Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: (tanya) tentang nafkah untuk istri  (Dibaca 2502 kali)


Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« pada: 01 Desember 2011, 09:25:04 »
assalamu'alaikum wrwb

baru join, langsung bikin trit baru nih   :hihi:

saya menikah baru sekitar 1 tahun dan satu bulan,
saya dan istri bekerja, sama2 punya penghasilan, bahkan gaji istri lebih besar.
begini, istri saya adalah termasuk seseorang yang cukup boros. banyak hal yang, menurut saya, gak perlu dibeli atau gak harus dilakukan. dan pada akhirnya ia tidak memiliki tabungan yang cukup selayaknya seseorang yang punya penghasilan sebesar itu.
saya sebagai suami, bagaimanapun, tentu memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah. saya sempat curhat dengan ibu saya tentang hal ini, nasihat beliau adalah daripada nafkah yg kamu berikan kemudian sia-sia, dan menjadi objek pemborosan, lebih baik uangnya kamu simpan terpisah. jika istri menanyakan soal nafkah, ya kasih unjuk tabungan yg berasal dari nafkah tsb. toh istripun sebenernya punya penghasilan juga, dan insya Alloh gak akan tidak bisa makan karena uang bulanan nya kamu simpan.

bagaimana menurut pendapat teman-teman sekalian tentang usulan ibu saya, dari segi fikih apakah diperbolehkan?

jazakalloh atas jawaban dan sharingnya  :)

Offline skylight

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 1.793
  • Jenis kelamin: Pria
  • smarter yet wiser, satire but nicer
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 01 Desember 2011, 12:40:40 »
pertama2 maaf ya bro, sy mau lgsg ngeritik nhi  :)

udah nikah kok masih bawa2 ortu, terutama ibu. utk seorang ibu gak ada wanita yg cukup baik utk jadi istri dr anaknya. Maksudnya sebaik apapun istri itu ibunya laki2 ini pasti ada cemburunya. Wajar lha kalo menurut sy, dr bayi anak laki2 itu kan bergantung banget dr sosok ibu, lebih gak mandiri dr anak perempuan. Dan tiba2 ketika dia besar, menghasilkan uang sendiri, dia 'memuja' wanita lain. Wajar kalo si ibu cemburu

nasihat beliau adalah daripada nafkah yg kamu berikan kemudian sia-sia, dan menjadi objek pemborosan, lebih baik uangnya kamu simpan terpisah. jika istri menanyakan soal nafkah, ya kasih unjuk tabungan yg berasal dari nafkah tsb. toh istripun sebenernya punya penghasilan juga, dan insya Alloh gak akan tidak bisa makan karena uang bulanan nya kamu simpan.


kalo asumsi sy dr pernyataan ente uang ente ditabung, uang gaji istri dipake buat kebutuhan rumah ?
maaf ya bro, buat sy saran ini gak 'laki2' banget. Karena harta ente itu harta istri dan harta istri itu harta dia sendiri. Kewajiban memberikan nafkah adalah tetap mutlak dipundak ente walopun gaji ente cuma 10% dr gaji istri dan cuma sanggup kasih dia makan 1x sehari, tetap aja itu wajib
Malah ntar istri ente merasa ibu ente menyetir rumah tangga dan dia jd merasa dilangkahi, gak dihargai. Kalo begini bisa jadi pengelolaan harta malah sendiri2, dia pake uangnya sendiri utk mencukupi kebutuhan dirinya yg harusnya ente yg tanggung. dia beli makanan dll utk dirinya sendiri, dan ente juga bisa jd keenakan dgn gak mengeluarkan gaji utk membiayai dia. Mau kemana rumah tangga kalo udah begitu coba  ???

daripada seperti itu coba aja pake sistem smart spending. Ambil asuransi kesehatan + investasi (unitlink) yg alokasinya dr gaji istri ente. Ambil yang 700rb/orang/bulan jadi 1,4 juta udah kepake. Kalo lebihnya masih banyak ambil tabungan haji, di bank muamalat minimal 500rb/orang/bulan utk cicilan selama 7tahun kalo mau lebih cepet yg 800rb/orang/bulan utk 5tahun. Berarti 1,6 juta lg kepake. Kalo masih sisa banyak juga beli emas 5gr perbulan (kurang lebih 2,7jtan), sewa deposit box(300rb/bulan) utk nyimpennya atau disimpen di locker/brangkas dirumah en kalo jumlah udah cukup bisa buat DP rumah. Selanjutnya gak usah beli emas lagi tapi uang 2,7jt an itu buat cicil rumah ente berdua.

lebih produktif, lebih masuk akal dan bisa lebih diterima istri ente. Yang penting jg itu jd gak membuat ente 'lalai' terhadap kewajiban menafkahi karena was-was terhadap hal yang jelas-jelas haknya istri. karena bagaimanapun istri ente berhak menikmati hasil kerjanya dia  ;)

mohon maaf sebelomnya kalo ada kata2 yg menyinggung, baru aja jadi saksi kisruh yg kayak gini juga, mirip banget. Semoga kasus ente berakhir dengan baik dan bahagia deh bro  ;)

Allahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa Muhammaddin

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #2 pada: 01 Desember 2011, 13:55:28 »
@TS

ane suka yang realistis aje ... nt kredit atau beli barang yang memang bakal diperlukan, semisal kursi, kasur, kredit motor :D dll

suami adalah pemimpin keluarga, tetep nt ada kewajiban mendidik istri supaya tidak boros dan mikrin agar bisa mempunyai kehidupan ideal sesuai syariat agama :)
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 01 Desember 2011, 14:37:49 »
IMHO, kalau gaji istri habis u keperluan dasar RT sementara gaji suami utuh ditabungan itu akan membuat respect si istri terhadap suami menurun. Ketha'atannya, keikhlashannya bisa makin tipis karena secara kodrati bukan dipundaknya beban nafkah berada, pun bukan ditangannya tampuk kepemimpinan digenggam.
Sebab para suami dilebihkan dari istri adalah karena apa yang para suami berikan pada para istri, kalau sebab itu kemudian nggak ada dengan alasan yang nggak syar'i padahal sebenarnya si suami mampu, alangkah dzalimnya  :-\

saran saya coba antum diskusi dengan istri, rencanakan u menaikkan konsumsi RT secara bijak. Seperti usul kang sky tadi, smart spending. Misal mulailah mencicil rumah. Tapi ingat, kalau rumah sudah terbeli dan yang membayar DP serta cicilannya adalah istri antum maka itu HAK istri antum. Suratnya pun atas nama istri antum. Tugas antum mendidik istri mengarahkannya kejalan yang baik -dalam hal ini nggak boros- adalah kewajiban, adapun bendanya tetap hak milik istri antum.

Sementara belanja harian, bulanan, listrik, iuran ini itu dan kebutuhan primer lain tetap antum yang penuhi

BTW akhy, bisa dijabarkan nggak pemborosannya itu seperti apa sih contohnya  :p

I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #4 pada: 01 Desember 2011, 14:40:35 »
beli gamis tiap bulan, beli baju kerja tiap bulan ... beli jilbab bermerek sering  %peace%
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 01 Desember 2011, 14:47:29 »
@ ^
ummm.... memang si persia ini kloningan idrus, kok idrus yang jawab :-P

siapa tau 'boros' versi TS itu sering memberikan uang pada saudara2nya, sering membeli buku2 import atau yang mahal-mahal, sering melakukan hal2 yang nggak perlu itu misalnya ikut seminar ini itu yang tiketnya ratusan ribu, sedang mencoba bisnis ini itu tapi masih belum berhasil -BEP-

dll

saya hanya ingin seimbang dalam memberikan masukan drus, nggak mau terkesan 'feminis' juga  :jaim:
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 01 Desember 2011, 16:19:33 »
terimakasih atas jawaban2nya, insya Alloh ane dah dapet point nya.....

 :)


btw, ane bukan klonningan siapa-siapa kok  ;D

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #7 pada: 01 Desember 2011, 17:03:29 »
@ ^
ummm.... memang si persia ini kloningan idrus, kok idrus yang jawab :-P

siapa tau 'boros' versi TS itu sering memberikan uang pada saudara2nya, sering membeli buku2 import atau yang mahal-mahal, sering melakukan hal2 yang nggak perlu itu misalnya ikut seminar ini itu yang tiketnya ratusan ribu, sedang mencoba bisnis ini itu tapi masih belum berhasil -BEP-

dll

saya hanya ingin seimbang dalam memberikan masukan drus, nggak mau terkesan 'feminis' juga  :jaim:


percayalah ... akhwat setangguh apapun itu, gelarnya tetap sama dia manusia :hihi:

apalagi kalo liat temen ngaji pake jilbab baru, gamis baru ... trus temen kantor sering ganti pakaian atau peralatan bayi atau rumah tangga teman2nya yang suka beli %peace%
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #8 pada: 03 Desember 2011, 13:44:17 »
Bikin urutan prioritas apa yang mau dibeli dalam sebulan. Kelompokkan dalam golongan: primer, sekunder, tersier, kuliner.. eh... %peace% Nah, bisa ga suami dan istri satu kata dalam mengklasifikasikan barang-barang yang mau dibeli dalam kelompok-kelompok tersebut. Itu aja dulu... Mungkin pengertian boros perlu didiskusikan maknanya antara kalian berdua

:) <-- senyum sok bijak

Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 05 Desember 2011, 14:04:51 »
Bikin urutan prioritas apa yang mau dibeli dalam sebulan. Kelompokkan dalam golongan: primer, sekunder, tersier, kuliner.. eh... %peace% Nah, bisa ga suami dan istri satu kata dalam mengklasifikasikan barang-barang yang mau dibeli dalam kelompok-kelompok tersebut. Itu aja dulu... Mungkin pengertian boros perlu didiskusikan maknanya antara kalian berdua

