19 Mei 2013, 14:12:42
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"Baksos Cibuyutan"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abbas bin Malik r.a, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya berjihad untuk agama Allah pada waktu pagi atau petang hari lebih baik dari dunia dan seisinya." (Sahih Bukhari)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?  (Dibaca 4042 kali)

Offline Kang_Asepr

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.012
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
    • Forum Logika
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #15 pada: 24 Mei 2012, 04:23:03 »
kalo pake logika udah gak perlu mikir panjang-panjang , udah jelas kok penyimpangan-penyimpangan pemikiran dari yang terhormat syaikul Islam ibn taimiyah tsb. sayangnya, para pecinta beliau tidak mungkin pake logika, karena beliau sudah berfatwa bahwa logika itu harom hukumnya.
Komunitas Para Pemikir - www.medialogika.org

Offline ashfi

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 581
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #16 pada: 24 Mei 2012, 06:44:54 »
emang konsep di syiah logis ?

Offline mushab bin umair

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.909
  • "Ya Allah, ampunilah dosa2ku...semuanya.."
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #17 pada: 24 Mei 2012, 10:37:14 »
kalo pake logika udah gak perlu mikir panjang-panjang , udah jelas kok penyimpangan-penyimpangan pemikiran dari yang terhormat syaikul Islam ibn taimiyah tsb. sayangnya, para pecinta beliau tidak mungkin pake logika, karena beliau sudah berfatwa bahwa logika itu harom hukumnya.

Jelas menurut anda??
Kebalik ah kang....
Bahkan yang jelas2 pemikirannya menyimpang itu adalah orang2 yang seperti anda.


Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 772
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #18 pada: 24 Mei 2012, 12:08:41 »
Keliru, bahkan itu sangatlah tidak mustahil.
Jangankah Syaikhul Islam rahimahullah, sahabat2 Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, para tabi'in dan ulama2 hadits lainnya-pun adakalanya tidak mengetahui ataupun lupa tentang suatu hadits.


 :)
kalau memang menurut anda ibn Taimiyah tidak mengetahui hadit itu, bagaimana mungkin ia bisa menjatuhkan derajat hadit tsb ? seperti itukah sikap seorang Syeikhul Islam ? mudah memvonis sesuatu yang tidak ia ketahui ? bahkan ia menyatakan bahwa hadit itu satu kedustaan !!!

adakah sahabat Nabi seperti itu ?

Kutip dari: mushab bin umair
Yang lebih pokok beliau katakan dusta itu adalah klaim orang Rafidhah tersebut yang mengatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh para ulama semuanya, padahal tidaklah hadits itu diriwayatkan oleh ulama2 hadits kecuali hanya beberapa orang saja.

 :)
saya tanya anda,,
adakah para ulama yang meriwayatkan hadit itu anda klaim sebagai Rafidhah ?
afwan ya,,hebat benar anda berani menyatakan hal tsb..

klaim anda bahwa ianya diriwayatkan oleh beberapa orang saja itu tidak benar,, berikut saya nukilkan apa yang telah dituliskan oleh Imam As-Suyuthi dalam Majma' nya pada raqam 360-23/359 sbb :

26219- يا فاطمة إن الله يغضب لغضبك ويرضى لرضاك (أبو يعلى ، والطبرانى ، والحاكم وتعقب ، وأبو نعيم فى فضائل الصحابة ، وابن عساكر عن على) أخرجه أبو يعلى فى المعجم (1/190 ، رقم 220) ، والطبرانى (1/108 ، رقم 182) قال الهيثمى (9/203) : إسناده حسن . والحاكم (3/167 ، رقم 4730) وقال : صحيح الإسناد . وابن عساكر (3/156) . وأخرجه أيضا : ابن أبى عاصم فى الآحاد والمثانى (5/363 ، رقم 2959) ، وابن عدى (2/351 ، ترجمة 481 الحسين بن زيد بن على) ، وقال : أرجو أنه لا بأس به إلا أنى وجدت فى بعض حديثه النكرة .


ibn taimiyah dalam qoulnya tidak ada sedikitpun menyentuh bahwa hadit tersebut ada diriwayatkan oleh beberapa hufad, namun itu hanya karangan anda saja, agar terkesan bahwa Ibn taimiyah benar dalam hal ini,,

namun kalau ada ibn taimiyah menyatakan seperti yang anda perkatakan, silahkan kasi tau saya,,
saya tunggu,,,

Kutip dari: mushab bin umair
Itulah sebabnya beliau katakan :[/font]

فهذا كذب منه ,ما رووا هذا عن النبي صلى الله عليه و سلم   
"Dan ini adalah kedustaan dari orang Rafidhah itu. Tidaklah mereka para ulama meriwayatkan hadits ini dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, ........."


 :)
Sekarang saya tanya anda ya,,
apakah para imam yang meriwayatkan hadit tsb adalah Rafidhah ?

kita lihat bagaimana anda membela ibn Taimiyah dlam hal ini..

Kutip dari: mushab bin umair
Adapun tentang perkataan beliau bahwa hadits itu tidaklah terdapat dalam kitab2 hadits yang ma'ruf, maka anda harus tahu dulu, apa yang dimaksud Syaikhul Islam dengan kitab2 hadits yang ma'ruf itu, sebab istilah itu adalah istilah yang acapkali digunakan oleh beliau di dalam kitab2nya.

