Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Belajar salah satu hikmah dari Nabi Sulaiman as  (Dibaca 1105 kali)


Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« pada: 02 Desember 2009, 01:14:23 »
Suatu peristiwa menarik terjadi pada suatu senja.
Kuda-kuda tangkas, tinggi besar, tenang diam,.......
dan berpacu dengan cepat ketika berlari.
Dihadapannya dipamerkan kepada seorang raja
yang kekuasaannya tak pernah dimiliki seorangpun,
baik sesudah maupun sebelumnya.

Begitu kuasanya sang raja, sampai-sampai...
anginpun berhembus kemana yang ia sukai
bahkan bukan saja manusia
setan-setanpun bertekuk lutut kepadanya.
Semua terbelenggu karenanya.

Ketika sang raja sedang keasyikan menyaksikan pameran tersebut
bahkan hampir saja waktu menunjukkan matahari terbenam
ketika itu ia tersentak:

" Aku belum shalat, aku lebih senang kepada kekayaan daripada mengingat Tuhanku",

ketika itu...diusapnya leher kuda-kuda itu dan dipotongnya.
dan dagingnya dibagi-bagikannya kepada fakir miskin.

Rupanya Allah swt telah menguji dengan kekuasaan, kini giliran Allah swt mnguji dengan kesengsaraan.............

Kerajaan pun berantakan
dia jatuh sakit,  didalam  al-Quran diabadikan dalam firmanNYa:

"Kami jadikan ia tubuh yang tergeletak diatas kursinya sebagai tubuh (yang lemah), kemudian ia bertobat"(QS Shad:34).

Beliau memang orang yang baik, dia tidak berprasangka terhadap Tuhannya...
dan dia pun bermohon........

"Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku, kerajaan yang tidak dimiliki seorangpun jua sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi" (QS Shad:35).

Allah swt pun menjawabnya, dengan firmannya:

" Inilah anugerah Kami (tanpa ada batas), berikanlah kepada orang lain (dengan tidak terbatas juga) atau tahanlah untuk dirimu (itupun tanpa batas)"

Itulah kisah seorang raja di raja Sulaiman as, putra Daud as yang dikisahkan dalam al-Quran.


Kisah diatas tersebut memberi pelajaran kepada kita....
Apakah manusia lupa dari mengingat Tuhannya ketika berkuasa? ....
atau Apakah manusia lupa dari mengingat Tuhannya ketika kesenangan sedang bersahabat dengannya?, ternyata semuanya  tidak berlaku untuk dia.

Lalu.... ketika kerajaan berantakan dan jasad lunglai,.....
apakah putus asa?,
jawabnya tidak juga untuk dia,
bahkan tak segan memohon kerajaan yang tak pernah diberikan kepada orang sebelum dan sesudahnya....
Jin bertekuk lutut, binatang berbicara kepadanya, dan rakyat tunduk atas titahnya, akan tetapi ketika ia menerima semuanya itu, dia berkata:

"Ini adalah anugerah Tuhanku untuk menguji aku, apakah aku bersyukur ataukah aku kafir"(AnNaml 40).

Benar ia pernah lengah, itu adalah manusiawi, akan tetapi ia kembali kepada Tuhannya pula.

Salah satu arti hikmah adalah memahami akan kejadian yang telah menimpa kita, baik permasalahan ataupun kesudahan, pengetahuan dan kesaksiannya, bahwa sesungguhnya apapun yang ada dialam ini, termasuk hukum-hukumnya tidaklah ada yang sia-sia.

" Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak"(QS 2/269).

" Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda".

Wassalam
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline Bro Fafa

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2011
  • Tulisan: 26
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 30 November 2011, 00:32:49 »
sgt menarik, jadi inget ni ayat:

wa amma bi ni'mati robbika fahaddits (Ad-Dhuhaa: 11). "dan thd nikmat Tuhan mu, maka ucapkanlah !"

bersyukurlah...

Offline Mochammad Yulistiano

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 646
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 04 Januari 2012, 17:01:20 »
Pujian bagi Allah yang mengirimkan angin, menurunkan air dan mengalirkannya

Sulaiman diberikan pengetahuan manthiq.
Dengan burung, berkomunikasi.  Kuda, angin, semut, tanda-tanda kebesaran Tuhan lainnya.
Verbal & Non verbal.


wawaritsa sulaymaanu daawuuda waqaala yaa ayyuhaa nnaasu 'ullimnaa manthiqa ththhayri wauutiinaa min kulli syay-in inna haadzaa lahuwa lfadhlu lmubiin

[27:16] Dan Sulaiman telah mewarisi Daud1093, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata". (Al Quran Babinrohis ESDM powered by Kominfo)

Dari apa yang pak@sahabat bawakan cerita/hadits/kisah di atas, ada yang berbeda dengan salah satu dari terjemah ini:

38 Shaad

DR. AHMAD HATTA, MA.

