20 Mei 2013, 08:19:22
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"Baksos Cibuyutan"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Umar Bin Khattab r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Ihsan ialah bahwa engkau sembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Maka jika engkau tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihat engkau." (HR Muslim)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI  (Dibaca 2132 kali)

Offline moslem

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.241
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #30 pada: 15 November 2011, 12:08:13 »
^ tanyain kenji.....dia yang bikin pertanyaan itu sendiri hehe
jangan ngeles ya


itu khan kritik kenji. bahwa "arsy kosong"
yang bikin ajaran khan ente, bahwa "arsy tidaklah kosong"

tanggung jawab dong kalo bikin ajaran.
ngeles melulu nih.

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #31 pada: 16 November 2011, 08:55:54 »
^beraqidah koq dengan aqidah ngeles ya...qeqeqe

disatu tempat bilang Allah benar2 turun tapi di tempat lain bilang Allah selalu ada di Arsy, klo dibilang "arsy kosong" salah, dibilang spt penjaga mercu suar juga salah, apa 'turun' maksudnya Allah 'membesar' sampai ke bumi? jangan ngeles wah gak tau 'turun' nya Allah spt apa, dan gak boleh bertanya spt itu bid'ah, loh tadi bilang benar2 turun, tentu bahasa turun seperti yang dimaksud orang yg bilang Allah benar2 turun donk... 

A : bukan turun maksudnya pindah posisi donk..
W: gak, Dia benar2 turun, nih dalilnya...
A : jadi Arsy kosong donk?
W : bukan turun gitu, turunnya gak tau gimana
A: lah, tadi bilang benar2 turun

Offline zdy

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 378
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #32 pada: 16 November 2011, 10:51:21 »
Assalamu'alaikum

Om-Om ikutan ya.  Setahu kami Jahmiyah itu mengingkari/tidak mengakui SIFAT-SIFAT ALLAH.  Ya Allah itu Dzat aja, tanpa sifat.

Jahmiya mengingkari Allah Istiwa alal arsy, karena mereka mengingkari Sifat Allah Istiwa' ini.

Sedangkan Ash'ari tidak mengingkari Sifat-Sifat Allah.  Allah mempunyai Sifat-Sifat.  Dan Sifat Istiwa' Allah adalah Sifiat Fi'iliyah.  Beda dengan Wahabi yang mengatakan bahwa Sifat Istiwa adalah Sifat yang berarti Duduk, karena mereka menganggap Allah berposisi di atas, seperi makhluk.

Ini orang nggak ngerti apa ya, Jahmiyya koq disamaain dengan ashari.  Wong jelas-jelas Ashari itu mempunyai Aqidah 20 sifat wajib Allah.

Jahmiya mengatakan bahwa Al-Quran itu makhluk, karena mereka berpegangan bahwa Allah tidak mempunyai sifat Kalam, beda toh dengan Ashari yang mengatakan Allah mempunyai sifat Kalam Allah.

Menurut Imam Hanafi ra pun Al-Quran itu kalam Allah, tetapi huruf-huruf Arab yang ditulis, atau dibaca, atau keluar dari mulut orang, itu bukan sifat Kalam Allah. Huruf-huruf Arab itu baru, diciptakan oleh Allah.  Sedangkan kalam Allah itu qadim dan tidak sama dengan huruf-huruf Arab.  Tetapi tidak boleh mengatakan bahwa Al-Quran itu makhluk, karena itu adalah Kalam Allah,

Offline telo_godhog

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 371
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #33 pada: 16 November 2011, 11:05:40 »
^beraqidah koq dengan aqidah ngeles ya...qeqeqe

disatu tempat bilang Allah benar2 turun tapi di tempat lain bilang Allah selalu ada di Arsy, klo dibilang "arsy kosong" salah, dibilang spt penjaga mercu suar juga salah, apa 'turun' maksudnya Allah 'membesar' sampai ke bumi? jangan ngeles wah gak tau 'turun' nya Allah spt apa, dan gak boleh bertanya spt itu bid'ah, loh tadi bilang benar2 turun, tentu bahasa turun seperti yang dimaksud orang yg bilang Allah benar2 turun donk... 