Beliau berkata pada bagian yang lain dari Minhaj As-Sunnah :
فليس هذا في كتب الأحاديث المعروفة لا الصحاح و لا المساند و لا السنن و غير ذلك
"Maka tidaklah ini terdapat dalam kitab2 hadits yang ma'ruf, tidak dalam kitab2 Shahih, tidak dalam kitab2 Musnad, tidak pula dalam kitab2 Sunan, dan yang selainnya."
(Minhaj As-Sunnah 7/386)

Beliau juga mengatakan :
أن الأحاديث المعروفة في هذا التي في المسند و السنن و الموطأ
"Bahwa hadits2 yang ma'ruf dalam masalah ini yang ada di dalam kitab2 Musnad, kitab2 Sunan, dan al-Muwatha'..."
(Minhaj As-Sunnah 7/290)

Beliau juga pernah berkata dalam Majmu' Fatawa :
 وأما كتب الحديث المعروفة : مثل البخاري ومسلم .
"Adapun kitab2 hadits yang ma'ruf semisal Bukhari dan Muslim...."
(Majmu' Fatawa 18/74)

Nah, itulah yang dimaksud beliau dengan kitab2 hadits yang ma'ruf sedangkan Al-Mustadrak bukanlah termasuk yang beliau sebutkan atau maksud dengan kitab2 hadits yang ma'ruf.
So, jika beliau mengatakan bahwa hadits tersebut tidaklah diriwayatkan dalam kitab2 hadits yang ma'ruf sedangkan yang dimaksud dengan kitab2 hadits yang ma'ruf itu menurut beliau sendiri adalah kitab2 Shahih, kitab2 Musnad, kitab2 Sunan, dan al-Muwatha', maka dalam hal ini beliau memang benar sebab hadits tersebut memang tidak terdapat di dalam semua kitab2 yang disebutkan ini.

 :)
oklah, anggap anda benar,,,
nah, apakah pantas ketika hadit tersebut tidak terdapat dalam kitab yang ma'ruf menurut ibn taimiyah lantas di katakan sebagai khabar dusta dari rafidhah ?

Kutip dari: mushab bin umair
Adapun tentang penilaian beliau bahwa hadits itu tidaklah tidak shahih dan tidak pula hasan, maka selain beliau, ada juga imam Adz-Dzahabi rahimahullah yang menilai bahwa hadits itu memang tidak shahih dan tidak pula hasan dengan penilaian beliau terhadap salah seorang perawinya dengan munkarul- hadits sebagaimana telah dikutipkan oleh akh ibnu sabil.
[/font]

 :)
anda boleh lihat kembali apa yang diperkatakan oleh Ibn Taimiyah sbb :

ولا يعرف هذا في شيء من كتب الحديث المعروفة
tidak tercatat dalam buku-buku hadit yang dikenal (1)

kemudian

ولا له إسناد معروف عن النبي صلى الله عليه وسلم
dan tidak memiliki rantai kepada Nabi Muhammad SAW (2)

kemudian

لا صحيح ولا حسن
tidak sahih dan tidak pula hasan (3)

فهذا ككذب منه
ini adalah dusta dari mereka (4)

bila melihat cara anda membela ibn Taimiyah, maka ia hanya memenuhi point pertama, dan 3 point selanjutnya tidak sama sekali :

2) Hadit itu ada lengkap kepada untaian rawi hingga ke Rasulullah
3) Derajatnya Sahih dan Hasan
4) Imam Hakim dan Imam Haytsami bukan rafidhah (kecuali ibn Taimiyah dan anda mencap mereka sebagai pendusta dan rafidhah)

kalau menurut Adz-Dzhahabi menyatakan hadit tsb dhoif, boleh saya tau di kitab mana beliau menyatakan hal itu ?

kalau soal Adz-Dzhahbiy menjarh rawi yang bernama Husain bin Zaid betul, ia memang ada melakukan hal itu, namun adakah adz-Dzhahabiy ikut menyatakan bahwa riwayat tersebut dusta sebagaimana Ibn Taimiyah menyatakan hal tersebut ? kalo ada boleh diberikan ke saya,,saya tunggu

Kutip dari: mushab bin umair
Bahkan justru Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah benar2 mencintai keluarga Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Kalaulah anda membaca kitab Minhaj As-Sunnah dengan niat yang baik dan bukan dalam rangka mencari-cari kesalahan orang, niscaya pertanyaan ini tidak akan anda tanyakan.
Mengapa?
Sebab, tepat setelah tulisan yang anda kutip di thread ini dari kitab Minhaj As-Sunnah, maka Syaikhul Islam rahimahullah lalu mengatakan :

ونحن إذا شهدنا لفاطمة بالجنة وبأن الله يرضى عنها فنحن لأبي بكر وعمر وعثمان وعلي وطلحة والزبير وسعيد وعبد الرحمن بن عوف بذلك نشهد ونشهد بأ الله تعالى أخبر برضاه عنهم في غير موضع
"Dan apabila kami bersaksi untuk Fathimah radhiyallaahu 'anha bahwa Allah akan memasukannya ke surga dan bahwa Allah telah ridha kepadanya, maka begitupula kami bersaksi dengan hal yang sama untuk Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu, 'Umar radhiyallaahu 'anhu, 'Utsman radhiyallaahu 'anhu, 'Ali radhiyallaahu 'anhu, Thalhah radhiyallaahu 'anhu, Az-Zubair radhiyallaahu 'anhu, Sa'ad radhiyallaahu 'anhu, dan 'Abdurrahman bin 'Auf radhiyallaahu 'anhu.
Dan kami juga bersaksi bahwa Allah telah mengabarkan ke-ridhaan-Nya kepada beliau semua di berbagai tempat dalam kitab-Nya."
(Minhaj As-Sunnah 4/249)

 :)
kalau anda juga mau jujur dalam hal ini,,
coba anda tunjukkan ke saya, dimana lafad saya yang menyatakan bahwa Ibn Taimiyah menyatakan bahwa Fathimah masuk neraka ?

apa yang anda naqlkan mengenai keadaan Ibn Taimiyah yang dikesankan mencintai ahl bait (dalam hal ini Hadrat Fathimah rha) sama sekali tidak ada qorinah dengan nash hadit yang dihukumkannya kepada palsu...kenapa ? karena kita bicara nash hadit bukan persaksian,,

Dengan menyatakan riwayat tersebut dusta, maka ia telah mendustakan hadit Nabi
dengan menyatakan riwayat tersebut dari Rafidhah, maka ia telah memvonis para hufadz yang meriwayatkan hadit tersebut sebagai golongan yang sesat.

seperti itukah kebenaran ?

kalau memang mau menerima hadit tersebut, setidaknya Ibn Taimiyah tidak menyatakan riwayat tersebut dusta dari rafidhah, namun cukup setidaknya ia menerima nash itu meskipun wujud kedhaifannya..

