Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Filsafat Teologi Trinitas Nasrani VS Aqidah Islam  (Dibaca 551 kali)


Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« pada: 24 November 2009, 22:42:18 »
Filsafat Teologi Trinitas vs Aqidah Islam
- sebuah diskusi pengantar dan 'pemanasan'

Adalah kaum Nasrani selalu meyakini bahwa Tuhan itu tetaplah satu, tapi mereka pun meyakini bahwa satu itu terbagi menjadi tiga unsur/tiga oknum...
sebagian dari sekte filsafat nasrani mengatakan bahwa Tuhan tetaplah satu, sementara al Masih adalah cahaya Tuhan yang masuk dalam jasad manusia, al Masih adalah pada mulanya firman, logos yang keluar dari Allah yang Maha Esa, dari Firman tersebut menjelmalah menjadi oknum ketuhanan baru yang dengan kehendak Allah Tuhan yang maha esa, sebagian dari filosof nasrani juga mengatakan bahwa perumpamaan Allah dan al masih adalah seperti lilin dan cahayanya, yang berbeda unsur tapi menunjukkan satu kesatuan, yaitu lilin itu sendiri...

demikian sekedar sekelumit argumen filosof nasrani untuk membenarkan aqidah trinitas mereka...

 :hmmm:

Mencoba membantah dari segi aqidah Islam, khususnya melalui aqidah Asy'ariyah ahlusunnah wal jamaah..

Bantahan :

1. Allah adalah Qiyamuhu binafsihi (ALlah adalah Dzat yang berdiri sendiri)

Maknanya, Allah adalah Dzat yang berdiri sendiri, maha kuasa, tidak membutuhkan bantuan dan pertolongan dari pihak lain, kalau Tuhan membutuhkan bantuan pihak lain maka sejatinya dia adalah lemah, dan berarti itu bukan sifat Tuhan...
Tuhan itu maha perkasa, tegak berdiri sendiri, tidak membutuhkan pertolongan siapapun...

Dalil  :

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

"Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."
(AL Ankabut ayat 6)

2. wahdaniyah

ALlah itu esa, tidak berbilang, Dzatnya adalah satu, tidak terbagi menjadi beberapa unsur atau oknum atau bagian...
dalil logika sederhana yang mudah dipahami orang awam, bilangan satu adalah tetaplah satu, ketika dibagi menjadi tiga tentulah hasilnya bukan satu tapi sepertiga..

 :ehm:

Dalil :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (al ikhlas : 1)


3. Mukhalafatuhu lil hawaditsi

Allah itu berbeda dengan sekalian makhluqNya, mustahil ia serupa dengan makhluqNya...

dalam semua hal di dunia ini hanya terbagi menjadi dua perkara, Pencipta dan Tercipa (makhluq)...kalau sesuatu Pencipta maka dia adalah bukan tercipta (bukan makhluq)...

Dalil :

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجاً يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat."
(As syuura : 11)

4. Wujud

Allah itu ada, mustahil tidak ada

Dalil :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَى مِن ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. "
(al Mujadalah : 4)

5. Qidam dan Baqa

Allah itu yang Maha Awal dan Maha Akhir...
keberadaan Allah tidak terikat waktu....karena waktu adalah ciptaanNya, mustahil Allah terikat oleh ciptaanNya...

Dalil :

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
(Al hadid : 3)

rasulullah saw bersabda :

أنت الأول فليس قبلك شيء وأنت الآخر فليس بعدك شيء ، وأنت الظاهر فليس فوقك شيء ، وأنت الباطن فليس دونك شيء

.....wahai ALlah yang Maha Awal tidak ada sebelumMu sesuatupun,
Engkaulah yang Maha Akhir tidak ada setelahMU sesuatupun....
dan Engkaulah Ad Dhohir, tidak ada di ATAS-MU sesuatupun...
dan Engkaulah yang Al Bathin, tidak ada di BAWAH-MU sesuatupun.....

(Shahih Muslim)- Asma wa Sifat Imam Baihaqi - 1/19

rasul berkata.... اللهم رب السماوات ورب الأرض رب كل شيء

...Ya Alllah Tuhan Langit dan Bumi, Tuhan segala sesuatu....

