Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin  (Dibaca 6669 kali)


Offline glagah putih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 790
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #45 pada: 18 November 2011, 22:30:17 »
ya silahkan saja.... toh anak anda yang akan menjalani... lha kenapa marah marah?

kalau ada yang kemudian mengelus dada karena keputusan anda tersebut ya itu karena mereka juga punya pertimbangan mereka sendiri... katakan saja kepada mereka, biarkan saya dengan keputusan saya terhadap anak saya... toh bila ada resiko apa apa, yang nanggung juga anak saya...  %peace%
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so

Offline Abdullah Syamil

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 3
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #46 pada: 01 Desember 2011, 22:25:49 »
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pemberian vaksin hepatitis B untuk bayi laki-laki yang baru lahir mempunyai resiko lebih dari tiga kali lipat terkait dengan gangguan spektrum autisme.

Abstrak penelitian diterbitkan pada September, 2009 pada jurnal Annals of Epidemiology. Di dalamnya, Carolyn Gallagher dan Melody Goodman dari Program Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat di Stony Brook University Medical Center, NY, menulis bahwa, “anak laki2 yang menerima vaksin hepatitis B pada bulan pertama kehidupannya mempunyai peluang 2,94 kali lebih besar terkena gangguan spektrum autisme dibandingkan anak laki-laki yang tidak divaksinasi. “Para penulis menggunakan sampel probabilitas yang diperoleh dari National Health Interview Survey (NHIS), AS, dataset antara 1997-2002 ..

Kesimpulan menyatakan bahwa: “Temuan menunjukkan bahwa anak laki-laki AS yang divaksinasi dengan vaksin hepatitis B mempunyai risiko 3 kali lipat lebih besar terkena autisme; risiko terbesar untuk anak laki-laki non-kulit putih.”

sumber: http://www.ageofautism.com/2009/09/david-kirby-new-study-hepatitis-b-vaccine-triples-the-risk-of-autism-in-infant-boys.html

Offline Abi Faiz

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 465
  • Lokasi: KT 4819 NT
  • perubahan untuk lebih baik
    • Lihat Profil
    • Percik cahaya
« Jawab #47 pada: 02 Desember 2011, 10:01:28 »
^
Tidak melakukan vaksinasi Hepatitis B juga bukan berarti bebas penyakit. Sekedar mengingatkan kembali, VHB merupakan virus yang menyebabkan tingkat kematian cukup tinggi serta penularannya yang relatif mudah. Masa inkubasi sekitar 30-180 hari dengan sumber penularan berasal dari darah serta cairan tubuh termasuk juga penularan dari ibu ke janin atau bayinya. Perjalanannya penyakitnya sediri dapat berupa hepatitis akut, kronis, sirosis hati (kematian jaringan hati) sampai dengan kanker hati. Selain itu dapat menyebabkan icteric/penyakit kuning karena meningkatnya kadar bilirubin. Bilirubin yang tinggi bila sampai ke otak dan "mengendap" di sana dapat menyebabkan gangguan mental.
Dan perlu diingat hepatitis B merupakan penyakit menular. Artinya apa bila seseorang tertular maka orang lain yang berada disekitarnya beresiko untuk tertular. Antar anggota keluarga, ibu ke janin, sesama teman kerja/sekolah dll.
Saya pernah medapatkan data dari teman yang bekerja di rumah sakit mengenai pemeriksaan hepatitis. Hasilnya bahwa sekitar 6-7% pasien yang diperiksa HbsAg-nya menunjukan hasil yang positif. Pasien-pasien tersebut berasal dari pasien VK (kebidanan), UGD serta pasien pra operasi.
Pencegahannya sendiri tidak melulu dengan vaksinasi karena vaksinasi hanya mengurangi resiko. Pemberian imun serum globin serta pencegahan secara menyeluruh dapat juga mengurangi resiko tertular VHB.
Mengenai pencengahan secara menyeluruh dapat meliputi :
1. Penerapan pola HBS
2. Pemeriksaan Hbs Ag dan Hbs Ab bagi yang belum pernah tetapi mau vaksin.
3. Pemeriksaan Hbs Ab secara berkala (5th sekali) bagi yang talah di vaksin.
4. Bagi yang anti dengan vaksin, saran saya lakukan pemeriksaan Hbs Ag. Tujuannya adalah untuk mengetahui ada tidaknya antigen/virus hepatitis dalam tubuh kita.
Perubahan untuk lebih baik

