Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin  (Dibaca 6669 kali)


Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 06 Agustus 2011, 01:27:09 »
Kutip
Semalam ada seorang bidan muda menelepon saya. Dia menanyakan kepada saya tentang mengapa saya sangat melarang Imunisasi bagi anak-anak (terutama sekali keponakan-keponakan saya). Apakah alasan saya melarangnya? Berikut tulisan singkat saya (bahannya terlalu banyak jadi saya persingkat).

Imunisasi dan Konspirasi di dalamnya.

Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :
The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).
~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”

Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis.   Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?
“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”
~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika
“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University
“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris
“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional
“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962
“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional
“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika
“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”
~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”
Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya.

Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Susceptible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?
Menurut pencarian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.

Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.

Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.

Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?
DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.

Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.
Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?

Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?

Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.
Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

Babi dalam Vaksin.
Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut :
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3

Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :
“Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.” (Imamat 11 : 7-8)

Asam Amino manusia yang hanya sedikit berbeda dari binatang babi. Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya :
Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6
Penjelasan : hanya 1 asam amino berbeda

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6
Penjelasan : ada 3 asam amino berbeda

Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.
“Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.”
~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan IPB

Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain.

Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi.
2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.

Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah : Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.
Dan sang Imam berkata, “Inilah ! Daging babi itu membunuh ‘ghirah’ (rasa cemburu) orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian.”

Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia.

Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.
•   Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
•   Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
•   Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
•   Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
•   Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
•   Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.
•   Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
•   Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
•   Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.
•   Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”
•   Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
•   Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
•   Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.
•   Dan masih banyak lagi.

Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?

Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata. Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.

Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak. Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.

Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi.
Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?
Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya. Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr :
Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.

Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.
Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang. Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.

Penutup
Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.

Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6

Masih banyak sumber yang belum saya paparkan di sini. Termasuk bagaimana teknologi pengetahuan Islam menyingkap bagaimana setan dapat menjadikan manusia menjadi jahat melalui makanan yang haram yang kita konsumsi. Insya Allah lain waktu saya dapat menjelaskannya.
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 27 Agustus 2011, 01:15:01 »
Kutip
Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.

Yang diatas tidak berdasar, karena bayi tidak akan bisa berganti lagi DNA selain DNA ortunya. DNA itu unik, karena satu makhluk hidup dan lainnya beda susunannya.
A chromosome is an organized structure of DNA and protein found in cells. It is a single piece of coiled DNA containing many genes, regulatory elements and other nucleotide sequences. Chromosomes also contain DNA-bound proteins, which serve to package the DNA and control its functions. http://en.wikipedia.org/wiki/Chromosome#In_humans

Kalau bicara kromosom, pastilah ada sepasang dari ovum dan dari sperma. kromosom manusia itu ada 23 pasang, jadi total ada 46. lebih atau kurang dari itu berarti ada mutasi yang bisa menyebabkan kelainan bawaan.

Kita boleh menolak vaksin, tapi tidak dengan sembarang alasan. Apalagi alasan bayi bakalan mewarisi genetik DNA orang asing, karena sudah terbukti kalau genetik DNA itu unik, dan tidak akan berubah.

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 27 Agustus 2011, 08:10:50 »
Yang diatas tidak berdasar, karena bayi tidak akan bisa berganti lagi DNA selain DNA ortunya. DNA itu unik, karena satu makhluk hidup dan lainnya beda susunannya.


hasil penelitian mutakhir yang dipimpin oleh Kazuo Murakami, Ph.D. dalam bukunya berjudul The Divine Message of The DNA, Tuhan dalam Gen Kita, mengungkapkan sesuatu pandangan yang berbeda.

Dr. Murakami mengungkapkan bahwa gen kita tidak tetap, tetapi dapat berubah-ubah akibat dari berbagai faktor. Memang benar keturunan mempengaruhi karakteristik dan kemampuan setiap individu. Akan tetapi, walaupun sifat-sifat ini diwariskan secara genetik, gen kita juga dilengkapi dengan tombol nyala / padam yang dapat mengubah fungsi gen tersebut. Misalnya, olah raga teratur akan menyalakan gen-gen yang bermanfaat yang berakibat meningkatnya kekuatan otot dan kesehatan, dan pada saat yang sama juga memadamkan gen yang merugikan.

Namun yang luar biasa adalah kenyataan bahwa mekanisme nyala / padam itu dapat dipicu oleh sikap mental, cara berfikir dan emosi kita. Tertawa misalnya dapat menurunkan secara signifikan tingkat gula darah pada penderita diabetes setelah makan. Gen-gen tertentu juga dapat teraktifkan oleh tawa. Dengan penemuan mekanisme nyala / padam ini terbuka kemungkinan tak terbatas untuk mengembangkan potensi manusia.

