Assalamu'alaikum wr wb
Myqers sharing yuk apa yang kita lakukan ketika pasangan atau keluarga dekat kita (anak-ortu) sakit. Bagaimana menghadapinya, menjalaninya, melaluinya dan mempersiapkan masa setelahnya.
Dimulai dari saya ya

Ketika thread ini saya buat, suami saya sedang berada di OK (kamar operasi/ruang bedah), nggak banyak ternyata yang bisa saya lakukan selain berdo'a. Untuk mengusir cemas saya memutuskan untuk membagi pengalaman agar myqers yang pasangannya, dirinya sendiri, anak atau ortunya sedang sakit bisa sama2 belajar

Saya katagorikan menjadi beberapa bagian ya,
1. PNS
Buatlah list alamat RS yang menerima ASKES atau INHealth card antum. Untuk INHealth card ada beberapa level yaitu silver, gold, platinum dan diamond, pastikan RS tujuan antum menerima level yang antum miliki. Mintalah alur birokrasi tata cara berobat menggunakan kartu tersebut. Baiknya antum sudah mengetahui cara2nya bahkan ketika belum merasa perlu untuk menggunakannya, karena kadang dalam situasi panik karena pasangan sakit pikiran menjadi nggak fokus. Terutama alur prosedur untuk rawat inap dan tindakan operasi.
Siapkan dokumen apa saja yang diperlukan dan siapkan sebelumnya, karena ketika sudah tiba di RS fotokopian biasanya sudah penuh sesak dengan orang dan hal itu akan menjadi stresor nggak menyenangkan untuk antum.
2. Karyawan Swasta
# sistem asuransi langsung
Untuk sistem ini sepertinya nggak jauh berbeda dengan PNS, pastikan RS mana saja yang menerima asuransi perusahaan dan kenali alur proseduralnya.
# sistem reimburse
Pada sistem ini kumpulkan informasi mengenai
- berapa lama reimburse dapat diuangkan, sehingga bila antum terpaksa meminjam uang dari seseorang waktu pembayarannya bisa dikira-kira
- Berapa persen reimburse untuk keluarga dan siapa saja yang dapat di claim pembayaran medis nya, beberapa perusahaan memberlakukan reimburse 70% untuk pasangan dan 50% untuk anak pertama dan kedua. Di banyak perusahaan claim hanya berlaku pada pasangan sah karyawan atau satu istri yang didaftarkan lebih dulu dan dua anak yang didaftarkan lebih dulu
- Limit claim, biasanya claim medikal karyawan selama satu tahun sama dengan THP (take home pay) nya selama 1 bulan. Bila antum sudah pernah melakukan reimburse maka cek lah sisa limit yang tersisa dan batas waktu claim nya.
Ini berguna untuk memudahkan antum memilih RS dan prosedur medis lainnya. Jika limit claim masih 90% dan batas waktunya tinggal 1-2 bulan lagi, antum dapat memilih RS yang memiliki fasilitas cukup baik. Antum juga bisa meminta dokter membuatkan pengantar pemeriksaan diagnostik yang lebih canggih, dengan nyeri dan efek samping minimal, contohnya prosedur radiologi dengan zat kontras dan invasif (memasukkan jarum/ benda kedalam tubuh) bisa diganti dengan MRI dengan selisih harga hingga 400% nya
3. Wiraswasta
Untuk para entrepreneur baiknya dana darurat sudah dialokasikan jauh2 hari, bisa dengan menggunakan asuransi berbasis syari'ah, simpanan emas batangan maupun dinar. Saya nggak menyarankan dana darurat ini didepositokan karena bisa jadi saat diperlukan masa depositnya masih lama sehingga antum akan dikenakan pinalti untuk penarikan itu. Selain itu bagi hasil deposito yang kecil nggak akan cukup bersaing dengan gerusan inflasi yang makin meroket. Pengalokasian dana darurat pada investasi berjangka semacam reksadana atau perjanjian bisnis juga riskan karena masalah urgensi waktu dan pinalti atau denda yang mungkin terjadi. Bahkan dalam kerjasama bisnis dan beberapa investasi berjangka uang tersebut betul-betul nggak bisa dicairkan ingga waktu kontraknya habis, misalnya pada SUN (surat utang negara), ORI (Oeang Republik Indonesia) dll
kesiapan psikologis juga diperlukan, apalagi bila sampai rawat inap dan melakukan tindakan operatif. Antum bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan mencarinya di internet maupun bertanya pada teman yang sudah pernah menderita penyakit seperti yang antum atau pasangan derita. Setelah itu konsultasikanlah pada dokter. Melahap informasi dari cerita teman maupun internet dapat memuat ambiguitas dalam validitas datanya sehingga bila antum nggak mengkroscek itu pada orang yang memang kompeten maka bisa jadi malah akan menambah kepanikan serta membuat antum mengambil keputusan yang nggak tepat.
Selain itu bila memang diagnosa dokter berujung ada vonis rawat atau operasi baiknya antum meminta second opinion kepada dokter spesialis di RS lain. Hal ini akan menambah akurasi info yang antum terima dan makin memantapkan antum dalam mengambil keputusan selanjutnya.
Last but not least,
DO'A.....myqers sekalian saya mohon do'a untuk suami saya,
semoga Allah mudahkan kesulitannya, angkat sakitnya, karuniakan kesehatan yang lebih berkah
juga semoga myqers sekalian yang sedang sakit, pasangannya, keluarganya, segera diberikan kesembuhan yang menyeluruh. Aamiin

Jazakallahu khairan katsir