Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: mohon advice,  (Dibaca 938 kali)


Offline alyaislami

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 97
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« pada: 23 Oktober 2011, 08:52:48 »
assalamu'alaikum...

mau mohon advicenya,,

sebenernya ada tidak yah batasan untuk batas waktu lama taa'ruf hingga proses khitbah??

terimakasiy...

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 23 Oktober 2011, 09:19:04 »
Kalo secara umum sih, rata2 3-4 bulan udah lanjut ke pernikahan. Tergantung kualitas ta'arufnya jg sih. Kalo 1-2 kali pertemuan masing2 udah mantap, ya lanjut ke pernikahan. Kalo ditanya dalil yg syar'i, ana nggak tau dalilnya, tapi dari kepatutan ya jangan lama2.

Offline alyaislami

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 97
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 23 Oktober 2011, 10:35:28 »
Kalo secara umum sih, rata2 3-4 bulan udah lanjut ke pernikahan. Tergantung kualitas ta'arufnya jg sih. Kalo 1-2 kali pertemuan masing2 udah mantap, ya lanjut ke pernikahan. Kalo ditanya dalil yg syar'i, ana nggak tau dalilnya, tapi dari kepatutan ya jangan lama2.



syukron.. untuk advicenya,, kalau seandainya selama dalam kurun waktu tersebut masih sulit untuk menemukan kecocokan,, bagaimana sebaiknya ?

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 23 Oktober 2011, 10:38:06 »
segera diakhiri dan cari yg laen

Offline alyaislami

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 97
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 23 Oktober 2011, 11:16:07 »
segera diakhiri dan cari yg laen

jadi taaruf itu boleh diakhiri yah? 
yang saya khawatirkan adalah jika saya tidak bisa mengakhiri ta'aruf ini dengan cara yang ma'ruf...
saya takut jika keputusan ini membuat calon saya tidak berkenan dan menjadi pihak yang terdzolimi,, padahal dalam tuntunan Islam kita tidak boleh mendzolimi seseorang,,
saya takut murka Allah SWT,,,

tapi apabila taaruf ini dilanjutkan ke jenjang yanglebih jauh,, saya tidak yakin,, karena saat kita sering berdiskusi,, saat ini kita sering tidak klop,, sering terjadi perbedaan2,,,

semula saya memang ragu untukmengawali proses taaruf ini,, menurut sepengetahuan saya tentang nya saya agak sedikt ragu tentang agamannya, namun setelah sy fikir lagi, pengetahuansaya sangatlah terbatas, dan Hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui, termasuk mengetahui keimanan dan ketaqwaan seseorang,, dan karena saya merasa saya sudah siap untuk menikah,, maka dengan niat karena  Allah saya mengawali taaruf ini dengan niatan ibadah untuk menggenapkan separuh dien,,  karena itulah saya ingin dan berharap proses taaruf ini tidak berlangsung terlalu lama..

Allah SWT sang Maha Membolak -balikan hati.. sya berharap mungkin setelah kita bertaaruf.. keraguan itu bisa berubah menjadi sebuah kemantapan.. namun yang terjadi belum demikian..
 sepertiinya calon saya kurang setuju jika harus menikah dalam waktu dekat ini,,
bahakan saya justru disarankan untuk segera mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi selagi saya masih belum punya tanggunggan, belum punya anak, dan kedua orangtua masih bekerja,,
saya jadi bingung,, akan sikapnya..
hiks...

astagfirullah hal adzim...

saya tetap terus beristiharah berharap ada kemantapan hati dengan nya, namun hingga saat ini saya pun masih ragu..
hiks,, bagaimana siap saya sebaiknya??

syukron....atas reponnya..



Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 23 Oktober 2011, 12:09:23 »
Kutip dari: alyaislami
sepertiinya calon saya kurang setuju jika harus menikah dalam waktu dekat ini,,

keseriusan seorang laki2 pada wanita adalah dengan ingin menikahinya,
kalau ada masalah finansial yg belum cukup si laki2 akan berjuang u mencari,
kalau restu ortu yg masih sulit si laki2 akan mengumpulkan nyali u bernego
kalau kemantapan dirinya sendiri yg sering goyang si laki2 akan mengokohkannya dengan kekhusyu'an ibadah dan menyegerakan proses

kalau calon mbak mengulur waktu menikah, itu bukan ta'aruf namanya tapi pacaran....
dipertegas saja, masalahnya dimana dan bagaimana supaya pernikahan bisa disegerakan

menyegerakan beda dengan tergesa-gesa,
ibarat seorang pembalap motor ia menyegerakan sampai pada garis finish,
dengan teknik membalap yang aman, kecanggihan motor yang ia punya dan perhitungan akurat hasil belajarnya
tapi kalau ada tikungan ya pasti ia perlambat lajunya bukan nekad tancap gas dan malah berakibat jatuh

semoga dimudahkan  :)
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 23 Oktober 2011, 12:28:52 »
@alya: Om sinchan dan mbak haze, benar. Jangan mengulur2 waktu. Kalo anti merasa nggak mantap, akhiri. Akhwat jg punya hak untuk menentukan calon suaminya. Jangan merasa menzholimi orang. Karena yg namanya ta'aruf ya ada resiko penolakan. Dalam siroh shohabat jg banyak kok kasus shohabiyah yg menolak pinangan shohabat. Kalo emang dia jodoh anti, nggak akan kemana2 kok.