:) <-- senyum sok bijak
itulah.....
kami teramat jarang bisa satu kata...
satu contoh niy...
ketika istri beli BB...
saya bilang "cukup gemini saja", toh yg dipingin cuma untuk BBM....
tapi tidak bagi dia, dia kekeuh tetep mau beli BB torch, yang waktu itu merupakan yg paling mahal....
dan akhirnya dia tetap beli torch, meski second, tapi perbedaan harga jika dibandingkan gemini baru sekalipun tetap lumayan jauh :)

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #10 pada: 05 Desember 2011, 14:42:16 »
itulah.....
kami teramat jarang bisa satu kata...
satu contoh niy...
ketika istri beli BB...
saya bilang "cukup gemini saja", toh yg dipingin cuma untuk BBM....
tapi tidak bagi dia, dia kekeuh tetep mau beli BB torch, yang waktu itu merupakan yg paling mahal....
dan akhirnya dia tetap beli torch, meski second, tapi perbedaan harga jika dibandingkan gemini baru sekalipun tetap lumayan jauh :)


Anggaran beli BB dari mana? Kalau dari gaji dia... ya memang itu hak dia.

Kalau separuh-separuh, antum anggarkan saja sesuai pendirian antum. Kalau dia mau lebih, silakan pakai uang dia...

Kalau anggarannya dari antum, antum memegang hak penuh.

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 05 Desember 2011, 14:54:35 »
itulah.....
kami teramat jarang bisa satu kata...
satu contoh niy...
ketika istri beli BB...
saya bilang "cukup gemini saja", toh yg dipingin cuma untuk BBM....
tapi tidak bagi dia, dia kekeuh tetep mau beli BB torch, yang waktu itu merupakan yg paling mahal....
dan akhirnya dia tetap beli torch, meski second, tapi perbedaan harga jika dibandingkan gemini baru sekalipun tetap lumayan jauh :)

wah, bagi gw itu masih masuk akal istrinya milih torch, secara spek nya juga jauh lebih bagus, contoh lainnya aja :hihi:

Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 05 Desember 2011, 16:37:31 »
Anggaran beli BB dari mana? Kalau dari gaji dia... ya memang itu hak dia.

Kalau separuh-separuh, antum anggarkan saja sesuai pendirian antum. Kalau dia mau lebih, silakan pakai uang dia...

Kalau anggarannya dari antum, antum memegang hak penuh.
uang dia, dan ane sadar itu sepenuhnya hak dia...
itu sebagai gambaran saja akh, bagaimana istri dan ane "membedakan prioritas"


wah, bagi gw itu masih masuk akal istrinya milih torch, secara spek nya juga jauh lebih bagus, contoh lainnya aja :hihi:
ehehehhehe.....
 :siul:

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 06 Desember 2011, 02:05:19 »
Kalo menurut saya pribadi..

Itu pendapat ibunya TS itu salah besar..

1. Si suami kerja yg mana dia itu disifati wajib menafkahi anak istrinya.

2. Si istri kerja yg mana hasilnya dipakai buat keluarga itu sifatnya sodaqoh.

Saya agak geli melihat saran dari sang ibu TS dengan kalimat saya sempat curhat dengan ibu saya tentang hal ini, nasihat beliau adalah daripada nafkah yg kamu berikan kemudian sia-sia, dan menjadi objek pemborosan, lebih baik uangnya kamu simpan terpisah. jika istri menanyakan soal nafkah,ya kasih unjuk tabungan yg berasal dari nafkah tsb. toh istripun sebenernya punya penghasilan juga, dan insya Alloh gak akan tidak bisa makan karena uang bulanan nya kamu simpan.

Terutama yg dicetak bold...

Ane coba kupas ya...

-Yg dicetak bold pertama....kalolah si suami menyimpan nafkahnya dalam bentuk tabungan, lantas darimanakah si suami dan anak serta istrinya makan / memenuhi kebutuhan rumah ?....apakah dari uang si istri ?.....si istri dalam membantu keuangan rumah tangga itu sifatnya SHODAQOH.....sekali lagi SHODAQOH...

-Yg dicetak bold kedua.....si istri punya penghasilan, itu terserah dia mau digunakan belanja ya silakan saja...mau digunakan ke salon juga silahkan saja...toh itu adalah uang dia sendiri dalam artian yg menafkahi itu adalah suami..

Uang suami adalah uang istri.....tapi uang istri belum tentu uang suami...

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 06 Desember 2011, 15:03:03 »
Bagaimana kl justru suami yg boros sedangkan istri juga tdk punya penghasilan.
 
Apakah istri boleh menyimpan uang dari suami tanpa izin atau secara diam2, dgn maksud utk simpanan/investasi masa depan rumah tangga mereka? (bukan utk kebutuhan pribadi istri)

Contohnya begini:
suami suka sekali jajan makanan & gadget, padahal menurut istri kebutuhan jangka panjang akan sangat besar, lbh baik uangnya disimpan.
Akhirnya secara diam2 istri menyisihkan uang belanja yg diberikan suami utk ditabung, utk biaya sekolah anak2 nanti atau utk kebutuhan mendesak.