A : bukan turun maksudnya pindah posisi donk..
W: gak, Dia benar2 turun, nih dalilnya...
A : jadi Arsy kosong donk?
W : bukan turun gitu, turunnya gak tau gimana
A: lah, tadi bilang benar2 turun

asumsi-asumsi bikinan otak ente itu kacau balau tidak keruan!

Offline cumi_asin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.202
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #34 pada: 16 November 2011, 13:04:30 »
KeinginanTS sebenarnya adalah ingin member sini meyakini..Alloh itu bertempat di arasyi, tiap 1/3 malam turun kedunia..

Bukan begitu ?



Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau..

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #35 pada: 16 November 2011, 13:50:34 »
asumsi-asumsi bikinan otak ente itu kacau balau tidak keruan!

ah, cuma ngatain mah..emang makanan kalian sehari2

Allah itukan yang mestinya paling dicintai oleh kita, nah sekarang gimana perasaanmu klo orang yg kamu cintai di nilai dgn yg salah, hina dan gak layak, itu baru thdp orang, gimana thdp Allah?! Kekasih kalian dianggap seperti makhluk asing, dianggap seperti penjaga mercu suar, dianggap jongkok--karena gak punya pantat cuma punya kaki ama betis-- di tempat yg bernama Arsy, apalagi dianggap seperti film fantastic4 yg tangannya menjulur dari langit ke bumi atau turun-naik seperti pesawat ulak-alik..sungguh terlalu...kata bang Rhoma

Offline telo_godhog

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 371
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #36 pada: 16 November 2011, 14:30:03 »
ah, cuma ngatain mah..emang makanan kalian sehari2

Allah itukan yang mestinya paling dicintai oleh kita, nah sekarang gimana perasaanmu klo orang yg kamu cintai di nilai dgn yg salah, hina dan gak layak, itu baru thdp orang, gimana thdp Allah?! Kekasih kalian dianggap seperti makhluk asing, dianggap seperti penjaga mercu suar, dianggap jongkok--karena gak punya pantat cuma punya kaki ama betis-- di tempat yg bernama Arsy, apalagi dianggap seperti film fantastic4 yg tangannya menjulur dari langit ke bumi atau turun-naik seperti pesawat ulak-alik..sungguh terlalu...kata bang Rhoma

Perasaanku adalah.. ada sebagian dari kaum muslimin yang sok pintar! merasa lebih tahu daripada Alloh, Alloh menetapkan tangan bagiNya dinafikan, menetapkan istiwa di atas 'Arsy-Nya diplesetkan dst.. maunya mensucikan Alloh dari tasybiih malah terperosok kedalam tasybiih

Mereka memuji Alloh dengan pujian yang tidak pantas kepadaNya,

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #37 pada: 16 November 2011, 15:24:13 »
Perasaanku adalah.. ada sebagian dari kaum muslimin yang sok pintar! merasa lebih tahu daripada Alloh, Alloh menetapkan tangan bagiNya dinafikan, menetapkan istiwa di atas 'Arsy-Nya diplesetkan dst.. maunya mensucikan Alloh dari tasybiih malah terperosok kedalam tasybiih

Mereka memuji Alloh dengan pujian yang tidak pantas kepadaNya,
kami memakai logika kalian kok, justru kami ingin menunjukkan bahwa logika kalian itu untuk Allah gak bisa dipakai, ketika kalian beraqidah Allah menclok di Arsy kemudian turun, secara bener2an, itu namanya kalian sudah menganggap Allah yg Maha Suci jadi tidak suci, karena jadi sama seperti burung yg bisa turun naik, atau pesawat ulang alik langit bumi, padahal katanya CUKUP laisa kamitslihi syai'un

Offline telo_godhog

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 371
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #38 pada: 16 November 2011, 15:44:58 »
kami memakai logika kalian kok, justru kami ingin menunjukkan bahwa logika kalian itu untuk Allah gak bisa dipakai, ketika kalian beraqidah Allah menclok di Arsy kemudian turun, secara bener2an, itu namanya kalian sudah menganggap Allah yg Maha Suci jadi tidak suci, karena jadi sama seperti burung yg bisa turun naik, atau pesawat ulang alik langit bumi, padahal katanya CUKUP laisa kamitslihi syai'un

Sudah berapa kali anda membuka aurat musyabbihah anda sendiri? apakah anda tidak malu? ckckck..