QUR'AN HAJI

29. Kitab (al-Qur'an) yang Kami Turunkan kepadamu
penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya
dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran

......29. Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran
30. Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)

30. Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta'at (kepada Tuhannya)
31. (Ingatlah) ketika suatu sore dipertunjukan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya.

31. (ingatlah) ketika dipertunjukan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore
32. maka ia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam

32. maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang baik (kuda) hingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan."
33. "Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku." Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.33. "Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.

---------------------------------------

Bila jumlah jama'ah haji diambil rata-rata 150.000 orang (seratus lima puluh ribu) per tahun, maka dalam 10 tahun  sedikitnya akan ada 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu) cetakan terjemah Al Qur'an, tetapi saya perkirakan lebih dari 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu) yang sudah beredar.

Dari itu, bila ada perbedaan dalam terjemah DR. AHMAD HATTA, MA dengan Qur'an Haji, maka akan ada sedikitnya 1.500.000 yang berbeda. Belum kepada kata salah, tetapi bagaimana bila terjemah  DR. AHMAD HATTA, MA. yang mendekati benar kepada bahasa Arabnya?


Mengundang Kak Husain, @Dang, dan pak@Sahabat, serta yang Ahli bahasa Arab lainnya :

Shaad 38:32
فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ

Shaad 38:33
رُدُّوهَا عَلَيَّ ۖ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ


Bagaimana menerjemahkan 2 ayat di atas?





------------------------
Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman". [27:15] (Al Quran Babinrohis ESDM powered by Kominfo)




Salaam
Mochammad Yulistiano
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
innaa lillaahi wa-innaa ilayhi raaji'uun

Offline tukang kebun

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 14
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 05 Januari 2012, 02:39:30 »
ikut belajar ...

salah apa gerangan kaki dan leher sang kuda sehingga harus dipotong-potong seperti itu ?  :mewe:
berenang-renang meluncur di tanganMu ...

Offline momod

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 1.632
  • Jenis kelamin: Pria
  • Waspadalah
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 05 Januari 2012, 06:38:26 »
ikut belajar ...

salah apa gerangan kaki dan leher sang kuda sehingga harus dipotong-potong seperti itu ?  :mewe:
Kelihatannya gerangan salah mengambil terjemahan, kisanak...?   :o


Offline Dang

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 465
  • Jenis kelamin: Pria
  • فذكر إن نفعت الذكرى
    • Lihat Profil
    • بسم اللـه الرحمن الرحيم
« Jawab #5 pada: 07 Januari 2012, 08:32:45 »
بسم اللـه الرحمن الرحيم

كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولو الألباب ﴿٢٩
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (Shaad 29)

Mengingatkan kepada kita bahwa kitab Al QUr'an ini akan mendatangkan banyak berkah jika kita memperhatikan bacaannya/ayat-ayatnya, agar kita berusaha dengan segenap kemampuan untuk selalu mempelajarinya sehingga mendapatkan pelajaran/hikmah. Itulah tujuan Allah سبحانه وتعال menurunkan Alkitab. Sehingga jelaslah bagi kita bahwa tidaklah sama orang-orang yang bertakwa dengan orang-orang yang berbuat maksiat.

Setelah mempelajari ayat :

ردوها علي فطفق مسحا بالسوق والأعناق ﴿٣٣
"Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu. (33)

Dari ayat sebelumnya kita mendapat penjelasan bahwa Nabi Sulaiman  menyukai kesenangan terhadap barang yang baik.
إني أحببت حب الخير عن ذكر ربي .
Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku ... (shaad 32)


Dari ayat lain yang mempunyai hubungan dengan masalah ini Allah سبحانه وتعال telah memberikan nasihat bahwa :

 ولو أنهم آمنوا واتقوا لمثوبة من عند اللـه خير
Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik ... (Al baqarah 103)

Dengan mempelajari hubungan ayat-ayat ini, maka akan kita peroleh pendapat bahwa di sana telah terjadi suatu hal yang sangat penting, yaitu "untuk membuktikan ketataannya kepada Allah سبحانه وتعال" sehingga mendorong Nabi Sulaiman untuk memanggil mereka segera meskipun mereka telah pergi jauh ... حتى توارت بالحجاب ... hingga mereka (kuda-kuda itu) hilang dari pandangan. (shaad 32) " ردوها علي "Bawalah mereka (kuda-kuda itu) kembali kepadaku". Selanjutnya apa yang akan dilakukan Nabi Sulaiman terhadap mereka?

