yg dipingin cuma untuk BBM....
tapi tidak bagi dia, dia kekeuh tetep mau beli BB torch, yang waktu itu merupakan yg paling mahal....
dan akhirnya dia tetap beli torch, meski second, tapi perbedaan harga jika dibandingkan gemini baru sekalipun tetap lumayan jauh :)

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #10 pada: 05 Desember 2011, 14:42:16 »
itulah.....
kami teramat jarang bisa satu kata...
satu contoh niy...
ketika istri beli BB...
saya bilang "cukup gemini saja", toh yg dipingin cuma untuk BBM....
tapi tidak bagi dia, dia kekeuh tetep mau beli BB torch, yang waktu itu merupakan yg paling mahal....
dan akhirnya dia tetap beli torch, meski second, tapi perbedaan harga jika dibandingkan gemini baru sekalipun tetap lumayan jauh :)


Anggaran beli BB dari mana? Kalau dari gaji dia... ya memang itu hak dia.

Kalau separuh-separuh, antum anggarkan saja sesuai pendirian antum. Kalau dia mau lebih, silakan pakai uang dia...

Kalau anggarannya dari antum, antum memegang hak penuh.

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 05 Desember 2011, 14:54:35 »
itulah.....
kami teramat jarang bisa satu kata...
satu contoh niy...
ketika istri beli BB...
saya bilang "cukup gemini saja", toh yg dipingin cuma untuk BBM....
tapi tidak bagi dia, dia kekeuh tetep mau beli BB torch, yang waktu itu merupakan yg paling mahal....
dan akhirnya dia tetap beli torch, meski second, tapi perbedaan harga jika dibandingkan gemini baru sekalipun tetap lumayan jauh :)

wah, bagi gw itu masih masuk akal istrinya milih torch, secara spek nya juga jauh lebih bagus, contoh lainnya aja :hihi:

Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 05 Desember 2011, 16:37:31 »
Anggaran beli BB dari mana? Kalau dari gaji dia... ya memang itu hak dia.

Kalau separuh-separuh, antum anggarkan saja sesuai pendirian antum. Kalau dia mau lebih, silakan pakai uang dia...

Kalau anggarannya dari antum, antum memegang hak penuh.
uang dia, dan ane sadar itu sepenuhnya hak dia...
itu sebagai gambaran saja akh, bagaimana istri dan ane "membedakan prioritas"


wah, bagi gw itu masih masuk akal istrinya milih torch, secara spek nya juga jauh lebih bagus, contoh lainnya aja :hihi:
ehehehhehe.....
 :siul:

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 06 Desember 2011, 02:05:19 »
Kalo menurut saya pribadi..

Itu pendapat ibunya TS itu salah besar..

1. Si suami kerja yg mana dia itu disifati wajib menafkahi anak istrinya.

2. Si istri kerja yg mana hasilnya dipakai buat keluarga itu sifatnya sodaqoh.

Saya agak geli melihat saran dari sang ibu TS dengan kalimat saya sempat curhat dengan ibu saya tentang hal ini, nasihat beliau adalah daripada nafkah yg kamu berikan kemudian sia-sia, dan menjadi objek pemborosan, lebih baik uangnya kamu simpan terpisah. jika istri menanyakan soal nafkah,ya kasih unjuk tabungan yg berasal dari nafkah tsb. toh istripun sebenernya punya penghasilan juga, dan insya Alloh gak akan tidak bisa makan karena uang bulanan nya kamu simpan.

Terutama yg dicetak bold...

Ane coba kupas ya...

-Yg dicetak bold pertama....kalolah si suami menyimpan nafkahnya dalam bentuk tabungan, lantas darimanakah si suami dan anak serta istrinya makan / memenuhi kebutuhan rumah ?....apakah dari uang si istri ?.....si istri dalam membantu keuangan rumah tangga itu sifatnya SHODAQOH.....sekali lagi SHODAQOH...

-Yg dicetak bold kedua.....si istri punya penghasilan, itu terserah dia mau digunakan belanja ya silakan saja...mau digunakan ke salon juga silahkan saja...toh itu adalah uang dia sendiri dalam artian yg menafkahi itu adalah suami..

Uang suami adalah uang istri.....tapi uang istri belum tentu uang suami...

