Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Rumah Sakit Meminta Uang Muka Rp 15 Juta, Bocah 2 Tahun Meninggal Dunia  (Dibaca 654 kali)


Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« pada: 26 Desember 2009, 21:06:39 »
Ditolak Sana Sini oleh Rumah Sakit, Bocah 2 Tahun Meninggal Dunia

Jum'at, 25 Desember 2009, 12:48 WIB

 

Hari ini bocah berumur 2 tahun meninggal dunia karena orang tuanya tidak mampu mebayar uang muka sebesar Rp 10-15 juta untuk ruang perawatan ICU anak.

"Saya sudah telpon sana sini dan datangin rumah sakit untuk perawatan ponakan saya, yang sedang membutuhkan pertolongan, tapi di tolak,"kata Dodi kerabat Naila binti Zainudin, Jumat (25/12) di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Permintaan beberapa rumah sakit yang dihubungin meminta uang muka terlebih dahulu. "Pihak rumah sakit meminta uang muka dulu berkisar Rp 10-15, uang sebesar gitu dari mana," ungkapnya dengan mata merah karena menangis. Naila (2) merupakan anak ke dua dari pasangan Zainudin warga RT 03 RW 02 Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Naila sebelumnya terkena penyakit komplikasi, Kamis (24/12) sekitar pukul 23.05 wib di bawa ke Rumah Sakit Aqiqah, Ciledug pihak rumah sakit tersebut merujuk ke rumah sakit Bakti Asih, Ciledug, Kota Tangerang.

Namun karena perlengkapan yang kurang memadai menurut keterangan dokter jaga, Jumat (25/12) pukul 12.15 wib pihaknya merujuk ke beberapa rumah sakit yang mempunyai ruang ICU anak, tapi beberapa rujukan rumah sakit tersebut meminta uang muka puluhan juta terlebih dahulu jika dirawat.

Karena kondisi ekonomi, pihak keluarga akhirnya pasrah dan tetap dirawat dengan minim peralatan di rumah sakit Bakti Asih. Jumat (25/12) pukul 09.00 wib Naila yang tak berdosa tersebut meninggal dunia.(Fz/Bm/Hu/Cie)

http://www.berita8.com/news.php?tgl=2009-12-25&cat=4&id=17488



Rumah Sakit Meminta Uang Muka Rp 15 Juta, Bocah 2 Tahun Meninggal Dunia
Sabtu, 26 Desember 2009, 19:02 WIB

 


Kesedihan masih lekat di keluarga Naila (2), Bocah belia yang meninggal Jum'at (25/12) akibat penyakit komplikasi dan di "tolak" oleh para pihak rumah sakit.

Menurut Dodi (29) paman Naila (2), rumah sakit seharusnya tidak meminta uang muka terlebih dahulu kepada kami untuk ruang ICU anak.

" Saya rasa pihak rumah sakit kini sudah kelewatan, masa orang sudah sakit parah dan membutuhkan pertolongan cepat harus diminta uang DP dulu baru dirawat," katanya di Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (26/12).

Sebelumnya pihak keluarga telah mencari rumah sakit yang menjadi rujukan dokter jaga RS Bakti Asih, Ciledug, Tangerang, ke RS Sari Asih yang masih dimiliki oleh Wakil Walikota Tangerang.

Namun ketika dikonfirmasi katanya penuh.Setelah menghubungi beberapa rumah sakit, akhirnya pihak keluarga mengkonfirmasi RS International Bintaro (rujukan dokter) namun pihak rumah sakit meminta uang muka terlebih dahulu Rp 10 juta dan mengatakan biaya perharinya Rp 8 juta untuk ruang ICU anak , pihak keluarga pun akhirnya menolak.

Tanpa pantang meyerah, Dodi menghubungi RS JMC Buncit Raya, Jakarta Selatan, hal senada juga dikatakan, pihak rumah sakit meminta uang muka terlebih dahulu Rp 15 juta dan mengatakan biaya perharinya berkisar Rp 4 juta, keluarga menolak, dan terakhir RS Harapan Kita, yang meminta uang muka Rp 18 juta.

Sebelumnya di beritakan Jum'at (25/12) bocah berumur 2 tahun meninggal dunia karena orang tuanya tidak mampu mebayar uang muka sebesar Rp 10-15 juta untuk ruang perawatan ICU anak.

