Pesantren Virtual > Bahasa Internasional
MUTE (Metode sederhana untuk yang merasa susah berbicara dalam Bahasa Inggris)
khusaini (15 November 2011, 00:30:14):
Bismillahirrahmanirrahim.
Seorang teman curhat tentang kesulitannya berbicara dalam Bahasa Inggris. Dia merasa sangat sulit berbicara dalam Bahasa Inggris dan selalu merasa tidak PD (Percaya Diri, bukan Partai Demokrat lho ya) bila diajak berbicara dalam Bahasa Inggris.
Hold up! Wait a minute!
Apa kalian juga punya masalah yang sama seperti teman saya ini?
Bila iya, silakan baca dan ikuti beberapa tips yang akan saya berikan ini. Bila tidak, tetep harus baca (maksa mode: ON) :p
NOTE: Tips berikut mungkin tidak akan membuat Anda "FASIH" berbicara dalam Bahasa Inggris, tapi setidaknya bisa membantu Anda untuk mulai berbicara dalam Bahasa Inggris. Semoga bermanfaat! :)
==========================================================================
1. The ammo is Vocab!
Kalau kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris adalah senjata, maka pelurunya adalah perbendaharaan kata. Ini berlaku untuk semua bahasa tanpa terkecuali. Sepintar atau sekuat apapun kita dalam hal tata bahasa alias grammar, kalau perbendaharaan kata kita cuma segitu-gitu aja ya sama juga bohong. Kita nggak akan bisa berkembang. Stuck kalau kata orang Amrik. So, kalau mau bisa berbicara dalam Inggris banyak-banyakin deh mengenal kata dalam Bahasa Inggris.
Gimana caranya?
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menambah vocab. Diantaranya:
a. yang menurut saya gak enak: membaca kamus sambil menghafal kata satu-persatu (ogah banget kalo yang ini) :toe:
b. yang menurut saya enak: baca novel atau buku cerita berbahasa Inggris yang belum diterjemahin (gak usah yang tebel2, cari yang tipis2 aja. buku anak2 juga bisa), dengerin lagu sambil browsing liriknya, atau nonton film luar sambil memperhatikan kata2nya.
2. FORGET THE GRAMMAR! LUPAKAN GRAMMAR!
Percaya gak (Udah, percaya aja deh. Kalau percaya masalah ini gak masuk kategori syirik kok, insyaAllah), ternyata eh ternyata nih pemirsa, kebanyakan dari kita akan keder duluan sebelum berbicara dalam Bahasa Inggris karena takut grammarnya salah! Bahkan, sebagiannya lagi berpikir bahwa kita akan berbicara dalam Bahasa Inggris saja sudah bukan main horornya! Serasa mau dihukum pancung (LEBAAAAAAAYYYY).
Tahu gak kenapa? Karena eh karena, berjudi itu haraaam... (lho?) Ups, bukan itu.
Percaya gak percaya ini karena selama pendidikan dasar (utamanya sejak SMP/SMA) kita selalu didoktrin untuk selalu always memperhatikan grammar. Grammar jadi hal yang paling disucikan. Tapi di saat bersamaan, kemampuan kita dalam berbicara, mendengar, dan menyerap kata-kata kurang diperhatikan. Hasilnya, vocabulary kurang berkembang. Itulah kenapa banyak di sekitar kita remaja-remaja yang bahkan nggak ngerti cara menggunakan kata WHO, WHERE, WHY, WHEN, WHICH! (Ini nyata dan terjadi pada sejumlah teman saya di sekolah dulu).
So, FORGET IT! LUPAKAN GRAMMAR!
Simpan dulu buku tentang grammar di dalam laci. Mari kita mulai berbicara. Let's speak!
3. Senjata Andalan => MUTE
Ini dia senjata andalan saya selama ini. Senjata rahasia yang diajarkan guru saya waktu saya di SMKN 1 SINGOSARI (numpang promo dikit boleh kan) %peace% Senjata ini bernama:
MUTE = MUka TEbel %peace%
Ya, inilah senjata andalan dan senjata PALING PENTING buat mereka yang ingin mulai berbicara Bahasa Inggris. Lupakan rasa takut karena grammar yang salah, lupakan nilai ujian/tes Bahasa Inggris yang hancur, lupakan semuanya! Pasang muka tebel, pasang muka tembok, pasang muka badak, dan mulailah berbicara! :apalan:
Saat Anda mulai berbicara dan rasa percaya diri mulai meningkat, kata-kata akan mengalir dengan sendirinya.
Satu lagi rahasia yang jarang kita ketahui. Orang tidak akan begitu memperhatikan grammar kita, tapi kata-kata yang kita ucapkan.
--- Kutip dari: oomnya fahrel pada 09 November 2011, 10:04:55 --- Perkataan seperti “She is like a red car” adalah salah menurut grammar, tetapi karena kalimat tersebut tidak masuk akal maka si pendengar akan merasionalkan apa yang didengar dan akan memahami bahwa yang dimaksud adalah “She likes a red car”.
Praktik seperti ini biasa terjadi di Negara-negara berbahasa Inggris, di mana para imigran “memaksakan diri” untuk berbicara semampunya, dengan grammar yang salah kaprah. Selama percakapan bisa dipahami oleh kedua belah pihak, maka semua jalan terus.