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 06 Desember 2011, 15:03:03 »
Bagaimana kl justru suami yg boros sedangkan istri juga tdk punya penghasilan.
 
Apakah istri boleh menyimpan uang dari suami tanpa izin atau secara diam2, dgn maksud utk simpanan/investasi masa depan rumah tangga mereka? (bukan utk kebutuhan pribadi istri)

Contohnya begini:
suami suka sekali jajan makanan & gadget, padahal menurut istri kebutuhan jangka panjang akan sangat besar, lbh baik uangnya disimpan.
Akhirnya secara diam2 istri menyisihkan uang belanja yg diberikan suami utk ditabung, utk biaya sekolah anak2 nanti atau utk kebutuhan mendesak.

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 06 Desember 2011, 16:45:00 »
@ ^
seingat saya jawaban Rasulullah u Hindun yang bertanya tentang kepelitan Abu Sufyan adalah ambil secukupnya u mu dan anakmu, jadi kalau sampai istri nggak bisa makan dan anak nggak sekolah baru boleh seperti itu.

Yang saya khawatirkan barakah harta tersebut, kalau nggak barakah percuma juga u sekolah anak kan  :)

coba terapkan sistem smart spending itu aja mbak, rayu suaminya u mulai berani menyicil barang yang mempunyai nilai investasi misalnya emas, dinar-dirham dengan sistem cicilan di pegadaian atau bank syari'ah
Bisa juga ikut beberapa arisan supaya uangnya bisa terkumpul dan minta si penanggung jawab arisan u menyimpan bagian mbak diakhir putaran, sehingga uang yang terkumpul bisa dibelikan Logam Mulia atau malah DP rumah

saran saya definitely berbeda kalau yang 'disembunyikan' istri adalah uangnya sendiri dari hasil nafkah eksklusif suami, bukan uang dari alokasi tertentu  ;)

I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #16 pada: 07 Desember 2011, 11:27:46 »
Undang perencana keuangan aja ke rumah :D

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 07 Desember 2011, 12:23:38 »
@ ^
wah kalau u konsultasi cashflow keluarga aja terlalu tinggi cost nya uda,
u 4x konsultasi tatap muka dan konsultasi via e-mail selama 1 tahun fee perencana keuangan bisa berkisar di angka 50-100 jt rupiah  :D

lebih tepat kalau beli buku2 perencanaan keuangan keluarga dan kejar seminar2 mereka. Masih realistis harga tiketnya sekitar 300 rb an  O0
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 10 Desember 2011, 23:25:25 »
@MH
Alhamdulillah, kl aku masih punya penghasilan sendiri.

Ini dengar/baca curhatan dari bbrp istri.

Kalau suami bisa diajak investasi(nabung, beli emas), ngga akan begitu ceritanya mba. Secara, biasanya mayoritas perempuan yg lbh care dgn hal2 seperti ini.

Setahu-ku, nafkah tdk hanya berupa "uang makan", tapi jg mencakup sandang, pangan, papan, bahkan pendidikan anak.

Ada tipe suami yg kekeuh ingin menyimpan seluruh penghasilannya sendiri, istri hanya diberi kebutuhan dapur saja, sehingga istri tdk leluasa mengatur keuangan keluarga.
Parahnya lagi istri tahu bahwa suaminya bukan tipe yg pandai mengelola uang. Jadi sang istri kuatir, kalau suami tdk pernah mengalokasikan dana utk kebutuhan masa depan mereka (pendidikan anak, tempat tinggal, sakit, dll).

Gimana?

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 11 Desember 2011, 18:03:01 »
@ ^
wah kalau u konsultasi cashflow keluarga aja terlalu tinggi cost nya uda,
u 4x konsultasi tatap muka dan konsultasi via e-mail selama 1 tahun fee perencana keuangan bisa berkisar di angka 50-100 jt rupiah  :D

lebih tepat kalau beli buku2 perencanaan keuangan keluarga dan kejar seminar2 mereka. Masih realistis harga tiketnya sekitar 300 rb an  O0
aje gile, itu perencana keuangan dari hongkong yah? gak sekalian pake yg tarifnya 1 milyar per jam? :eskrim:
lah yg tarifnya 300rb-an atau malah kadang2 gretongan juga ada koq ...