Naila (2) merupakan anak ke dua dari pasangan Zainudin warga RT 03 RW 02 Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Naila sebelumnya terkena penyakit komplikasi, Kamis (24/12) sekitar pukul 23.05 wib di bawa ke Rumah Sakit Aqiqah, Ciledug pihak rumah sakit tersebut merujuk ke rumah sakit Bakti Asih, Ciledug, Kota Tangerang.

Namun karena perlengkapan yang kurang memadai menurut keterangan dokter jaga, Jumat (25/12) pukul 12.15 wib pihaknya merujuk ke beberapa rumah sakit yang mempunyai ruang ICU anak, tapi beberapa rujukan rumah sakit tersebut meminta uang muka puluhan juta terlebih dahulu jika dirawat.

Karena kondisi ekonomi, pihak keluarga akhirnya pasrah dan tetap dirawat dengan minim peralatan di rumah sakit Bakti Asih. Jumat (25/12) pukul 09.00 wib Naila yang tak berdosa tersebut meninggal dunia.(Fz/Cie/Bm)
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 26 Desember 2009, 21:10:22 »
Isak Tangis Pemandian Jenazah Naila Membuat Suasana Merinding !   :mewe: :mewe: :'( :'( :'( :'( :'(


Jum'at, 25 Desember 2009, 13:11 WIB


Naila (2) merupakan anak ke dua dari pasangan Zainudin warga RT 03 RW 02 Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Naila sebelumnya terkena penyakit komplikasi, Kamis (24/12) sekitar pukul 23.05 wib di bawa ke Rumah Sakit Aqiqah, Ciledug pihak rumah sakit tersebut merujuk ke rumah sakit Bakti Asih, Ciledug, Kota Tangerang.

Namun karena perlengkapan yang kurang memadai menurut keterangan dokter jaga, Jumat (25/12) pukul 12.15 wib pihaknya merujuk ke beberapa rumah sakit yang mempunyai ruang ICU anak, tapi beberapa rujukan rumah sakit tersebut meminta uang muka puluhan juta terlebih dahulu jika dirawat.

Karena kondisi ekonomi, pihak keluarga akhirnya pasrah dan tetap dirawat dengan minim peralatan di rumah sakit Bakti Asih. Jumat (25/12) pukul 09.00 wib Naila yang tak berdosa tersebut meninggal dunia.(Fz/Bm/Hu/Cie)


berita8.com - berita lintas kota | Onlinenya Warga jakarta


Pasien Kere Masih Dikebiri Rumah Sakit
  >:( >:( >:(

Selasa, 22 Desember 2009, 12:02 WIB

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan, berbagai rumah sakit baik pemerintah maupun swasta umumnya masih belum bersikap ramah terhadap warga dan pasien miskin.

Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan, dalam keterangannya, Selasa (22/12), menyebutkan, hal itu terbukti dengan banyaknya keluhan pasien miskin terutama dari kelompok perempuan terhadap pelayanan rumah sakit.

Keluhan tersebut antara lain terkait dengan buruknya pelayanan perawat, sedikitnya kunjungan dokter pada pasien rawat inap, dan lamanya pelayanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (apoteker dan petugas laboratorium).

ICW menyimpulkan hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan ICW pada bulan November 2009, yang mengambil sampel sebanyak 738 pasien miskin.

Sampel tersebut terdiri atas pasien yang melakukan baik rawat inap maupun rawat jalan, yang memegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Keluarga Miskin (Gakin), dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Para pasien tersebut dirawat di 23 rumah sakit yang tersebar dan berada di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Hasil survei tersebut menunjukkan antara lain sebanyak 65,4 persen dari pasien perempuan yang menjalani rawat inap mengeluhkan sikap perawat yang kurang ramah dan simpatik terhadap mereka.

Selain itu, pasien juga mengeluhkan tentang pengurusan administrasi yang dinilai rumit (28,4 persen) dan memiliki antrian yang panjang (46,9 persen).(Dw/At/Jm)


http://www.berita8.com/news.php?tgl=2009-12-22&cat=4&id=17413
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #2 pada: 26 Desember 2009, 21:25:59 »
innalillahi wa inna ilaihi roji'uun...
speachless lah, dari dulu berita-berita kayak gini ada terus

Offline kurnia tra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 1.593
  • Lokasi: pada jiwa dalam Qalbu ^_^
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Anugrahkan ampunan dan rahmat dari sisi-Mu
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 26 Desember 2009, 21:38:23 »
^ hu'uh mb berita ginian slalu ada tiap tahun...

