24 Mei 2013, 21:24:20
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"Baksos Cibuyutan"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Sa'id Al Khudry r.a, bahwasanya Rasulullah s.a.w lebih pemalu dari gadis dalam pingitan. Apabila terjadi sesuatu yang tidak disukainya, kami dapat mengenali dari wajahnya. (HR Bukhari dan Muslim)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig  (Dibaca 2129 kali)

Offline Zyndr4x

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« pada: 14 November 2011, 09:21:40 »
Assalamu'alaikum...
Sekarang Di Kampung Saya Sudah Banyak Jama'ah Tablig Melakukan Dakwah Penyebaran Ajaran Islam Di Masyarakat. Dengan Melihat Cara Dakwah Mereka Saya Kurang Menerima, Soalnya Cara Mereka Bagaikan Seorang Nasabah Yang Mengikuti Bisnis MLM dengan Artian Memaksa Agar Orang Yang Di Dakwah Ikut Dengan Perkumpulan Mereka. Bahkan Teman Saya Pernah Di Katakan TIDAK MEMILIKI IMAN. Apa Benar Cara Dakwah Mereka?
Saya Mohon Masukan Serta Penjelasan Dari Para Senior" Yang Mungkin Lebih Mengetahui Mengenai Cara Dakwah...

Wassalam...
"Sampaikanlah Dari-Ku Walaupun Hanya Satu Ayat"

space dicadangkan (0)

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #1 pada: 14 November 2011, 11:06:33 »
Ndak juga ah mas..

Saya berterima kasih kepada Jamaah Tabligh....disaat Kristenisasi sedang meraja lela, ada sebagian kalangan dari umat islam yg peduli untuk ngajak solat teman2 dan tetangga..

Bravo buat jamaah tabligh dan semoga islam tetap bersatu dibawah naungan kalimat tauhid...laa ilaha illallah, muhammad rasul Alloh..

Sekarang gak jaman bikin pecah belah umat...mari bersatu dan hadapi Kristenisasi... :marah:
Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #2 pada: 14 November 2011, 11:32:17 »
JT (Jamaah Tabligh) saja tidak mau disebut KELOMPOK Jama'ah Tabligh, karena mereka menghindari pengelompokan Islam, semua di welcome koq

cuma yg saya dengar sisi negatifnya adalah seolah 'mewajibkan' keluar dakwah 3 hari, 7 hari, sampai bebrapa bulan dgn meninggalkan anak istri, krn anak-istri lah yg seharusnya lebih di berikan dakwah, padahal tidak, tidaklah mereka merubah hukum Islam, tetapi mereka memberlakukan aturan main, jika ingin ikut berdakwah bareng ya harus dinyatakan dgn bukti donk...gak maksa koq klo tidak bisa ikutan

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.072
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.com
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #3 pada: 14 November 2011, 11:39:32 »
Jama'ah Tabligh adalah sebuah jama'ah Islamiyah yang dakwahnya berpijak kepada penyampaian (tabligh) tentang keutamaan-keutamaan ajaran Islam kepada setiap orang yang dapat dijangkau. Jama'ah ini menekankan kepada setiap pengikutnya agar meluangkan sebagian waktunya untuk menyampaikan dan menyebarkan dakwah dengan menjauhi bentuk-bentuk kepartaian dan masalah-masalah politik. Barangkali cara demikian lebih cocok mengingat kondisi ummat Islam di India yang merupakan minoritas dalam sebuah masyarakat besar.

SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA
Jama'ah ini didirikan oleh Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi (1303-1364). Ia dilahirkan di Kandahlah, sebuah desa di Saharnapur, India. Mula-mula ia menuntut ilmu di desanya, kemudian pindah ke Delhi sampai berhasil menyelesaiakan pelajarannya di sekolah Deoband. Sekolah ini merupakan sekolah terbesar untuk pengikut Imam Hanafi di anak benua India yang didirikan pada tahun 1283 H/1867 M.