--- Akhir Kutipan ---
Senjata inilah yang saya pakai sejak beberapa tahun lalu saat saya mulai belajar berbicara dalam Bahasa Inggris. Saat berbicara dalam Bahasa Inggris, saya juga punya aturan "I do not wrong". Jadi, terus saja ngoceh walau saya yakin dan sangat tahu kalau grammar saya amat sangat kacau. Tapi, ini berhasil! It works! (Setidaknya buat saya) Hahaha... ;D
*Ingat selalu Pasal 1: Panitia selalu benar :D
Note: Jangan lupa untuk terus berlatih supaya lebih lancar
Alhamdulillah...
Malang, November 2011
skylight (15 November 2011, 09:37:27):
oooh MUTE itu MUka TEbel :hihi:
boleh boleh O0
yang jurus no.2 itu sy pake waktu pertama kalinya di Cambridge, ampuh 8-)
paling gak orang ngerti maksud sy, paling yg mereka benerin cuma past tense nya aja, sering lupa :D
begitu ke singapore en tinggal disana beberapa lama kayaknya grammar itu cuma on papper aja deh, kalo utk bahasa sehari2 kan mereka pake singlish, kacaw balaw :toe:
" Ah I want to go to market aah, you come with me tak ?"
" Am oh yuw* in your hand ? hand it back to Mr. Kim please, aahh thank you thank you "
itu diucapkan dengan bahasa cepat dan dialek chinesse melayu yg kental :D
perlu tanya berulang2 sampe bisa ngerti maksudnya, tapi karena mau gak mau ya jadi terbiasa juga :wataw:
Am oh yuw itu MoU :hihi:
@ TS
dulu pasal 1 saya, senior selalu benar %peace%
arfit (15 November 2011, 21:03:08):
MuTe (muka tebell), klo mo blajar bahasa inggris tu mukanya harus setebel apa ya.... (minta share tantang perjuangan mas dalam menaggapi malu) :malu:
khusaini (15 November 2011, 21:40:02):
--- Kutip dari: skylight pada 15 November 2011, 09:37:27 ---oooh MUTE itu MUka TEbel :hihi:
boleh boleh O0
yang jurus no.2 itu sy pake waktu pertama kalinya di Cambridge, ampuh 8-)
paling gak orang ngerti maksud sy, paling yg mereka benerin cuma past tense nya aja, sering lupa :D
begitu ke singapore en tinggal disana beberapa lama kayaknya grammar itu cuma on papper aja deh, kalo utk bahasa sehari2 kan mereka pake singlish, kacaw balaw :toe:
" Ah I want to go to market aah, you come with me tak ?"
" Am oh yuw* in your hand ? hand it back to Mr. Kim please, aahh thank you thank you "
itu diucapkan dengan bahasa cepat dan dialek chinesse melayu yg kental :D
perlu tanya berulang2 sampe bisa ngerti maksudnya, tapi karena mau gak mau ya jadi terbiasa juga :wataw:
Am oh yuw itu MoU :hihi:
@ TS
dulu pasal 1 saya, senior selalu benar %peace%
--- Akhir Kutipan ---
yap, dalam dunia nyata ternyata grammar gak 100% kepake. paling2 kepake kalo dalam bahasa yang formal. kalo dalam suasana informal malah jarang kepakenya. pas saya kerja bareng expatriat dari cina juga gitu. saya grammarnya kacau, mereka juga gak kalah kacau :hihi: alhamdulillah masih bisa nyambung. malah bisa berteman baik sama beberapa dari mereka
--- Kutip dari: arfit pada 15 November 2011, 21:03:08 ---MuTe (muka tebell), klo mo blajar bahasa inggris tu mukanya harus setebel apa ya.... (minta share tantang perjuangan mas dalam menaggapi malu) :malu:
--- Akhir Kutipan ---
setebel tembok cina :hihi:
kalau saya sebenernya sampai sekarang juga masih suka :malu: dalam banyak hal. tapi kalau dalam hal ngobrol bahasa inggris, insyaAllah sudah jauh berkurang malunya.
dulu, saya paling gak pede kalau ngomong dalam bahasa inggris atau ngomong di hadapan orang banyak. bahkan sampai tangan dan kaki saya gemetar. malah kadang sampai suara saya tiba-tiba serak saking malu/groginya. lalu, bagaimana cara mengatasinya?
kalau saya, sebelumnya saya mulai dulu dari ngoceh/bergumam sendiri. ngobrol sama diri sendiri. yah, awalnya memang kayak orang kurang waras, tapi lama-lama itu membantu saya untuk mulai berbicara (meskipun awalnya masih malu2 juga). selanjutnya, ketika berbicara saya akan berpikir saya sedang ngobrol sama seorang teman. jadi meskipun di hadapan saya ada 10, 100, satu ruangan penuh, ya saya anggap cuma satu orang. alhamdulillah, lama kelamaan rasa percaya diri saya bisa mulai tumbuh :)
Neeya.dwi (04 Februari 2012, 11:15:44):
Wah saya jg pengen banget niy bs & PD ngomong inggris, tp kl dah mo ngomong salting & si vocab langsung nguap... :mewe:
Navigasi
[0] Indeks Pesan
Ke versi lengkap