Kepada Yth. Mr. Presiden MyQ
Klo boleh menyampaikan pendapat juga nih :
1. Adalah wewenangnya "yang berwenang" untuk menutup, menghapus atau mengedit, membatasi semua topik di MyQ tercinta ini, jadi saya tetap menghargai sepenuhnya apa pun keputusan Mr. Presiden
2. Penilaian "tidak adil" jelas sekali terasa oleh user non-wahabi, termasuk saya, tapi sesungguhnya---klo boleh saya mewakili pihak non-wahabi---kami tidak pernah berniat untuk menang debat dan niat kami adalah "menyampaikan aqidah yang di i'tikad kan oleh ulama-ulama Ahli Sunnah wal Jama'ah" yang divonis oleh pihak wahabi dengan vonis yang bermacam-macam, vonis ini banyak tersebar bukan board aqidah saja, jadi boleh lah dikatakan apa yang kami lakukan hanya sekedar dan sebatas kemampuan kami dalam MEMBELA aqidah yang di ajarkan oleh para ustadz, kyai dan syaikh kami, yg nasab guru2 kami ini dari turun temurun hinga sampai ke baginda Rasulallah saw
3. Dalam rangka PEMBELAAN tadi, terkadang sebagian kita harus menunjukkan kesalahan aqidah yang dianut lawan debat selain memberitahukan kebenaran aqidah yang kita anut, kedua belah pihak melakukan hal ini, permasalahan yang timbul adalah saat mensikapi kesalahan aqidah ditunjukkan oleh lawan debat, bagi user yang lebih mengedepankan ego, keinginan untuk berdebat yang akhirnya menjurus kepada pelecehan seseorang tentu akan mengeluarkan 'pilihan' kata yang tidak sejuk kepada orangnya atau ad hominem, bukan kepada aqidah-nya tapi kepada orang-nya, akhirnya mengeluarkan kosakata dan tatabahasa yang tidak baik dan santun pada saat berdiskusi, nah, inilah yang sulit dibedakan antara menyerang orang-nya dengan menyerang aqidah-nya, dalam kenyataanya bisa kita BEDAKAN lihat pada thread 1 on 1 kang Mukhsin dan kang Mushab dengan thread "berikan komentar.."
4. Karena sering terjadi penyerangan kepada person lawan, bukan kepada tema, akhirnya terlihat para user yang berdikusi tidak mempunyai kapasitas keilmuan yang cukup, modal copas yang gak ngerti apa yang di copas, bahkan sebenarnya copasannya itu malah bertentangan dengan pendapatnya sendiri, misal ia berkata "ada arah" tapi pada copasannya sendiri jelas tertulis "tidak berarah", untuk menghindari hal ini sebenarnya perlu moderator yang memantau jalannya diskusi, moderator bisa kasih pandangan bahwa salah copas, dll, sayangnya moderatornya pun mungkin tidak menguasai tema pokok masalah, bahkan terkesan tidak ada moderator selama berdiskusi di board aqidah, yang ada cuma Mr. Presiden diawal memfasilitasi dan nongol-nongol lagi terakhir dengan menutup diskusi
5. Jadi perbaikan bukan hanya di harap pada satu pihak, yaitu semua user tidak ad hominem, tapi dari pihak yang berwenang juga ada perbaikan, jangan terkesan awal thread difasilitasi - tapi lalu dicuekin - kemudian di tutup.
6. Solusi yang diambil ini--memberangus semua topik ttg sifat Dzatiyah--secara dadakan, menurut saya tidak tepat, selain jadi sepi mendadak tentu mengecewakan user yg sedang semangat2nya, saya sih mengusulkan untuk di lokalisasi saja, seperti lokalisasi ingkarsunah, sehingga tidak melebar ke semua board dan thread, dan kita tau usernya juga cuma setitik kecil dari jumlah user MyQ toh
Terimakasih