Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Yuk Ziarah ke Makam Rasulallah  (Dibaca 5267 kali)


Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #60 pada: 31 Januari 2012, 20:41:36 »
ini pendapat ane pribadi :

- Iarangan itu konteksnya menunjukkan keutamaan 3 masjid tsb, meIebihi segaIa masjid yg Iain.
- Jadi maksudnya khusus, Iarangan sengaja rihaI ke masjid tempat-tempat seIain 3 masjid tsb diatas untuk mencari keutamaan.

kaIau Iarangan syaddur rihaI diberIakukan umum seIain rihaI ke masjid seIain 3 masjid, seperti : ziarah kubur, rihaI rekreasi, rihaI2 mubah Iainnya, maka menjadi absurd gak boIeh pergi kemana-mana.
Itu jika sesuai keumuman dilalat lafadz haditsnya :)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #61 pada: 31 Januari 2012, 21:07:49 »
Sekedar menambahkan saja, coba baca lagi ciri-ciri lafadz 'aam : http://kcpkiainws.wordpress.com/2009/06/05/lafadz-%E2%80%98am-dan-lafadz-khas/

Kutip
...
f.    Isim nakirah dalam susunan kalimat nafi' (negatif), seperti kata لَا جُنَاحَ dalam ayat berikut:

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ إِذَا آَتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ
“dan tidak ada dosa atas kamu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya”. (Al-Mumtahanah:10).
...

Apakah hadits

وَلاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ، مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى وَمَسْجِدِي

memenuhi kaidah di atas atau tidak ?
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #62 pada: 31 Januari 2012, 23:20:42 »
setahu saya baIaghah arab itu singkat seoIah ada frasa yg dibuang tapi qarinahnya bisa dipahami;

jadi maksudnya ; "dan janganIah syaddur rihaI (mengunjungi masjid) seIain ke 3 masjid ....."
qarinahnya sangat jeIas, konteks yg dimaksud adaIah tegahan rihaI khusus mengunjungi mesjid yg seIain 3 masjid untuk mencari keutamaan.

contoh : sengaja mau rihIa ke masjid biru turki, untuk mencari keutamaan shoIat disana.
dan sifat tegahannya juga bukan haram, hanya makruh.

jadi konteks substansi yg dimaksud adaIah : masjid yang paIing utama adaIah AI haram, nabawi, AI aqso Iebih afdhoI dikunjungi dari pada masjid2 yg Iain.

bukan Iarangan rihaI berpergian secara umum ; menunut iImu, ziarah, jihad, cari nafkah, rekreasi, siIaturrahim atau perjaIanan mubah Iainnya.

kaIau ditafsirkan rihaI secara umum, bertentangan dengan ayat :
"Maka berjalanlah kamu dimuka bumi" (an nahI : 36)



Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #63 pada: 01 Februari 2012, 05:27:53 »
Coba baca dulu link yang saya berikan dengan cermat, jangan sepotong-sepotong.

setahu saya baIaghah arab itu singkat seoIah ada frasa yg dibuang tapi qarinahnya bisa dipahami;

jadi maksudnya ; "dan janganIah syaddur rihaI (mengunjungi masjid) seIain ke 3 masjid ....."
qarinahnya sangat jeIas, konteks yg dimaksud adaIah tegahan rihaI khusus mengunjungi mesjid tempat-tempat yg seIain 3 masjid untuk mencari keutamaan.
Bagaimana dengan hadits berikut :

11901 -
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا أبو معاوية ثنا ليث عن شهر قال لقينا أبا سعيد ونحن نريد الطور فقال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول لا تشد المطي الا إلى ثلاثة مساجد المسجد الحرام ومسجد المدينة وبيت المقدس
حديث صحيح , وهذا إسناد ضعيف لضعف ليث
11901-
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah, telah menceritakan kepada ku Bapakku, telah menceritakan kepada kamu Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Laits, dari Syahr, dia berkata : Aku bertemu Abu Sa'id ketika akan ke (bukit) Thur, kemudian dia berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : " Janganlah mengencangkan -pelana- binatang tunggangan -melakukan safat- KECUALI kepada 3 masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidil Madinah, dan Baitul Maqdis.
Syaikh Syu'aib al-Arnauth berkata : Hadits Shahih, dan ini sanadnya dha'if karena dha'ifnya Laits. (Musnad Ahmad)
 
Hadits di atas menceritakan bahwa Syahr pergi ke bukit Thur, bukan ke Masjid, dan dikatakan kepadanya hadits Rasulullah saw tentang larangan syaddur rihal selain ke 3 Mesjid.

cek semisalnya di sini : http://id.lidwa.com/app/?k=nasai&n=1413

Dalam hadits ini, Abu Hurairah diperingati oleh Bashrah bin Abu Bashrah al-Ghifari dengan hadits larangan syaddur rihal.