Ada tipe suami yg kekeuh ingin menyimpan seluruh penghasilannya sendiri, istri hanya diberi kebutuhan dapur saja, sehingga istri tdk leluasa mengatur keuangan keluarga.
loh secara syariat sebenernya emang tugas suami yg mengelola keuangan rumah tangga, anak istri tinggal terima beres aja. istri bisa bantu kalo emang diminta sama suami.

Parahnya lagi istri tahu bahwa suaminya bukan tipe yg pandai mengelola uang. Jadi sang istri kuatir, kalau suami tdk pernah mengalokasikan dana utk kebutuhan masa depan mereka (pendidikan anak, tempat tinggal, sakit, dll).

Gimana?
pilihan istri bisa:
1. nasehatin si suami soal pengelolaan keuangan rumah tangga dan bersabar
2. ambil/curi harta suami secukupnya untuk dikelola istri
3. kalo masih blum puas, bisa mengajukan khulu/cerai, lalu cari suami yg pinter, kaya, sholeh, ganteng, pengertian, dll  :topOK:

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 12 Desember 2011, 15:10:49 »
aje gile, itu perencana keuangan dari hongkong yah? gak sekalian pake yg tarifnya 1 milyar per jam? :eskrim:
lah yg tarifnya 300rb-an atau malah kadang2 gretongan juga ada koq ...

 ::)
ya sudah coba di posting disini alamat perencana keuangannya om  :ehm:

gratis ada, tapi biasanya club member atau nasabah prioritas bank tertentu,
u yang syari'ah (BSM ) minimal saldo u menjadi nasabah prioritas adalah 500jt beserta beberapa ketentuan lain berkenaan dengan regulasi arus kas si nasabah ini. Maka fasilitas manajer investasi pribadi, perencana keuangan pribadi, layanan reservasi penginapan atau transportasi, executive lounge di bandara bisa didapatkan secara GRATIS
Tapi ya itu, biasanya investment yang ditawarkan serta lain2nya produk dari Bank itu sendiri  :p


@ maru
@MH
Setahu-ku, nafkah tdk hanya berupa "uang makan", tapi jg mencakup sandang, pangan, papan, bahkan pendidikan anak.

Ada tipe suami yg kekeuh ingin menyimpan seluruh penghasilannya sendiri, istri hanya diberi kebutuhan dapur saja, sehingga istri tdk leluasa mengatur keuangan keluarga.
Parahnya lagi istri tahu bahwa suaminya bukan tipe yg pandai mengelola uang. Jadi sang istri kuatir, kalau suami tdk pernah mengalokasikan dana utk kebutuhan masa depan mereka (pendidikan anak, tempat tinggal, sakit, dll).

Gimana?


tadi nggak aware kalau MH itu refers ke saya  :hihi:

oke coba diakali dengan cara yang baik, bukan dengan cara yang menghilangkan berkah (mencuri, berbohong dll) ya  :)

Istri memiliki hak u nafkah eksklusif, yaitu harta yang nggak diganggu gugat dengan kebutuhan keluarga atau kebutuhan pribadi istri. Ini dianalogikan dengan kelebihan nafkah yang diberikan pada ibu yang menyusui anaknya sendiri.
 
Sejalan dengan itu ibu yang 'bekerja' dalam rumah tangga mempunyai hak u diberi 'jajan'. Nafkah eksklusive sendiri bukannya uang makan, budget baju, pendidikan istri (kalau istrinya masih kuliah atau menuntut ilmu yang diridhai suaminya) atau uang pengobatannya (kalau istri sedang sakit), bukan yang berkenaan dengan kebutuhan primer istri tapi lebih kepada welness (kesejahteraan) si istri. Misal uang u ke salon, membeli perhiasan, memberi 'jajan' orang tua atau keluarganya, uang u menabung atau berinvestasi (deposito, obligasi syari'ah) dll

Di Indonesia, karena tingkat qana'ah istri yang tinggi mereka nggak menuntut mahar tinggi serta nafkah eksklusive ini. Jadi memang bukan suatu kelaziman. Tapi kalau memang suami belum tau, nggak ada salahnya sounding ke suami lalu diperkuat dengan copas artikel dari ustadz A B C (googling aja tentang nafkah ini ya), siapa tau suami jadi tergerak memberikan nafkah eksklusive istri  :p

