25 Mei 2013, 18:51:29
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board Khusus "Khusus Muslimah"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Keletihan (karena kerja keras), penyakit, kesedihan, kepiluan, luka, dan musibah yang menimpa seorang muslim, dan ia menerimanya dengan penuh kesabaran, adalah kiffarah Allah yang menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya." (HR Bukhari)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: salafy dan daulah suudiyah  (Dibaca 1177 kali)

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.072
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.com
salafy dan daulah suudiyah
« pada: 26 Agustus 2011, 12:56:37 »
Dalam pembahasan yang lalu telah kami jelaskan bahwa Salafiyyah bukan suatu hizb (kelompok) atau golongan. Sesungguhnya dia adalah jama’ah yang berjalan di atas jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Dia bukanlah salah satu kelompok dari kelompok-kelompok yang muncul sekarang ini, karena dia adalah jama’ah yang terdahulu dari zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berlanjut terus-menerus di atas kebenaran dan nampak hingga hari kiamat sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka dakwah Salafiyyah adalah dakwah kepada Islam yang murni bukan dakwah hizbiyyah. Imam dakwah Salafiyyah adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para imam yang datang berikutnya dari para sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga hari kiamat.

Di antara daulah yang ditegakkan atas landasan dakwah Salafiyyah adalah daulah Su’udiyyah di jazirah Arabiyyah, yang dikenal sebagai pembela dakwah Salafiyyah yang gigih sejak berdirinya hingga saat ini.

Maka daulah Su’udiyyah memiliki kehormatan sebagai pembela dakwah yang haq dan pembela para ulama Sunnah.

Usaha yang agung dari daulah Su’udiyyah di dalam mendakwahkan Islam yang haq menyejukkan mata dan membesarkan hati setiap muslim yang cinta kepada Islam yang haq, tetapi sebaliknya membuat geram dan panas orang-orang yang hatinya diselubungi oleh kebatilan dan kebid’ahan!.

Lihatlah di semua media masa sekarang, siapakah yang memusuhi daulah Su’udiyyah saat ini ? Mereka adalah gabungan dari berbagai kelompok bid’ah mulai dari Syi’ah Rafidhah, Shufiyyah, Asy’ariyyah, Maturidiyyah, Quthbiyyah Ikhwaniyyah, Quthbiyyah Sururiyyah, Tablighiyyah, Hizbut Tahrir, JIL dan sederet nama-nama lainnya yang menujukkan kesesatan jalan mereka. Dari jati diri mereka dapat disimpulkan bahwa mereka memusuhi daulah Su’udiyyah bukan karena orang-orangnya, tapi karena dakwah daulah Su’udiyyah kepada manhaj Salaf.

Berangkat dari kenyataan ini, terbetik dalam benak kami untuk menyumbangkan sedikit pembelaan kepada daulah pembela dakwah Salafiyyah ini sebagai wujud loyalitas kami kepada al-haq dan ahlinya.

PERTEMUAN ANTARA DUA IMAM DAKWAH SALAFIYYAH
Membicarakan tentang dakwah Salafiyyah di jazirah Arabiyyah tidak bisa dilepaskan dari sebuah pertemuan yang bersejarah pada tahun 1158H bertepatan dengan tahun 1745M antara dua imam dakwah Salafiyyah ; Mujaddid abad ke-13H Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan amir Ar-Rasyid Muhammad bin Su’ud –penguasa negeri Dar’iyyah waktu itu dan pendiri daulah Su’udiyyah-, keduanya sepakat untuk bekerjasama mendakwahkan dakwah Tauhid –dakwah Salafiyyah- dengan segenap daya upaya. Muhammad bin Su’ud menyambut baik kedatangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Dar’iyyah dan mengatakan kepada Syaikh : “Berbahagialah di negeri yang lebih baik daripada negerimu, dan berbahagialah dengan dukungan dan pembelaan”.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : “Dan aku memberi khabar gembira kepadamu dengan kemuliaan dan kedudukan yang kokoh kalimat ini –Laa Ilaha Illallah- barangsiapa yang berpegang teguh dengannya, mengamalkannya, dan membelanya, maka Alloh akan memberikan kekuasaan kepadanya pada negeri dan hamba-hambaNya, dialah kalimat tauhid, yang merupakan dakwah para rasul semuanya. Engkau melihat bahwa Nejed dan sekitarnya dipenuhi dengan kesyirikan, kejahilan, perpecahan dan peperangan diantara mereka, aku berharap agar engkau menjadi imam bagi kaum muslimin, demikian juga pada keturunanmu”.