Apakah hanya sekedar untuk "mengusap-usap kaki dan leher" ?

Dan setelah kita ketahui bahwa Allah سبحانه وتعال juga mengabarkan bahwa :

ووهبنا لداوود سليمان ۚ نعم العبد ۖ إنه أواب ﴿٣٠
Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya), (Shaad 30)

Dan setelah kita mengetahui bahwa :

ولقد فتنا سليمان
Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman ... (shaad 34)

Allah Maha Mengetahui sedangkan manusia tidak mengetahui.
« Edit Terakhir: 07 Januari 2012, 11:21:50 oleh Dang »
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Offline Mochammad Yulistiano

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 646
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 09 Januari 2012, 23:21:06 »
Pujian bagi Allah yang menurunkan air dan mengalirkannya

بسم اللـه الرحمن الرحيم


Setelah mempelajari ayat :

ردوها علي فطفق مسحا بالسوق والأعناق ﴿٣٣
"Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu. (33)

Dari ayat sebelumnya kita mendapat penjelasan bahwa Nabi Sulaiman  menyukai kesenangan terhadap barang yang baik.
إني أحببت حب الخير عن ذكر ربي .
Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku ... (shaad 32)


Dari penjelasan di atas yang saya lihat pak@Dang lebih condong kepada Qur'an haji.

Bisa saya tahu, keterangan di atas itu tafsir atau terjemah berdasar kaidah bahasa Arab?




Kutip
Dengan mempelajari hubungan ayat-ayat ini, maka akan kita peroleh pendapat bahwa di sana telah terjadi suatu hal yang sangat penting, yaitu "untuk membuktikan ketataannya kepada Allah سبحانه وتعال" sehingga mendorong Nabi Sulaiman untuk memanggil mereka segera meskipun mereka telah pergi jauh ... حتى توارت بالحجاب ... hingga mereka (kuda-kuda itu) hilang dari pandangan. (shaad 32) " ردوها علي "Bawalah mereka (kuda-kuda itu) kembali kepadaku". Selanjutnya apa yang akan dilakukan Nabi Sulaiman terhadap mereka?

Apakah hanya sekedar untuk "mengusap-usap kaki dan leher" ?

Boleh tahu kenapa ada kata sekedar, apa memang arti dari ayat 33 itu "mengusap-usap kaki dan leher" ?

Sehingga bila ada kata tidak sekedar, bukan arti dari ayat itu?



Perbandingan lain:

Qur'an Haji
32. maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang baik (kuda) hingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan."
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Prof. TM Hasbi Ash Shiddieqy
32. Maka ia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai barang yang baik, karena mengingat Tuhanku." Kemudian kuda-kuda itu lenyap dari pemandangan


H. Oemar Bakry
32. Maka Sulaiman berkata:,, Aku telah menyukai kuda(harta-harta) ini lantaran ingat kepada Tuhanku2346) -- dan terus meneruslah kuda-kuda itu dikemukakan kepadanya sehingga tersembunyilah kuda-kuda itu dalam hijab (terbenam matahari)




Qur'an Haji
33. "Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Prof. TM Hasbi Ash Shiddieqy
33. --- Sulaiman berkata:,,Kembalikanlah kuda-kuda itu kepadaku lalu Sulaiman menyapu betis-betis kuda itu dan lehernya 2347)


H. Oemar Bakry
33. (Ia berkata), "Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku." Kemudian ia membelai-belai kaki dan lehernya.





Salaam
Mochammad Yulistiano
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
innaa lillaahi wa-innaa ilayhi raaji'uun

Offline glagah putih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 790
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 10 Januari 2012, 00:01:29 »

apa sama ya pak dengan yang di surat al maidah ayat 6 dan anissa ayat 43?

فامسحوا
dan مسحا apa sama pak ?

kalau dengan ini pak ? المسيح
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so

Offline Mochammad Yulistiano

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 646
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 10 Januari 2012, 00:56:50 »
apa sama ya pak dengan yang di surat al maidah ayat 6 dan anissa ayat 43?

فامسحوا
dan مسحا apa sama pak ?
Jadi ngecek ke qorpus saya. Di situ tertulis seperti ini:

The triliteral root mīm sīn ḥā (م س ح) occurs four times in the Quran, in two derived forms:

    three times as the form I verb im'saḥu (ٱمْسَحُ)
    once as the noun masḥ (مَسْح)

Coba dicek sendiri di link ini


Kutip
kalau dengan ini pak ? المسيح
Kelihatannya mirip, tapi bagian ini di situ ngak ada, ada referensi lain mungkin?


