Wah menarik juga ya...
Saya coba masuk dengan pengetahuan saya yang terbatas sekedar untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan saudara2ku disini.
GlobalHal ini merupakan issue yang cukup kontroversial, karena di kalangan Kristen sendiri secara global sepanjang pengamatan saya terbagi dalam dua kubu menanggapi poligami dan melakukan pemaparan kajian Alkitab untuk mendukung teorinya masing2 dan apabila dipertemukan dalam sebuah diskusi (baca : perdebatan) sepertinya tidak akan pernah selesai.
Walaupun sebagian besar aliran dalam Kristen memang menolak poligami, dengan beberapa referensi antara lain mengacu kepada prototype pasangan manusia pertama Adam dan Hawa sebagai bentuk suatu hubungan pria dan wanita yang dikehendaki Tuhan, dan ayat2 lain yang secara implisit mengindikasikan ketidak seujuan Tuhan dengan Poligami. Rasanya teman2 Kristiani bisa banyak memberikan referensi ayat2 ini dan sebagian mungkin sudah diberikan di halaman2 sebelumnya. Akan tetapi tidak ada ayat yang secara eksplisit setau saya melarang hal ini.
Satu aliran yang memang cukup populer dengan poligami yaitu LSD (Latter Day Saints) dengan mormonismenya, akan tetapi aliran ini, yang juga memahami konsep Trinitas secara berbeda dari Kristen pada umumnya, sekarang juga sudah terpecah pandangan mengenai poligami, dimana pecahan-pecahan aliran ini sekarang lebih banyak yang menentang poligami dibandingkan dengan pecahan aliran yang masih menjalankannya.
Kristen di IndonesiaGereja Kristen di Indonesia juga menentang poligami. Sesuai dengan aturan pemerintah, pernikahan dilakukan secara agama di gereja dilanjutkan dengan pendaftaran di catatan sipil. Dan gereja tidak akan menikahkan pasangan dimana diketahui salah satu pasangan sudah atau masih memiliki status menikah.
Saya tidak tau apakah ada aliran tertentu dari Kristen di Indonesia yang menyetujui hal ini.
Gereja Roma Katolik (Kristen Katolik di Indonesia) secara terpusat tegas melarang poligami.
IslamDari sudut pandang Islam saya cukup dapat menerima secara logis, bahwa Poligami hanya dapat dilaksanakan dengan syarat2 yang tidak ringan dan mudah, dan konsekuensi dari tindakan kita akan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan. Menurut saya dalam konteks Islam kita cukup berpikir atas manfaat dan resikonya saja, apabila memang tidak mampu dan akan lebih mendatangkan ketidak baikan, janganlah melakukan poligami.
Saya juga tidak akan menghakimi apakah niat Nabi Muhammad dalam melakukan poligami adalah buruk seperti tadi beberapa teman Kristen saya tangkap coba nyatakan. Biarlah itu menjadi rahasia Allah. Saya percaya beliau adalah mulia (sebagai utusan Allah) dan itu berarti beliau akan berusaha melakukan segala sesuatu untuk niatan memuliakan nama Allah. CMIIW
Pemerintah Indonesia juga menerapkan beberapa peraturan bagi pegawai negeri untuk memperketat aturan poligami
Saya percaya semua manusia di bumi rentan terhadap dosa dan penuh dengan kelemahan kedagingan. Oleh karena itu dan kesadaran bahwa saya tidak memiliki kemampuan untuk bertindak adil saya memilih untuk tidak melakukan poligami.
Salam...