PARA SYAIKH JAMA'AH TABLIGH YANG TERKENAL
Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi, pendiri jama'ah dan merupakan amir pertamanya. Pertama kali ia belajar kepada kakak kandungnya, Syaikh Muhammad Yahya, seorang guru di Madrasah Mazhahir al-Ulum Saharnapur.
Syaikh Rasyid Ahmad Kankuhi (1829-1905) yang dibai'at menjadi anggota jama'ah pada tahun 1315 H oleh Syaikh Muhammad Ilyas. Kemudian ia memperbaharui bai'atnya kepada Syaikh Khalil Ahmad Saharnapuri. Syaikh ini mempunyai hubungan dekat dengan Syaikh Abdurrahim Ra'i Fauri dan banyak menimba ilmu dan pendidikan darinya. Ia juga berguru kepada Syaikh Asraf Ali al-Tahanawi (1280-1364 H/1863-1943 M) yang bergelar Hakim Ummat dan kepada Syaikh Muhammad Hasan (1268-1339 H/1851-1920 M), salah seorang tokoh ulama Madrasah Deoband dan pemimpin Jama'ah Tabligh.
Sedangkan teman-teman dekat Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi antara lain :
1.   Syaikh Abdurrahim Syah Deoband al-Tablighi yang menghabiskan waktunya untuk urusan tabligh bersama-sama Syaikh.
2.   Syaikh Ihtisyam Kandahlawi yang menikah dengan saudara perempuan Syaikh Muhammad Ilyas. Beliaulah orang kepercayaan khusus Syaikh. Ia menghabiskan usianya untuk memimpin Jama'ah dan mendampingi Syaikh Muhammad Ilyas.
3.   Syaikh Abu al-Hasan Ali r.a. al-Hasani al-Nadawi, Direktur Dar antara lain-Ulum, Nadwah Ulama di Lucknow, India. Beliau adalah seorang penulis Islam besar dan mempunyai hubungan kuat dengan jama'ah.
Sepeninggal Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi kepemimpinan Jama'ah diteruskan oleh puteranya, Syaikh Muhammad Yusuf Kandahlawi (1917-1965). Ia dilahirkan di Delhi. Sering berpindah-pindah mencari ilmu dan menyebarkan dakwah. Berkali-kali ia mengunjungi Saudi Arabia, menunaikan haji dan ke Pakistan. Beliau wafat di Lahore dan jenazahnya dimakamkan di samping orang tuanya di Nizham al-Din, Delhi.
Kitabnya yang terkenal ialah Amani Akhbar, berupa komentar kitab Ma'ani antara lain-Atsar karya Syaikh Thahawi dan Hayat al-Shahabah. Beliau meninggalkan seorang putera yang mengikuti jejak dan langkahnya, yaitu Syaikh Muhammad Harun.
Sedangkan teman-teman dekatnya dalam Jama'ah ialah :
1.   Syaikh Zakariya Kandahlawi (1315-1364 H), sepupu Syaikh Yusuf dan sekaligus menjadi adik iparnya. Beliau adalah ahli hadits dan Musyrif tertinggi Jama'ah Tabligh. Tetapi akhir-akhir ini ia tidak aktif lagi di dalam Jama'ah.
2.   Syaikh Muhammad Yusuf Banuri, Direktur sekolah Arab di New Town, Karachi, ahli hadits, direktur majalah bulanan berbahasa Urdu dan salah seorang tokoh ulama Deoband dan Jama'ah Tabligh.
3.   Maulana Ghulam Ghauts Hazardi, salah seorang tokoh ulama Jama'ah Tabligh yang menjadi anggota parlemen pusat.
4.   Mufti Muhammad Syafi'i Hanafi, mufti agung Pakistan. Pernah menjadi direktur sekolah Dar al-Ulum Landhi, Karachi dan pengganti Asyraf Ali Tahnawi (Hakim Ummat) serta sebagai tokoh jama'ah terkemuka.
5.   Syaikh Manzhur Ahmad Nu'mani, termasuk barisan ulama besar jama'ah, pengikut Syaikh Zakariya, kawan akrab Ustadz Abu al-Hasan al-Nadawi dan termasuk tokoh ulama Diobond.
Amir jama'ah yang ketiga ialah In'am Hasan. Jabatan ini dia pegang sejak Syaikh Muhammad Yusuf wafat sampai sekarang. Beliau adalah teman akrab Syaikh Muhammad Yusuf ketika sama-sama belajar dan perlawatannya. Usia mereka saling berdekatan. Keduanya sangat dekat dalam dakwah dan pergerakan.
Para pendampingnya antara lain :
1.   Syaikh Muhammad Umar Bannaburi yang menjadi penasehat khususnya.
2.   Syaikh Muhammad Baasyir, pemimpin Jama'ah Tabligh Pakistan yang berpusat di Roywand, pinggiran kota Karachi.
3.   Syaikh Abdulwahhab, salah seorang tokoh Jama'ah Tabligh di kantor pusat di Pakistan.

PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
Oleh pendiri jama'ah telah ditetapkan 6 prinsip yang menjadi azas dakwahnya, yaitu :
1.   Kalimah agung.
2.   Menegakkan shalat.
3.   Ilmu dan dzikir.
4.   Memuliakan setiap Muslim.
5.   Ikhlas.
6.   Berjuang fi sabilillah.
Metode dakwah mereka menempuh jalan berikut :
1.   Sebuah kelompok dari kalangan jama'ah, dengan kesadaran sendiri, bertugas melakukan dakwah kepada penduduk setempat yang dijadikan obyek dakwah. Masing-masing anggota kelompok tersebut membawa peralatan hidup sederhana dan bekal serta uang secukupnya. Hidup sederhana merupakan ciri khasnya.
2.   Begitu mereka sampai ke sebuah negeri atau kampung yang hendak di dakwahi, mereka mengatur dirinya sendiri. Sebagian ada yang memberihkan tempat yang akan ditinggalinya dan sebagian lagi keluar mengunjungi kota, kampung, pasar dan warung-warung, sambil berdzikir kepada Allah. Mereka mengajak orang-orang mendengarkan cermah atau bayan (menurut istilah Jama'ah).
3.   Jika saat bayan tiba, mereka semua berkumpul untuk mendengarkannya. Setelah bayan selesai, para hadirin dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang da'i dari Jama'ah. Kemudian para da'i tersebut mulai mengajari cara berwudhu, membaca fatihah, shalat atau membaca Al-Qur'an. Mereka membuat halaqat-halaqat seperti itu dan diulanginya berkali-kali dalam beberapa hari.
4.   Sebelum mereka meninggalkan tempat dakwah, masyarakat setempat diajak keluar bersama untuk menyampaikan dakwah ke tempat lain. Beberapa orang secara sukarela menemani mereka selama satu sampai tiga hari atau sepekan, bahkan ada yang sampai satu bulan. Semua itu dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing sebagai realisasi firman Allah :
5.   "Kalian adalah sebaik-baik ummat yang ditampilkan ke tengah-tengah manusia." (Q.S. Ali r.a. 'Imran : 110)
6.   Mereka menolak undangan walimah (kenduri) yang diselenggarakan penduduk setempat. Tujuannya agar tidak terganggu oleh masalah-masalah di luar dakwah dan dzikir serta amal-amal perbuatan mereka tulus karena Allah semata.
7.   Dalam materi dakwah, mereka tidak memasukkan ide penghapusan kemungkaran. Sebab, mereka meyakini bahwa sekarang ini masih berada dalam tahap pembentukan kondisi kehidupan yang Islami. Perbuatan mendobrak kemungkaran, selain sering menimbulkan kendala dalam perjalanan dakwah mereka, juga membuat orang lari.
8.   Mereka berkeyakinan, jika pribadi-pribadi telah diperbaiki satu persatu, maka secara otomatis kemungkaran akan hilang.
9.   Keluar, tabligh dan dakwah merupakan pendidikan praktis untuk menempa seorang da'i. Sebab seorang da'i harus dapat menjadi qudwah dan harus konsisten dengan dakwahnya.
Mereka memandang taqlid kepada madzab tertentu adalah wajib.
Dalam beberapa hal mereka terpengaruh oleh cara-cara sufisme yang tersebar di India. Karena itu mereka menerapkan praktek-praktek sufistik seperti berikut :
1.   Setiap pengikutnya diharuskan melakukan bai'at kepada syaikhnya. Sering, bai'at kepada syaikh ini dilakukan di tempat umum dengan cara membeberkan selendang-selendang lebar yang saling terkait sambil mengumandangkan bai'at secara serentak.
2.   Menjadikan mimpi-mimpi menduduki kenyataan-kenyataan kebenaran sehingga mimpi-mimpi tersebut dijadikan landasan beberapa masalah yang mempengaruhi perjalanan dakwahnya.
3.   Meyakini tasawuf sebagai jalan terdekat mewujudkan rasa manisnya iman di dalam kalbu.
Metode dakwah mereka berpijak kepada tabligh dalam bentuk targhib (memberi kabar gembira) dan tarhib (mengancam) serta sentuhan-sentuhan emosi. Mereka telah berhasil menarik banyak orang ke pangkuan iman. Terutama orang-orang yang tenggelam dalam kelezatan dan dosa. Orang-orang tersebut diubah ke dalam kehidupan penuh ibadah, dzikir dan baca Al-Qur'an.
Jama'ah Tabligh selalu menjauhi pembicaraan masalah politik. Ini sangat bertentangan dengan perjuangan Hizbut Tahir. Bahkan anggota jama'ahnya dilarang keras terjun ke gelanggang politik. Setiap orang yang terjun ke politik, mereka kecam. Barangkali inilah pokok perbedaan mendasar antar Jama'ah Tabligh dengan Jama'ah Islamiyah yang memandang perlu berkonfrontasi menentang musuh-musuh Islam di anak benua tersebut.

BEBERAPA CATATAN DAN MANFAAT YANG DAPAT DI AMBIL
Mereka memperluas diri secara horizontal kuantitatif. Tetapi ada kelemahan dalam mencapai keunggulan kualitatif. Sebab mencapai keunggulan kualitatif memerlukan pemeliharaan dan ketekunan yang berkesinambungan. Inilah yang tidak dimiliki Jama'ah Tabligh. Sebab, orang yang mereka dakwahi hari ini belum tentu akan mereka jumpai sekali lagi.
Orang-orang yang mereka dakwahi tidak diikat dalam satu struktur organisasi yang rapi. Ikatan lebih dititikberatkan kepada semacam kontak antar pribadi dengan da'i yang berlandaskan saling pengertian dan cinta kasih.
Dalam kontek penegakan hukum Islam dalam kehidupan nyata dan dalam menghadapi aliran-aliran berfikir yang telah mengerahkan segala potensi dan kemampuan untuk merusak dan memerangi Islam dan ummatnya, gerakan ini kurang memadai.
Pengaruh dakwahnya lebih membekas secara jelas kepada para pengurus masjid dan atau yang aktif di masjid. Sedangkan kepada orang-orang yang sudah mempunyai pemikiran dan idiologi tertentu, hampir-hampir pengaruhnya tidak ada.
Gerakan seperti ini lebih cocok untuk kondisi dan keadaan orang-orang tertentu yang sudah tidak lagi memiliki tanggung jawab keluarga dan masyarakat di lingkungannya sendiri serta telah memiliki pengetahuan agama yang cukup sehingga tinggal mempraktekan dengan cara berdakwah keliling.
Para ulama kaum modernis pembaharu mengkritik hal yang menjadi ciri khas Jama'ah Tabligh yaitu
Kewajiban bai'at dan kegiatan sejumlah hari tertentu bagi setiap anggota dan kemudian meninggalkan keluarga untuk berdakwah. Hal ini menurut pandangan kaum pembaharu sebagai hal mengarah kepada bid'ah. Sedangkan menurut Jama'ah sendiri merupakan upaya praktek Al-Qur'an dan As-Sunnah secara nyata.

AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA
Jama'ah Tabligh adalah jama'ah Islam yang sumber utamanya adalah Al-Qur'an dan Sunnah. Sedangkan thareqatnya Ahlussunnah wa al-Jama'ah. Secara umum Jama'ah Tabligh adalah masih kelompok suni.
Jama'ah ini banyak dipengaruhi ajaran tasawuf dan thareqat seperti thareqat Jusytiyyah di India. Mereka mempunyai pandangan khusus terhadap tokoh-tokoh tasawuf dalam masalah pendidikan dan pengarahan.
Di antara mereka ada yang berkeyakinan bahwa pemikirannya diambil dari Jama'ah antara lain-Nour di Turki.

PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA
Pertama kali muncul di India kemudian tersebar ke Pakistan dan Bangladesh, negara-negara Arab dan keseluruh dunia Islam. Jama'ah ini mempunyai banyak pengikut di Suriah, Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, Sudan, Irak dan Hijaz.
Dakwah mereka telah tersebar di sebagian besar negara-negara Eropa, Amerika, Asia dan Afrika. Mereka memiliki semangat dan daya juang tinggi serta tidak mengenal lelah dalam berdakwah di Eropa dan Amerika.
Pimpinan pusatnya berkantor di Nizhamuddin, Delhi. Dari sinilah semua urusan da'wah internasionalnya diatur. Dana kegiatannya dipercayakan kepada para da'i sendiri. Ada pula dana yang dikumpulkan secara terpisah-pisah, tidak terorgnisasi, dari beberapa donatur langsung, atau dengan cara mengirim da'i atas biaya donatur tersebut.

Al-Islam, Pusat Komunikasi dan Informasi Islam Indonesia

klik www.laskarislam.com (menangkis bahaya laten pemurtadan faithfreedom)

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.072
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.com
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #4 pada: 14 November 2011, 11:41:20 »
Gerakan dakwah yang dibidani oleh Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi ini merupakan salah satu gerakan dakwah Tashawwuf yang sudah menyebar ke berbagai negara Islam maupun non Islam. Secara lahir gerakan ini nampak baik, karena banyak orang-orang yang dahulunya berandalan menjadi terbimbing melaksanakan ibadah lewat jamaah ini. Namun akhirnya para Ulama mengetahui kebobrokan aqidah kelompok ini, satu persatu ketahuan bid'ah-bid'ah yang ada dalam gerakan ini. Selain itu, pada dasarnya dakwah ini memang diilhami dari pemahaman tasawwuf atau tarekat. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa mereka adalah Shufiyyah 'Ashriyah (tasawwuf model baru). Gerakan ini berbasis di negara India dan disanalah gerakan ini pertama sekali muncul. Demikian juga di Pakistan dan Bangladesh. Sehingga ketiga negara tersebut (India, Pakistan, dan Bangladesh) merupakan dareah sasaran utama bagi anggota-anggota mereka untuk khuruj. Di Indonesia jama'ah ini sangat berkembang terutama di daerah timur Indonesia.

Makna kalimat tauhid menurut jamaah Tabligh

Jama'ah Tabligh mempunyai kalimat rahasia yang digunakan sebagai asas tegaknya jama'ah mereka yaitu "Segala sesuatu (walaupun merupakan kebenaran) yang bisa menyebabkan orang lari atau berpecah-belah atau berselisih maka harus ditinggalkan dan disingkirkan jauh-jauh"

Oleh karena hal ini maka mereka menafsirkan kalimat tauhid Laa ilaha illa LLah dengan makna Rububiah. Dengan penafsiran beginilah maka kaum muslimin tidak akan berselisih dan berpecah belah. Sebab jika ditafsirkan dengan makna Uluhiah atau Asma' wa Sifat maka hal ini bisa membuat kaum muslimin lari dari mereka, tidak menerima dakwah mereka dan lebih parah lagi anggota-anggota mereka akan bubar. Hal ini dikarenakan anggota-anggota mereka ada yang Mathurudiah, Asya'iroh dan lain sebagainya. (lihat Qutbiah hal-10)  Mereka menafsirkan makna Laa ilaha illa LLah bahwasanya hanya Allah yang menciptakan, memberi rezeki, dan makna-makna yang lainnya yang merupakan makna-makna tauhid rububiah. Padahal Kaum musyrikin Arab dulu juga mengakui tauhid ini.