Salaam
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
innaa lillaahi wa-innaa ilayhi raaji'uun

Offline glagah putih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 790
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 10 Januari 2012, 01:18:03 »

disini pak :

al-masih n. 3:45, 4:157, 4:171, 4:172, 5:17, 5:17, 5:72, 5:72, 5:75, 9:30, 9:31

Isa Al Masih itu artinya apa ya?

apakah juga yang diusap usap?
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so

Offline Dang

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 465
  • Jenis kelamin: Pria
  • فذكر إن نفعت الذكرى
    • Lihat Profil
    • بسم اللـه الرحمن الرحيم
« Jawab #10 pada: 10 Januari 2012, 05:56:05 »
Kutip
Dari penjelasan di atas yang saya lihat pak@Dang lebih condong kepada Qur'an haji.

Bisa saya tahu, keterangan di atas itu tafsir atau terjemah berdasar kaidah bahasa Arab?

Ya saya lebih condong dengan Qur'an haji
keterangan di atas itu adalah tafsir yang pasti juga sesuai berdasar kaidah bahasa arab.

Kutip
Boleh tahu kenapa ada kata sekedar, apa memang arti dari ayat 33 itu "mengusap-usap kaki dan leher" ?

Sehingga bila ada kata tidak sekedar, bukan arti dari ayat itu?

itu adalah sekedar pertanyaan dari saya mengenai terjemah DR. AHMAD HATTA, MA. mengenai kata  مسحا  dari ayat 33 itu.

Menurut saya Quran haji lebih mendalam dalam menafsirkan kata  مسحا. 

karena kata مسحا. artinya mengusap, bisa juga menghapus / menghilangkan

wallahualam bishawab
« Edit Terakhir: 10 Januari 2012, 07:31:28 oleh Dang »
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Offline momod

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 1.632
  • Jenis kelamin: Pria
  • Waspadalah
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 10 Januari 2012, 09:39:26 »
Baik,
jadi seandainya umat ini ada yang punya kesenangan /hoby tentang kuda yang baik, atau yang mata pencahariannya dengan kuda (andhong, dokar, kereta kuda dll) sebaiknya mengambil pelajaran kepada nabi Sulaiman

- bersyukur, berzikir atas karunia Nya
atau
- segera menyembelih kudanya, agar tidak terlupa syukur dan zikir.

Offline Dang

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 465
  • Jenis kelamin: Pria
  • فذكر إن نفعت الذكرى
    • Lihat Profil
    • بسم اللـه الرحمن الرحيم
« Jawab #12 pada: 10 Januari 2012, 10:19:14 »
karena kita tidak diberi ilmu seperti Nabi Sulaiman, beliau mengerti apa yang dibicarakan oleh kuda. Sekarang kita mengikuti ajaran Nabi muhammad.. yaitu menyembelih domba, sapi, dan jika tidak ada domba/sapi mungkin kuda/onta juga bisa untuk kurban sebagai rasa syukur dan dzikir.

semoga bisa menjadi pelajaran.
« Edit Terakhir: 10 Januari 2012, 10:30:04 oleh Dang »
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Offline Mochammad Yulistiano

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 646
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 11 Januari 2012, 04:09:43 »
Pujian bagi Allah yang menguasai hembusan

disini pak :

al-masih n. 3:45, 4:157, 4:171, 4:172, 5:17, 5:17, 5:72, 5:72, 5:75, 9:30, 9:31

Tadi sudah saya buka, dan di link ini memang tergabung, beda dengan yang corpus.quran, terpisah.


مسح
Miim-Siin-Ha = to wipe/rub/stroke, passing one's hand over something, chosen/anointed, messiah

masaha vb. (1)
impv. 4:43, 5:6, 5:6
n.vb. 38:33

al-masih n. 3:45, 4:157, 4:171, 4:172, 5:17, 5:17, 5:72, 5:72, 5:75, 9:30, 9:31



Kutip
Isa Al Masih itu artinya apa ya?

apakah juga yang diusap usap?
Apa dekat dengan terjemah H. Oemar Bakry- yang di-belai, pak ?




Ya saya lebih condong dengan Qur'an haji
keterangan di atas itu adalah tafsir yang pasti juga sesuai berdasar kaidah bahasa arab.
Yang pak@Dang kemukakan juga jadi satu bahan pertimbangan untuk saya. Insyaallah saya akan baca ulang mengenai kisah Sulaiman ini, mudah-mudahan mendapat tambahan penjelasan lagi.