Offline Abdullah Syamil

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 3
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #48 pada: 02 Desember 2011, 16:33:43 »
(NaturalNews) vaksin hepatitis B telah disetujui untuk semua bayi AS ketika lahir, tetapi apakah itu benar-benar aman? Untuk vaksinasi "pencegahan", jumlah komplikasi yang terkait dengan vaksinasi hepatitis B cukup mengejutkan. Bahkan, sejumlah peer-review studi telah menemukan hubungan antara vaksinasi hep B dan kematian bayi baik di AS dan Eropa. Dengan hubungan ke sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), multiple sclerosis, dan banyak gangguan autoimun kronis, beberapa dokter berbicara mengungkapkan  bahaya vaksin hep B.

Dr Jane Orient dari Asosiasi Dokter Amerika dan Bedah (AAPS) bersaksi kepada Kongres Amerika mengenai bahaya kesehatan yang parah yang berhubungan dengan inokulasi hepatitis B, yang menyatakan: "Bagi kebanyakan anak, risiko reaksi vaksin yang serius mungkin 100 kali lebih besar daripada risiko terjangkit penyakit hepatitis B. "

Hepatitis B adalah infeksi virus yang terutama targetnya pada hati, dan menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh - terutama darah dan air mani. Hepatitis B adalah sebagian besar ditularkan melalui pilihan gaya hidup seperti seks tanpa kondom atau berbagi penggunaan suntikan jarum narkoba, dan Ini bukanlah kondisi penyakit yang berhubungan dengan bayi baru lahir, atau kebanyakan orang. Karena keputusan aneh untuk memvaksinasi bayi yang baru lahir dengan tembakan hep B dan sejumlah faktor lain, orang telah mempertanyakan keamanan dan efektivitas vaksinasi hep B selama bertahun-tahun.

sumber: http://www.naturalnews.com/032579_hepatitis_B_vaccines.html
http://www.uscfc.uscourts.gov/sites/default/files/CAMPBELL-SMITH.HARRIS032311.pdf
http://childhealthsafety.wordpress.com/2011/04/25/us-concedes-hep-b-causes-lupus/
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21496754
http://www.ama-assn.org/amednews/2011/05/02/hlsb0502.htm
http://www.nvic.org/nvic-archives/newsletter/untoldstory.aspx
http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2008/01/02/hepatitis-b-vaccine-part-four.aspx


Lebih detail tentang Hepatitis B

Penyakit ini dapat menyebabkan sirosis hati maupun kanker hati. Namun, virus ini menular melalui hubungan seksual. Orang-orang berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis B (yang ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi) adalah pengguna narkoba, pelacur, tahanan, dan pelaku kelainan sex.

Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.

Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama (Hanya jika penderita memiliki penyakit mulut (sariawan, gusi berdarah,dll) atau luka yang mengeluarkan darah) serta hubungan seksual dengan penderita.

Bayi yang mempunyai resiko terkena penyakit ini hanyalah bayi yang lahir dari ibu yang positif mengidap Hepatitis B. dan hanya kelompok itu yang beresiko, bukan yang lain.

 Pada tahun 1996, lima puluh empat kasus yang dilaporkan kepada Pusat Pengendalian Penyakit (di Amerika) pada kelompok usia dibawah 1 tahun. Sedangkan pada saat bersamaan, ada 3,9 juta bayi yang lahir pada tahun itu sehingga kejadian hepatitis B hanya 0,001%. Jadi apakah kejadian ini merupakan wabah berbahaya sehingga vaksin benar-benar diperlukan?