Sehingga didapatkan ada diantara mereka yang menganggap bahwa sahabat nabi tidak mengetahi memahami tauhid. Sebagaimana ada sebuah kisah seorang guru yang merupakan anggota Jama'ah Tabligh sedang mengajar di sebuah madrasah ibtida'iah. Dia mnjelaskan tentang kecintaan kepada khulafaur Rosidin. Lalu sampailah dia pada kisah Umar bin Khatab yang di masa beliau timbul kelaparan dan paceklik. Lalu Umar pun menirim surat kepada amir-amir kota untuk membantu memberi rezeki keepadanya. Sehingga Umarpun menyeleweng dari agama disebabkan pengambilan sebab (yaitu Umar meminta tolong kepada manusia). Kemudian guru tersebut berkata pada murid-muridnya :"Jika diantara kalian ada yang tertimpa kebakaran atau tenggelam maka janganlah dia berteriak dan menyeru manusia (untuk menolongnya), sebab menyeru kepada manusia adalah kesyirikan." Guru tersebut telah menghilangkan "pengambilan sebab" dan telah menganggap Umar tidak memahami tauhid karena telah mengambil sebab yang menurut guru tersebut hal itu adalah kesyirikan. (lihat al-qoul al-baligh hal-47-48)

Syirik dan khurafat yang terdapat dalam kitab "Tablighi Nishab" (Manhaj Jamaah Tabligh).

Didalamnya terdapat :

1. Tawaasul dengan Nabi
2. Berlebih-lebihan dalam memuji Rasulullah
3. Meminta syafaat kepada selain Allah.
4. Berlebih-lebihan terhadap orang shalih.
5. Wihdatulwujud.
6. Hikayat khurafat.
7. Ajaran-ajaran Shufiyah yang sesat.
8. Hadits-hadits Dhoif, Dusta dan Palsu.

Fatwa terakhir Syaikh Bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Rahimahumallah

Dalam buku yang berjudul Jilaaul Adzhan karangan Ghulam Musthafa Hasan dicantumkan fatwa-fatwa syaikhaini yang isinya adalah dukungan dan rekomendasi bagi gerakan Jamaah Tabligh ini. Namun sangat disayangkan penulis buku tersebut tidak mencantumkan fatwa terakhir dari kedua Syaikh tersebut. Selayaknya ia mencantumkan fatwa syaikh yang memansukhkan (menghapus) fatwa sebelumnya, karena hal itu merupakan tuntutan amanah ilmiyah. Sehingga tidak timbul anggapan bahwa rekomendasi dari syaikh Bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim masih tetap berlaku! Kedua fatwa itu adalah sebagai berikut:

Fatwa terakhir Syaikh Muhammad Bin Ibrahim

Dari Muhammad bin Ibrahim kepada Hadrat Putera Mahkota Kerajaan Al-Amir Khalid bin Su'ud, Ketua Dewan Kerajaan Yang Terhormat.

As-Salamu 'Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu

Saya telah menerima surat dari yang Mulia nomor 37/4/5 dengan tanggal 21/1/1382H, yaitu permintaan dari Muhammad bin Abdul Hamid dan Syah Ahmad Nurani dan Abdussalam Al-Qadiri dan Su'uud Ahmad Dahlawi kepada Paduka Raja yang Mulia, tentang permintaan bantuan untuk proyek Jam'iyyah mereka yang bernama Kuliyyatud-Dakwah Wat-Tablighil-Islamiyyah demikian pula tentang tiga buah kitab yang disertakan bersama surat mereka. Saya jelaskan kepada yang Mulia bahwa Jam'iyyah ini tidak ada kebaikan padanya sebab ia adalah jam'iyyah bidah lagi sesat. Setelah membaca ketiga buku yang disertakan tersebut kami mendapatkan ketiga kitab itu penuh dengan kesesatan dan bidah dan ajakan kepada penyembahan kuburan dan syirik serta banyak lagi perkara yang tidak bisa didiamkan begitu saja. Oleh karena itu kami akan membantahnya InsyaAllah dan menyingkap kesesatan seta memberantas kebathilannya. Allah pasti menolong Agama-Nya dan meninggikan Kalimat-Nya

As-Salamu 'Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

29/1/1382H

(Adapun surat Syaikh Muhammad bin Ibrahim kepada para ulama di Al-Ahsa' dan Kawasan Timur yang isinya adalah permohonan agar memberikan bantuan kepada Jamaah Tabligh tertanggal 19/5/1373H yaitu 9 tahun sebelumnya.)