Offline alyaislami

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 97
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 23 Oktober 2011, 15:37:18 »
syukron untuk semuanya yang telah merespon tulisan ini,,,

semoga Allah SWT membalas kebaikan saudara-saudariku..
Aamiin...

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 23 Oktober 2011, 15:47:55 »
Aamiin yaa Robbal 'aalamiin, waiyyaki.

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 23 Oktober 2011, 17:35:11 »
jadi taaruf itu boleh diakhiri yah? 
yang saya khawatirkan adalah jika saya tidak bisa mengakhiri ta'aruf ini dengan cara yang ma'ruf...
saya takut jika keputusan ini membuat calon saya tidak berkenan dan menjadi pihak yang terdzolimi,, padahal dalam tuntunan Islam kita tidak boleh mendzolimi seseorang,,
saya takut murka Allah SWT,,,
tentu saja boleh, dzolim atau tidak standarnya quran sunnah, bukan perasan kita
lah yg udah nikah saja, istri minta cerai (meski sampe bikin suami sakit hati) boleh koq, apakah istrinya dzolim ke suami? ya ngga dong, apalagi ini baru tahap ta'aruf  :ehm:
sebaliknya ketika suami tiba2 berpoligami tanpa persetujuan istri (sampe istri sakit hati), apakah suaminya dzolim ke istri? ngga lah, karena secara syariat emang gak butuh persetujuan istri terdahulu  %peace%
cuman yg perlu diperhatikan itu adab penolakan, pakailah kalimat yg lemah lembut sehaingga sakit hatinya bisa seminimal mungkin  :malu:

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 23 Oktober 2011, 21:15:30 »
Mba sudah siap menikah tp ternyata sang taaruf meminta mba kuliah dulu, artinya sang ikhwan taaruf belum siap menikah.

Kalau sejak taaruf saja sdh banyak keraguan & ketidakcocokan antara kalian, lebih baik diakhiri saja. Kemudian mba taaruf dgn ikhwan lain yg sudah siap menikah & cocok/sepemahaman.

Jika kuatir menzolimi atau membuat sang ikhwan taaruf sakit hati, konsultasikan saja dgn perantara bagaimana cara menolak yg baik. Bisa jg sang perantara saja yg menyampaikan ke sang ikhwan taaruf

Offline alyaislami

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 97
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 24 Oktober 2011, 09:15:24 »
@ saudari Maru Sen

syukron yah,, iyah memang sebetulnya sejak awal pun memang sudah agak enggak sreg,, dan setelah dijalani untuk saling bertaaruf kok yang disanasini banyak ketidak sefahaman..

saya mohon doanya.. smoga smua bisa diakhiri dengan cara yang baik... dan smoga tetap dalam ridho Nya..

terimakasiy yah skali lagi..

Offline alyaislami

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 97
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 24 Oktober 2011, 10:40:53 »
tentu saja boleh, dzolim atau tidak standarnya quran sunnah, bukan perasan kita
l

nah itulah mungki karena pemahaman saya tentang Alquran dan sunah masih terlalu dangkal, sehingga kadang membuat saya sulit untuk bersikap karena takut kalau2 ternyata sikap saya itu bertentangan dengan tuntunan-Nya,,

 mungkin saya masih harus lebih banyak belajar..

syukron... :)

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 25 Oktober 2011, 00:01:22 »
Jika kuatir menzolimi atau membuat sang ikhwan taaruf sakit hati, konsultasikan saja dgn perantara bagaimana cara menolak yg baik. Bisa jg sang perantara saja yg menyampaikan ke sang ikhwan taaruf

Yup. O0

Saya kira akan lebih mudah bila penyampaiannya lewat perantara, bisa melalui saudara atau teman terdekat. Kalau disampaikan dengan kontak langsung khawatirnya nanti ada salah-salah kata yang menyebabkan ada pihak yang akan tersakiti.

Ke depannya akan lebih baik bila mbak Alya meminta bantuan perantara untuk mendampingi selama proses taaruf berjalan, baik itu saudara ataupun teman terdekat (terutama yang sudah menikah). Insya Allah dengan adanya perantara tersebut proses taaruf bisa lebih terjaga, karena ada pihak yang bisa terus mengingatkan selama proses taaruf berjalan. :)

Offline alyaislami

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 97
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 26 Oktober 2011, 22:40:05 »
 
@ mas wahyu : terima kasih atas masukkannya,,

semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada saya agar saya biasa kembali menempuh jalan taaruf yang benar..  :'(  :'(

maaf juga yah.. kalau saya salah masuk di forum topiknyah..

NB : (sebenarnya masih ada beberapa hal yang kadang membuat saya ragu dan agak takut juga untuk mengambil sikap.. jika saya ingin share sebaiknya menulis di halaman topik baru atau di lanjut di judul topik ini saja ya ? permasalahan nya masih berkaitan dengan topik ini)

syukron..