Banyak orang berbicara mengenai “hidup” seolah-olah kehidupan adalah sesuatu yang sederhana, padahal tidak ada seorang pun yang dapat bertahan hidup hanya melalui usaha secara sadar. Seluruh fungsi vital kita, termasuk pernafasan dan peredaran darah, diatur oleh cara kerja hormon dan sistem syaraf yang otomatis, sehingga kita tetap hidup walaupun tanpa campur tangan dari usaha pikiran sadar kita. Gen kitalah yang mengontrol sistem-sistem vital ini. Untuk melakukan tugas ini.

Sepertinya memang tidak mungkin jika pengaturan yang begitu hebat ini terjadi hanya secara kebetulan. Sesuatu yang lebih besar pastilah berada di balik keselarasan dunia kita ini. “Banyak orang menggunakan kata Tuhan untuk menjelaskan konsep ini. Walaupun kuasa ini tidak terlihat tidak dapat dengan mudah ditangkap indera kita, dengan bekerja dalam bidang ilmu kehidupan seperti saya ini, saya sangat menyadari keberadaan-Nya.” Ujar Murakami

Sumber : “The Divine Message of the DNA, Tuhan di dalam Gen Kita”, karya Kazuo Murakami, Ph.D
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #3 pada: 27 Agustus 2011, 09:17:33 »
hal2 semacam imunisasi, obat yang rata2 gak jelas isi kandungannya dan obat2an herbal ... harusnya disosialisasikan oleh orang2 yang punya background dalam bidang kesehatan, karena untuk mengungkapkan pengobatan yang halal dan benar dalam Islam gak hanya perlu niat tapi juga pendidikan di bidang kesehatan.

cuman sayangnya, banyak dari paramedis muslim yang sudah terima jadi dari turunan yang ada selama ini.

pas waktu buka puasa kemarin, teman saya yang adiknya seorang dokter dan pakar herbalist menceritakan bahwa dalam sebuah seminar dia dan teman2nya berdiskusi alot dengan menteri kesehatan tentang bahaya imunisasi. singkat cerita menteri kesehatan gak bisa membantah tentang bahaya imunisasi. tapi dia bilang bahwa imunisasi itu sudah menjadi program pemerintah  :wataw:
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 27 Agustus 2011, 10:22:24 »
dalam dna itu terdapat berbagai macam hal.. tapi ikatan rantai genetik takkan berubah. karena itu adalah hal unik. anda katakan mewarisi diatas, maksudnya apa? kalau mengubah total struktur dna tentu tidak bisa.  kalau serangan virus akan merusak rantai dna mungkin bisa dipahami.

Offline Abi Faiz

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 465
  • Lokasi: KT 4819 NT
  • perubahan untuk lebih baik
    • Lihat Profil
    • Percik cahaya
« Jawab #5 pada: 27 Agustus 2011, 11:48:06 »
Imunisasi itu memang ada resikonya. Namun bukan hanya imunisasi yang satu-satunya yang mempunyai resiko, pengobatan/pencegahan penyakit (apapun caranya) juga mempunyai resiko. Tetapi apa yang disampaikan oleh TS malah membuat keraguan seperti yang disampaikan Dayna.
Contoh lain, bayi kuning itu bukan disebabkan oleh kurang darah melainkan karena kadar bilirubin yang meningkat. Makanan yang terbaik untuk bayi adalah ASI, boleh saja menggunakan kurma namun sebaiknya ibunya yang makan. Selain itu, Rumus meolekul insulin manusia dan babi pun juga membingungkan karena senyawa dengan rumus molekul yang sama tetapi mempunyai variasi rumus bangun.
Niat TS sangat baik namun tanpa alasan medis yang tepat malah menyesatkan masyarakat. :)
Perubahan untuk lebih baik

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 27 Agustus 2011, 12:32:17 »
dalam dna itu terdapat berbagai macam hal.. tapi ikatan rantai genetik takkan berubah. karena itu adalah hal unik. anda katakan mewarisi diatas, maksudnya apa? kalau mengubah total struktur dna tentu tidak bisa.  kalau serangan virus akan merusak rantai dna mungkin bisa dipahami.