Astaghfirullah...
Ada Yang Bersamaku

Muslim hidup diantara perintah yg harus dikerjakan
larangan yg harus dijauhi
takdir yg harus di terima
dan nikmat yg harus disyukuri

Karenanya harus sabar setiap saat

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #4 pada: 27 Desember 2009, 04:05:24 »
hasil konfirmasi dari para pihak rumah sakitnya gmn?

biar seimbang beritanya krn mrk jg pny hak jawab ;)
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline Siti niighh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.825
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 27 Desember 2009, 06:33:01 »
Innalillahi wainnaillahi ra'jiun
M0ga kel.di beri ketabahan n kesabaran.

Memang bnr ya 0rg krng mampu/miskin g b0leh sakit, krn kl0 sdh sakit, g ada RS yg mau rawat.
RS hny utk org berduit
TRAGIS


Mencegah lbh baik dr Meng0bati lbh baik lg pny pegangn 'manfaat kesehatn'
Pr0m0si2: Jual Modem Sierra AT&T Compass 885, SopieMartin, Oriflame, Tupperware, Rumah di BojongGede, liat iklan di (tret iklan n loker) &

Prudential (Konvensional, Syariah & Pendidikan)....DEPOSITO SYARIAH juga ada...
http://myquran.org/forum/index.php/topic,63897.0.html

Offline zero_to_hero

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.045
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup adalah Petualangan
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 27 Desember 2009, 14:30:49 »
Inalillahi wa innailahiroji'un
masyarakat miskin memang rentan terkena penyakit. Mungkin kasus seperti ini masih banyak yang belum terekspos media.
“SETIAP JUARA SELALU BERFIKIR DAN BERFIKIR DENGAN SEKUAT TENAGA BAGAIMANA CARANYA UNTUK BERHASIL”
“BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG JUARA SANTAI-SANTAI

Offline ana_ukhti

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.630
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ridho dan Cintailah kami ya ALLAH...
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 27 Desember 2009, 15:06:31 »
innalillahi wa innaillahi ra'jiun

masih byk prita2 yg tak terekspos media.
Masih byk naila2 yg menjadi korban..

Astaghfirullah..
Kesulitan sekeras apapun akan terasa ringan dengan adanya senyuman dari orang yang terpercaya

Tersenyumlah,karena senyuman itu bagaikan bagian dari cahaya mentari

Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum,tetapi tersenyumlah untuk bahagia

Berbahagialah sekarang,bukan esok hari

^_^

Offline web

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 1.124
  • Lokasi: PaleMBanK
  • Reborn as New Comer
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 28 Desember 2009, 15:38:03 »
publikasi aja nama RS nya..

Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.941
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 28 Desember 2009, 19:01:53 »
Kadang dilema juga ya...di satu sisi pasien tdk mampu, di sisi lain, RS juga butuh biaya untuk kegiatan operasional
Jika cuma menimbang dari sisi kemanusiaan saja tentunya juga kurang fair, karena tau sendiri deh...kalo hanya dgn modal bicara "ga mampu", semua jadi dimurahkan...maka ntar g kebayang berapa banyak org2 yg akan mengatakan hal yg sama...tau sendiri kan karakter bangsa kita...
Namun jika langsung diyolak, ya resikonya bisa seperti kasus ini...
Rasanya perlu dikaji lebih dalam lagi mengenai fleksibilitas dlm hal2 seperti ini...karena saya yakin masih banyak kasus yg tak tersorot oleh media

Btw, baru sadar kl ternyata ICU semahal itu...apa memang rata2 biayanya segitu...mahal bener ya  :toe:

Wallahualam
Wassalam
« Edit Terakhir: 28 Desember 2009, 19:05:28 oleh Kaezzar »
The truth is all around us, all you have to do is thinking

Offline aeonia

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 2.248
  • Lokasi: Pasar Rebo JakTim
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 29 Desember 2009, 10:51:09 »
jadi teringat ucapan seorang dosen sy, dr sebuah RS pemerintah, "kalau masuk ke ICU, siap2 jatuh miskin".