Maka Muhammad bin Su’ud berkata : “Wahai Syaikh, ini adalah agama Alloh dan RasulNya, yang tidak ada keraguan di dalamnya. Berbahagialah dengan pembelaan kepadamu dan kepada dakwah yang engkau seru, dan aku akan berjihad membela dakwah Tauhid” [Tarikh Najed oleh Husain bin Ghannam hal. 87 dan Unwatul Majd Fi Tarikhi Najed oleh Utsman bin Bisyr 1/12]

Maka mulailah kedua imam dakwah Salafiyyah tersebut beserta para pendukung keduanya menyebarkan dakwah Salafiyyah dengan modal ilmu dan keimanan, dan mengibarkan bendera jihad di depan setiap para penghalang jalan dakwah.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak henti-hentinya melancarkan dakwah kepada Alloh, mengajarkan ilmu-ilmu syar’i kepada para penuntut ilmu, menyingkap syubhat-syubhat yang disebarkan oleh orang-orang kafir, para penyembah kubur, dan selain mereka. Beliau menghasung umat agar berjihad dengan berbagai jenisnya. Beliau juga langsung turun di medan jihad berserta anak-anak beliau. Beliau tulis karya-karya ilmiah dan risalah-risalah yang bermanfaat di dalam menjelaskan aqidah yang shahihah, sekaligus membantah setiap pemikiran yang menyelisihinya dengan berbagai macam argumen, sehingga nampaklah agama Alloh, menanglah pasukan Alloh dan hinalah pasukan setan, menyebarlah aqidah Salafiyah di jazirah Arabiyyah dan sekitarnya, bertambah banyaklah para penyeru kepada kebenaran, dihapuslah syi’ar-syi’ar kebid’ahan, kesyirikan dan khurafat, ditegakkanlah jihad, dan masjid-masjid di makmurkan dengan shalat dan halaqah-halaqah pengajaran Islam yang murni. [Muqaddimah Syaikh Abdul Aziz bin Baz atas kitab Syaikh Ahmad bin Hajar Alu Abu Thami hal.4]

BERDIRINYA DAULAH SU’UDIYYAH SALAFIYYAH
Para ulama tarikh sepakat bahwa pendiri daulah Su’udiyyah (kerajaan Saudi Arabia) adalah Al-Imam Muhammad bin Su’ud, dialah yang membuat sunnah hasanah pada keturunannya di dalam membela agama Alloh dan memuliakan para ulama Sunnah. [Lihat Unwanul Majid oleh Ibnu Bisyr 1/234-235]

Dr. Munir Al-Ajlani menyebutkan bahwa pendiri daulah Su’udiyyah adalah Muhammad bin Su’ud, dengan baiatnya kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab untuk mengikhlaskan ibadah semata kepada Alloh dan ittiba kepada hukum Islam yang shahih di dalam siyasah (politik) daulah, serta menegakkan jihad fi sabilillah. [Tarikh Bilad Arabiyyah Su’udiyyah hal. 46-47]

Maka daulah Su’udiyyah adalah daulah Islamiyyah yang ditegakkan untuk menerapkan hukum Islam dalam kehidupan dan sekaligus daulah Salafiyyah yang membela dakwah Salafiyyah dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.

DAULAH SU’UDIYYAH DAN DAULAH UTSMANIYYAH
Sebagian orang menyangka bahwa Syaikh Muhammad bin Adbul Wahhab dan Muhammad bin Su’ud melakukan pemberontakan terhadap daulah Utsmaniyyah, seperti yang dilakukan Muhammad bin Hasan Al-Hajawi Ats-Tsa’alabi Al-Fasi di dalam kitabnya Al-Fikru Sami Fi Tarikhil Fiqh Islami (2/374) yang menyatakan bahwa Muhammad bin Su’ud mendukung dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab untuk merealisasikan impiannya di dalam melepaskan diri dari kekuasaan daulah Turki Utsmani!