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #39 pada: 16 November 2011, 16:03:26 »
Sudah berapa kali anda membuka aurat musyabbihah anda sendiri? apakah anda tidak malu? ckckck..
kok yg di highlights cuma itu, justru anda yg memotong kalimat seolah orang yg membuka aurat, kalimat itu keluar dari logika berfikir anda sepeti awalnya sy tulis "itu namanya kalian sudah menganggap Allah yg Maha Suci jadi tidak suci, karena jadi sama seperti burung yg bisa turun naik, atau pesawat ulang alik langit bumi, padahal katanya CUKUP laisa kamitslihi syai'un, padahal kalianlah yang tidak tau malu mengatakan laisa kamitslihi syai'un tapi memasung Allah spt gambaran kalian, jelas tasybih dan tajsim tapi menunjuk orang..sungguh terlalu..

Offline telo_godhog

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 371
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #40 pada: 16 November 2011, 17:01:25 »
^sepertinya yang dikatakan mas mushab kepada ente benar adanya : ente kagak nyambung

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #41 pada: 17 November 2011, 09:45:17 »
^hahaha...bersembunyi dibalik vonis orang lain, terserah saja...penilaian anda terhadap saya tidak penting, apalagi cuma beo ad hominem dr senior mu, kalian pun tidak penting apalagi vonisnya, tapi yg penting adalah bagaimana menyelamatkan umat dari aqidah sesat tasybih dan tajsim kalian

Offline Bimo Bagas

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.749
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #42 pada: 17 November 2011, 11:03:06 »
ah, cuma ngatain mah..emang makanan kalian sehari2

Allah itukan yang mestinya paling dicintai oleh kita, nah sekarang gimana perasaanmu klo orang yg kamu cintai di nilai dgn yg salah, hina dan gak layak, itu baru thdp orang, gimana thdp Allah?! Kekasih kalian dianggap seperti makhluk asing, dianggap seperti penjaga mercu suar, dianggap jongkok--karena gak punya pantat cuma punya kaki ama betis-- di tempat yg bernama Arsy, apalagi dianggap seperti film fantastic4 yg tangannya menjulur dari langit ke bumi atau turun-naik seperti pesawat ulak-alik..sungguh terlalu...kata bang Rhoma


kami memakai logika kalian kok, justru kami ingin menunjukkan bahwa logika kalian itu untuk Allah gak bisa dipakai, ketika kalian beraqidah Allah menclok di Arsy kemudian turun, secara bener2an, itu namanya kalian sudah menganggap Allah yg Maha Suci jadi tidak suci, karena jadi sama seperti burung yg bisa turun naik, atau pesawat ulang alik langit bumi, padahal katanya CUKUP laisa kamitslihi syai'un


ah, cuma ngatain mah..emang makanan kalian sehari2

Allah itukan yang mestinya paling dicintai oleh kita, nah sekarang gimana perasaanmu klo orang yg kamu cintai di nilai dgn yg salah, hina dan gak layak, itu baru thdp orang, gimana thdp Allah?! Kekasih kalian dianggap seperti makhluk asing, dianggap seperti penjaga mercu suar, dianggap jongkok--karena gak punya pantat cuma punya kaki ama betis-- di tempat yg bernama Arsy, apalagi dianggap seperti film fantastic4 yg tangannya menjulur dari langit ke bumi atau turun-naik seperti pesawat ulak-alik..sungguh terlalu...kata bang Rhoma



Inikah yang anda sebut Tanzih, mas sufi?

Arsy Allah yang Agung, anda sadari atau tidak, telah anda serupakan dengan mercusuar, dan Allah telah anda perbandingkan dengan pengawas mercusuar.

Naudzaubillahi min dzalik!

Tidak ada diantara kami, aku Bimo Bagas, Kangmas telo, kangmas ghonam CS yang beranggapan bahwa ISTIWA Allah di atas Arsy seperti pengawas mercusuar.

