Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: pacaran dalam islam  (Dibaca 1493 kali)


Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.787
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« pada: 15 Oktober 2011, 20:42:46 »
Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan non mahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23 di mana mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah: Ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua dan menantu perempuan. Maka yang tidak termasuk mahram adalah: sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.

Dan aturan untuk mahram sudah jelas, di mana seorang laki-laki boleh berkholwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan dan seterusnya. Demikian pula dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu: perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya. Semisal kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain, bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.

Hubungan yang kedua adalah hubungan non mahram di mana aturan yang ada pada hubungan mahram tidak berlaku di sini, yaitu larangan berkholwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung dan kewajiban berhijab disamping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain yaitu, jika ingin berbicara dengan non mahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Semisal seorang siswi SMA yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki, harus ditemani oleh mahramnya, semisal oleh bapaknya ataupun kakaknya.

Dengan demikian, hubungan non mahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan renungkanlah uraian berikut ini:

Firman Allah SWT yang artinya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Isra': 32).

"Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya.....Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya...."
(An-Nur: 30-31).

Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan yang terpelihara, apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi kemudian mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, 'Palingkanlah pandanganmu itu!"
(HR. Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw telah bersabda yang artinya:
"Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin."
(Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah)

"Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisir) oleh kelamin atau digagalkannya." (HR Bukhari).

Rasulullah saw berpesan kepada Ali ra yang artinya:
"Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Al-Hakim meriwayatkan:
"Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya."

Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya, dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan berciuman, saling bersentuhan dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.

Ath-Thabarani dan al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Allah berfirman yang artinya, 'Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya."

Ath-Thabarani meriwayatkan: Nabi saw bersabda yang artinya:
"Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh syaithan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya."

Di dalam kitab Dzamm ul Hawa oleh Ibnul Jauzi disebutkan bahwa dari Abu al-Hasan al-Wa'ifdz, dia berkata:
"Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa'idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itupun bertanya kepadanya, 'Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?' Dia menjawab, 'Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, 'Wahai Habib?' Aku menjawab, 'Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.' Allah berfirman, 'Lewatlah Kamu di atas neraka'. Maka aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, 'Aduh (karena sakitnya)'. Maka Dia memanggilku, 'Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berulang kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka)."

Hal tersebut sebagai gambaran, bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.

"Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar, . Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, 'Apa ini?' Kedua orang itu berkata, 'Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina."
(Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa oleh Ibnul Jauzi disebutkan bahwa Abu Hurairah ra dan Ibn Abbas ra keduanya berkata, Rasulullah saw berkhotbah:
"Barangsiapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut."

Juga di dalam kitab Dzamm ul-Hawa oleh Ibnul Jauzi disebutkan bahwa 'Atha' al-Khurasaniy, dia berkata, "Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya."

Juga di dalam kitab Dzamm ul Hawa oleh Ibnul Jauzi disebutkan bahwa dari Ghazwan ibn Jarir dari ayahnya, bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali ra berkata kepada mereka:
"Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla sya' nuhu?" Mereka berkata: "Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah." Ali ra berkata: "Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada Kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Ta 'aala, yaitu seorang hamba berzina dengan isteri tetangganya yang muslim. Dengan demikian dia telah menjadi pezina dan merusak isteri seorang lelaki muslim." Kemudian Ali ra berkata lagi, "Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma busuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia: "Apakah Kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman Kalian?" Mereka menjawab, "Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita." Lantas suara itu kembali terdengar: "Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertaubat dari dosa tersebut."

Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil baligh hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan non mahram. Dalam Islam hubungan non mahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.

"Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk kawin, maka hendaklah ia kawin, karena kawin itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi siapa yang tidak mampu kawin maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu dapat mengurangi syahwat."
(HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).

Selain dua hal tadi, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional ataupun pacaran ataupun pergaulan guru dan murid bahkan pergaulan antar tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram. Meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki yang bukan mahram, tapi anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan non mahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka hubungan atau jenis pergaulan yang anda sebutkan dalam pertanyaan anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, maka anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki anda dan anda harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.

Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.

Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diijinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan tidak kecewa di kemudian hari.

"Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk mengawininya, maka kerjakanlah." (HR Abu Daud)

Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang Muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan:


   1. Memilih calon pasangan yang tepat.
   2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.
   3. Melakukan shalat istikharah.
   4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.
   5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.
   6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah SAW.
   7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.
   8. Melakukan khitbah/pinangan.
   9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.
  10. Mempersiapkan walimah.

Demikianlah uraian jawaban kami, wallaahu a'lam.
Sekian, wassalaamu'alaikum wr. wb.
klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)

Offline Tamandesa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 941
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ayoo Tersenyum ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 16 Oktober 2011, 08:52:54 »
Saya ijin share ya. Terima kasih banyak :)
Hidup adalah ketika kita berbagi ^_^

Offline limpoeng

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2011
  • Tulisan: 152
  • Lokasi: DKI Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • -: Musafir Fisabilillah :-
    • Lihat Profil
    • karena setiap detik sangat berharga
« Jawab #2 pada: 16 Oktober 2011, 22:47:11 »
Saya mau tanya dong, kalau sms-an saling nasehat menasehati kepada yang bukan muhrim namun ada perasaan suka sama suka diantara keduanya.
Itu hukumnya gimana ya akhii / ukhtii ?

jazakallahkhoironkatsiron . . 

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #3 pada: 16 Oktober 2011, 22:52:21 »
pacaran?
mau gimana lagi :D

udah jd budaya :D
אבא עז

Offline gigi puspita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2011
  • Tulisan: 3.361
  • Lokasi: sidoarjo deket surabaya ato surabaya deket sidoarjo ???
  • menangislah-tersenyumlah
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 19 Oktober 2011, 07:50:30 »
masih g ngeh ma namanya taaruf ma pacaran...
misal neh pacaran long distance--> jarang sms jrg telp( jrg kangen :p ) trus smsnya tentang islam telpnya jg tentang islam  itu disebut pacaran tp bisa jd taruuf kan :p *maksa

taaruf bedanya di org ketiga bukan ???
dalam ruang cinta

Offline Ima Suime

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 293
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 19 Oktober 2011, 17:11:35 »
anggie.. kalo taaruf itu niatnya murni karena pingin nikah tak ada tendensi apapun, etikanya : gak ada sms2 tuusiyah islami2 gitu , komunikasinya terbatas alias dibatasi.
Every Day may not be good , but there is something good in every day #Gratitude

Offline Tamandesa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 941
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ayoo Tersenyum ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 19 Oktober 2011, 17:19:19 »
Trus kalau saling smsan tausiyah sementara kedua sisi tidak dalam proses taaruf itu gimana Kak Ime? Boleh atau tidak?
#nerusin pertanyaan Kak Limpoeng
Hidup adalah ketika kita berbagi ^_^

Offline Ima Suime

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 293
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 19 Oktober 2011, 21:40:37 »
kalo dapat sms tuusiyah dari seorang ikhwan dibaca aja gak usah di reply ( itu kalo saya ), ntar kalo dibalas dengan kata2 " terimakasih bermanfaat banged" ato sejenisnya , bisa2 besok si ikhwan kirim sms lagi,  kita bales lagi, kayak gitu terus secara berulang. meskipun diawal gak ada tendensi apa2 namun kalo keterusan dan berulang2 bisa bahaya, lama2 merembet smsnya gak cuman bertukar tuusiyah, saling membangunkan buat tahajud, ntar nanya yg macem2, weleh lama2 syetan masuk tuh ke sms2nya %peace% .  yg namanya hati kan yah mudah banged tergoda n terpaut dengan hal2 begituan, jadi kalo kita merasa gak bsai menjaga hati sebaiknya menghindar dari hal2 seperti itu.