Kutip dari: mushab bin umair
Apakah anda tidak membacanya??

Kemudian...
Apakah persaksian bahwa Allah telah ridha kepada Fathimah radhiyallaahu 'anhu dan 'Ali radhiyallaahu 'anhu dan Allah akan memasukan beliau berdua kedalam surga-Nya menunjukan ketidaksukaan atau malah sebaliknya.........yaitu menunjukan kecintaan ?

Silahkan, anda jawab dengan hati anda.

 :)
kecintaan atau ketidak sukaan itu tidak bisa diukur,,boleh jadi anda yang tidak suka terhadap seseorang hari ini, besok bisa suka bahkan mencintainya..dan itu biasa..

namun yang jadi penilaian dalam hal ini, adalah kenapa Ibn Taimiyah sanggup melafadkan sesuatu yang begitu ekstrem ? apakah ibn taimiyah tidak berilmu ? tentu berilmu bukan, bahkan seorang ulama besar...

Kutip dari: mushab bin umair
Adapun tentang pertanyaan anda :[/font]
Maka, jawabannya adalah jelas : "Tidak benar."

 :)
bukti anda menyatakan tidak benar apa ?


wallahu a'lam
« Edit Terakhir: 24 Mei 2012, 12:15:38 oleh Mukhsin »

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 772
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #19 pada: 24 Mei 2012, 12:12:31 »
Sudah digambarkan oleh kang mushab di atas. Kalau mengkritik ulama, maka selidiki jauh dan banyak tentang semua yang dimaksud ulama bersangkutan, dan jangan langsung mengumbar kata "berdustakah ulama ini?". Itu kurang adab namanya.
Udah ah, ngga saya perpanjang aja.

 :)
apa yang digambarkan oleh beliau itu, tidak mengena pada konteks,,kenapa karena beliau berusaha mencari celah untuk membenarkan apa yang dilakukan oleh Ibn Taimiyah, namun sama sekali tidak tepat..

kalau mau jujur, memang benar bahwa riwayat tersebut sebahagian ulama menyatakan Dhaif, namun entah kenapa Ibn Taimiyah tanpa tendeng aling-aling tidak hanya menyatakan bahwa riwayat tersebu Dusta, bahkan ia menyatakan bahwa yang meriwayatkan hadit tersebut adalah Rafidhah yang sesat !!!

seperti itukah adab dalam ilmu ?

wallahu a'lam

Offline mushab bin umair

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.909
  • "Ya Allah, ampunilah dosa2ku...semuanya.."
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #20 pada: 24 Mei 2012, 19:21:18 »
:)
kalau memang menurut anda ibn Taimiyah tidak mengetahui hadit itu, bagaimana mungkin ia bisa menjatuhkan derajat hadit tsb ? seperti itukah sikap seorang Syeikhul Islam ? mudah memvonis sesuatu yang tidak ia ketahui ? bahkan ia menyatakan bahwa hadit itu satu kedustaan !!!
adakah sahabat Nabi seperti itu ?

Mas, coba deh dibaca dengan benar apa yang saya katakan dan apa yang saya salahkan dari perkataan anda itu.
Adakah saya menegaskan kalau Syaikhul Islam tidak tahu atau saya menegaskan kalau Syaikhul Islam tahu mengenai hadits tersebut?
Sama sekali tidak ada.
Yang saya tanggapi dari pernyataan anda adalah perkataan anda tentang ke-mustahil-an tidak diketahuinya suatu hadits oleh Syaikhul Islam rahimahullah.....se-akan2 Syaikhul Islam rahimahullah itu adalah seseorang yang sempurna yang pasti tahu dan tidak mungkin lupa tentang semua hadits yang ada di dunia ini.
Dan tentu saja ini jelas salahnya.

Itu sebabnya saya cuma menanggapi bagian postingan anda yang mengatakan tentang ke-mustahilan itu lalu mengambilkan contoh untuk anda dari sahabat2 Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, para tabi'in dan ulama2 hadits lainnya yang juga adakalanya tidak mengetahui ataupun lupa tentang suatu hadits.



Kutip
Kutip dari: saya
Yang lebih pokok beliau katakan dusta itu adalah klaim orang Rafidhah tersebut yang mengatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh para ulama semuanya, padahal tidaklah hadits itu diriwayatkan oleh ulama2 hadits kecuali hanya beberapa orang saja.
saya tanya anda,,
adakah para ulama yang meriwayatkan hadit itu anda klaim sebagai Rafidhah ?
afwan ya,,hebat benar anda berani menyatakan hal tsb..

Sekarang saya tanya anda ya,,
apakah para imam yang meriwayatkan hadit tsb adalah Rafidhah ?

kita lihat bagaimana anda membela ibn Taimiyah dlam hal ini..


Itu namanya..........nggak nyambung banget.
Memangnya apa yang saya katakan ?
Memangnya siapa yang menyatakan seperti itu?

Pertama :
Anda kan membaca Minhaj As-Sunnah, dan seharusnya anda tahu bahwa perkataan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab itu yang kemudian anda kutipkan adalah untuk membantah perkataan orang Syi'ah Rafidhah, yaitu orang Rafidhah yang bernama ibnu al-Muthahar.

Kedua :
Saat saya mengatakan kepada anda (yang kemudian anda kutip):
"Yang lebih pokok beliau katakan dusta itu adalah klaim orang Rafidhah tersebut..."

Yaitu klaim orang Rafidhah yang bernama ibnu Al-Muthahar yang dibantah dalam kitab Minhaj As-Sunnah itu.