Kadang dilema juga ya...di satu sisi pasien tdk mampu, di sisi lain, RS juga butuh biaya untuk kegiatan operasional
Ya gt lah, lagi2 'pergumulan batin' itu diserahkan kepada profesional kesehatan (sy memandang RS dlm posisi ini bukan sebagai pemerintah walaupun ia RS pemerintah, karena nyatanya diperlakukan seperti halnya swasta: harus menghidupi dirinya sendiri) Untuk icu yg biasa sj perhari sudah hampir 1 jt, picu (pediatric icu) biasanya lebih mahal. Sebagian besar pasien yang terpaksa harus masuk icu tidak akan sanggup membayarnya. Cocok sekali ucapan dosen sy itu...

Kalau memang pemerintah care, jangan biarkan RS menanggung semua 'pergumulan batin' itu. Kalau memang tidak sanggup menutup semua biaya, tanggunglah sebagian. Sebagian lagi, instruksikan RS untuk memberlakukan subsidi silang dari pasien yang mampu (kaya raya, atau bisa membayar tapi tidak sampai benar2 bangkrut).

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 29 Desember 2009, 15:54:18 »
:hmmm:

sebelumnya, ngucapin istirja' dulu... InnaliLlahi wa inna ilayhi raji'un buat wafatnya sang anak

istirja' yang kedua... InnaliLlahi wa inna ilayhi raji'un buat matinya hati pemerintah... :( :( sudah banyak kasus seperti ini, namun pemerintah gak pernah tanggap. Sendainya dana 1 M x 150 mobil mewah dialokasikan untuk dana-dana darurat kesehatan, insya Allah kematian karena kesalahan manusia bisa diperkecil (dengan tidak bermaksud mengingkari taqdir).

Tapi kayaknya pemerintah SBY ini lebih tanggap membahas fitnah "gurita" daripada "prita-prita kecil"...
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 29 Desember 2009, 16:07:21 »
Kadang dilema juga ya...di satu sisi pasien tdk mampu, di sisi lain, RS juga butuh biaya untuk kegiatan operasional
Jika cuma menimbang dari sisi kemanusiaan saja tentunya juga kurang fair, karena tau sendiri deh...kalo hanya dgn modal bicara "ga mampu", semua jadi dimurahkan...

:hmmm: lalu apa mau dimahalkan?

Sebenarnya aye jg kurang tau nih... komposisi pembayaran pasien untuk perawatan itu larinya ke mane aje. Berapa % untuk dokter, berapa % untuk obat, lalu berapa % untuk yayasan.

*gue curigation yang kurang ajar sih yayasannya!!!!*

:woroworo: ertania kemariiiilah dikauuuuuu bu dokter!!!

Kutip
maka ntar g kebayang berapa banyak org2 yg akan mengatakan hal yg sama...tau sendiri kan karakter bangsa kita...

jangan ngemengin masalah karakter. Sbenarnya ini khan sistemik. Udah tau sekian puluh persen rakyat kita menengah ke bawah, kenapa tidak mempersiapkan aturan yang kuat untuk mengatur biaya kesehatan rakyat kecil. Untuk bikin surat bebas biaya kesehatan apa sesulit itu? Wong bikin kartu RasKin (atau apalah namanya) aja cepet (politis nih...ck ck).

Pemerintah juga seharusnya membuat rumah sakit yang aksesibel buat semua kalangan. Apa iya yang bisa operasi katarak cuma orang kaya aja? Apa yang miskin kudu nunggu baksos dulu ya? grrrr...

Koq sekarang yang gue liat...yang makin mentereng rumah sakit "internasional" aje. Fasilitas mahal yang cuma bisa diakses orang tajirun bin qarun...

Kutip
Btw, baru sadar kl ternyata ICU semahal itu...apa memang rata2 biayanya segitu...mahal bener ya  :toe:

Wallahualam
Wassalam

Sekedar info. Kayaknya baru kemaren deh senat US menggolkan UU perlindungan bagi rakyat yang gak ter-cover asuransi. Gue sih mengharap indonesia lebih maju laah. Negara muslim koq kere begini pemikirannya :hmmm:

Kayaknya model kapitalisme kesehatan gaya mereka dah merebak ke Indonesia. Kalo you gak punya asuransi kesehatan, say good bye to ur family
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #13 pada: 30 Desember 2009, 00:26:19 »
pernah denger dari temen, ada bayi yang dibawa ke rumah sakit karena sakit tapi sampai disana gak diapa-apain karena harus ada DP 2 juta. akhirnya meninggal dan sampai membiru bayinya

dan cerita2 seperti yang diungkapkan TS ... menurut saya, hal itu sudah menjadi biasa kok. kalo gak bawa DP ... ya gak bakalan dilayani :hmmm:
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 30 Desember 2009, 00:41:14 »
Sedihnya pelayanan kesehatan di Indonesia... :toe:

Pernah kejadian temenku, waktu dia opname di rumah sakit dulu..... saat itu dia sedang dalam kondisi kritis karena sesak nafas akut. Padahal beliau sudah menginap selama +/- 3 hari di kelas VIP dirumah sakit tersebut, namun saat kondisi kritis itu diberitahukan ke perawat penjaga... mereka malah nanyain administrasi-nya. :toe:  Setelah disebutkan bahwa biaya ditanggung oleh perusahaan, barulah temenku itu dibawa keruang ICU. :wataw:
Pasien udah kembang kempis... tapi sempet-sempetnya nanyain biaya. :wataw:



Kisah temen yang berobat ke negeri tetangga....... (yang berobat kesana pasti dah punya modal... :p)  bila ada kekurangan biaya, pengobatan tetap berjalan dan bisa ngutang... :o  :wataw: :D
« Edit Terakhir: 30 Desember 2009, 00:48:01 oleh nabeel »
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #15 pada: 30 Desember 2009, 09:55:03 »
maka orang miskin dilarang sakit , betol juga. Tapi gimana gak sakit, makannya aja ngasal karena minimnya pengetahuan dan juga terbatasnya dana sedangkan penyakit kan dari makanan.

Mari kita amalkan cara hidup sehat

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #16 pada: 30 Desember 2009, 09:58:04 »
makanya, beli makanan sehat dari ayyash!

gitu yak? :D
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #17 pada: 30 Desember 2009, 10:11:24 »
gak tuh :-P

Offline anna qumairah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 178
  • Lokasi: Pekanbaru
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "masuklah dalam duniaqu, tapi jangan menggangguqu"
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 30 Desember 2009, 10:21:15 »
Innalillahi wainna illaihi rojiun.....
mahal banget UM nya mpe 15 juta :o

" ....bukan siapa - siapa...."

Offline tary_a2nhasanah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 7.514
  • Lokasi: Bukit Datuk
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 30 Desember 2009, 10:43:17 »
Innaalillaahi wa inna ilaihi roojiuun...

Dua minggu lalu anak tetangga saya yang berusia 13 bulan juga meninggal karena muntaber.
Mereka membawa si kecil ke RS. yang sama (JMC) dan memang benar, di sana minta DP 15 juta untuk masuk ICU  :marah: Menurut tetangga saya, dokternya penanganannya lambat (mungkin karena tetangga sy kelamaan cari utangan DP), dan akhirnya si kecil gak bisa diselamatkan dan meninggal dunia  :mewe:

Kasihan tetangga saya, depresi karena harus kehilangan buah hatinya. Kadang murung dan marah-marah, malahan sering mendorong-dorong kereta bayi milik anaknya  :(



Never Ending Improvement !!

Offline HaDeN

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2009
  • Tulisan: 511
  • A Mysterious Guy
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 30 Desember 2009, 11:22:59 »
sebenernya klo pemerintah punya keinginan yang kuat bisa kok untuk mengatasi hal ini, lha wong koin recehan dari masyarakat aja bisa ngumpul ratusan juta buat prita kok,  :topOK:

masa pemerintah kagak bisa, apalagi dalam revisi UU zakat, pendistribusian zakat mesti lewat BAZ pemerintah bukan lewat lembaga amil zakat (LAZ) lagi :wataw:


Kutip
Jangan Bubarkan Lembaga Amil Zakat

drh. hamy Wahjunianto,MM
Ketua Umum Forum Zakat

Tepat sepekan pembantaian warga Jalur Gaza oleh negara teroris Israel berlangsung, saya dapat short message services dari donatur salah satu Lembaga Amil zakat Nasional yang pernah saya pimpin. “Assalamu ‘alaikum. Ustadz, Muslim Gaza dibantai Zionis. Lembaga yang ustadz pimpin buka program donasi untuk Gaza apa tidak ?” , begitu isi short message services dari donatur yang belum mengetahui kalau sejak 1 Maret 2008 saya sudah tidak lagi memimpin Lembaga Amil Zakat Nasional tersebut.


