he he he barang kali in ya om hadistnya
“’Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu memerintahkan pada Ubai bin Ka’b dan Tamim Ad-Dari untuk memimpin shalat berjamaah sebanyak 11 rakaat.” (HR. Al-Imam Malik, lihat Al-Muwaththa Ma’a Syarh Az-Zarqani, 1/361 no. 249)
Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata dalam Al-Irwa (2/192) tentang hadits ini: “(Hadits) ini isnadnya sangat shahih.” Asy-Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Dan (hadits) ini merupakan nash yang jelas dan perintah dari ‘Umar , dan (perintah itu) sesuai dengannya radhiyallahu ‘anhu karena beliau termasuk manusia yang paling bersemangat dalam berpegang teguh dengan As Sunnah, apabila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak melebihkan dari 11 rakaat maka sesungguhnya kami berkeyakinan bahwa ‘Umar radhiyallahu ‘anhu akan berpegang teguh dengan jumlah ini (yaitu 11 rakaat).” (Asy-Syarhul Mumti’)
Di depan kan sudah jelas dalilnua memang itu, kenapa anda jadi kyk orang bingung ? makanya jangan cuma bisa asal kutip tetapi tidak membaca kutipan anda sendiri.
heheheheheh tidak apa apa om, wong udah beda......( blod merah diatas ) gak masalah kok........ dan kalau anda masih memakai hadist siti aisyah sebagai sandaran tarawih 11 rakaat.
pertanyaan saya :
1. apakah benar dikerjakan 2+2+2+2+3 (witir)
kalau iya saya minta hadistnya dilengkapi ya riwayatnya. jangan dipotong ok biar tidak bias,
artinya
Dalilnya tarawih 11 raka'at juga sudah anda lampirkan di post
#41 kenapa anda jadi seperti orang linglung ?
Perkara apakah praktiknya boleh 2+2+2+2+3 atau 2+2+2+2+2+1 atau 4+4+3 atau 4+4+2+1 maka itu boleh saja dikerjakan karena minimal shalat sunnah itu 2 raka'at. Dalil shalat 2+2+2+ adalah hadits berikut :
صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ
“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at. Jika engkau khawatir masuk waktu shubuh, lakukanlah shalat witir satu raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selama jumlahnya tetap 11 raka'at sesuai dalil 'Aisyah, maka boleh dilakukan dengan beberapa cara sesuai sunnah.
Dan ini adalah dalil untuk witir :
http://www.aldakwah.org/artikel-islam/ibadah/18-tata-cara-shalat-genap-dan-witir.html?start=22. apa benar Rasulullah di bulan ramadhan cuma mengerjakan witir sebanyak 3rakaat saja, kenapa dibulan yg lain bisa lebih dari tiga, malah ada riwatar 13 rakaat, 11 rakaat ( itu hanya witirnya doang loh ) akan tetapi kenapa pada saat ramadhan kok malah cuma tiga rakaat ( 2+2+2+2+3 ( witir ) ) yg 8 rakaat disebut tarawih oleh anda[/color]
sudah di jawab di atas, minimal shalat malam itu 2 raka'at, dan variasi witir bisa sesuai dalil di link di atas.
tolong mas saya dibantu intuk ini :
Imam Malik dan Imam Nisai menuliskan hadits ini di dalam Bab Witir. (Muwatta Imam Malik pg.102, Nisai vol.1 pg.248)
Hafidz Ibn Hajar mengatakan:” Tampak padaku bahwa kebijakan tidak mengerjakan sembahyang lebih dari 11 rakaat adalah bahwa tahajud dan witir merupakan sholat malam sementara sholat siang yaitu 13 Dhuhur (4 rakaat), Asr (4 rakaat) dan Maghrib (3 rakaat) juga total 11 rakaat. Sangat selaras jika jumlah sholat malam bersesuaian dengan jumlah sholat siang. (Fathul Bari vol.3 pg.16)
Shalat malam itu memang selalu witir (ganjil), maka tidak salah juga jika dikatakan bahwa qiyamul lail itu adalah shalat witir, dan anda kan setuju bahwa istilah witir itu digunakan oleh 'Aisyah di hadits shalat 11 raka'at di bulan Ramadhan. Dan ini sesuai dalil berikut :
عن جابر قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من خاف أن لا يقوم من آخر الليل فليوتر أوله ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل فإن صلاة آخر الليل مشهودة وذلك أفضل
Dari Jabir, saya mendengar Nabi saw bersabda : "Siapa saja di antara kalian yang takut tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah dia shalat witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam hendaklah dia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri dan hal itu lebih utama". (HR. Muslim 520/1)
عن عائشة قالت من كل الليل قد أوتر رسول الله صلى الله عليه و سلم فانتهى وتره إلى السحر
Dari 'Aisyah, dia berkata : "Setiap malam Rasulullah saw melaksanakan shalat witir dan witirnya berakhir hingga akhir malam" (HR. Muslim 512/1)
Intinya, mengatakan bahwa shalat malam Rasulullah saw yang disaksikan 'Aisyah 11 raka'at sebagai BUKAN shalat tarawih adalah keliru, justru 11 raka'at termasuk bilangan raka'at shalat tarawih, walau beliau saw tidak pernah melarang untuk menambah atau mengurangi jumlah raka'at, karena yang utama dalam shalat malam (kalau berjama'ah di bulan Ramadhan disebut tarawih), adalah lamanya melakukan qiyamul lail.
CMIIW