Ibnul Qayyim dalam kitab At-Tibyan fi Ahkami Qur’an I/236, menulis:

“Seseorang akan memiliki kemiripan karakter dan sifat dengan jenis makanan yang dikonsumsinya. Sebab jika mereka mengkonsumsi makanan yang jelek, maka itu akan menjadi bagian dari tubuhnya bahkan akan menyatu pada tubuhnya.
Ketika mengkonsumsi daging babi atau turunannya, maka terwarisi sifat keras kepala dan keras hati pada mereka”
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 27 Agustus 2011, 12:37:17 »
Imunisasi itu memang ada resikonya. Namun bukan hanya imunisasi yang satu-satunya yang mempunyai resiko, pengobatan/pencegahan penyakit (apapun caranya) juga mempunyai resiko. Tetapi apa yang disampaikan oleh TS malah membuat keraguan seperti yang disampaikan Dayna.

Ya hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan ada resikonya. kita tinggal pilih mana yang akan kita jalani dan hadapi resikonya, entah itu resiko buruk atau resiko baik.

tugas sy hanya menyampaikan, setelahnya itu adalah hak Allah utk merubah hati manusia.
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 27 Agustus 2011, 12:41:22 »
Contoh lain, bayi kuning itu bukan disebabkan oleh kurang darah melainkan karena kadar bilirubin yang meningkat.

Dalam tulisan sy di atas, sy TIDAK menyebutkan bahwa bayi kuning disebabkan kurang darah.

Tapi tulisan sy menjelaskan bahwa apabila tubuh bayi menguning, ia membutuhkan glukosa yg cukup.

Apakah sama Glukosa dengan kurang darah?
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 27 Agustus 2011, 12:45:22 »
Makanan yang terbaik untuk bayi adalah ASI, boleh saja menggunakan kurma namun sebaiknya ibunya yang makan.

Sepakat makanan terbaik utk bayi adalah ASI.

Sy hanya menganjurkan salah satu sunnah Rasulullah yaitu TAHNIK, yg dilakukan saat pertama kali bayi baru lahir. bukan memberi makan bayi buah kurma.

Jika kita memang mengikuti sunnah Rasulullah, salah satu yg harus kita tahu, pahami dan ikuti adalah TAHNIK.

Tentang TAHNIK, silakan baca tulisan sy yang lain disini :
http://myquran.org/forum/index.php/topic,71694.0.html
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 27 Agustus 2011, 12:46:21 »
pas waktu buka puasa kemarin, teman saya yang adiknya seorang dokter dan pakar herbalist menceritakan bahwa dalam sebuah seminar dia dan teman2nya berdiskusi alot dengan menteri kesehatan tentang bahaya imunisasi. singkat cerita menteri kesehatan gak bisa membantah tentang bahaya imunisasi. tapi dia bilang bahwa imunisasi itu sudah menjadi program pemerintah  :wataw:

Mau donk pak idrus kenalan sama adiknya temannya.
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 27 Agustus 2011, 12:48:49 »

Niat TS sangat baik namun tanpa alasan medis yang tepat malah menyesatkan masyarakat. :)


di tulisan sy di atas, banyak pernyataan2 dari para dokter dan ahli medis.

Yah, tujuan sy memang ingin menyesatkan ummat Islam ke jalan yang benar, jalan yang dicontohkan dan diwariskan oleh Rasullah.... ;-)
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 27 Agustus 2011, 18:35:01 »
Dalam tulisan sy di atas, sy TIDAK menyebutkan bahwa bayi kuning disebabkan kurang darah.

Tapi tulisan sy menjelaskan bahwa apabila tubuh bayi menguning, ia membutuhkan glukosa yg cukup.

Apakah sama Glukosa dengan kurang darah?

sangat berkaitan, karena glukosa itu ada di darah. cek kadar semua gula  akuratnya itu dengan pemeriksaan darah.

Kutip
pas waktu buka puasa kemarin, teman saya yang adiknya seorang dokter dan pakar herbalist menceritakan bahwa dalam sebuah seminar dia dan teman2nya berdiskusi alot dengan menteri kesehatan tentang bahaya imunisasi. singkat cerita menteri kesehatan gak bisa membantah tentang bahaya imunisasi. tapi dia bilang bahwa imunisasi itu sudah menjadi program pemerintah  :wataw:

Kurang itu drus, mestinya adalah program pemerintah dan pihak-pihak yang berkaitan :hihi:. Sekarang begini saja deh, mau apapun pendapat para ilmuwan dan orang pintar (bukan dukun lho ya), semua kembali pada kita masing-masing. Ada vaksin semisal hepatitis B yang wajib diberikan pada petugas medis, demi mencegah hal yang lebih parah lagi. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan lah. Selain itu vaksinasi meningitis pada jemaah haji juga mencegah jemaah haji dari penyakit radang otak tersebut. Ada lagi vaksin DPT untuk bayi, kalau anda baca apa itu Diphteria, Pertussis dan Tetanus, mungkin anda akan berpikir lebih baik menghindarinya.