(Shahih Muslim)- Asma wa Sifat Imam Baihaqi - 1/19

itulah beberapa sifat wajib tentang Allah swt dalam aqidah Islam...
nah para netter nasrani, semoga pilar2 aqidah dalam agama Islam ini bisa menambah wawasan saudara, kalau tertarik bisa didiskusikan lebih lanjut..

 ^-^

- salam sejahtera dan salam damai -




Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #1 pada: 25 November 2009, 09:01:55 »
Kebenaran adalah dari Tuhan, dari kitab suci dari wahyu kenabian, inilah yang menjadi titik temu antara agama Islam dan agama Nasrani..
dalam berbagai kajian tentang ilmu perbandingan agama, bahwa Islam, Kristen dan Yahudi adalah agama samawi, agama yang berasal dari dari konsep kenabian, kitab suci, yang mengakui secara ideologis akan konsep ketuhanan yang jelas..

hal ini sebagai pembeda dengan tipe-tipe agama lain semisal, Hindu, Budha, Konghuchu yang sering disebut sebagai agama budaya, agama filsafat, yang lahirnya berdasarkan ajaran filsafat dan perenungan dari pendirinya..

Definisi ini dikemukakan misalnya oleh salah seorang tokoh perbandingan agama, Huston Smith dalam bukunya "Agama-agama manusia"..

Semestinya sebagai agama samawi yang membawa konsep kenabian, ketuhanan, wahyu dan kitab suci, maka agama2 samawi haruslah mempunyai konsep kebenaran yang sempurna sesuai dengan sifat Tuhan yang Maha sempurna..
tapi adakalanya, sebagian pemeluk agama samawi sering terjebak pada inkonsistensi argumen, sekalipun dalam pondasi pemikirannya, yang bersifat dasar keimanan..

sebagai analisa tambahan dalam pencarian kebenaran, saya hendak berbagi parameter dalam menguji sebuah kebenaran suatu agama ;
1. konsep ketuhanan
2. konsep sejarah dan validitasnya
3. konsep kenabian
4. konsep kitab suci
5. konsep mukjizat
6. konsep ajaran
7. konsep azas manfaat dan dampak dari ajaran
8. konsep kesempurnaan
9. konsep kemampuan bantahan kepada ajaran lain
10. dll masih banyak lagi

dan sebagai alat dalam menelaah berbagai konsep di atas, saya tawarkan modal dasar yang ada pada setiap manusia, siapapun mereka dan seberapa tinggi tinggi tingkat intelektualnya..

dan alat tersebut adalah :
1. akal
2. nurani
3. naluri

ketiga alat itu adalah alat dasar, semunya bisa dirinci dalam berbagai sub sistem dan bagian2 yang lebih detail..
 :ehm:

Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 25 November 2009, 09:27:13 »
ini mau pake perspektif apa bro?


Quran apa Bible?


jika memakai perspektif Quran, jelas kekristenan sesat.


jika memakai perspektif Bible, islam sesat.


atau bagaimana bro?







kita benturkan saja kedua diatas?yang menang adalah siapa yang silat lidahnya paling tajam? ::) ::) ::)



ayo bro...mumpung masih hangat.
Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #3 pada: 25 November 2009, 09:37:20 »
yah terserah anda saja mau pakai apa, kalau mau qur'an jelas sebagian sudah sebutkan bantahannya disini...
kalau mau memakai bible boleh saja...siapa tahu di sana ada bantahannya juga hehe.... %peace%

btw saya kurang menguasai bible, barangkali nanti saja...atau teman2 muslim di sini bisa membantu anda mencarikan pilar-pilar aqidah Islam di bawah itu yang ada pada ayat bible, coz saya yakin kok pilar2 aqidah itu ada juga di bible.... :ehm:

bagaimana kalau kita bahas dengan modal dasar yang ada

- akal
- nurani
- naluri


Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 25 November 2009, 09:41:57 »
silahkan 'cemplungkan' yang dibawah ini