Pernyataan Muhammad bin Hasan Al-Fasi di atas adalah pernyataan yang keliru, karena menyelisihi realita sejarah, realita sejarah menunjukkan bahwa di saat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab melancarkan dakwahnya dan bahkan jauh sebelumnya negeri Nejed –termasuk Dar’iyyah- tidak pernah menjadi wilayah daulah Utsmaniyyah. [Tarikh Bilad Arabiyyah Su’udiyyah hal. 47]

Di antara bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Nejed tidak pernah masuk dalam wilayah daulah Turki Utsmani adalah sebuah dokumen yang ditulis oleh Yamin Ali Affandi dengan judul asli berbahasa Turki : Qawanin Ali Utsman Dur Madhamin Daftar Diwan, di dalamnya terdapat daftar wilayah daulah Turki Utsmani sejak penghujung abad ke 11H yang terbagi menjadi 32 wilayah, 14 wilayah darinya adalah wilayah-wilayah di jazirah Arabiyyah, dan Najed tidak tercantum dalam daftar wilayah tersebut. [Lihat Bilad Arabiyyah wa Daulah Utsmaniyyah oleh Sathi’ Al-Hushari hal. 230-240]

Merupakan hal yang dimaklumi oleh setiap pemerhati sejarah Islam bahwa banyak dari wlayah-wilayah kaum muslimin yang tidak masuk ke dalam wilayah daulah Turki Utsmani yang ditunjukkan oleh adanya daulah-daulah yang sezaman dengan daulah Turki Utsmani seperti daulah Shafawiyyah Rafidhiyyah di Iran, daulah Mongoliyyah di India, daulah Maghribiyyah di Maroko dan beberapa negara Islam di Indonesia.
klik www.laskarislam.com (menangkis bahaya laten pemurtadan faithfreedom)

space dicadangkan (0)

Offline e0d0i

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.170
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Lihat pada link berikut:
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #1 pada: 18 Mei 2012, 16:13:30 »
Mas, kalau bicara sejarah, jangan cuma ikut pendapat dari buku saja ... karena sejarah bisa dibalik-balik tergantung si penulisnya.
Akan lebih baik kalau sejarah itu dikonfirmasikan pada si pelaku-nya langsung.

Untuk kasus Saudi vs Kekhalifahan Turki Utsmani,
pihak kerajaan Saudi sendiri sudah mengakui kalau mereka memang dulunya tidak akur dengan kekhalifahan Turki Utsmani. Kalaupun memang wilayah Nejed "di-klaim" bukan merupakan wilayah dari kekhalifahan Turki Utsmani, bukan berarti Saudi bebas bertindak sendiri dan bebas untuk tidak bergabung dengan Turki Utsmani. Sebab secara de-facto, Turki Ustmani adalah kekhalifahan Islam saat itu, dan seorang muslim yang baik wajib untuk tunduk pada khalifah yang ada saat itu.

Realitanya, kerajaan Saudi malah ribut dengan kekhalifahan Turki, dan sempat perang beberapa kali.
Coba buka lagi dalil-dalilnya, boleh tidak kita perang melawan Khalifah ?

Nah, sudah jelas bahwa kerajaan Saudi itu membangkang terhadap kekhalifahan Turki,
kenapa masih mau ditutup-tutupi lagi ?

Kalau masih tidak percaya, silakan lihat website Saudi Embassy di bawah ini,
http://www.saudiembassy.net/about/country-information/history.aspx

di situ, mereka sendiri yang ngaku kalau mereka itu perang melawan kekhalifahan Turki Utsmani.
Masih mau cari alasan lain?
Salafy adalah kelompok yang kalau diajak untuk mengkaji Al-Qur'an, maka mereka akan menjawab' "Loe anti hadits ya?" ... :hihi:

Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 516
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #2 pada: 24 Mei 2012, 21:11:12 »
Mas, kalau bicara sejarah, jangan cuma ikut pendapat dari buku saja ... karena sejarah bisa dibalik-balik tergantung si penulisnya.
Akan lebih baik kalau sejarah itu dikonfirmasikan pada si pelaku-nya langsung.

Untuk kasus Saudi vs Kekhalifahan Turki Utsmani,
pihak kerajaan Saudi sendiri sudah mengakui kalau mereka memang dulunya tidak akur dengan kekhalifahan Turki Utsmani. Kalaupun memang wilayah Nejed "di-klaim" bukan merupakan wilayah dari kekhalifahan Turki Utsmani, bukan berarti Saudi bebas bertindak sendiri dan bebas untuk tidak bergabung dengan Turki Utsmani. Sebab secara de-facto, Turki Ustmani adalah kekhalifahan Islam saat itu, dan seorang muslim yang baik wajib untuk tunduk pada khalifah yang ada saat itu.