Allah istiwa di atas Arsy-Nya sesuai dengan yang dikabarkan melalui firman fiman-Nya:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorang pun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS YUNUS: 3)

“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” (QS AR RAD: 2)


Mas sufi, itu sama sekali bukan tanzih!

Itu adalah tasybih yang sangat buruk dan itu terjadi karena anda mengikuti kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah yang dengan segala cara yang penuh tipu daya selalu berusaha UNTUK MENGINGKARI BAHWA “ALLAH BERADA DI ATAS ARSY”, dan para ulama Salaf menentang kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah ini. Diantaranya:


Ayyub as-Sakhtiyaanee (w. 131H):
Poros utama kaum Mu’tazilah adalah bahwa mereka ingin mengatakan “Tidak ada sesuatu pun di Aas Langit.”

http://www.abovethethrone.com/arsh/articles/vcdix-ayyub-as-sakhtiyaanee-d-131h-the-central-axis-of-the-mutazilah.cfm

Dan Abul-Qasim Sulayman bin Ahmad at-Tabarani membawakannya dalam "Kitaab us-Sunnah", begitu juga Imam adh-Dhahabi dalam "Mukhtasar al-Uluww" (p.132-133) dari al-Abbaas bin Fudayl al-Asfaatee dari Sulayman bin Harb yang mengatakan:



“Aku mendengar  Hammaad bin Zayd (lah. 98H, w. 179H) berkata: Aku mendengar Ayyub as-Sakhtiyaani (w. 131H), ketika kaum Mu'tazilah disebut sebut, maka dia berkata: Poros utama kaum Mu’tazilah adalah bahwa mereka ingin mengatakan “Tidak ada sesuatu pun di Atas Langit.".

Dan Imam adh-Dhahabi, dalam kitabnya "Mukhtasar al-Uluww" mengomentari perkataan ini:

“Sanad ini seperti matahari dalam kejelasannya dan seperti pilar dalam penegtapannya dari para pemimpin dan para ulama dari masyarakat Basrah (yaitu Hammaad bin Zayd).

Sumber: Imam Adh-Dhahabi dalam "Mukhtasar al-Uluww" (p.132-133)



Hammaad bin Zayd (w. 179H):
Kaum Jahmiyah BERPUTAR PUTAR DISEKITAR persoalan keinginan mereka untuk mengatakan Tidak ada Sesuatu pun di Atas Langit

http://www.abovethethrone.com/arsh/articles/nybbb-hammaad-bin-zayd-d-179h-the-jahmites-are-circulating-around-the-issue-of-saying-there-is-nothing-above-the-heaven.cfm




Sulayman bin Harb berkata:

“Aku mendengar Hammad bin Zayd berkata: "Mereka berputar putar sisekitar persoalan keingian untuk menyatakan bahwa tidak ada Ilah di atas langit.” Dia maksudkan adalah kaum Jahmiyah.

Hammaad bin Zayd dimata orang2 Irak sama seperti Imam Malik bagi orang2 Hijaz dalam hal kemuliaan dan kealimannya.

Sumber:: "Mukhtasar al-Uluww" karya Imaam adh-Dhahabee (hal.146).


Abu Ja`far bin Abi Shaybah (w. 297 H.)

جل وبين خلقه حجاب، وأنكروا العرش وأن يكون هو فوقه وفوق السماوات، وقالوا: إن الله في كل مكان وأنه لا يتخلص من خلقه ولا يتخلص الخلق منه إلا أن يفنيهم فلا يبقى من خلقه شيء وهو مع الآخر فالآخر من خلقه ممتزج به فإذا أفنى خلقه تخلص منهم وتخلصوا منه، تبارك الله وتعالى عما يقولون علوا كبيرا» (4)

Abu Ja`far bin Abi Shaybah (w. 297 H.) berkata: «Mereka menyebutkan bahwa Al-Jahmiyyah menyatakan bahwa tidak ada hijab antara Allah Azza Wa Jal dan makhluk-Nya, mereka mengingkari Arsy dan mengingkari bahwa Allah berada di atas Arsy dan di atas makhluk-Nya, dan mereka berkata bahwa Allah berada di mana mana. » (4 Al-‘Arsh Wa Ma Ruwiyah Fihi by Abu Ja`far Ibn Abi Shaybah (hal. 276))