Penjelasan lainnya di sini : http://elhijrah.blogspot.com/2011/08/penjelasan-mengenai-larangan-melakukan.html
Kutip
Syaikh Waliyullah Ad Dahlawi dalam Hujjatullah Al Balighah menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam- tidak diadakan perjalanan jauh (safar) keculai menuju 3 masjid, masjidil haram, masjidil Aqsha, dan masjidku ini-:
“Dahulu orang-orang Jahiliyah pergi ketempat-tempat tertentu yang diagungkan dengan persangkaan mereka sebagai ziarah dan tabarruk namun perbuatan tersebut mengandung penyimpangan dan kerusakan yang tidak samar, maka Nabi Shallalahu Alaihi Wasallam menganggapnya rusak agar syiar-syiar yang tidak syar’I tidak bercampur dengan yang syar’i dan agar tidak menjadi peluang untuk penyembahan selain Allah.Yang benar menurut pendapat saya adalah bahwa kuburan, tempat ibadah para wali Allah, dan bukit Thur, semua itu sama  terlarangnya.


Kutip dari: k3nj1
contoh : sengaja mau rihIa ke masjid biru turki, untuk mencari keutamaan shoIat disana.
Termasuk perbuatan ini, maka secara keumuman hadits haram.

Kutip dari: k3nj1
dan sifat tegahannya juga bukan haram, hanya makruh.

الاَصْلُ فِى النَهْيِ لِلتَحْرِيْمِ
Asal larangan itu menunjukkan haram

Larangan itu pada asalnya menunjukkan makna haram, kecuali ada qarinah yang memalingkan keumuman hukumnya.


النَهْيُ هُوَ طَلَبُ التَّرْكِ مِنَ الاَعْلَى اِلَى الاَدْنَى
Larangan ialah tuntutan untuk meninggalkan sesuatu dari orang yang lebih tinggi derajatnya kepada yang lebih rendah tingkatannya


Jadi, meskipun (misal) hukumnya makruh, maka meninggalkan perbuatan yang dilarang LEBIH UTAMA dibandingkan mengerjakannya.


Kutip dari: k3nj1
jadi konteks substansi yg dimaksud adaIah : masjid yang paIing utama adaIah AI haram, nabawi, AI aqso Iebih afdhoI dikunjungi dari pada masjid2 yg Iain.
Sudah di jawab di atas.

Kutip dari: k3nj1
bukan Iarangan rihaI berpergian secara umum ; menunut iImu, ziarah, jihad, cari nafkah, rekreasi, siIaturrahim atau perjaIanan mubah Iainnya.

kaIau ditafsirkan rihaI secara umum, bertentangan dengan ayat :
"Maka berjalanlah kamu dimuka bumi" (an nahI : 36)
Memang bukan, kan anda sudah memberikan batasan untuk mencari keutamaan, walau anda membatasi dalam konteks larangan mengunjungi masjid semata, agar anda tidak terhalang ziyarah kubur untuk mencari keutamaan.


Klo dipahami secara umum, ntar gak kemana-mana dong. Nongkroooongggg aja di kampung sendiri gak bisa ziyarah ke negeri jiran :)
« Edit Terakhir: 01 Februari 2012, 05:49:07 oleh ibnu sabiil »
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #64 pada: 01 Februari 2012, 22:31:40 »
^ saya pertegas duIu, jadi menurut pemahaman anda ; itu pengaharaman safar secara umum ?

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #65 pada: 03 Februari 2012, 06:14:16 »
Baca saja link yang saya kasih dengan baik, tidk perlu mengulang hal yang sudah jelas. Itu jika anda mau mengambil manfaat dari tulisan tsb dan bukan sekedar jidal yang tidak perlu. Dan pahami kaidah ushul fiqh untuk menentukan apakah yang ditunjuki nash itu bersifat umum atau khusus :)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #66 pada: 08 Februari 2012, 20:08:16 »
biar opini2 anda tidak menjadi syubhat.

mohon dipertegas :  jadi menurut pemahaman anda ; itu pengaharaman safar secara umum ?

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #67 pada: 09 Februari 2012, 06:50:17 »
Anda jawab saja di post #61, jangan membuat anda sibuk mencari syubhat2 dalam opini.


Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 627
    • Lihat Profil
« Jawab #68 pada: 09 Februari 2012, 15:53:04 »
Anda jawab saja di post #61, jangan membuat anda sibuk mencari syubhat2 dalam opini.