Sekedar mengomentari dari sisi lain ya

ke Khalifahan yang dibangun Turki pada saat itu sebetulnya Khilafah Islamiyah 'ala minhajin nubuwwah atau sebatas Kerajaan Islam tapi dengan embel-embel Khilafah?  :)

dalam hadits Nabi disebutkan umur Khilafah itu 30 tahun...ternyata dari masa Sayidina Abu Bakar sampai "Khilafah Turki" lebih dari 30 tahun
dalam hadits Nabi lainnya disebutkan periode Khilafah, kerajaan sampai Khilafah minhajin nubuwah....Khilafah Turki masuknya yang mana cocoknya?

mengenai Ibn Sa'ud tidak mau tunduk dibawah Khilafah TURKI, saya tidak tau apa sebabnya..apakah mereka menganggap Khilafah Turki sekedar Kerajaan Islam biasa atau bagaimana entahlah dan yang jelas wilayah Dir'iyah memang tidak dibawah kekuasaan Khilafah Turki.

dan kalau ini dianggap kerajaan biasa, setau saya tidak ada kewajiban suatu raja tunduk kepada raja lainnya atau pemimpin negeri terhadap pemimpin negeri lainnya.

Kutip
Realitanya, kerajaan Saudi malah ribut dengan kekhalifahan Turki, dan sempat perang beberapa kali.
Coba buka lagi dalil-dalilnya, boleh tidak kita perang melawan Khalifah ?

peperangan yang terjadi antara Ibn Sa'ud dengan Khilafah Turki, mungkin anggapan Ibn Sa'ud Khilafah Turki cuma Kerajaan Islam biasa saja, bukan representasi dari Khilafah Islamiyah 'Ala Minhajin Nubuwah...sekali lagi ini cuma kemungkinan menurut saya.
 

Kutip
Nah, sudah jelas bahwa kerajaan Saudi itu membangkang terhadap kekhalifahan Turki,
kenapa masih mau ditutup-tutupi lagi ?

Kalau masih tidak percaya, silakan lihat website Saudi Embassy di bawah ini,
http://www.saudiembassy.net/about/country-information/history.aspx

di situ, mereka sendiri yang ngaku kalau mereka itu perang melawan kekhalifahan Turki Utsmani.
Masih mau cari alasan lain?
kalau Ibn Sa'ud menganggap Khilafah Turki hanya sekedar Kerajaan Islam biasa maka bukan pembangkangan namanya
posisi Ibn Sa'ud saat itu adalah diserang bukan menyerang sampai akhirnya Ibn Sa'ud bisa dikalahkan oleh Khilafah Turki

Peperangan terakhir sebelum runtuhnya Khilafah Turki dilakukan Ibn Sa'ud kepada Dinasti Ibn Rashid yang pro Khilafah Turki dan Habib Hasan yang awalnya Pro Khilafah menjadi Anti Khilafah Turki

Jadi, boleh saja menganggap Ibn Sa'ud tidak memberontak kepada Khilafah Turki dan boleh juga menganggap Ibn Sa'ud memberontak kepada Khilafah Turki.

tinggal disesuaikan aja, enaknya yang mana  :)


« Edit Terakhir: 24 Mei 2012, 21:15:34 oleh marjuki »

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #3 pada: 27 Mei 2012, 17:39:13 »
Khilafah adalah : Kesatuan politik yang menerapkan syariat Islam sbg hukum positip dibawah pimpinan seorang Khalifah yang berdaulat.

Khalifah yang sah itu kriterianya : dibaiat oleh "ahlul hal wal aqd" (orang2 yg berpengaruh : para Ulama, Qadhi, gubernur, kepala suku, komandan pasukan)

Untuk memperoleh baiat itu jalannya bisa macem2 :
1. karena ditunjuk oleh khalifah sebelumnya.
2. karena terpilih oleh formatur
3. karena konsensus mayoritas
4. karena menang dalam perebutan kekuasaan

Pertanyaan pertama : Apakah Daulah Usmani itu Khilafah ?
Jawabannya : IYES, karena merupakan kesatuan politik yang menerapkan syariat Islam sbg hukum positip, dibawah pimpinan seorang Khalifah yg berkedudukan di Istanbul.