Ketiga :
Klaim yang dibantah itu adalah perkataan orang Rafidhah yang mengatakan kalau hadits itu diriwayatkan oleh para ulama semuanya.
Catat itu : "Para ulama semuanya."
Sedangkan tidaklah meriwayatkan hadits itu kecuali hanya beberapa orang ulama saja.

Nah, lalu saya katakan kepada anda :
"Yang lebih pokok beliau katakan dusta itu adalah klaim orang Rafidhah tersebut yang mengatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh para ulama semuanya, padahal tidaklah hadits itu diriwayatkan oleh ulama2 hadits kecuali hanya beberapa orang saja."
Catat ini baik2: "Yang dikatakan dusta itu adalah klaim orang Rafidhah tersebut yang mengatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh para ulama semuanya,"

Kemudian, tiba2 anda mengatakan :
Kutip
"adakah para ulama yang meriwayatkan hadit itu anda klaim sebagai Rafidhah ?
afwan ya,,hebat benar anda berani menyatakan hal tsb.......dan lainnya.....dan lainnya....."

Lho, darimana nyambungnya ini?
Memangnya siapa yang menyatakan kalau ulama2 Ahlus Sunnah yang meriwayatkan hadits itu adalah Rafidhah?
Apa hubungannya ini dengan itu?
Apa hubungannya itu dengan ini?

Coba deh, baca dulu dengan pelan dan benar apa yang dikatakan oleh orang lain.

Kutip
dengan menyatakan riwayat tersebut dari Rafidhah, maka ia telah memvonis para hufadz yang meriwayatkan hadit tersebut sebagai golongan yang sesat.

Makin nggak nyambung mas dan penyimpulannya makin aneh saja.


Kutip
klaim anda bahwa ianya diriwayatkan oleh beberapa orang saja itu tidak benar,, berikut saya nukilkan apa yang telah dituliskan oleh Imam As-Suyuthi dalam Majma' nya pada raqam 360-23/359 sbb :

26219- يا فاطمة إن الله يغضب لغضبك ويرضى لرضاك (أبو يعلى ، والطبرانى ، والحاكم وتعقب ، وأبو نعيم فى فضائل الصحابة ، وابن عساكر عن على) أخرجه أبو يعلى فى المعجم (1/190 ، رقم 220) ، والطبرانى (1/108 ، رقم 182) قال الهيثمى (9/203) : إسناده حسن . والحاكم (3/167 ، رقم 4730) وقال : صحيح الإسناد . وابن عساكر (3/156) . وأخرجه أيضا : ابن أبى عاصم فى الآحاد والمثانى (5/363 ، رقم 2959) ، وابن عدى (2/351 ، ترجمة 481 الحسين بن زيد بن على) ، وقال : أرجو أنه لا بأس به إلا أنى وجدت فى بعض حديثه النكرة .



Bahkan penyebutan "beberapa orang ulama" itu adalah benar.
Saya sudah mengetahui takhrij dari imam As-Suyuthi rahimahullah itu sebab masalah ini sudah dibahas sejak lama sekali.
Dan tetap saja dan tentu saja itu hanyalah beberapa orang ulama, dan bukan semuanya.
Jika dari ratusan ulama hadits, hanya ada 5 atau 10 orang yang meriwayatkan suatu hadits, maka tentu saja itu cukup dikatakan beberapa ulama.

Atau.....memangnya 5 atau 10 orang ulama itu anda mau sebut dengan apa? Dengan "sebagian" atau "semuanya"-kah??


Kutip
ibn taimiyah dalam qoulnya tidak ada sedikitpun menyentuh bahwa hadit tersebut ada diriwayatkan oleh beberapa hufad, namun itu hanya karangan anda saja, agar terkesan bahwa Ibn taimiyah benar dalam hal ini,,

namun kalau ada ibn taimiyah menyatakan seperti yang anda perkatakan, silahkan kasi tau saya,,
saya tunggu,,,

Apa di sini yang sedang saya karang??

Kutip
oklah, anggap anda benar,,,
nah, apakah pantas ketika hadit tersebut tidak terdapat dalam kitab yang ma'ruf menurut ibn taimiyah lantas di katakan sebagai khabar dusta dari rafidhah ?

Mas, yang dikatakan dusta itu adalah bahwa orang Rafidhah itu berdusta saat dia mengatakan kalau hadits itu diriwayatkan oleh semua ulama, padahal tidak.
Disinilah letak kedustaannya.


Kutip
Dengan menyatakan riwayat tersebut dusta, maka ia telah mendustakan hadit Nabi

Tuduhan apa ini??

Anda ini pada pokoknya sebenarnya sedang ngotot membenarkan penilaian imam Al-Hakim rahimahullah dan al-Haitsami rahimahullah untuk menyalahkan Syaikhul Islam rahimahullah.

Bahkan kalaupun memang benar penilaian Syaikhul Islam rahimahullah itu adalah salah, maka ngawur sekali jika dikatakan kalau yang salah itu sedang mendustakan hadits Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Lalu, katakan kepada saya, bagaimana kalau misalnya penilaian imam Al-Hakim rahimahullah dan al-Haitsami rahimahullah yang salah, apa anda akan katakan juga bahwa beliau berdua sedang berdusta atas nama Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam??


Kutip
:)
anda boleh lihat kembali apa yang diperkatakan oleh Ibn Taimiyah sbb :

ولا يعرف هذا في شيء من كتب الحديث المعروفة
tidak tercatat dalam buku-buku hadit yang dikenal (1)

kemudian

ولا له إسناد معروف عن النبي صلى الله عليه وسلم
dan tidak memiliki rantai kepada Nabi Muhammad SAW (2)

kemudian

لا صحيح ولا حسن
tidak sahih dan tidak pula hasan (3)

bila melihat cara anda membela ibn Taimiyah, maka ia hanya memenuhi point pertama, dan 3 point selanjutnya tidak sama sekali :

2) Hadit itu ada lengkap kepada untaian rawi hingga ke Rasulullah
3) Derajatnya Sahih dan Hasan

1. Tentang isnad hadits itu

Beliau mengatakan :
"Tidak memiliki isnad yang ma'ruf dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam."