Fatwa terakhir Syaikh Bin Baz yang dikeluarkan pada tahun 1416 H

Ada yang bertanya kepada Syaikh sebagai berikut:

Wahai Syaikh yang Mulia, kami sering mendengar tentang Jamaah Tabligh dan dakwah yang mereka sebarkan, Bolehkah saya ikut berkecimpung dalam Jamaah ini ? Saya mohon nasehat dan pengarahan dari Anda semoga Allah membalas Anda dengan Pahala yang besar

Jawab :

Setiap Orang yang menyeru kepada Agama Allah maka ia adalah Muballigh. (Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat). Akan tetapi Jamaah Tabligh dari India yang sudah dikenal ini, terdapat khurafat, bidah dan perbuatan syirik pada mereka. Maka tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali seseorang yang memiliki ilmu dengan maksud untuk mengingkari (kemungkaran-kemungkaran mereka) dan memberikan pelajaran kepada mereka. Akan tetapi apabila hanya sekedar khuruj mengikuti mereka maka hal itu tidak boleh , disebabkan khurafat, kesalahan dan minimnya ilmu yang ada pada mereka. Apabila yang khuruj bersama mereka adalah orang alim dan berilmu dalam rangka berdakwah kepada jalan Allah dan memberikan pengarahan dan bimbingan kepada kebaikan serta mengajari mereka sehingga meninggalkan cara mereka yang bahil dan berpegang kepada manhaj ahlu sunnah Wal Jamaah, maka hal itu dibolehkan.(dicuplik dari kaset Ta'qib Samahatusy-Syaikh Abdul-Aziz bin Baz 'Alaa An-Nadwah)

(Sedangkan surat-surat Syaikh Bin Baz yang berisi rekomendasi bagi Jamaah Tabligh dikelurkan pada tahun 1407 H yaitu 9 tahun sebelumnya).

Khurujnya Jama'ah Tabligh

Syaikh al-Allamah Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam FATAWA AL-IMARATIAH (hal-30) ditanya tentang Jama'ah Tabligh, beliau memberikan jawaban berikut ini:

Dakwah Jama'ah Tabligh adalah dakwah Sufi masa kini yang tidak berpijak pada kitab Allah dan sunnah Rosul-Nya.

Khuruj (keluar untuk berdakwah) yang mereka lakukan dan mereka tentukan selama 3 hari atau 40 hari tidak pernah menjadi amalan generasi Salaf, dan bahkan tidak pernah pula menjadi amalan generasi Khalaf (kaum mataakhirin). Yang mengherankan, mereka keluar untuk tabligh (menyampaikan dakwah), padahal mereka sendiri mengakui bahwa mereka bukanlah ahlinya untuk tabligh.

Tabligh (menyampaikan dakwah) sepantasnya hanyalah dikerjakan oleh orang-orang yang berilmu, seperti halnya pernah dilakukan oleh Rosulullah ketika mengutus delegasinya yang terdiri dari para shahabat yang alim untuk mengajarkan Islam kepada ummat. Misalnya beliau mengutus Ali bin Abi Tholib seorang diri, mengutus Mu'adz bin Jabal seorang diri (untuk menyampaikan dakwah kepada ummat) dan tidak pernah mengutus serombongan shahabat lain untuk menyertai individu-individu utusan Rosul tersebut. Sekalipun mereka adalah juga shahabat-shahabat Rosul, namun ilmunya tidak dapat menyamai individu-individu para shahabat yang diutus beliau.

Karena itulah, kami menasehati agar mereka (orang-orang Jama'ah Tabligh) mau belajar dan memperdalam pemahaman mereka tentang agama. Kemudian, dalam kepergiannya ke negeri kafir untuk berdakwah, sesungguhnya mereka menghadapi fitnah yang jelas sekali, padahal tidak mereka memahami bahasa orang-orang kafir tersebut. Di sisi lain , tidak jarang mereka berdalil dengan perkataan :" Lihatlah para sahabat,......mereka ada yang Mekah dan ada pula yang berasal dari Madinah, namun kuburan-kuburan mereka ada yang di negeri Bukhara dan ada yang di negeri Samarkand". (Jika demikian dalil mereka), maka jawabannya adalah betapa inginnya kita seandainya bisa keluar (khuruj) sebagaimana para shahabat dulu telah keluar (khuruj). Mereka keluar untuk berjihad dalam peperangan. Artinya, analogi (pengkiasan) orang-orang Jema'ah Tabligh diatas adalah analogi yang tidak pada tempatnya. Kita tidak mengingkari amar ma'ruf nahi mungkar, tetapi kita mengingkari tanzhim (pengorganisasian dakwah) yang bernama Jama'ah Tabligh ini.