Pertanyaan kedua : Apakah Khilafah Usmani itu sah ?
Jawabannya : Iyes.

Pertanyaan ketiga : Bagaimana Usmani memperoleh legitimasi sbg Khilafah ?
Jawabannya : Khalifah Abbasyah terakhir adalah Al Mutawakkil III (wafat 1543) berkedudukan di Mesir dibawah perlindungan dan dukungan Kesultanan Mameluk.

Pada tahun 1517 Sultan Salim I Usmani berhasil menaklukkan Kesultanan Mameluk Mesir, sejak itu Sultan Usmani secara de facto menjadi Khalifah menggantikan Dinasti Abbasyah.

Hijaz (Mekkah Madinah) yang sebelumnya dibawah Kesultanan Mameluk otomatis juga berada dibawah kekuasaan Usmani berdasarkan Baiat penguasa Mekkah Syarif Barakat kepada Sultan Salim I Usmani.


Pertanyaan keempat : Apakah Klan Saud (Wahabi) memberontak kepada Khilafah Usmani ?
Jawabannya : Pada th 1802 - 1804 Wahabi menyerbu kota2 dibawah kekuasaan Usmani : Basrah, Karbala, Mekkah, Madinah <--- ini lebih tepat disebut keonaran merongrong Khilafah Usmani, belum bisa disebut memberontak krn Nejd belum pernah berbaiat/ditaklukkan Usmani.

Karena keonaran yang dibuat oleh kaum Wahabi thd Wilayah Usmani tsb, akhrinya Usmani mengirim tentara dari Mesir untuk menumpasnya.

Pada tahun 1818 pasukan Usmani dibawah pimpinan Ibrahim Basya dari Mesir berhasil menumpas kaum Wahabi dan menguasai ibukota kaum Wahabi : Di'riyah.

Ottoman forces razed the Saudi capital Diriyah in 1818

Artinya, secara defacto sejak tahun 1818 Nejd resmi ditaklukkan, masuk wilayah Usmani. Klan Saud membayar upeti tahunan ke Istanbul.

Untuk melemahkan Khilafah Usmani, Inggris mendorong dan menyokong penyerbuan kedua klan Saud Wahabi ke kota2 wilayah Usmani : Mekkah, Medinah, Jeddah pada tahun 1924-1925 adalah jelas suatu PEMBERONTAKAN.
« Edit Terakhir: 27 Mei 2012, 17:48:05 oleh k3nj1 »

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #4 pada: 15 Juni 2012, 19:27:39 »
Menganggap bahwa Wahabi berasal dari ulama Syaikh Abdul Wahhab adalah kekeliruan...

Terbukti bahwa golongan Salafy itu termasuk golongan anti politik hingga baru sekarang ini dengan adanya Pemilu Mesir oleh Partai Annur. Sepengetahuan saya dari hasil pergaulan dengan kaum Salafy, mereka itu menjauhi politik bahkan cenderung mengharamkan demokrasi !

Jadi menganggap SALAFY itu = WAHABI itu salah besar... !

NB :
Ini saya dapat dari hasil pengetahuan teman saya, saya hanya menyampaikan saja
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #5 pada: 16 Juni 2012, 12:25:32 »
^ Ngawur.

yg benar SALAFY / WAHABI itu tidak konsisten :

Mulanya mengharamkan demokrasi/parpol/pemilu, lagi lagi dng alasan Bid'ah, (sejatinya krn itu mengancam status quo kekuasaan Monarki Saud di Arabia).

Ketika di Mesir ada peluang berkuasa melalui demokrasi, eh kaum salafi/wahabi jadi opportunis malah bikin partai dan ikut pemilu.

Kesimpulannya : Salafi / Wahabi  Mesir opportunis, tidak konsisten.

Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 516
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #6 pada: 19 Juni 2012, 19:21:33 »

Pertanyaan keempat : Apakah Klan Saud (Wahabi) memberontak kepada Khilafah Usmani ?
Jawabannya : Pada th 1802 - 1804 Wahabi menyerbu kota2 dibawah kekuasaan Usmani : Basrah, Karbala, Mekkah, Madinah <--- ini lebih tepat disebut keonaran merongrong Khilafah Usmani, belum bisa disebut memberontak krn Nejd belum pernah berbaiat/ditaklukkan Usmani.