yang lucu lagi nih si akhwat udah terlanjur GR dapat sms2 tuusiyah, padahal ikhwannya itu kirim sms ke semua nomor di hpnya  ( lagi kebanjiran bonus sms kali dia  :hihi: ) .
karena kita sendiri yg bisa menjaga hati kita so... kamu pasti lebih tahu caranya bagaimana menjaga hati dari godaan2 syetan yang terkutuk  8-)
Every Day may not be good , but there is something good in every day #Gratitude

Offline Tamandesa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 941
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ayoo Tersenyum ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 19 Oktober 2011, 21:48:33 »
Jadi seandainya ada ikhwan sering ngajak kita ngobrol. Kita nga wajib kan yah balas obrolan dia. Habisnya kalau dibalas walau sebatas salam dianya malah kemana mana :toe:
Hidup adalah ketika kita berbagi ^_^

Offline Ima Suime

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 293
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 19 Oktober 2011, 21:55:53 »
selain salam gak wajib kok buat dibalas, maria ^.^
Every Day may not be good , but there is something good in every day #Gratitude

Offline gigi puspita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2011
  • Tulisan: 3.361
  • Lokasi: sidoarjo deket surabaya ato surabaya deket sidoarjo ???
  • menangislah-tersenyumlah
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 23 Oktober 2011, 01:32:29 »
Jadi seandainya ada ikhwan sering ngajak kita ngobrol. Kita nga wajib kan yah balas obrolan dia. Habisnya kalau dibalas walau sebatas salam dianya malah kemana mana :toe:

masih kena demam ting2 :D
dalam ruang cinta

Offline rudy14240

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 835
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini indah bukan?
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 23 Oktober 2011, 08:08:29 »
pacaran?
mau gimana lagi :D

udah jd budaya :D

Budaya, bisa diarahkan ke yang lebih syar'i. Nggak instan sih memang.

Offline limpoeng

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2011
  • Tulisan: 152
  • Lokasi: DKI Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • -: Musafir Fisabilillah :-
    • Lihat Profil
    • karena setiap detik sangat berharga
« Jawab #12 pada: 29 Oktober 2011, 14:43:14 »
Alhamdulillah setelah agak lama vokum, ternyata kini sudah ada balasan.
Oke lah kalo seperti itu, apapun jawabannya syukron bisa buat dijadiin pembanding  O0

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.787
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #13 pada: 29 Desember 2011, 05:42:11 »
Saya mau tanya dong, kalau sms-an saling nasehat menasehati kepada yang bukan muhrim namun ada perasaan suka sama suka diantara keduanya.
Itu hukumnya gimana ya akhii / ukhtii ?

jazakallahkhoironkatsiron . .

kalo menurut ane boleh donk.......niatnya kan sekedar menasehati. Tapi biasanya nih yah.....akhwat ndak suka dinasehati ama ikhwan yg blum dikenalnya...... ;D ;D
klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.787
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #14 pada: 29 Desember 2011, 05:43:44 »
masih g ngeh ma namanya taaruf ma pacaran...
misal neh pacaran long distance--> jarang sms jrg telp( jrg kangen :p ) trus smsnya tentang islam telpnya jg tentang islam  itu disebut pacaran tp bisa jd taruuf kan :p *maksa

taaruf bedanya di org ketiga bukan ???

klo ane pilih pacaran ketimbang taaruf. taaruf menurut ane kaku bgt.....suasananya nggak hidup.... :hmmm:
klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.787
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #15 pada: 29 Desember 2011, 05:47:23 »
kalo dapat sms tuusiyah dari seorang ikhwan dibaca aja gak usah di reply ( itu kalo saya ), ntar kalo dibalas dengan kata2 " terimakasih bermanfaat banged" ato sejenisnya , bisa2 besok si ikhwan kirim sms lagi,  kita bales lagi, kayak gitu terus secara berulang. meskipun diawal gak ada tendensi apa2 namun kalo keterusan dan berulang2 bisa bahaya, lama2 merembet smsnya gak cuman bertukar tuusiyah, saling membangunkan buat tahajud, ntar nanya yg macem2, weleh lama2 syetan masuk tuh ke sms2nya %peace% .  yg namanya hati kan yah mudah banged tergoda n terpaut dengan hal2 begituan, jadi kalo kita merasa gak bsai menjaga hati sebaiknya menghindar dari hal2 seperti itu.