Sesungguhnya ada salah seorang tokoh Jama'ah Tabligh menyusun sebuah risalah. Ketika sampai pada penjelasan kalimat Laa ilaha illa LLah, ia menafsirkannya dengan penafsiran "Tidak ada yang disembah kecuali Allah..". Bagaimana mungkin tidak ada yang disembah selain Allah, padahal berhala-berhala yang disembah (selain Allah) jumlahnya banyak sekali. Para ulama menafsirkan kalimat tersebut dengan :"Tidak ada yang disembah dengan benar selain Allah". Kalau yang disembah secara tidak benar, (maka  jumlahnya banyak ). Lata disembah, Uzza disembah, Manat disembah, Api disembah dan seterusnya..."
 

klik www.laskarislam.com (menangkis bahaya laten pemurtadan faithfreedom)

Offline Deedad2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 727
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #5 pada: 14 November 2011, 15:06:49 »
Jama'ah Tabligh (JT) bukanlah suatu organisasi, tetapi kegiatannya sangat terorganisasi.
Pengikutnya sebagian besar adalah orang-orang yang baru belajar agama, tetapi mereka mau bersusah-payah berdakwah meninggalkan keluarga. Kita yang merasa sudah berilmu seringkali merasa berat untuk melakukan hal seperti itu. Seharusnya kita merasa malu, berdakwah cuma di lisan dan tulisan.  :)

Inti ajaran Jama'ah Tabligh :
Tauhid yang benar dan beribadah mengikuti contoh Rasulullah dan para sahabat.

Offline okebos

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 10
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
    • Sumber Inspirasi dan Motivasi
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #6 pada: 15 November 2011, 19:49:19 »
akhirnya ane jadi tambah ilmu tentang jama'ah tabligh. syukron

Offline GYMMEAN

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 629
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #7 pada: 16 November 2011, 07:48:49 »
Lebih baik datang langsung saja ke Masjid Banglawali Nizamuddin-New Delhi, biayanya murah koq apa lagi sekarang banyak tiket murah, kalau sekedar ingin tahu benar atau tidaknya tulisan2 negatif terhadap mereka mungkin dengan uang 5 juta sudah cukup kalau dapat tiket promo sekitar 3 Juta atau lebih sedikit. Bukltikan bahwa tulisan yang panjang lebar diatas terbukti apa tidak.

Jangan lupa bikin paspor dan urus visa India, biaya paspor 255rebu, biaya Visa 850rebu ada yang bisa urus di Masjid Kebon Jeruk tidak ada pungutan biaya, mereka Insya Allah bekerja semata-mata karena Allah untuk Saudaranya yang menginginkan kebenaran.

Kapankah menurut syari'at kita boleh meninggalkan istri dan anak?, adakah perintah membelanjakan harta dan diri untuk mencari kebenaran dan memperjuangkannya?






Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 855
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #8 pada: 16 November 2011, 09:02:50 »
Ndak juga ah mas..

Saya berterima kasih kepada Jamaah Tabligh....disaat Kristenisasi sedang meraja lela, ada sebagian kalangan dari umat islam yg peduli untuk ngajak solat teman2 dan tetangga..

Bravo buat jamaah tabligh dan semoga islam tetap bersatu dibawah naungan kalimat tauhid...laa ilaha illallah, muhammad rasul Alloh..

Sekarang gak jaman bikin pecah belah umat...mari bersatu dan hadapi Kristenisasi... :marah:

Nah, ini  O0
Masjid rame kalo JT sdg khuruj. Dakwah-nya tidak kenal lelah.


-Ana bukan JT lho- :D


Offline Sheillo Elaswady

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.723
  • Jenis kelamin: Pria
  • misterius tapi (semoga) religius
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #9 pada: 16 November 2011, 09:47:09 »
ramai juga ternyata thread ini...

Kapankah menurut syari'at kita boleh meninggalkan istri dan anak?, adakah perintah membelanjakan harta dan diri untuk mencari kebenaran dan memperjuangkannya?

ptanyaan ini bersifat terbuka, mengajak kita utk menyelidiki lebih lanjut. sebagai analogi, pernahkah anda (saya menyebut "anda" tidak hanya ditujukan kpd satu orang saja, tapi untuk siapa saja) melihat tentara yang ditugaskan ke medan yang sangat jauh selama berbulan-bulan? bagaimana dengan anak istrinya? tentunya mereka siap ditinggal karena mereka paham dengan konsekuensi bersuamikan/berayahkan seorang tentara. pernahkah kita mempermasalahkan keadaan mereka seperti itu? kalau yang menjadi pertanyaan adalah, nanti penghidupannya dari mana? ketahuilah bahwa dakwah adalah perintah Allah. maka siapa yang melaksanakan perintah, maka dia akan dijamin oleh yang memberi perintah.

sebagai sedikit pendekatan, apa yang anda rasakan setelah melaksanakan kewajiban yang Allah bebankan kepada kita dibanding sebelum anda mengenal agama? taruhlah ketika anda jarang mengerjakan shalat, boro-boro di masjid, lima waktu saja masih bolong-bolong. tentunya anda mengalami hal2 yang sama sekali tidak menenteramkan perasaan dan kejiwaan anda. lebih2, keberkahan rezeki terasa amat jauh. lalu kini ketika anda mengenal Allah lebih dekat dengan melaksanakan sunnah Rasulullah saw, apa yang anda rasakan? intinya keberkahan (ingat, keberkahan tidak selalu identik dengan banyaknya nominal uang, namun banyak hal2 berharga yg tidak bisa diukur dengan uang) akan lebih banyak menghampir. nah! dakwah adalah induk dari segala amalan. yang darinya lahir berbagai macam amalan2 masnunah termasuk shalat berjamaah 5 waktu di masjid-bila memungkinkan tanpa ketinggalan takbiratul ihramnya sang imam!- tentunya keberkahan yg didapat dari amalan ini lebih besar lagi, apalagi bila kita benar-benar yakin pada Siapa Yang memerintahkan dakwah itu sendiri. 

