Perkenalkan saya pendatang baru, yang sedang berusaha memperdalam keyakinan saya sebagai muslim.
Saya pernah berdebat dengan teman yang non islam selama berbulan-bulan mengenai konsep ketuhanan. Teman saya meyakini bahwa Nabi Isa adalah TUHAN, dan mengatakan bahwa Quran adalah tulisan Muhammad semata.
Karena pengetahuan saya ttg agamanya nol, saya hanya bisa tertawa dengan konsep ketuhanan yang menganggap manusia (ISA) sebagai Tuhan.
Dalam konsep IPTEK, proses penciptaan alam semesta melalui proses yang panjang dengan segala kejadian yang maha dasyat. Para ilmuwan pun tidak bisa menerima begitu saja bahwa yang menciptakan alam semesta ini adalah TUHAN. Namun sehebat apapun kepandaian seorang ilmuwan akan tetap mentok dan harus mengakui bahwa ujung dari penelitian adalah TUHAN. Ada ilmuwan yang mengatakan bahwa alam semesta termasuk manusia, tercipta dari proses reaksi kimia yang tidak disengaja, ada teman mengatakan, bahwa alam semesta tercipta dipicu adanya energi yang maha dahsyat. Semua teori itu mungkin benar, tapi... jika kita tanyakan lagi reaksi kimia ataupun energi maha dahsyat itu datangnya dari mana? Pastilah jawabnya mentok. So hanya kata TUHAN lah yang terucap.
Dengan renungan yang panjang Ibarahin AS menemukan bahwa semua ini diciptakan oleh Zat yang maha Agung, yang tak bisa dibandingkan dengan sesuatupun yaitu TUHAN. Demikian pula dengan Muhammad SAW, melalui perenungannya di gua hira beliau mendapatkan konsep adanya zat yang tak bisa dilukiskan bentuknya, yang tak bisa disetarakan dengan apapun yaitu TUHAN ALLAH SWT. Taruhlah benar bahwa Quran adalah ciptaaan Muhammad, maka hanya kalimat Qul huwallahu Ahad (Tuhan itu Esa) lah yang bisa untuk menggambarkan keagungan Tuhan yang tidak bisa disetarakan atau disekutukan dengan apapun baik berhala, hewan, ataupun manusia.
Dengan melihat begitu besarnya keagungan ALLAH maka akan sangat menghina sekali jika Allah disamakan dengan manusia, apalagi tuhan yang begitu hebat harus capek capek menitis kedalam manusia lalu mati untuk menebus dosa manusia. Sungguh sangat menghina kekuasaan Tuhan.
Ketika kita mengingatkan sesorang yang menyembah patung dengan kalimat sbb "hei kawan ngapain kau menyembah patung, bodoh sekali kamu ini"
Kawan akan menjawab, "sesungguhnya dalam diri patung itu ada ruh kudus, ruh yang menciptakan alam semesta ini, aku percaya karena dia telah dinubuatkan dalam kitabku'
mendengar jawaban kawan kita, tentu kita akan menertawakan. Hal ini sama dengan apabila kita mengatakan kalimat dengan kawan kita yang lain dengan kalimat sbb "hei kawan, kenapa kau sembah ISA layaknya tuhan" dan kawan kita juga akan menjawab sama dengan kawan kita yg menyembah patung dengan kata-kata sbb, "sesungguhnya dalam diri ISA ada ruh kudus, yaitu ruh tuhan"
Jika umat Islam sholat menghadap kabah bukan berarti menyembah kabah, namun hanya untuk keseragaman, sama dengan ritual yang lain seperti sujud, ruku, itidal dll.
Terima kasih
mohon untuk dikoreksi oleh para senior