Abbaad bin al-Awaam (w. 185H):
Ucapan akhir dari Bishr al-Mareesee dan kawan2 berakhir dengan perkataan  'Tidak ada sesuatu pun di Atas Langit'

http://www.abovethethrone.com/arsh/articles/yitvy-abbaad-bin-al-awaam-d-185h--the-final-saying-of-bishr-al-mareesee-and-company.cfm




Abbaad bin al-Awwaam berkata:

“Aku berbicara dengan Bishr al-Mareesee dan kawan2nya,  dan aku melihat bahwa bagian akhir dari perkataan mereka berakhir dengan perkataan mereka bahwa tidak ada sesuatu pun di atas langit, dan aku berpendapat bahwa mereka tidak boleh dinikahi, dan tidak pula warisan (diberikan atau diambil dari mereka)”

Sumber: Imam adh-Dhahabee dalam "Mukhtasar al-Uluww" (hal.154)

Abdullaah bin Abi Ja'far ar-Raazee (w. setelah 200H) – sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Abee Haatim dalam kitabnya "ar-Radd 'alal-Jahmiyyah" dan yang dikutip oleh  Imaam adh-Dhahabi (dalam al-Uluww):




Terjemah (bebas) kutipan di atas:

“Dari Saalih bin ad-Darees yang berkata: Abdullaah mulai memukuli kepala seorang kerabatnya yang berpegangan pada pandangan Jahmiyah. Aku melihat dia memukuli dia dikepalanya sembari berkata, "Tidak (tidak akan berhenti), (tidak) sampai kamu berkata Ar-Rahmaan naik di atas Arsy-Nya, terpisah dan berbeda dari makhluk-Nya (ar-Rahmaanu 'alal-arsh istawaa, baa'inun min khalqihi)."

Dan dikutip juga oleh Imam Ibn al-Qayyim (dalam Ijtimaa' Juyoosh al-Islaamiyyah):




Terjemah (bebas) kutipan di atas::

“Saalih bin ad-Darees berkata: Abdullaah bin Abi Ja'far (ar-Raazee) mulai memukuli kepala seorang kerabatnya -- yang berpegangan pada pandangan Jahmiyah – di kepalanya sembari berkata, ""Tidak (aku tidak akan berhenti), (tidak) sampai kamu berkata Ar-Rahmaan naik di atas Arsy-Nya, terpisah dan berbeda dari makhluk-Nya (ar-Rahmaanu 'alal-arsh istawaa, baa'inun min khalqihi)." Hal ini disebutkan oleh Abdur-Rahmaan bin Abi Haatim dalam kitab "ar-Radd alal-Jahmiyyah".



Maka ketahuilah, selama mas sufi dan kawan kawan masih berputar putar pada keinginan untuk MENGINGKARI ALLAH BERADA DI ATAS ARSY DAN MENGINGKARI ALLAH TERPISAH DAN BERBEDA DARI MAKHLUK-NYA sebagaimana keinginan Kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah dahulu, maka sepertinya para pembela ajaran Allah dan Rasul-Nya tidak akan berhenti “MEMUKULI ANDA dan kawan kawan, pengikut ajaran Jahmiyah” tetapi tidak dengan tangan atau sandal, tetapi dengan hujjah hujjah dari Al Qur’an dan As Sunnah melalui lisan lisan para salaful ummah yang alim dan mulia.


Offline dra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.261
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersabar & Bersyukur
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #43 pada: 17 November 2011, 12:34:14 »
Arrahmanu alal arsystawa =  Ar-Rahmaan naik di atas Arsy-Nya  :hihi: istiwa = naik  :hmmm:

kalau kita naik berarti sebelumnya dibawah donk bemo, berarti sebelum naik di atas Arsy Allah dibawah Arsy :hihi:
welehhhh makin kacau  :siul:
« Edit Terakhir: 17 November 2011, 12:46:26 oleh dra »

Offline dra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.261
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersabar & Bersyukur
    • Lihat Profil
Re:PENGINGKARAN DI BALIK TIPUAN PERMAINAN KATA DAN ISTILAH ALA NEO JAHMI
« Jawab #44 pada: 17 November 2011, 12:46:33 »




Inikah yang anda sebut Tanzih, mas sufi?