Kanker tidak bisa disalahkan sepenuhnya pada vaksin, suka-atau tidak suka sekarang lingkungan hidup kita sudah tidak sesehat jaman mbah-mbah kita dulu. ada sesuatu yang disebut partikel bebas yang bisa menyebabkan mutasi pada sel. mengaktifkan faktor resesif dan menenggelamkan faktor dominan.

Kalau takut masalah vaksin dibuat dengan media babi, hal itu bisa dimaklumi. Apalagi kalau memang sudah terbukti vaksin itu terbuat dari media  babi, tentu lebih baik menghindarinya kalau ada alternatif  yang dibuat dengan media gelatin sapi.
« Edit Terakhir: 27 Agustus 2011, 18:48:39 oleh Dayna »

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 27 Agustus 2011, 20:04:22 »
sangat berkaitan, karena glukosa itu ada di darah. cek kadar semua gula  akuratnya itu dengan pemeriksaan darah.

hehehe.....ya sudahlah. yg saya tanya kan glukosa dengan kurang darah itu emang sama?

kalo berkaitan iya. dan utk cek kadar gula perlu pemeriksaan darah. tapi utk bayi tidak perlu.

sy pernah nangani anak teman usia 3 bln, divonis sm dokter flek (paru2) dsb. cm karena kuningnya ga hilang2. hrs operasi dll. Anak itu juga menangis tdk mengeluarkan suara. akhirnya stlh konsultasi dg dokter herbalis, cukup ibunya yg minum herba Extragreen (sinergi habbatussauda, zaitun, madu dan spirulina). Seminggu kemudian sdh bisa dibawa mudik ke Bandung dan Tasik dg motor.
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>

Offline biru-hati

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 392
  • Lokasi: Taman Wisma Asri
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 27 Agustus 2011, 20:38:16 »
Sekarang begini saja deh, mau apapun pendapat para ilmuwan dan orang pintar (bukan dukun lho ya), semua kembali pada kita masing-masing.
Sepakat, hidup adalah pilihan dan setiap pilihan ada resikonya. tinggal tentukan pilihan dan jalani resikonya. Rasulullah juga sudah tinggalkan warisannya berupa Al-Quran dan sunnahnya utk dijadikan pegangan hidup....


Ada vaksin semisal hepatitis B yang wajib diberikan pada petugas medis, demi mencegah hal yang lebih parah lagi. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan lah.

RASULULLAH adalah Manusia yg sempurna dari sisi kesehatan jasmani dan rohani. Rasulullah adalah seorang uswatun hasanah dari semua aspek termasuk aspek kesehatan.

Contohlah Rasulullah, yang setiap subuh selalu mendapat asupan udara segar. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Biasanya orang yang memulai kehidupan di pagi hari dengan bangun subuh, akan menjalani hari dengan penuh semangat dan optimisme. Berbeda dengan orang yang tidak bangun di subuh hari, biasanya lebih mudah terserang rasa malas untuk beraktivitas.

Untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya pada pagi hari, Rasulullah SAW biasa memakai siwak. Siwak sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.

Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan air dingin (bukan air es) yang dicampur dengan madu. Dalam Al Qur'an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai penyakit. Madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir, luka bakar, dan peradangan.

Tujuh butir kurma (matang) menjadi kebiasaan Rasulullah saw menjelang siang. Beliau pernah bersabda, "Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun."
Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Sementara itu Bisyir ibu al Barra', salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut. Rahasianya adalah tujuh butir kurma yang biasa dikonsumsi Rasulullah saw.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja tidak hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantara mencegah lemah tulang, kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan.

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur- sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.

Setelah makan malam Rasulullah tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan shalat. Rasulullah saw bersabda:
"Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras."
www.biruhati.multiply.com
www.praktisimaya.multiply.com

cv. PRAKTISI MAYA GRUP <Percetakan, Offset, Setting/Lay-out, Konveksi Aneka Tas, Digital Printing>