1. konsep ketuhanan
2. konsep sejarah dan validitasnya
3. konsep kenabian
4. konsep kitab suci
5. konsep mukjizat
6. konsep ajaran
7. konsep azas manfaat dan dampak dari ajaran
8. konsep kesempurnaan
9. konsep kemampuan bantahan kepada ajaran lain
10. dll masih banyak lagi

kedalam

1. akal
2. nurani
3. naluri

dalam perspektif kekristenan yang menurut anda tidak sesuai.



silahkan....
Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #5 pada: 25 November 2009, 09:46:07 »
kita bicara saja dari konsep yang pertama duyu, karena ini adalah azas fundamental dari semua agama..
ketika kita ditanya apa agama kita, pastilah kita ditanya siapa TUhan yang kita sembah...bagaimana penggambaran sifat TUhan itu yang ada pada agama kita...

anggap saja saya hendak bertanya tentang agama anda, bukan hendak menguji keyakinan anda, tapi siapapun mereka khususnya yang diluar Islam dan kristen, pasti lah berhak bertanya dan menguji serta membandingkan bagaimana konsep ketuhanan yang ada...

karena agama itu bukan paksaan, tapi kesadaran dan keikhlasan, sementara kesadaran adalah berpijak pada akal...sedang keikhlasan berpijak pada hati atau perasaan...


Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #6 pada: 25 November 2009, 09:50:54 »
kita bicara saja dari konsep yang pertama duyu,

Wecks sorry morry menganggu sebentar diskusi mas Doddy om Skozcka, mo minta kejelasan (dari pada salah tafsir %peace%) yang aye bold, sama gak duyu=dulu, ato ada makna lain?

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #7 pada: 25 November 2009, 09:51:44 »
hehe...duyu = dulu.. :p

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #8 pada: 25 November 2009, 10:00:46 »
terus gimana bro skotza

seingat saya, di kristen khususnya katholik dipelajari juga filasfat teologi trinitas...di dekat tempat tinggal saya juga ada sekolah tinggi theologia...
barangkali bisa disampaikan sedikit argumen teologi nasrani...

nanti bisa saya bandingkan dengan teologi Islam....

Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 25 November 2009, 10:07:16 »
kita bicara saja dari konsep yang pertama duyu, karena ini adalah azas fundamental dari semua agama..
ketika kita ditanya apa agama kita, pastilah kita ditanya siapa TUhan yang kita sembah...bagaimana penggambaran sifat TUhan itu yang ada pada agama kita...

anggap saja saya hendak bertanya tentang agama anda, bukan hendak menguji keyakinan anda, tapi siapapun mereka khususnya yang diluar Islam dan kristen, pasti lah berhak bertanya dan menguji serta membandingkan bagaimana konsep ketuhanan yang ada...

karena agama itu bukan paksaan, tapi kesadaran dan keikhlasan, sementara kesadaran adalah berpijak pada akal...sedang keikhlasan berpijak pada hati atau perasaan...



TUHAN yang saya sembah adalah Yesus Kristus Sang Juruselamat umat manusia. saya sadar dan saya ikhlas, sebab akal saya menerima bahwa TUHAN menjadi Manusia untuk menebus dosa manusia.

saya sadar sebab Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah.
saya sadar pikiran manusia tidak bisa membatasi Allah hanya dengan sebuah dzat.
dst...

kesadaran dan keikhlasan itu berpijak pada hati atau perasaan bahwa karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan hidup yang kekal.

hati atau perasaan saya mengatakan Yesus membawa ajaran kasih bukan ajaran pedang...
hati atau perasaan saya mengatakan Yesus datang membawa keselamatan dari Sorga dan tidak membicarakan hukum dunia, membangun negara, politik, dst...
hati atau perasaan saya mengatakan Yesus adalah Firman Allah yang telah menjadi Manusia..


TETAPI ANEHNYA Kitab Suci saya JUSTRU MENGANJURKAN bahwa diatas
1. akal
2. nurani
3. naluri

saya harus menggunakan iman.