yang lucu lagi nih si akhwat udah terlanjur GR dapat sms2 tuusiyah, padahal ikhwannya itu kirim sms ke semua nomor di hpnya  ( lagi kebanjiran bonus sms kali dia  :hihi: ) .
karena kita sendiri yg bisa menjaga hati kita so... kamu pasti lebih tahu caranya bagaimana menjaga hati dari godaan2 syetan yang terkutuk  8-)

sepertinya Mbak ime udah berpengalaman disms para ikhwanner...... :siul: :siul: setan masuk ke SMS..., canggih bener tuh setan  :wataw:
klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.787
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #16 pada: 29 Desember 2011, 05:49:52 »
Jadi seandainya ada ikhwan sering ngajak kita ngobrol. Kita nga wajib kan yah balas obrolan dia. Habisnya kalau dibalas walau sebatas salam dianya malah kemana mana :toe:

 :wataw:ini lagi.....bales dunk dikit2..... ikhwannya ntar malah berpaling ke lain hati lho kalo dicuekin gitu..... :'(
klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)

Offline gigi puspita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2011
  • Tulisan: 3.361
  • Lokasi: sidoarjo deket surabaya ato surabaya deket sidoarjo ???
  • menangislah-tersenyumlah
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 29 Desember 2011, 13:56:46 »
klo ane pilih pacaran ketimbang taaruf. taaruf menurut ane kaku bgt.....suasananya nggak hidup.... :hmmm:

wkwkkwkwkwkkwkw tak guyu :D
dalam ruang cinta

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.787
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #18 pada: 30 Desember 2011, 10:13:43 »
wkwkkwkwkwkkwkw tak guyu :D

emg situ permah taarup?
klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)

Offline ana_ukhti

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.630
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ridho dan Cintailah kami ya ALLAH...
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 30 Desember 2011, 10:32:49 »
klo ane pilih pacaran ketimbang taaruf. taaruf menurut ane kaku bgt.....suasananya nggak hidup.... :hmmm:

suasananya yg gak hidup, apa orangnya yg ga hidup? :hihi:

wkwkkwkwkwkkwkw tak guyu :D

ta' batiri nggie ;D
Kesulitan sekeras apapun akan terasa ringan dengan adanya senyuman dari orang yang terpercaya

Tersenyumlah,karena senyuman itu bagaikan bagian dari cahaya mentari

Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum,tetapi tersenyumlah untuk bahagia

Berbahagialah sekarang,bukan esok hari

^_^

Offline gigi puspita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2011
  • Tulisan: 3.361
  • Lokasi: sidoarjo deket surabaya ato surabaya deket sidoarjo ???
  • menangislah-tersenyumlah
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 30 Desember 2011, 11:37:12 »
emg situ permah taarup?

belom,, pacaran pernah :D
dalam ruang cinta

Offline azzahra.ms

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 399
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • mengeja semangat.. tu satu wa duwa ga tiga
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 30 Desember 2011, 11:53:55 »
belom,, pacaran pernah :D

pacaran itu apa gie?
bersyukur itu...
tidak menyesali yg telah dilalui, jalani apa yang mesti dijalani, berusaha raih yang belum tercapai

Offline gigi puspita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2011
  • Tulisan: 3.361
  • Lokasi: sidoarjo deket surabaya ato surabaya deket sidoarjo ???
  • menangislah-tersenyumlah
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 30 Desember 2011, 12:16:53 »
pacaran itu pake pacar :D
dalam ruang cinta

Offline Rian81

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 80
  • Lokasi: *..Diatas langit ada Langit..*
  • Jenis kelamin: Pria
  • < tEraNgiLah JalAn Q DeNgAn Nur Mu...>
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 16 Januari 2012, 11:13:05 »
Assalamualaikum.. ane mau ngajukan pertanyaan seputar ta`aruf nii.. kalo sekiranya akhwat  berpenghasilan besar , dan ikhwan berpenghasilan dibawah akhwat gimana mengatasi nya ? share dunk
= AkU mAlu aka DoSa yang kuperbuat,Aku Malu KEpada Mu YA ALLAH.....=