90 sampai 95% dari semua kasus hepatitis B sembuh sepenuhnya setelah 3 sampai 4 minggu menderita mual, kelelahan, sakit kepala, arthritis, sakit kuning dan hati lembut. Sekitar 50% dari pasien yang terkena Hepatitis B tidak menunjukkan gejala setelah terinveksi. Bahkan, setelah terinveksi dipastikan mereka akan memiliki kekebalan seumur hidup. Sedang yang 30% mengalami gejala mirip flu saja, dan lagi, kelompok ini akan memperoleh kekebalan seumur hidup. Dari 20% sisanya yang terkena Hepatitis B akan memperlihatkan gejala penyakit. 95% dari 20% ini akan sepenuhnya pulih, dengan kekebalan seumur hidup. Oleh karena itu, kurang dari 5% dari orang yang terkena hepatitis B akan menjadi infeksi kronis.

Vaksin Hepatitis B dibiakkan dalam ragi roti. Vaksin ini mengandung formaldehyde (penyebab kanker) dan mengandung 95 persen antigen permukaan virus hepatitis B, 4 persen protein ragi, dan aluminium hidroksida. Sekitar 17 persen dari semua orang yang divaksinasi hepatitis B disusul oleh laporan akan adanya kelelahan dan kelemahan, sakit kepala, arthritis dan demam lebih dari 100 F. Vaksin ini dapat menyebabkan kematian, menurut laporan Institute of Medicine pada tahun 1994.

Vaksin Hepatitis B Dikembangkan pada tahun 1987, pertama kali disuntikkan pada bayi berusia dua belas jam . Dengan harapan akan melindungi mereka ketika mereka lebih tua. Vaksin ini Awalnya ditargetkan untuk pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik sembarangan, tetapi ketika mereka tidak mau datang untuk disuntik imunisasi, akhirnya CDC memutuskan untuk menyuntik imunisasi anak-anak sebelum mereka mulai menjadi "pemakai". Padahal CDC Fact Sheet (lembar fakta dari CDC) pada penyakit hepatitis B tidak menyertakan bayi yang baru lahir sebagai kelompok risiko untuk penyakit itu. Jadi, dengan kata lain, hampir setiap bayi yang baru lahir di AS sekarang disambut ke dunia dengan suntikan vaksin terhadap penyakit menular seksual yang tidak beresiko pada bayi. Semua ini karena mereka tidak bisa mendapatkan pecandu, pelacur, heteroseksual promiscuous dan homoseksual (yang mereka ini berada pada risiko tinggi terkena hepatitis) untuk mengambil vaksin. Inilah esensi dari program vaksinasi universal hepatitis B.

silahkan baca artikel lanjutannya di: http://vaccinetruth.org/page_11.htm
« Edit Terakhir: 06 Desember 2011, 20:54:45 oleh Abdullah Syamil »

Offline si_persia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #49 pada: 07 Februari 2012, 00:10:54 »
kenapa ya isu vaksinasi ini selalu dibenturkan dengan hal2 terkait akidah, keimanan dsb. seakan-akan jika pro vaksin berarti tidak mengimani kuasa Alloh atas kesehatan manusia, seakan-akan meninggalkan sunnah nabi.  :-\

seandainya TS mau sesekali mengunjungi bangsal anak di RSCM dan menyaksikan bayi2 mungil itu tidak bisa bernafas akibat infeksi tetanus, atau bayi2 yang harus dilubangi lehernya agar bisa bernafas karena difteri, mungkin TS akan sadar betapa pentingnya vaksinasi.  :mewe:

jikalau media babi yg konon digunakan dalam pembuatan vaksin memang benar, dan kemudian haram, kenapa air PAM yang jelas2 dibuat dari air kali yang isinya kotoran manusia, sampah, limbah berbahaya dll itu menjadi halal? silakan telaah kandungan vaksin tsb, masih terdapat unsur babinya? :toktok:

soal autisme, silakan baca ini http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/104124/1540333/763/temuan-vaksin-mmr-sebabkan-autis-hanya-tipuan-dari-ilmuwan

Offline ateeq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 253
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • amirudin
« Jawab #50 pada: 07 Februari 2012, 08:07:27 »
fakta hepatitis di indonesia, bukan di amerika. tinggalnya di indonesia kan?
depkes.go.id/hepatitis/index.php/component/content/article/34-press-release/799-lembar-fakta-hepatitis.html
knowledge belong to the world