 :)
apa yang anda perkatakan ini, tanda anda juga tidak berani menetapkan hukum,,,

namun ketidak beranian anda itu anda tutupi dengan menyarankan orang lain untuk memahami naqlan anda yang lain, yang boleh jadi anda juga tidak faham betul hal itu,,,

malah anda perkatakan lagi bahwa lawan diskusi anda hendak sibuk mencari syubhat-syubhat dalam opini....ck,,,ck,,,ck,,, :hmmm:

anda jawab saja apa yang dipertanyakannya sehingga pendirian masing-masing jelas dan diskusi bisa diarahkan sesuai dengan hujjah masing-masing,,,,

wallahu a'lam

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #69 pada: 09 Februari 2012, 17:10:43 »
:)
apa yang anda perkatakan ini, tanda anda juga tidak berani menetapkan hukum,,,

namun ketidak beranian anda itu anda tutupi dengan menyarankan orang lain untuk memahami naqlan anda yang lain, yang boleh jadi anda juga tidak faham betul hal itu,,,

malah anda perkatakan lagi bahwa lawan diskusi anda hendak sibuk mencari syubhat-syubhat dalam opini....ck,,,ck,,,ck,,, :hmmm:

anda jawab saja apa yang dipertanyakannya sehingga pendirian masing-masing jelas dan diskusi bisa diarahkan sesuai dengan hujjah masing-masing,,,,

wallahu a'lam
Silahkan anda jawab apa yang saya berikan di atas, jika anda memiliki pengetahuan akan hal tsb.

Tidak sulit bukan :)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 627
    • Lihat Profil
« Jawab #70 pada: 09 Februari 2012, 17:22:09 »
Silahkan anda jawab apa yang saya berikan di atas, jika anda memiliki pengetahuan akan hal tsb.

Tidak sulit bukan :)

 :)
bukan tidak sulit, namun anda hendaknya tetapkan pendirian dulu,,,nah kalau pendirian anda sudah jelas mengharamkan atau tidak, itu baru bisa diskusi dengan benar,,,saya dipihak yang tidak mengharamkan,,,dan kita sama-sama mengeluarkan hujjah masing-masing,,dan biar netter lain yang menilai,,,

bagaimana anda menyarankan orang lain untuk menjawab, sementara pendirian anda gak jelas,,,

wallahu a'lam

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #71 pada: 09 Februari 2012, 19:22:08 »
:)
bukan tidak sulit, namun anda hendaknya tetapkan pendirian dulu,,,nah kalau pendirian anda sudah jelas mengharamkan atau tidak, itu baru bisa diskusi dengan benar,,,saya dipihak yang tidak mengharamkan,,,dan kita sama-sama mengeluarkan hujjah masing-masing,,dan biar netter lain yang menilai,,,

bagaimana anda menyarankan orang lain untuk menjawab, sementara pendirian anda gak jelas,,,

wallahu a'lam
Pendirian saya sudah jelas ketika mengutip ulama yang melarang bepergian jauh semata-mata untuk ziyarah kubur.

Nah, sekarang ... apa jawaban anda atas pertanyaan saya di atas. <<< itu kaidah ushul fiqh, dari sanalah fiqh akan nash dihasilkan


Jika itu mudah, tidak sulit bagi anda untuk segera menjawabnya. Jika sulit, akan terlihat anda berputar-putar dalam menjawab pertanyaan sederhana di atas.
:)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #72 pada: 10 Februari 2012, 04:25:58 »
yg saya saya pahami larangan ziarah kubur yg ada unsur syirik.

apa hukumnya bepergian jauh untuk rekreasi wisata, misal ke turki ?

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #73 pada: 10 Februari 2012, 06:05:12 »
@k3nj1,

Anda sudah menjawab pertanyaan saya di atas belum ? jika belum, maka apa yang anda pahami tidaklah memiliki dasar sama sekali KECUALI jika anda bersandar pada qaul ulama atau anda mengelurkan dalil-dalil yang menjadi istidlal anda tsb.

Simple. kenapa menyusahkan diri dengan membuat syubhat (kesamaran) pada sesuatu yang sudah jelas. Membicarakan hal yang sudah jelas dikatakan ulama (dalam link yag saya berikan), dan berputar-putar tanpa arah yg jelas adalah jidal yang tidak perlu.

:)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #74 pada: 10 Februari 2012, 06:20:34 »
@draco

justru anda yg membuat opini syubhat, mengambil umum muthlaq tekstualnya larangan rihal selain ke 3 masjid.

Kalo anda konsisten, harusnya mengharamkan rihal secara umum selain ke3 masjid.

makanya saya klarifikasi, tapi anda sendiri tampaknya ragu gak berani menjawab, malah balik bertanya.