@cumi asin & others : saya sangat salut dengan penghargaan anda terhadap saudara2 kita yang berkecimpung dlm usaha dakwah yg biasa disebut secara awam dg jamaah tabligh. namun sy harap anda bsikap lebih bijaksana menghadapi perbedaan pandangan ttg usaha dakwah ini. kalau memang ada beberapa hal yg perlu diluruskan, maka berfikir jernihlah sebelum anda menyampaikan sanggahan. smga Allah senantiasa membimbing anda dlm kebaikan. :)
« Edit Terakhir: 16 November 2011, 09:56:19 oleh Sheillo Elaswady »
Be humble.

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #10 pada: 16 November 2011, 11:16:05 »
Saya ada beberapa cerita mengenai JT ini..

1. Waktu jadi marbot masjid waktu kuliah di jogja, masjid kedatangan jamaah tabligh..alhamdulillah, masjid jadi penuh...trus tiap sore mereka gerak menuju pemukiman masyarakat hanya untuk mengajak solat di masjid...posisi masjid saya dulu ada di sekitar bantaran kalicode...basisnya kristen yg dibangun oleh romo mangunwijaya.

2. Sehabis kuliah di jogja, pindah ke jakarta..kebetulan saya nge-kost yg mana bapak kost nya adalah anggota Jamaah Tabligh...Alhamdulillah saya diketemukan dengan orang2 yg selalu membangunkan saya ketika tiba waktu subuh dan selalu ngajak solat tahajud di kala lelah setelah seharian kerja.

3. Tiba saat saya berkeluarga, saya pindah kost-an dan alhamdulillah setiap kali saya pulang dari kantor lewat Masjid Markaz Jamaah Tabligh di daerah Hayam Wuruk....kAdang saya sempatkan solat maghrib disana dan mendengarkan bayan-bayan dari syaikh2 nya..

Itu 3 fase kehidupan saya ketika saya bertemu dengan orang JT.
Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

Offline Sheillo Elaswady

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.723
  • Jenis kelamin: Pria
  • misterius tapi (semoga) religius
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #11 pada: 16 November 2011, 11:23:07 »
^

barakallah

sy yg tinggal d daerah iri dg antum yg bnyk bksempatan mdptkan info2 bayan dan tertib terbaru. :) sy pernah khidmat foreign 7 hari yg mujahadahnya sungguh luar biasa...

sy sngt menantikan kedatangan antum utk berbagi info dg kami di daerah, akhi...
Be humble.

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #12 pada: 16 November 2011, 11:52:33 »
^ Amin ya robb....itu cuma sekelumit pertemuan saya dengan jamaah tabligh.

Ada cerita lainnya lagi..

1. Ketika waktu di Jogja, sehabis isya langsung muroja'ah bacaan quran dan seketika itu ada teman2 dari JT yg mengetuk mihrab dan ingin sekedar ngobrol...Terjadilah dialog panjang dari ba'da isya sampai jam 12 malam. Yg mana menceritakan suka dukanya berdakwah secara langsung kepada masyarakat hanya untuk mengajak solat. Dan waktu itu saya sempat tanyakan pula mengenai kewajiban khuruj selama 3 hari, 40 hari dan 3 bulan kepada teman2 JT dan merekapun menyampaikan dengan santun pula.

2. Ketika waktu di Jakarta, sehabis ba'da dhuhur kebetulan bapak kost saya adalah jamaah yg sudah lama berkecimpung di JT dari tahun 1980-an..Kedatangan jamaah dari aceh...kebetulan Jamaah tersebut adalah dulunya seorang ustadz mantan salafi..Beliau menceritakan mengenai perjalanan rohaninya kenapa dia bisa masuk ke Jamaah Tabligh dan mantap dng Jamaah tersebut..
Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

Offline Sheillo Elaswady

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.723
  • Jenis kelamin: Pria
  • misterius tapi (semoga) religius
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #13 pada: 16 November 2011, 12:03:44 »
^
bagus nih! sy jd tertarik sama mantan salafi yg beralih k tabligh. kbtulan sy tertarik pgn ikut salafi--yang bukan tipe takfiri-- tp kok rasa2nya sy cuma tertarik baca bukunya saja tanpa perlu sering hadir di majelisnya. di solo sbagian salafi ada yg ikut tabligh juga. bahkan program tabligh pun dipake utk kpentingan internal mereka (bentuk jamaah gerak tapi tdk lewat markas).
Be humble.

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Cara Dakwah Para Jama'ah Tablig
« Jawab #14 pada: 16 November 2011, 12:13:44 »
^ ooo sampean mau ikut jadi salafi ?....silakan mas..ndak ada yg ngelarang.

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.616 detik dengan 21 queri.