Kutip
itu adalah sekedar pertanyaan dari saya mengenai terjemah DR. AHMAD HATTA, MA. mengenai kata  مسحا  dari ayat 33 itu.

Menurut saya Quran haji lebih mendalam dalam menafsirkan kata  مسحا. 

karena kata مسحا. artinya mengusap, bisa juga menghapus / menghilangkan

wallahualam bishawab

Misal ada buku di atas meja yang sudah lama terlantar, agak lusuh dan berdebu. Ketika mau dibaca, buku itu lalu diseka dengan telapak tangan.

Buku itu masih ada, tetapi debu atau kotoran yang menutupnya telah hilang.

Nah, bila dikaitkan dengan kata مسحا, kaki & leher dari kuda, apa bisa dikatakan seperti ini:

- Kaki dan leher kuda tetap ada, debu yang menutupinya hilang -


//Apa seperti itu juga bisa dikatakan menghapuskan dan menghilangkan?



Salaam
Mochammad Yulistiano

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
innaa lillaahi wa-innaa ilayhi raaji'uun

Offline momod

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 1.632
  • Jenis kelamin: Pria
  • Waspadalah
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 11 Januari 2012, 05:13:35 »
Baik,
Kalau kesenangan terhadap keindahan kuda membuat seorang nabi Sulaiman lalai berzikir kemudian alangkah baiknya kudanya disembelih. sehingga lolos ujian berzikir.

Baik juga,
Demikian pula kesenangan terhadap anak dan isteri yang bisa membuat lalai berzikir kemudian bisa juga disembelih, agar bisa lolos dari ujian berzikir, atau diusir saja.

Apa pak Yulis setuju dengan pernyataan yang demikian seimbang itu?
 ::)

Offline Dang

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 465
  • Jenis kelamin: Pria
  • فذكر إن نفعت الذكرى
    • Lihat Profil
    • بسم اللـه الرحمن الرحيم
« Jawab #15 pada: 11 Januari 2012, 06:25:19 »
Kutip
- Kaki dan leher kuda tetap ada, debu yang menutupinya hilang -


//Apa seperti itu juga bisa dikatakan menghapuskan dan menghilangkan?

Untuk menghilangkan, menghapuskan kesenangan yang berlebihan terhadap kuda. saya kira memotong / menyembelih kuda tersebut lebih masuk akal. karena dari aya selanjutnya kita bisa memperoleh keterangan bahwa :

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, (shad 36)

Sebagai gantinya kuda.
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Offline tukang kebun

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 14
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 11 Januari 2012, 09:28:05 »
Ada kuda-kuda di depan mata,
Mereka terlihat indah, menyenangkan hati,
Sejenak menikmati dibalik hijaab itu.

Terlintas tanya, ..

Siapa aku, siapa mereka, ..
Siapa gerangan pembuat hati ini merasa indah, mereka kah ?? ..
Siapa gerangan pembuat mereka terasa indah, aku kah ?? ..

Tergerak memulai suatu usapan, ..
Usapan penyibak tirai itu.

Ada wajah di sana, ..
Indah, melebihi keindahan tadi, ..
Berserilah wajahku, menatapi wajahNya ..
Bersujudlah airmataku dalam kerinduan ini.

Wajah Tuan dibalik segala tirai, ..
Kemana saja memandang, usaplah.

Yang ada hanyalah ...
Huwa ... Huwa ... Huwa ...
Hu ... Hu ... Hu ...
« Edit Terakhir: 11 Januari 2012, 09:31:45 oleh tukang kebun »
berenang-renang meluncur di tanganMu ...

Offline tukang kebun

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 14
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 12 Januari 2012, 04:49:17 »
00:00  ... س م ع ... mendengar
00:00  ... م س ح ... mengusap

02:93  ... وَاسْمَعُوا ... dan kalian dengarlah
05:06  ... وَامْسَحُوا ... dan kalian usaplah

46:26 ... سَمْعًا ... pendengaran
38:33 ... مَسْحًا ... usapan

05:76 ... هُوَ السَّمِيعُ ... dialah yang selalu mendengar itu
05:72 ... هُوَ الْمَسِيحُ ... dialah yang selalu mengusap itu


ia, menjadi pengusap/penyibak tirai (hijaab), meluruskan wajahnya kepada wajahNya, di kedekatan ini dan akhir nanti, menjadi bagian dari mereka yang akrab denganNya.

اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
berenang-renang meluncur di tanganMu ...