Dan perkataan beliau ini sama sekali tidak berarti bahwa hadits itu memang tidak memiliki sanad yang sampai kepada rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sebab jangankan hadits yang dha'if, bahkan hadits maudhu' pun banyak sekali yang memiliki sanad.
Adapun beliau sendiri pernah mengatakan dalam bagian lain dari Minhaj As-Sunnah :
لم ينقل أحد عن النبي صلى الله عليه و سلم بإسناد معروف أنه
تكلم بشيء منها ولا أصحابه ولكن لفظ الأبدال تكلم به بعض السلف ويروى فيه عن النبي صلى الله عليه و سلم حديث ضعيف
"Tidaklah ada satupun yang menukilnya dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan isnad yang ma'ruf bahwa beliau berbicara dengan salah satu dari perkataan2 itu, dan tidak pula sahabat2 beliau.
Akan tetapi itu adalah perkataannya sebagain salaf dan telah diriwayatkan dalam hal ini hadits yang dha'if dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam."
(Minhaj As-Sunnah 1/93-94)

Itu untuk menunjukan bahwa perkataan "tidak memiliki isnad yang ma'ruf" tidak selalu berarti bahwa suatu hadits itu memang tidak memiliki sanad yang sampai kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.


2. Tentang penghukuman beliau mengenai tidak shahih dan tidak pula hasan-nya hadits tersebut.
Apa masalahnya dengan ini?
Beliau adalah seorang hafizh yang berhak untuk menghukumi suatu hadits.

Jika disini anda hendak "mengadunya" dengan penghukuman dari imam Al-Hakim rahimahullah dan Al-Haitsami rahimahullah, maka
siapapun yang lebih benar dan siapapun yang keliru diantara beliau semua, maka itu sama sekali bukanlah suatu kedustaan.
Sehingga masalah berbedanya penghukuman atas hadits ini sama sekali bukan suatu hal yang relevan untuk dibawa-bawa dalam masalah yang anda bawakan di sini.

Atau jika anda memang keukeuh kalau hal itu dianggap sebagai satu kedustaan, akan saya ambilkan satu contoh dari penghukuman yang berbeda diantara ulama2 hadits yaitu dalam masalah hadits2 tentang keutamaan Mu'awiyah radhiyallaahu 'anhu.
Diriwayatkan bahwa Imam An-Nasa'i rahimahullah mengatakan tidak ada hadits yang shahih tentang keutamaan Mu'awiyah radhiyallaahu 'anhu.
Sedangkan al-Haitami rahimahullah mengatakan bahwa hadits tentang keutamaan Mu'awiyah radhiyallaahu 'anhu, yaitu sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam :
“Ya Allah, jadikanlah Mu’awiyah sebagai pembimbing dan terbimbing, serta berilah hidayah melaluinya.”
Bahwa hadits ini adalah hasan.
Dan ibnu 'Asakir rahimahullah menilainya sebagai satu hadits diantara hadits2 yang paling shahih dalam hal keutamaan Mu'awiyah radhiyallaahu 'anhu.
Dan juga al-Alusi rahimahullah yang menilainya sebagai shahih.

Nah, katakan kepada saya, siapa diantara semua ulama di atas yang akan anda sangka telah berdusta?



Kutip
فهذا ككذب منه
ini adalah dusta dari mereka (4)
4) Imam Hakim dan Imam Haytsami bukan rafidhah (kecuali ibn Taimiyah dan anda mencap mereka sebagai pendusta dan rafidhah)

Nggak nyambung lagi.

Mas, dhamir hu di sana itu merujuk kepada seseorang, dan bukan kepada banyak orang, jadi bukan "mereka", tapi "dia".
Dan itu jelas2 merujuk kepada orang Rafidhah yang perkataannya dibantah di dalam Minhaj As-Sunnah, yaitu yang bernama ibnu Al-Muthahar sebab itulah salah satu maksud beliau menulis kitab Minhaj As-Sunnah, dan bukan kepada yang lainnya.

So, nggak nyambung banget jika anda membawa-bawa nama imam Al-Hakim rahimahullah dan Al-Haitsami rahimahullah.


Kutip
kalau menurut Adz-Dzhahabi menyatakan hadit tsb dhoif, boleh saya tau di kitab mana beliau menyatakan hal itu ?
kalau soal Adz-Dzhahbiy menjarh rawi yang bernama Husain bin Zaid betul, ia memang ada melakukan hal itu, namun adakah adz-Dzhahabiy ikut menyatakan bahwa riwayat tersebut dusta sebagaimana Ibn Taimiyah menyatakan hal tersebut ? kalo ada boleh diberikan ke saya,,saya tunggu

Saat imam Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan bahwa salah seorang perawinya adalah munkarul-hadits, maka apa anda kira beliau sedang men-shahih-kan atau meng-hasan-kan hadits itu ya?
Adapun Syaikhul Islam rahimahullah, apa yang beliau katakan dusta, sudah diterangkan dari kemarin bahwa yang dikatakan dusta itu adalah klaim orang Rafidhah-nya yang menyatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh semua ulama padahal tidak.



Kutip
:)
kalau anda juga mau jujur dalam hal ini,,
coba anda tunjukkan ke saya, dimana lafad saya yang menyatakan bahwa Ibn Taimiyah menyatakan bahwa Fathimah masuk neraka ?

Ini pertanyaan macam apa?
Memangnya siapa yang mengatakan kalau anda menyatakan hal seperti itu??
Aneh2 saja.