Cara lain menyiasatinya bisa juga dengan memasukkan hal2 berbasis investasi atau tabungan tadi ke anggaran belanja keluarga. Sebelumnya bisa di buat kesepakatan dulu u menghilangkan unsur kebohongan atau pencurian harta suami oleh istri. Kesepakatannya bisa di lafalkan seperti ini

" mas, kalau ada sisa dari uang belanja karena kepandaian saya dalam mengelola, entah karena saya pandai menawar, pandai mengolah masakan, berkorban menjadi lebih susah agar bisa berhemat (misal ke pasar jalan kaki supaya ongkos ojek bisa dihemat) dll maka saya ingin agar harta lebih itu di berikan pada saya, menjadi milik saya, u saya kelola bagi kemaslahatan keluarga "

nanti kalau ditanya, ya katakan saja jumlahnya, misal 50-100 rb rupiah. Lalu buktikan dulu kalau kualitas 'hemat' sama saja dengan kualitas sebelumnya, sama2 baik. Sehingga suami akan mengikhlaskan jumlah segitu.

Bulan berikutnya mulai masukkan arisan sebagai anggaran belanja rutin, setelahnya perlahan-lahan masukkan juga cicilan emas batangan sebagai anggaran belanja rutin. Hasil arisan bisa dibelikan emas batangan lagi. Lalu kalau sudah terkumpul beberapa rupiah, bisa mulai berpikir ingin berusaha apa u menambah penghasilan.

Di awal supaya nggak terlalu memberatkan suami, bisa mulai ikut arisan yang 200 rb sebulan, berarti tambahan anggaran belanjanya naik 100 rb dan 100 rb lagi dari hasil berhemat si istri.
Menaikkan anggaran belanja rutin bisa dilakukan berkala atau ketika ada momen2 tertentu, misal suami naik gaji.

Supaya komunikasi suami istri tetap terbuka dan nggak menimbulkan salah paham, di tahun ke 5 istri melakukan ini atau ketika hasil sudah berbuah untung, ini bisa diceritakan pada suami. Mudah2an mindset suaminya itu bisa berubah dan mau ikut berinvestasi bersama istri  O0




I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 12 Desember 2011, 16:07:03 »
::)
ya sudah coba di posting disini alamat perencana keuangannya om  :ehm:
http://www.akbarfinancialcheckup.com/

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 12 Desember 2011, 16:16:13 »
detik ya  :hihi:

saya pernah dapat voucher konsultasi dari salah satu perencana keuangan,
konsulnya itu benar2 membuka aliran arus kas kita dan menguatkan sisi lemahnya,
kemudian pengalokasian secara tepat dana kita sesuai karakter personal

kalau gratisan dari om bisa melakukan hal yang sama ya bagus  ::)


I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #23 pada: 12 Desember 2011, 16:23:58 »
@ ^
wah kalau u konsultasi cashflow keluarga aja terlalu tinggi cost nya uda,
u 4x konsultasi tatap muka dan konsultasi via e-mail selama 1 tahun fee perencana keuangan bisa berkisar di angka 50-100 jt rupiah  :D

lebih tepat kalau beli buku2 perencanaan keuangan keluarga dan kejar seminar2 mereka. Masih realistis harga tiketnya sekitar 300 rb an  O0

Jadi kepikiran buat alih profesi...

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 12 Desember 2011, 16:32:32 »
detik ya  :hihi:
yee dikasih tau malah ngetawain, sadis juga tante ini :usapi:
kalo soal kualitas atau cocok tidaknya pan gw gak tau, blum pernah dan keknya gak gitu tertarik untuk nyuba, gw lebih seneng otodidak :eskrim:

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 12 Desember 2011, 16:39:46 »
@ uda andaleh
 O0  O0  O0

nanti saya dapat diskon ya uda  :jaim:
saya bawa teman2 saya juga deh  :p

tapi u beberapa perencana keuangan yang menyasar skala menengah atau keluarga baru, u scanning kesehatan finansial keluarga secara personal dan detail mereka biasanya di angka 3-7 juta per scan, lalu konsultasinya sendiri 300-750 rb per jam, biasanya sekitar 3 bulan sekali @ 2jam per sesi. Lumayan ya  :p
Tapi kalau tujuan finansialnya banyak (naik haji 1 tahun lagi, membeli ruko 2 tahun lagi, membuat usaha ini itu 3 tahun lagi dll)  dan kompleksitas finansialnya tinggi, seperti pekerja lepas/kontrak, wiraswasta, pedagang dll
ya makin tinggi juga tarifnya

kalau yang saya sebutkan puluhan hingga ratusan juta itu biasanya yang memerlukan wealth management, dan biasanya pendapatan di alur kasnya dari usaha keluarga, jadi masih dana bersama. Omzetnya pun M M an, jadi perlu financial planner u aset alokasi, pengaturan pajak, hutang, piutang dll