Arsy Allah yang Agung, anda sadari atau tidak, telah anda serupakan dengan mercusuar, dan Allah telah anda perbandingkan dengan pengawas mercusuar.

Naudzaubillahi min dzalik!

Tidak ada diantara kami, aku Bimo Bagas, Kangmas telo, kangmas ghonam CS yang beranggapan bahwa ISTIWA Allah di atas Arsy seperti pengawas mercusuar.

Allah istiwa di atas Arsy-Nya sesuai dengan yang dikabarkan melalui firman fiman-Nya:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorang pun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS YUNUS: 3)

“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” (QS AR RAD: 2)


Mas sufi, itu sama sekali bukan tanzih!

Itu adalah tasybih yang sangat buruk dan itu terjadi karena anda mengikuti kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah yang dengan segala cara yang penuh tipu daya selalu berusaha UNTUK MENGINGKARI BAHWA “ALLAH BERADA DI ATAS ARSY”, dan para ulama Salaf menentang kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah ini. Diantaranya:


Ayyub as-Sakhtiyaanee (w. 131H):
Poros utama kaum Mu’tazilah adalah bahwa mereka ingin mengatakan “Tidak ada sesuatu pun di Aas Langit.”

http://www.abovethethrone.com/arsh/articles/vcdix-ayyub-as-sakhtiyaanee-d-131h-the-central-axis-of-the-mutazilah.cfm

Dan Abul-Qasim Sulayman bin Ahmad at-Tabarani membawakannya dalam "Kitaab us-Sunnah", begitu juga Imam adh-Dhahabi dalam "Mukhtasar al-Uluww" (p.132-133) dari al-Abbaas bin Fudayl al-Asfaatee dari Sulayman bin Harb yang mengatakan:



“Aku mendengar  Hammaad bin Zayd (lah. 98H, w. 179H) berkata: Aku mendengar Ayyub as-Sakhtiyaani (w. 131H), ketika kaum Mu'tazilah disebut sebut, maka dia berkata: Poros utama kaum Mu’tazilah adalah bahwa mereka ingin mengatakan “Tidak ada sesuatu pun di Atas Langit.".

Dan Imam adh-Dhahabi, dalam kitabnya "Mukhtasar al-Uluww" mengomentari perkataan ini:

“Sanad ini seperti matahari dalam kejelasannya dan seperti pilar dalam penegtapannya dari para pemimpin dan para ulama dari masyarakat Basrah (yaitu Hammaad bin Zayd).

Sumber: Imam Adh-Dhahabi dalam "Mukhtasar al-Uluww" (p.132-133)



Hammaad bin Zayd (w. 179H):
Kaum Jahmiyah BERPUTAR PUTAR DISEKITAR persoalan keinginan mereka untuk mengatakan Tidak ada Sesuatu pun di Atas Langit

http://www.abovethethrone.com/arsh/articles/nybbb-hammaad-bin-zayd-d-179h-the-jahmites-are-circulating-around-the-issue-of-saying-there-is-nothing-above-the-heaven.cfm




Sulayman bin Harb berkata:

“Aku mendengar Hammad bin Zayd berkata: "Mereka berputar putar sisekitar persoalan keingian untuk menyatakan bahwa tidak ada Ilah di atas langit.” Dia maksudkan adalah kaum Jahmiyah.

Hammaad bin Zayd dimata orang2 Irak sama seperti Imam Malik bagi orang2 Hijaz dalam hal kemuliaan dan kealimannya.

Sumber:: "Mukhtasar al-Uluww" karya Imaam adh-Dhahabee (hal.146).


Abu Ja`far bin Abi Shaybah (w. 297 H.)