Kutip
apa yang anda naqlkan mengenai keadaan Ibn Taimiyah yang dikesankan mencintai ahl bait (dalam hal ini Hadrat Fathimah rha) sama sekali tidak ada qorinah dengan nash hadit yang dihukumkannya kepada palsu...kenapa ? karena kita bicara nash hadit bukan persaksian,,

Pertama :

Anda itu mengatakan :
"mungkinkah ini merupakan salah satu bukti ketidak senangan Syeikh Ibn Taimiyah kepada keluarga Nabi ?"
Dan saya membawakan untuk anda persaksian Syaikhul Islam rahimahullah itu adalah sebagai salah satu bukti kecintaan beliau terhadap Ahlul Bait.

Kedua :

Jika memang tidak ada hubungannya antara nash hadits dengan masalah kecintaan, lalu apa maksudnya pula dari awal anda mengatakan :
"mungkinkah ini merupakan salah satu bukti ketidak senangan Syeikh Ibn Taimiyah kepada keluarga Nabi ?"

Aneh2 saja anda ini.

Ketiga :
Penghukuman seorang ulama terhadap suatu hadits dengan dha'if atau palsu, maka tidak berarti bahwa ulama tersebut tidak senang terhadap seseorang yang disebutkan dalam hadits tersebut.
Betapa banyaknya hadits2 tentang keutamaan para sahabat radhiyallaahu 'anhum yang di-dha'ifkan bahkan dianggap palsu oleh para ulama Ahlus Sunnah, dan semua itu sama sekali tidak berarti bahwa beliau semua rahimahumullah tidak suka kepada para sahabat radhiyallaahu 'anhum.

Ke-empat :
Syaikhul Islam itu sama sekali bukan hendak dikesankan mencintai Ahlul Bait tapi beliau memang benar2 mencintai Ahlul Bait rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.


Kutip
:)
kecintaan atau ketidak sukaan itu tidak bisa diukur,,boleh jadi anda yang tidak suka terhadap seseorang hari ini, besok bisa suka bahkan mencintainya..dan itu biasa..

Hehehehehehe........
Jika memang menurut anda itu tidak bisa diukur, maka sejak awal, perkataan anda :
"mungkinkah ini merupakan salah satu bukti ketidak senangan Syeikh Ibn Taimiyah kepada keluarga Nabi ?"

.....adalah perkataan yang tidak benar, karena tidak mungkin anda dapat mengetahui sesuatu yang anda sendiri tidak bisa mengukurnya dan memastikannya.


Kutip
namun yang jadi penilaian dalam hal ini, adalah kenapa Ibn Taimiyah sanggup melafadkan sesuatu yang begitu ekstrem ? apakah ibn taimiyah tidak berilmu ? tentu berilmu bukan, bahkan seorang ulama besar...

Ekstrem?
Kata2 beliau dalam Minhaj As-Sunnah itu ekstrem?? Ekstrem apanya ??

Lagipula, sepertinya anda ini sama sekali tidak membaca dan tidak mau tahu perkataan orang Syi'ah Rafidhah yang dibantah oleh Syaikhul Islam rahimahullah dalam Minhaj as-Sunnah, dan sama sekali tidak mau tahu konteks jawaban dan perkataan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab tersebut.
Yang anda jadikan sasaran tembak dalam kitab itu hanyalah...........Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah rahimahullah, Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah rahimahullah dan Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Kenapa?
Punya masalah ya dengan beliau?
 
Weleh......weleh....


Kutip
:)
bukti anda menyatakan tidak benar apa ?
wallahu a'lam

Bukti seperti apalagi yang anda mau??
Perkataan beliau dalam Minhaj As-Sunnah itu satupun tidak ada yang dusta ataupun menyiratkan kedustaan.

Kalaulah -misalnya- beliau itu keliru dalam menilai ke-shahih-an suatu hadits, maka itu bukanlah suatu kedustaan.
Kalaulah -misalnya- beliau itu tidak tahu ataupun lupa terhadap suatu hadits, maka itupun bukan suatu kedustaan.



« Edit Terakhir: 24 Mei 2012, 19:37:30 oleh mushab bin umair »

Offline mushab bin umair

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.909
  • "Ya Allah, ampunilah dosa2ku...semuanya.."
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #21 pada: 24 Mei 2012, 19:24:24 »
Kutip dari: Mukhsin
bahkan ia menyatakan bahwa yang meriwayatkan hadit tersebut adalah Rafidhah yang sesat !!!

Error anda.

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #22 pada: 25 Mei 2012, 16:50:49 »
^ Ente yg ERROR

pan ente sendiri yg celometan bahwa Ibnu Taimiyah memang menyatakan bahwa riwayat itu kedustaan orang2 Rafidah.


Itulah sebabnya beliau katakan :


فهذا كذب منه ,ما رووا هذا عن النبي صلى الله عليه و سلم   
"Dan ini adalah kedustaan dari orang Rafidhah itu. Tidaklah mereka para ulama meriwayatkan hadits ini dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, ........."


Offline marjuki

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 491
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #23 pada: 25 Mei 2012, 17:22:44 »
^ Ente yg ERROR

pan ente sendiri yg celometan bahwa Ibnu Taimiyah memang menyatakan bahwa riwayat itu kedustaan orang2 Rafidah.

weleh...weleh....Pak ustadz Kenji,
coba baca-baca dulu pelan-pelan, baru komentar...biar kelihatan anggun dan rupawan.

itu kan urutannya Ibnu Taimiyah sedang membantah Hadits yang dianggap oleh Ibnu Al-Muthahar bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh para Ulama semuanya (kenyataan nya kan tidak semua Ulama meriwayatkan hadits tersebut)...sampe sini ngerti?  :toktok:

terus Ustadz Mukhsin nulis


kalau mau jujur, memang benar bahwa riwayat tersebut sebahagian ulama menyatakan Dhaif, namun entah kenapa Ibn Taimiyah tanpa tendeng aling-aling tidak hanya menyatakan bahwa riwayat tersebu Dusta, bahkan ia menyatakan bahwa yang meriwayatkan hadit tersebut adalah Rafidhah yang sesat !!!

