Kalau merujuk kepada kitab atau masjidil haram jelas sekali salah, karena yang diumpamakan كَمَا seperti adalah "mengenal anak-anak mereka". Nah "anak-anak mereka" itu adalah manusia, bukan benda. Maka padanannya adalah manusia juga, maka terjemahan Depag itu sudah tepat.
Kenapa ayat kedua menjadi mereka mengenalnya, bukan kamu/kalian mengenalmu/mengenalku?
بسم اللـه الرحمن الرحيمMudah-mudahan ayat ini bisa semakin menjelaskan :وإنه لفي زبر الأولين ﴿١٩٦﴾ أولم يكن لهم آية أن يعلمه علماء بني إسرائيل ﴿١٩٧Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? (Asy Syu'araa' 196-197)Allah Maha mengetahui sedangkan manusia tidak mengetahui.
Assalamu'alaikum,Saya bukan lah seorang ahli... mudah-mudahan jawaban ini bisa membantu saudara... maksud Muhammad menurut tafsiran DEPAG adalah merujuk pada ayat selanjutnya : الحق من ربك ۖ فلا تكونن من الممترين ﴿١٤٧Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (2:147)Muhammad = Kebenaran (Kebenaran yang di sampaikan Nabi Muhammad)Sesuai dengan ayat 119 surat Al baqarah :إنا أرسلناك بالحق بشيرا ونذيرا ۖ ولا تسأل عن أصحاب الجحيم ﴿١١٩Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.wassalam.
@ dang jazakallah khairan atas bantuannya kpd antum. smga Allah memberikan antum kesemangatan dlm belajar agama.saya akan lengkapi penjelasan di atas, bhw pemahaman konteks hu yg ditanyakan TS sebaiknya merujuk pada ayat sebelumnya yang turun setelah nabi berdakwah kepada ahli kitab (yahudi&nasrani). sedangkan org2 ahli kitab sebenarnya sangat mengakui tanda2 kerasulan pada diri rasulullah saw. saking mengenalnya dari paparan taurat, mereka bahkan seolah2 melihat ciri2 khas pada anaknya sendiri. akan tetapi mereka tidak mau beriman karena rasul terakhir tidak diturunkan di kalangan bani israil. wallahu a'lam bish shawwab
baca ayat sebelumnya gan, liat 'ta'nya menunjuk pada rosululloh semua..*terima kasih
betul akhiy,jadi kata ganti tunggal ـهُ atau هُ pada kalimat يَعْرِفُونَهُ merujuk kepada ayat sebelumnya (yaitu Muhammad saw) dan BUKAN kepada alkitab الْكِتَابَ.karena jika kalimat ini :الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءهُمْdimana dhomir hu diterjemahkan menjadi alkitab menjadi : orang-orang yang kami beri mereka alkitab, mereka semua mengenalnya (alkitab/Muhammad) sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka <<< maka rusaklah makna kalimats tsb.Mohon yang paham istilah nahwu bisa menjelaskan, kenapa dhommir hu tsb kembali kepada nabi Muhammad saw, dan BUKAN kepada al-Kitab.Syukron
Rusak makna yang seperti apa yang anda maksud??Yang sudah mudah dipahami jannganlah dipersulit.Coba lihat contoh kalimat lain yang serupa struktur kalimatnya sebagai berikut:"Orang-orang kelaparan yang telah Kami beri tempe memakannya seperti mereka memakan daging. Coba kita fikir kembali kata yang saya warnai merah diatas pokoknya ngomongi tempe atau ngomongi yang memberi tempe atau ngomongi yang diberi tempe??