جل وبين خلقه حجاب، وأنكروا العرش وأن يكون هو فوقه وفوق السماوات، وقالوا: إن الله في كل مكان وأنه لا يتخلص من خلقه ولا يتخلص الخلق منه إلا أن يفنيهم فلا يبقى من خلقه شيء وهو مع الآخر فالآخر من خلقه ممتزج به فإذا أفنى خلقه تخلص منهم وتخلصوا منه، تبارك الله وتعالى عما يقولون علوا كبيرا» (4)

Abu Ja`far bin Abi Shaybah (w. 297 H.) berkata: «Mereka menyebutkan bahwa Al-Jahmiyyah menyatakan bahwa tidak ada hijab antara Allah Azza Wa Jal dan makhluk-Nya, mereka mengingkari Arsy dan mengingkari bahwa Allah berada di atas Arsy dan di atas makhluk-Nya, dan mereka berkata bahwa Allah berada di mana mana. » (4 Al-‘Arsh Wa Ma Ruwiyah Fihi by Abu Ja`far Ibn Abi Shaybah (hal. 276))


Abbaad bin al-Awaam (w. 185H):
Ucapan akhir dari Bishr al-Mareesee dan kawan2 berakhir dengan perkataan  'Tidak ada sesuatu pun di Atas Langit'

http://www.abovethethrone.com/arsh/articles/yitvy-abbaad-bin-al-awaam-d-185h--the-final-saying-of-bishr-al-mareesee-and-company.cfm




Abbaad bin al-Awwaam berkata:

“Aku berbicara dengan Bishr al-Mareesee dan kawan2nya,  dan aku melihat bahwa bagian akhir dari perkataan mereka berakhir dengan perkataan mereka bahwa tidak ada sesuatu pun di atas langit, dan aku berpendapat bahwa mereka tidak boleh dinikahi, dan tidak pula warisan (diberikan atau diambil dari mereka)”

Sumber: Imam adh-Dhahabee dalam "Mukhtasar al-Uluww" (hal.154)

Abdullaah bin Abi Ja'far ar-Raazee (w. setelah 200H) – sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Abee Haatim dalam kitabnya "ar-Radd 'alal-Jahmiyyah" dan yang dikutip oleh  Imaam adh-Dhahabi (dalam al-Uluww):




Terjemah (bebas) kutipan di atas:

“Dari Saalih bin ad-Darees yang berkata: Abdullaah mulai memukuli kepala seorang kerabatnya yang berpegangan pada pandangan Jahmiyah. Aku melihat dia memukuli dia dikepalanya sembari berkata, "Tidak (tidak akan berhenti), (tidak) sampai kamu berkata Ar-Rahmaan naik di atas Arsy-Nya, terpisah dan berbeda dari makhluk-Nya (ar-Rahmaanu 'alal-arsh istawaa, baa'inun min khalqihi)."

Dan dikutip juga oleh Imam Ibn al-Qayyim (dalam Ijtimaa' Juyoosh al-Islaamiyyah):




Terjemah (bebas) kutipan di atas::

“Saalih bin ad-Darees berkata: Abdullaah bin Abi Ja'far (ar-Raazee) mulai memukuli kepala seorang kerabatnya -- yang berpegangan pada pandangan Jahmiyah – di kepalanya sembari berkata, ""Tidak (aku tidak akan berhenti), (tidak) sampai kamu berkata Ar-Rahmaan naik di atas Arsy-Nya, terpisah dan berbeda dari makhluk-Nya (ar-Rahmaanu 'alal-arsh istawaa, baa'inun min khalqihi)." Hal ini disebutkan oleh Abdur-Rahmaan bin Abi Haatim dalam kitab "ar-Radd alal-Jahmiyyah".



Maka ketahuilah, selama mas sufi dan kawan kawan masih berputar putar pada keinginan untuk MENGINGKARI ALLAH BERADA DI ATAS ARSY DAN MENGINGKARI ALLAH TERPISAH DAN BERBEDA DARI MAKHLUK-NYA sebagaimana keinginan Kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah dahulu, maka sepertinya para pembela ajaran Allah dan Rasul-Nya tidak akan berhenti “MEMUKULI ANDA dan kawan kawan, pengikut ajaran Jahmiyah” tetapi tidak dengan tangan atau sandal, tetapi dengan hujjah hujjah dari Al Qur’an dan As Sunnah melalui lisan lisan para salaful ummah yang alim dan mulia.


kutip sebelum dirubah  :hihi:

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.601 detik dengan 22 queri.