*....Cint4 Q Ju57 4 U....*

Offline yanti solehah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 736
  • Lokasi: Medan bung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • keadilan, kejujuran, amanah sulit ditegakkan
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 16 Januari 2012, 23:24:23 »
pacar cina kali gieeee.............. :D

Offline gumuruh

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 153
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
    • Personal Software & Graphic Design Consultant
« Jawab #25 pada: 26 Januari 2012, 10:07:32 »
Saya mau tanya dong, kalau sms-an saling nasehat menasehati kepada yang bukan muhrim namun ada perasaan suka sama suka diantara keduanya.
Itu hukumnya gimana ya akhii / ukhtii ?

jazakallahkhoironkatsiron . .

nah ini dia nih.... kasus umum,
ana tdk memungkiri hal ini sering terjadi.
walhal, kdua belah pihak lebih baik diproses ke tingkat berikutnya ya?

kmgkinan kduanya bs disegerakan untuk dilamar/melamar.... :)

-do'akan ana juga lha....
Ada project software / graphic design? Bingung ngerjainnya?Kunjungi kemari Trit Asal

Offline Bima C. Bhaskara

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 33
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidupkan lagi khilafah abbasiyah di Indonesia..
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 26 Januari 2012, 11:00:19 »
kalo' dari pengalaman  ane ya, sms-an saling nasihat gpp, asal abis sms udah kelar, jangan ngebayang2, kaya', "wah si x sms aku nih, tanya2 ini itu.. apa mungkin bakal.. ntar kalo'..." nah, itu jangan, kata temen anemikir seseorang yg bukan mahram juga bahaya.. mending mikir besok makan apa :d

sama ane sih ngikut Al-Qur'an juga..
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26)

jadi mending ane perbaikin diri dulu, takutnya ane gak baik dan dinilai gak pantas buat nikah ama wanita baik.. ntar kalo' udah siap lahir bathin baru mulai cari..
kata ane juga walau kasih sayang itu penting, lebih penting kasih makan.. haha..

terus penglaman kakakane nih, memang ada taaruf tuh, mainnya agak jotos gitu, "kamu mau gak nikaha ama aku?" pikir yg cewek, "(nih orang gila, ketemu juga baru, ngajak nikah)"
terus pacarannya tuh kaya' saling tukar studi kasus gitu.. kalo punya anak gimana.. kalo' gak ada duit gimana.. dst. selama 6 bulan, dan gak pake' "ayang"-an serta tujuannya jelas..
Kita adalah umat terbaik untuk manusia (Q.S. 3:110)
mari tunjukkan bahwa kita bisa berbuat baik dan menjadi yg terbaik dalam semua aspek

Offline ina13

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 4.039
  • Lokasi: jakarta timur
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Iman adalah Sabar&Syukur (trus belajar untuk itu)
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 26 Januari 2012, 11:21:14 »
Assalamualaikum.. ane mau ngajukan pertanyaan seputar ta`aruf nii.. kalo sekiranya akhwat  berpenghasilan besar , dan ikhwan berpenghasilan dibawah akhwat gimana mengatasi nya ? share dunk

Wa'alaikumsalam Warahmatullah Wabarakatuh...
Masih dalam Taaruf kan yah ?
kalo masih dalam tahap taaruf, belum perlu ada yang di atasi, coz belum masuk dalam kehidupan keluarga yang sebenarnya,
mungkin mengatasi menjawab pertanyaan kali ya ? kalo menurut saya > ya gakpapa.. asal ada kesepakatan diantara kedua-nya,,terlebih lagi kalo akhwatnya ikhlas menerima ikhwan apa adanya, termasuk soal penghasilan yang lebih kecil dari dia.. :)