itu gimana ceritanya jadi Ust, Mukhsin nulis bahwasanya Ibnu Taimiyah menganggap perawi hadits tersebut adalah Rafidhah yang sesat?  :wataw:...gope deh  :toktok: , apa hal yang menyebabkan dirinya melakukan itu, entahlah  :o

udah jelas-jelas Ibnu Taimiyah membantah pernyataan Ibnu Al-Muthahar yang menyatakan hadits tersebut diriwayatkan oleh seluruh ulama, kenapa jadi dijungkir balikan dianggap Ibnu Taimiyah menyatakan perawi hadits tersebut adalah Rafidhah?....payah nian pemahaman ust. Mukhsin ni

nah terus ujug-ujug (tiba-tiba), ente dengan akhlak ente yang seperti biasa miskin sifat malu..bilang Mushab Error...  :wataw: :wataw: :wataw: .. tambah gope lagi deh  :mewe:

ayo belajar baca yang bener, malu tuh dilihatin sama penggemar ente, Ustadz Aswaja kok kayak gitu...tumbuhkan sifat malu dikit pak Ustadz, jangan malas ya

nulis fallacy simplikasi ternyata ente pengamal kuat ajaran itu...ah ente sih OMDO digedein..prakteknya NOL BESAR...gak malu ya?  ;D

=====

Ust. Mukhsin,...masih belajar Ikromul Muslimin atau udah berhenti pak?...kalau masih belajar kok saya disini melihat sifat ikromul muslimin khusus nya adab terhadap Ulama Ibnu taimiyah gak dipraktekin...kenapa pak?


kalau sudah berhenti belajar Ikromul muslimin ya maklum deh saya :)
« Edit Terakhir: 25 Mei 2012, 19:55:29 oleh marjuki »

Offline mushab bin umair

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.909
  • "Ya Allah, ampunilah dosa2ku...semuanya.."
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #24 pada: 25 Mei 2012, 17:26:20 »
^ Ente yg ERROR

pan ente sendiri yg celometan bahwa Ibnu Taimiyah memang menyatakan bahwa riwayat itu kedustaan orang2 Rafidah.


Hehehehe.......
Dari dulu, ente itu teriaknya paling nyaring tapi kosong dan sepertinya gak bisa membaca tulisan orang dengan benar.
Baca dong semuanya, khususnya perkataan :
"Yang lebih pokok beliau katakan dusta itu adalah klaim orang Rafidhah tersebut yang mengatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh para ulama SEMUANYA, padahal tidaklah hadits itu diriwayatkan oleh ulama2 hadits kecuali hanya beberapa orang saja."

Dan juga ini :
"Mas, yang dikatakan dusta itu adalah bahwa orang Rafidhah itu berdusta saat dia mengatakan kalau hadits itu diriwayatkan oleh SEMUA ulama, padahal tidak. Disinilah letak kedustaannya."

Itu sengaja digedein font-nya biar terbaca.

Dan juga yang lainnya.
Atau memang ada masalah "serius" dalam cara anda membaca dan memahami tulisan orang lain??

Offline marjuki

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 491
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #25 pada: 25 Mei 2012, 17:32:13 »
Hihihi....mungkin Yang miskin sifat malu lainnya akan tampil nulis lagi dengan alasan pembelaan yang luar biasa ...  ;D

siapa yah?....  ;)
« Edit Terakhir: 25 Mei 2012, 19:25:58 oleh marjuki »

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #26 pada: 25 Mei 2012, 23:10:11 »
@Mushab

rupanya ente jago bersilat kata2, mengotak-atik mendistorsi OPINI demi menyelamatkan Ibnu Taimiyah.

Yang namanya riwayat, walaupun hanya satu mata rantai sanad tentu terdiri atas beberapa RAWI, itu sebabnya digunakan kata "mereka semua". Apalagi kalau banyak rantai sanad.

Jadi yang dimaksud "mereka semua" adalah para rawi yang meriwayatkan hadis ttg Fatimah tsb. bukan seperti OPINI ente "semua Ulama hadis" <--- sangat mengada-ada ente.

Sudah jelas tegas yang didustakan oleh Ibnu Taimiyah adalah bahwa riwayat itu marfu' kepada Nabi.


ini lihat perhatikan alasan Ibnu Taimiyah :

alasan Ibn Taimiyah :

Tidak ada yang meriwayatkan bahwa hal itu berasal dari Nabi, dan tidak tercatat dalam buku-buku hadit yang dikenal, dan tidak memiliki rantai kepada Nabi Muhammad SAW, tidak pula berderajat Sahih atau Hasan


Kok ente pelintir, ente OPINI kan bahwa yang didustakan Ibnu Taimiyah adalah perkataan "mereka semua".

Kalau alasan Ibnu Taimiyah seperti celometan OPINI yang sengaja ente buat, tentu alasan Ibnu Taimiyah harusnya seperti celometan ente yaitu "tidak semua Ulama hadis meriwayatkannya, hanya beberapa saja", tapi fakta realitanya tidak seperti itu kan.

Disini kebiasaan kaum Wahabi, kalau sudah jelas tokohnya melakukan kekeliruan, dibela dengan "licik" yaitu sengaja membuat pengaburan OPINI.
« Edit Terakhir: 25 Mei 2012, 23:22:59 oleh k3nj1 »

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #27 pada: 25 Mei 2012, 23:25:16 »
Ingat : trik pengaburan OPINI seperti ini, juga pernah ente lakukan saat membela kesalahan Syeh Albani yang tidak konsisten menilai hadis.

Offline marjuki

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 491
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #28 pada: 26 Mei 2012, 02:43:35 »
@Mushab

rupanya ente jago bersilat kata2, mengotak-atik mendistorsi OPINI demi menyelamatkan Ibnu Taimiyah.

Yang namanya riwayat, walaupun hanya satu mata rantai sanad tentu terdiri atas beberapa RAWI, itu sebabnya digunakan kata "mereka semua". Apalagi kalau banyak rantai sanad.