Hah, keonaran?... Klan Saud nyerang wilayah itu karena sebelumnya mereka diserang...Qishas cuy...
cengeng banget sih, giliran diserang balik dan kalah bilangnya di serang

Kutip
Karena keonaran yang dibuat oleh kaum Wahabi thd Wilayah Usmani tsb, akhrinya Usmani mengirim tentara dari Mesir untuk menumpasnya.
Woi, belajar ngitung yang bener 1802 - 1804 Klan Saud nyerang balik....1811 Pasukan Usmani baru nyerang Klan Saud....
itu kurang lebih 7-8 tahun cuy.....
ente nulis diatas seolah-olah pasukan Usmani nyerang Klan Saud setelah tahun 1804....padahal baru tahun 1811 mereka nyerang Klan Saud
Taqiyah banget sih...hihihihi

Kutip
Artinya, secara defacto sejak tahun 1818 Nejd resmi ditaklukkan, masuk wilayah Usmani. Klan Saud membayar upeti tahunan ke Istanbul.

Kutip
Pada tahun 1818 pasukan Usmani dibawah pimpinan Ibrahim Basya dari Mesir berhasil menumpas kaum Wahabi dan menguasai ibukota kaum Wahabi : Di'riyah.

Artinya, secara defacto sejak tahun 1818 Nejd resmi ditaklukkan, masuk wilayah Usmani.

haduh..haduh, kalah perang itu tidak lantas menjadi takluk dibawah kekuasaan pemenang perang

baca sejarah, Indonesia aja kalah sama Inggris di Surabaya apa lantas Inggris menjadi penguasa di Surabaya/di Indonesia...dan Indonesia takluk pada Inggris...
kagak bos... :hihi: 

Pertempuran Medan Area,... para Opung, Tulang, Inang, mas , mbak, buyung, teuku dll berhasil dikalahkan oleh Sekutu dan NICA...apakah lantas Sekutu dan NICA menjadi penguasa Medan/Indonesia....
kagak bos...  :hihi:

di Bali ada Puputan Margarana dan kalah juga..tapi tidak sedikitpun Bali/Indonesia menjadi takluk pada NICA
  :jaim:

Atau menurut ente, selama ini pejuang Indonesia, para Kyai, para janda-janda yang terbunuh oleh Belanda dan jepang itu pemberontak ya?....wah terlalu banget ente bos..udah rajin Taqiyah gak menghormati pahlawan pula.....MENYEDIHKAN

Kutip
Klan Saud membayar upeti tahunan ke Istanbul.

Siapa nama Klan Saud yang bayar upeti?....hayo..omdo doang aja digedein

Kutip
Untuk melemahkan Khilafah Usmani, Inggris mendorong dan menyokong penyerbuan kedua klan Saud Wahabi ke kota2 wilayah Usmani : Mekkah, Medinah, Jeddah pada tahun 1924-1925 adalah jelas suatu PEMBERONTAKAN.
hahaha...taqiyah lagi....1924 Kerajaan Turki Usmani udah Hancur...yang ngancurin juga si Kemal Pasha....
jadi sangat Taqiyah kalau ente bilang gara-gara Klan Saud nyerbu mekkah madinah jeddah maka Kerajaan Turki Usmani lemah  :hihi:
lagipula  yang menghapus Khilafah itu orang Turki juga tuh, Mustafa Kemal..kenapa jadi sibuk nyalahin Klan Saud
Mustafa Kemal aja yang di Turki dan menghapus Khilafah ente gak perduli, ente gak sebut-sebut
kenapa Klan Saud yang jaraknya jauh dari Turki dan  nyebrangin gurun pasir ente segitu pedulinya....  :hihi:....ada sesuwatu nih
Taqiyah banget nih...  :hihi:
« Edit Terakhir: 19 Juni 2012, 20:05:38 oleh marjuki »

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #7 pada: 19 Juni 2012, 20:07:38 »

Pertanyaan keempat : Apakah Klan Saud (Wahabi) memberontak kepada Khilafah Usmani ?
Jawabannya : Pada th 1802 - 1804 Wahabi menyerbu kota2 dibawah kekuasaan Usmani : Basrah, Karbala, Mekkah, Madinah <--- ini lebih tepat disebut keonaran merongrong Khilafah Usmani, belum bisa disebut memberontak krn Nejd belum pernah berbaiat/ditaklukkan Usmani.