kalo' dari pengalaman  ane ya, sms-an saling nasihat gpp, asal abis sms udah kelar, jangan ngebayang2, kaya', "wah si x sms aku nih, tanya2 ini itu.. apa mungkin bakal.. ntar kalo'..." nah, itu jangan, kata temen anemikir seseorang yg bukan mahram juga bahaya.. mending mikir besok makan apa :d


tapi rata2, dengan sms-an itu justru malah bikin kebayang-bayang, apalagi kalo udah ada rasa suka..
trus muncul deh pikiran2 yang bima anggap gak kepikiran seperti tulisan di atas, justru malah jadi muncul.. :)
so sebaiknya kalo emang lagi gak ada perlu atau gak penting-penting amat, gak usah sms-an aja.. daripada daripada nantinya :)
« Edit Terakhir: 26 Januari 2012, 11:24:41 oleh ina13 »
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain diriNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
(QS. At-Taubah : 129).

Offline vue.finny

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 41
  • Lokasi: Pati
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
    • akhwat sejuta impian
« Jawab #28 pada: 17 Mei 2012, 21:39:32 »
 :hmmm: pacaran dalam islam ya kayak ana sm suami ni :malu:
baru kenal setelah nikah...ketemuan bentar...jarak jaauhan...kangen2an lewat tilpun sama sms... :toe: :toe:

alhamdulillahe :) udah syah dan halalan thoyibbah  ;) ^-^ tapi malarindunya... :hmmm: beeeuh :wataw:

Offline limpoeng

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2011
  • Tulisan: 152
  • Lokasi: DKI Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • -: Musafir Fisabilillah :-
    • Lihat Profil
    • karena setiap detik sangat berharga
« Jawab #29 pada: Kemarin jam11:18:23 »
Ini saya copas dari postingan saya sendiri di site lain and saya ambil dari buletin bulanan ROHIS STEMATEL
TA'ARUF DAN PACARAN
Pengertian
Ta'aruf: Kegiatan bersilaturrahmi dengan tujuan berkenalan atau mencari jdoh yaitu mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Pacaran: proses saling mengenal, mengisi, dan mempengaruhi yang dijalani oleh dua insan yang berlawanan jenis atas dasar suka sama suka

Tujuan
Ta'aruf: mengenal calon istri/suami dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan
Pacaran: Mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah ...

Manfaat
Ta'aruf: Dapat mengenal calon istri/suami lebih jauh.
Pacaran: Of course, have fun!

Kapan dimulai?

Ta'aruf: Saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental, serta materi.
Pacaran: Saat sudah diledek sama teman: "Koq masih jomblo?", atau saat butuh teman curhat, atau saat taruhan dengan teman.

Waktu

Ta'aruf: Sesuai adab bertamu.
Pacaran: Pagi boleh, siang ok, sore ayo, malam bisa, dini hari kalo ngga ada yang komplain juga ngga papa.

Tempat Pertemuan
Ta'aruf: Dirumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan.
Pacaran: Dirumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi.

Frekuensi Pertemuan
Ta'aruf: Lebih sedikit lebih baik, karena menghindari zina hati
Pacaran: Kalo bisa tiap hari

Lama Pertemuan
Ta'aruf: Sesuai dengan adab bertamu
Pacaran: Selama belum ada yang komplain, lanjut mang!

Materi pertemuan
Ta'aruf: Kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan dimasa depan
Pacaran: Cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalor-ngidul, ketawa-ketiwi.

Jumlah yang hadir
Ta'aruf: Minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). Maksimal tidak terbatas (sesuai adab bertamu).
Pacaran: Calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). Kalo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan!!!

Biaya
Ta'aruf: Secukupnya dalam rangka menghormati tamu
Pacaran: Beliin pulsa, makan bareng, jalan-jalan ke mall, etc. yang penting have fun n' do'i seneng.

Lamanya
Ta'aruf: Ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik untuk segera menikah, waktunya bisa seminggu, sebulan, 2 bualan.
Pacaran: Bisa 3 bulan, 6 bulan, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.