Jadi yang dimaksud "mereka semua" adalah para rawi yang meriwayatkan hadis ttg Fatimah tsb. bukan seperti OPINI ente "semua Ulama hadis" <--- sangat mengada-ada ente.

Sudah jelas tegas yang didustakan oleh Ibnu Taimiyah adalah bahwa riwayat itu marfu' kepada Nabi.


ini lihat perhatikan alasan Ibnu Taimiyah :

Kok ente pelintir, ente OPINI kan bahwa yang didustakan Ibnu Taimiyah adalah perkataan "mereka semua".

Kalau alasan Ibnu Taimiyah seperti celometan OPINI yang sengaja ente buat, tentu alasan Ibnu Taimiyah harusnya seperti celometan ente yaitu "tidak semua Ulama hadis meriwayatkannya, hanya beberapa saja", tapi fakta realitanya tidak seperti itu kan.

Disini kebiasaan kaum Wahabi, kalau sudah jelas tokohnya melakukan kekeliruan, dibela dengan "licik" yaitu sengaja membuat pengaburan OPINI.

Wahai pak ustadz Kenji :)

ente bilang Mushab mengada-ngada, apa ente gak sadar bahwa ente yang mengada-ngada...ente waktu nulis lagi mabok kali ya , jadi gak sadar-sadar.

di postingan awal  Ust. Mukhsin itu menyoroti bahwa "mereka semua" = Ulama Hadis dan terbukti dengan beliau menukil dari Al-Hakim dan Al-Haitami
lah kok tiba-tiba ente muncul dengan anggapan "mereka semua" = Perawi hadits   :mewe:

SUNGGUH TER LA LU...mengada-ngada ente stadz

Kutip
Sudah jelas tegas yang didustakan oleh Ibnu Taimiyah adalah bahwa riwayat itu marfu' kepada Nabi.
Pak ustadz, kata-kata dusta itu buat Ibnu Al-Muthahar....kan dari tulisan Ust. Mukhsin juga jelas kok

"Pernyataan-Nya bahwa........................ ............................. ................ini adalah dusta"

Kata Nya disitu kira-kira buat orang yang dibicarakan oleh Ibnu Taimiyah (Ibnu Al-Muthahar) atau hadits?...kalau itu hadits, berarti Nya = Nabi...wah susunan kata-katanya makin kacau..

Pernyataan- Nya (Nabi) bahwa mereka semua meriwayatkan bahwa Nabi (saw) berkata...

Kok jadi Ibnu Taimiyah ngomongin Nabi yang meriwayatkan wasiat dia sendiri,  hihihi, syerem :) 

jadi yang didustakan Ibnu Taimiyah itu pernyataan nya Ibnu Al-Muthahar si Rofidhah SESAT

adapun kalau hadits tersebut dihukumi Tidak Shahih dan Tidak Hasan karena tidak tercatat dalam buku-buku hadits yang dikenal versi Ibnu taimiyah emangnya kenapa?

kan Mushab udah jelasin bahwa Standard Kitab Ma'ruf (Kitab dikenal) disisi Ibnu Taimiyah = Bukhari, Muslim, Musnad, Sunan, Muwatha...bukan Al-Mustadrak dan Al-Majmu Az-Zawa'id

Sayidina Ali aja yang hidup bersama Nabi pernah gak tau hadits Nabi dan beliau melarang sayidatina fathimah melarang perbuatan yang dibolehkan Nabi, gak pake tanya-tanya, misalnya "Beib apakah hal seperti ini boleh dilakukan atau tidak?"...langsung larang aja tuh

masak Ibnu taimiyah dianggap wajib tau semua hadits, gope deh.... :)

atau gini deh, Mushab kan udah jelasin bahwa Kitab Ma'ruf (kitab dikenal) oleh Ibnu Taimiyah itu = Bukhari, Muslim, Musnad, Sunan, Muwatha..kalau menurut ente Kitab Ma'ruf nya Ibnu Taimiyah termasuk Al-Mustadrak dan Al-Majmu Az-Zawa'id coba tulisin disini

gimana, bisa?..  :)

Offline marjuki

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 491
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah ini kedustaan Syeikh Ibn Taimiyyah ?
« Jawab #29 pada: 26 Mei 2012, 03:09:21 »
Ingat : trik pengaburan OPINI seperti ini, juga pernah ente lakukan saat membela kesalahan Syeh Albani yang tidak konsisten menilai hadis.

Ingat: Wasiat Nabi....malu sebagian dari Iman, kalau gak punya malu berbuatlah sesukanya
itu diatas dengan gak punya malu ente celometan, nyablak bahwa Mushab Error...setelah diajarin cara baca yang bener, apa malu ente mulai tumbuh?...kayaknya gimana yah...hmmm

soalnya setelah itu dengan ikhlasnya ente nyerocos bahwa Ibnu taimiyah mendustakan hadits Nabi...padahal Ibnu taimiyah mendustakan perkataan Ibnu Al-Muthahar si Rafidhah SESAT.

haduh, haduh....belum lagi tulisan OPINI, Fallacy Simplikasi, Nalar Cingkrang...yang sebenarnya ente pengamal sejatinya...uff

TIPS buat ente, Ingat: Didalam Sunnah Ada Kejayaan

kan ente menganggap Wahabi bathil nih dan perlu diberantas,...kalau Sunnah Nabi dalam urusan malu (yang berkaitan dengan Iman) aja ente gak lakuin....sepertinya agak susah ente memberantas Wahabi....berat jack...berat...berat..

Ust. Mukhsin kayaknya paham banget nih masalah di dalam Sunnah ada kejayaan...mudah-mudahan siapa saja yang ingin memberantas Wahabi tidak menyepelekan masalah Malu, karena ianya Sunnah Nabi.

bener kan ya Ust. Mukhsin?  :)

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.98 detik dengan 23 queri.