@ om sin
 :p

basically financial planning itu sesuatu yang tailor made, personal dan unik
jadi kalau dengan otodidak sudah bisa memenej dengan baik ya berarti sudah cukup  ;)
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 12 Desember 2011, 18:14:27 »
^ yee bilangnya baru skrg, tentunya kalo untuk keluarga yg penghasilannya sudah m m an , cuma ngasih duit puluhan atau ratusan juta ke konsultan finansial ya gak masalah toh :eskrim:

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 12 Desember 2011, 18:22:59 »
 :p
lagipula itu omzet, bukan penghasilan nett nya om
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 13 Desember 2011, 03:45:42 »
Bagaimana rasul berumah tangga terutama dalam hal pengaturan keuangannya ?..

Bagaimana jatah nafkah yg di dapat dari setiap istrinya selain jatah "nginap" ?

Kalo saya selama ini dalam urusan ekonomi keluarga,,cenderung ngasih semua uang yg di dapat dari jerih payah saya selama ini....saya cuma minta buat bensin, trus jatah makan siang, dan uang cash yg terbatas untuk prihal ada kejadian yg tiba-tiba..

biarkan istri secara leluasa mengatur urusan ekonomi rumah tangga..dan saya sebagai kepala keluarga hanya melihat report bulanan dari istri mengenai cash flow keuangannya..





Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

Offline afiyfah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 25 Desember 2011, 21:07:24 »
nafkah untuk istri, nafkah yang halal!  :topOK:

Offline anak_azzam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 31 Desember 2011, 12:11:54 »
sekedar share dr pengalaman saya.

klo suami sy punya pandangan "uang suami adalah uag istri jg, uang istri tetaplah uang istri", jd sebagai laki2 notabene kepala keluarga yg bertanggung jwb menafkahi keluarga ttp berkewajiban membiayai semua keperluan keluarga kecilnya.. adalah 100% tanggung jawab dia sbg suami dan ayah, termasuk yg bersifat untuk sekedar kesenangan.

sy sbgai istri kalo mau membeli sesuatu atau mengeluarkan uang untuk yg walopun sifatnya untuk bersenang2 diperbolehkan pake uang sendiri ato minta ke beliau asalkan memang bukan sesuatu yg benar2 mubazir (tetap izin).

walopun kdg bagi dia sy ckp boros (biasalah perempuan  :jaim:), dia tetap gak akan menahan uangnya apa yg tetap menjadi kewajiban dia, yg pasti dia mengatur dg baik brp uang yg dia keluarkan untuk kebutuhan keluarga, berapa yg dia simpan (yg pasti untuk keluarga jg nantinya), soal boros dalam membeli barang dia cuma mengarahkan sy perlu ato nggak, krn kadang bisa aja menurut dia gak perlu tp bagi sy perlu, klo sy bilang perlu maka dia yg mengalah, tp klo sy jg tau itu gak perlu2 amat maka sy yg mengalah.

dan yg penting urusan nafkah keluarga adalah urusan yg sangat privasi bagi sebuah keluarga kecil, siapapun tidak boleh masuk tmasuk orang tua masing2 dlm manajemennya, krn cm antara suami-istri lah yg tahu kebutuhan keluarga kecil mereka seperti apa, dan itu bagian dr kompromi di keluarga kecil dalam memanajemen ekonomi keluarga kecilnya. orang tua paling cuma bs menasehati, seperti : jangan boros, ingat masa depan anak, ingat biaya sekolahnya nanti, dll. klo soal bagaimana mengaturnya siapapun baiknya tidak boleh memasuki urusan tsb.

maaf agak berantakan nulisnya  :malu:  , mudah2han bermanfaat  O0

Offline eneng57

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 31 Desember 2011, 14:39:05 »
nafkah suami adalah wajib bagi istri