Sesaat setelah membaca short message services tersebut, saya teringat dengan apa yang terjadi di setiap musibah, baik bencana alam ataupun bencana kemanusiaan di Nusantara tercinta. Ada tiga komunitas yang selalu terdepan memberikan bantuan kepada korban bencana tersebut. Tiga komunitas itu adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI), Tim SAR, dan para Amil zakat ! Saat para pejabat daerah maupun pusat masih terlelap, tiga komunitas itu sudah berada di garis terdepan daerah bencana. Ketika para wakil rakyat sedang rapat dan melakukan kunjungan kerja, tiga komunitas itu sudah mengobati wong cilik yang menjadi korban bencana.


Adapun waktu terjadi bencana kemanusiaan di negara lain, dari ketiga komunitas itu hanya para Amil Zakat yang membantu para korban bencana pada hari-hari pertama terjadinya musibah. Dan yang sangat indah adalah sering para amil zakat itu membantu korban yang tidak seiman dengan mereka. Gerak indah para amil zakat di daerah bencana itu sulit dicari tandingannya. Gerak indah itu bermula dari iman mereka kepada Dzat Yang Maha Indah. Iman seperti itu melahirkan cinta yang tak bertepi kepada sesamanya, sekalipun berbeda suku, bangsa, dan agama.

Hanya sepekan setelah tragedi kemanusiaan di jalur Gaza, para amil zakat bersama dengan para relawan kemanusiaan dari MER-C dan Bulan Sabit Merah Indonesia sudah berada di Rafah, perbatasan antara Mesir dan Palestina dengan membawa obat-obatan, pakaian, makanan dan uang dua milyar rupiah untuk warga Palestina yang menjadi korban kebiadaban negara teroris Israel. Sungguh, tak ada yang dapat menjelaskan motif mereka mengalirkan gelombang indah itu kecuali satu kata, yaitu : cinta. Cinta mereka kepada Tuhannyalah yang membuat mereka tak pernah letih memendarkan cahaya cinta untuk sesama.

Saya yakin sebagaimana saya, para amil zakat itu hanya berusaha sesempurna mungkin untuk menjadi jembatan cinta yang mengalirkan cinta para aghniya’ kepada para dhuafa’. Karena itulah akan jauh lebih indah kalau pemerintah dalam hal ini Departemen Agama memfasilitasi gerak indah para amil zakat itu agar gerak itu semakin banyak manfaatnya bagi dhuafa’. Sudah seharusnya Departemen Agama, Departemen Sosial, bahkan Departemen Pendidikan nasional memberi apresiasi kepada komunitas indah ini. Komunitas para Amil Zakat ini telah banyak mengerjakan yang sebenarnya menjadi tugas pemerintah. Walaupun saya yakin komunitas luar biasa ini tidak biasa membayangkan mendapat medali penghargaan dari siapapun termasuk dari pemerintah.

Dengan dalih apapun, sangatlah tidak elok kalau pemerintah kemudian membatasi gerak indah komunitas ini. Dengan alasan apapun, sangatlah tidak indah kalau pemerintah membuat Undang-Undang Zakat yang menafikan eksistensi komunitas ini. Seharusnya Undang-Undang Zakat baru yang akan disahkan mampu memperindah gerak komunitas ini. Mestinya Undang-Undang Zakat yang akan disahkan itu memberi ruang yang luas bagi komunitas ini untuk memendarkan lebih banyak lagi cahaya cinta untuk rakyat jelata. Karena sungguh rakyat jelata itu sangat membutuhkan gerak indah komunitas ini.

Gerak indah itu bersumber dari iman yang menghiasi lubuk jiwa yang tersuci. Gerak indah menyentuh rakyat jelata tiap hari, bukan tiap lima tahun sekali menjelang pemilu. Komunitas ini selalu ada untuk sesama. Setiap masyarakat membutuhkan bantuan, komunitas ini melayani mereka sepenuh hati. Komunitas ini lahir dari rahim masyarakat, hidup bersama dengan masyarakat, dan bekerja tanpa mengenal lelah untuk membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat. Mereka tak bisa dipisahkan dari masyarakat. Karena itu jangan pernah membuat dan mengesahkan Undang-Undang yang akan memisahkan komunitas ini dengan masyarakat.

Diposkan oleh FORUM ZAKAT di 19:18

mudah2an bukan bertambah buruk jika aliran pendistribusian zakat 100% ditangani oleh badan pemerintah :(
TAK GEMBYANG KEMANA-MANA...