Antum semua yang berdiskusi di sini perlu sekali-kali maen game berjudul Genghis Khan (based on true story, tidak disarankan kalau bajakan !). Zaman dulu itu lebih dari satu kerajaan Islam yang berdiri dalam banyak wilayah. Seingat saya di game tersebut dan di artikel Google Search yang pernah saya baca, Dinasti Ayyubiyah (Salahuddin Alayubi) didirikan di Mesir ketika Dinasti Abbasiyah berdiri. Dan kita juga tahu bahwa Kerajaan Islam di Sumatera dan Jawa abad 17-18 an itu ada ketika zaman Ottoman/Utsmani berlangsung.

Jadi kata siapa Negeri Arab harus tunduk kepada satu khalifah ISLAM Tunggal Turki UTSMANI/OTTOMAN ?? Dulu belum ada TELEVISI dan MEDIA CETAK jadi HIZBUT TAHRIR dan konsep SATU KHALIFAH  belum ada. Otomatis banyak khalifah/Kerajaan Islam dalam banyak Negara menjadi sah-sah saja bukan...!

Jadi tidak bisa dibilang bahwa DINASTI SUUD/ARAB itu memberontak kepada DINASTI OTTOMAN !

Jelas Bro...

(jadi untuk Kenji... sekali lagi ini kita berkonfrontir dan sekali ini saya yang menang... hehe !
 Dan untuk Marjuki... yang seharusnya tertawa lebih besar atas ketaqiyahan adalah saya bukan Anda !!)
« Edit Terakhir: 19 Juni 2012, 20:16:11 oleh Angdit »
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 516
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #8 pada: 19 Juni 2012, 21:10:16 »
^ Mas Angdit

Ust. Kenji menganggap Klan Saud memberontak pada Kerajaan Turki Usmani karena sebelumnya Klan Saud sudah dikalahkan oleh Turki Usmani dan Istana/Ibukotanya saat itu yakni Dir'iyah berhasil direbut.

gitu mas,

padahal kenyataan di lapangan, menang perang/pertempuran tidak lantas menjadi penguasa atas wilayah tersebut

contohnya gak usah jauh-jauh lah, di Indonesia aja lebih dari satu...ada pertempuran 10 November Surabaya, medan Area di Medan, Puputan di Bali

semua pertempuran itu Indonesia kalah..apa lantas Inggris, Sekutu dan NICA jadi penguasa di wilayah tersebut.?..enggak tuh

kalau pakai pikiran Taqiyahnya Ust. Kenji mungkin
para Kyai-Kyai kampung dan kota,
Janda-janda tua dan janda-janda muda,
pejuang yang tampan dan pas-pasan
yang gugur saat melawan Sekutu, Inggris dan NICA dianggap Pemberontak kali, kasihan
TER LA LU

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:salafy dan daulah suudiyah
« Jawab #9 pada: 21 Juni 2012, 22:53:07 »
^ Belanda memang pernah berdaulat memerintah di Indonesia.
perlawanan para pahlawan kemerdekaan memang suatu pemberontakan thd pemerintahan Belanda.


Kedaulatan suatu Pemerintahan thd wilayah tertentu itu bisa diperoleh dengan :
1. Sukarela, penduduk suatu daerah menyatakan diri bergabung dengan suatu pemerintahan.
contoh : penduduk eks Wilayah Belanda menyatakan diri bergabung dengan pemerintahan Republik Indonesia.

Syarif Hijaz berbaiat mengakui kekuasaan pemerintahan Usmani <-- so Hijaz masuk wilayah Usmani.

2. Takluk krn kalah perang, contoh : Penduduk Syria dan Mesir yg sebelumnya dibawah pemerintahan Mameluk, ketika Mameluk kalah perang melawan Usmani maka Syria dan Mesir takluk, masuk wilayah Usmani.


Nah pada tahun 1818 saat Usmani menyerbu Nejd, terjadi perang (bukan pemberontakan) antara Saud Wahabi melawan Usmani.

Saud Wahabi "KEOK" artinya terjadi penaklukan karena kalah perang, maka Nejd yg beribukota di Riyadh termasuk kota Di'riyah masuk wilayah pemerintahan Usmani.

Yg menjabat sbg Gubernur Usmani di Riyadh adalah klan Rasyidi.

Ketika th 1902 Saud Wahabi melakukan perlawanan thd Gubernur Usmani di Riyahd, maka itu jelas tegas suatu PEMBERONTAKAN.

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.56 detik dengan 22 queri.