first of all....
coba lihat status gender saya deh 
af1 ukh, ane ga ngeh anti akhwat, af1 yae

, Pissss
bwt smua yg dah jwb n ikut serta dlm subyek ane nih, ane ucapn syukron, makasih, jazklh,thanks atas jwbn n partisipasiny, ane cm minta ke semua pihak, tlg dlm hal taaruf mari bersungguh2, kembalikan niat utk mncapai ridhoNYA,terserah mau cr brdsrkn fisik or anything else, monggo,tafadhol, tp skali lg mari pikirkan hubungan dgn Allah n dgn manusia (pernikahan itu menyatukan 2 kluarga, klo dmulai dgn taaruf yg menyakitkan utk pihak2 tertentu or saling menyakitkan (ane mohon spy all member ga make cadang2an bwt taaruf, af1...) lalu bgmn pertanggungjwbn qt kelak d hadapn Allah???)
jujur aja y, ane pribadi terlalu selektif bkn krn sebab, ktika kelak qt d minta pertanggungjwbn o/ Allah n d tanya o/ anak cucu, knap memilih dirinya utk dinikahi??? apa jwbnny hanya krn skadar suka?wajah menawan?harta melimpah?tdk sperti itu kn yg hrs terlontar dr mulut qt all member??(ane harap sih all member ga jwb itu smua

)
sblmny ane minta maaf klo bnyk kata2 yg menyinggung, tdk mengenakn, dsb. mungkin puisi berikut baik utk qt cermati bersama

:
"Cintaku, tidakkah kau tahu bahwa yang maha mencintai akan cemburu kalau aku menambah sedikit saja kadar cinta padamu dan mengurai kadar cinta untuknya. Tahukah kamu bagaimana dia cemburu? Dengan menahan pertemuanku denganmu, sehingga aku tak bisa lagi menahan kadar cintaku padamu. dia tidak suka kalau kadar cintaku padamu melebihi kadar cintaku padanya. Dia akan membuat rintangan sehingga kadar cintaku padamu berkurang dan kadr cintaku padanya akan bertambah. Bagaimana aku bisa menghalanginya dia maha kuasa dan maha perkasa, tak seorangpun bisa menghalangi bila dia sudah berkehendak karena dia memang jauh di bawah cintaku padanya, maka cintaku padanya akan melebihi cintaku padamu.aku tak bisa menolaknya.
Cintaku, janganlah kau cemburu pada yang maha mencintai. Cemburumu tidaklah akan lebih besar dibandingkan dengan cemburunya. Kalau dia cemburu, dia berkuasa untuk menjauhkan kamu dariku dan menjauhkan aku darimu. Apa yang bisa kau perbuat dengan semburumu yang tidakpun sebutir pasir dibandingkan dengan kecemburuannya yang lebih besar dari alam semesta ciptaannya ini. Engkau tidak akan berdaya menantang kecemburuannya , cintaku.
Cintaku, pasrah pada kehendaknya adalah jalan yang terbaik untuk kita. Dia maha mengetahui perasaan kita. Bila dia meridhoi kita, kita akan dipertemukan dalam kasih sanyangnya. Maka aku bersabar dan hendaknya engkaupun bersabar menanti pertemuan kita, karena yang maha mencintai pun maha sabar, lebih dari kesabaranmu. Dia maha mengerti lebih dari pengertianmu, dia juga maha memahami lebih dari kemampuanmu memahamiku"
akhir kalam, ane ucapkan "taqaballahu minna wa minkum, siyamana wa siyamakum, met idul fitri 1432 H"