Ketika kita mengingatkan sesorang yang menyembah patung dengan kalimat sbb "hei kawan ngapain kau menyembah patung, bodoh sekali kamu ini". Kawan akan menjawab, "sesungguhnya dalam diri patung itu ada ruh kudus, ruh yang menciptakan alam semesta ini, aku percaya karena dia telah dinubuatkan dalam kitabku' mendengar jawaban kawan kita, tentu kita akan menertawakan. Hal ini sama dengan apabila kita mengatakan kalimat dengan kawan kita yang lain dengan kalimat sbb "hei kawan, kenapa kau sembah ISA layaknya tuhan" dan kawan kita juga akan menjawab sama dengan kawan kita yg menyembah patung dengan kata-kata sbb, "sesungguhnya dalam diri ISA ada ruh kudus, yaitu ruh tuhan"
Ahlan Wa Sahlan juga...Sayangnya kita melihat pemikiran yang kontradiktif pada Umat Islam. Umat Islam mengatakan bahwa mereka ialah kaum yang musyrik dan kafir. Maka tempat yang paling pantas bagi kaum musyrik dan kafir ialah Neraka. Surga hanyalah hak monopolis orang Islam saja ?! (Apakabar Pak Imut... lama tidak berjumpa ! )
Note : Injil bukan Perjanjian Lama kang, Perjanjian Lama adalah gabungan Taurat/Torah, Mazmur dan Kitab Para Nabi ( menurut dunia kristen ) dan masih belum ada jaminan bahwa Taurat versi kristen ini sama dengan taurat milik Israel bila kita menilik apa latar belakang konsili Jamnia / Yerusalem. Sedangkan Perjanjian baru disusun oleh Injil-Injil menurut pengarang yang 4 ( Matius, Markus, Lukas, Yohanes ) dan ditambahkan Kisah para rasul, surat-surat kiriman para rasul dan yang terbanyak adalah surat kiriman rasul paulus kepada jemaat-jemaat awal, serta ditutup dengan wahyu kepada Yohanes, salah satu murid senior yesus. Ketika kedua perjanjian ini digabungkan dalam satu buku, namanya Bibel/Biblos/Kitab-Kitab.... ketika terpisah ya nyebutnya Perjanjian Lama dan Perjanjian baru saja.
Kira-kira, dapatkah akang membantu misalnya dengan bagaimanakah kira-kira Abu Thalib paman Nabi yang kita tahu sangat berjasa membantu nabi, melindungi dan mendukung beliau namun pada saat kematiannya masih dalam keadaan menyembah berhala? bagaimanakah beliau di hadapan Allah?
pertama mau koreksi dikit yah.. Islam bukan agama yang paling benar, tapi Islam adalah agama yang Benar.. kalo yang paling benar.. berarti agama-agama yang lain benar dong ? bukankah sebagai muslim yang kita yakini Islam adalah agama yang Benar.kalo di tanya apa yg bikin yakin? banyak hal yg bisa bikin yakin..apalagi kalo hubungannya dengan hati nurani sendiri.. banyak hal yang diajarkan dalam Islam yang memang sesuai dengan akal, pikiran dan hati nurani yang benar..seiring perjalanan hidup.. dan seiring dengan melaksanakan apa yang di ajarkan dalam Islam, maka keyakinan Islam adalah agama yang benar, akan semakin kuat.. setidaknya itulah yang saya pribadi rasakan..
Agak sulit menjawab pertanyaan "apa yg membuat Anda merasa Islam adalah agama yg benar, dan bukan agama yg lainnya?" Bukannya sulit karena tak tahu jawabannya, tapi karena terlalu banyak yg harus dijelaskan.Saya rasa pertanyaan yg lebih krusial adalah "apa yg membuat Anda RAGU bahwa Islam adalah agama yg benar?"
Silahkan dibaca sendiri surat Al-Ikhlas. Tidak ada pertentangan isi surat tersebut dengan surat lainnya. Dan tidak ada makna surat seperti ini pada kitab ajaran agama/kepercayaan lain.Al-Qur'an jg banyak menjelaskan penemuan2 ilmuwan saat ini.
3. Saya pribadi sangat mengagumi Bunda Theresia... sungguh... saya hanya meyakini bahwa Allah.SWT tidak akan menyia-nyiakan kebaikan seseorang kepada manusia lainnya, beliau menghabiskan sebagian besar masa muda dan hidupnya untuk melayani orang lain. Saya kira itu rahasia Allah.... namun kembali kepada keyakinan bahwa menyekutukan Tuhan itu adalah dosa besar maka saya hanya bisa membayangkan pada masa sakaratul maut maka Allah berkenan mengampuni beliau dengan cara Allah sendiri. Yang saya yakini hanyalah : Famay-ya'mal mitsqoola dzarrotin khiron yarohu " Kebaikan sebesar dzarrah pun yang kita perbuat maka kita akan melihat balasannya kelak... " demikian juga kejahatan yang kita perbuat. Demikian... Kira-kira, dapatkah akang membantu misalnya dengan bagaimanakah kira-kira Abu Thalib paman Nabi yang kita tahu sangat berjasa membantu nabi, melindungi dan mendukung beliau namun pada saat kematiannya masih dalam keadaan menyembah berhala? bagaimanakah beliau di hadapan Allah?