Kitab Ibrani
(11:1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.


berarti urutan yang benar adalah sbb:

1. Bible tidak pernah salah.
2. jika Bible salah, kembali ke aturan pertama.



bisakah
1. akal
2. nurani
3. naluri

menerima sesuatu yang tidak dilihat, belum diterima, PERCAYA TOK?
Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #10 pada: 25 November 2009, 10:26:26 »
TUHAN yang saya sembah adalah Yesus Kristus Sang Juruselamat umat manusia. saya sadar dan saya ikhlas, sebab akal saya menerima bahwa TUHAN menjadi Manusia untuk menebus dosa manusia.

anda sadar dan ikhlas dengan keyakinan anda, tapi bagaimana dengan orang lain, adalah Arius yang lantang menolak konsep TUhan menjadi manusia..
belum lagi sekte nasrani yang menolak keyakinan tsb...

padahal kalau kita renungkan, antara akal anda dan akal arius adalah sama, akal anda dan akal saya adalah sama, tapi kenapa anda sendiri yang merasa ikhlas bisa menerimanya...

baiklah bisa kita bicarakan...apakah secara akal bisa diterima Tuhan menjadi manusia...dan menebus dosa manusia...

ini bisa dimasukkan dalam pembahasan sifat Tuhan menurut nasrani yang bisa berubah menjadi manusia...


saya sadar sebab Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah.
saya sadar pikiran manusia tidak bisa membatasi Allah hanya dengan sebuah dzat.
dst...


maap bro, kalau ALlah menciptakan manusia dengan rupa seperti rupa ALlah, lalu bagaimana bisa anda bilang bahwa pikiran manusia tidak bisa membatasi ALlah hanya dengan sebuah Dzat...maap terkesan ada kontradiksi logika di situ..

bisakah anda menjelaskan...


kesadaran dan keikhlasan itu berpijak pada hati atau perasaan bahwa karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan hidup yang kekal.


yah secara perasaan mungkin bisa iya bisa tidak....
bagaimana dengan secara akal...kembali kepada pembahasan Tuhan yang menjelma menjadi manusia...mungkinkah TUhan menjelma menjadi manusia...

btw secara perasaan mungkin saya juga bisa bilang, tidak mungkin karena Allah maha pengasih dan penyayang, masa DIa tega mengorbankan dan membunuh 'anak'Nya sendiri dan disiksa orang2 jahat..

kasihan kan...saya sendiri kalau melihat ritual penyaliban seperti di Filipina menjadi ikut sedih dan kasihan,,, :mewe: gak tega lah.,,

hati atau perasaan saya mengatakan Yesus membawa ajaran kasih bukan ajaran pedang...
hati atau perasaan saya mengatakan Yesus datang membawa keselamatan dari Sorga dan tidak membicarakan hukum dunia, membangun negara, politik, dst...
hati atau perasaan saya mengatakan Yesus adalah Firman Allah yang telah menjadi Manusia..

ini kembali kepada argumen perasaan anda di atas, benar ajaran yang dibawa Nabi ISa/yesus adalah bermuara pada kasih sayang, karena barangkali sifat kasih sayang telah hilang dari masyarakat yahudi, dan tenggelam dalam materialisme...


TETAPI ANEHNYA Kitab Suci saya JUSTRU MENGANJURKAN bahwa diatas
1. akal
2. nurani
3. naluri

saya harus menggunakan iman.

Kitab Ibrani
(11:1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.


berarti urutan yang benar adalah sbb:

1. Bible tidak pernah salah.
2. jika Bible salah, kembali ke aturan pertama.



bisakah
1. akal
2. nurani
3. naluri

menerima sesuatu yang tidak dilihat, belum diterima, PERCAYA TOK?


Iman itu keluar dari komponen yang ada dalam manusia, sedang komponen manusia itu terbagi menjadi tiga unsur besar, akal, nurani dan naluri,...
ketiga unsur itu harus berpadu dalam menemukan kebenaran sejati, kalau manusia hanya beriman dari segi rasa, atau hati semata, maka keimanannya pun akan timpang, bisa jadi sebatas illusi hati atau perasaan saja...


Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 25 November 2009, 10:45:08 »

1. anda sadar dan ikhlas dengan keyakinan anda, tapi bagaimana dengan orang lain, adalah Arius yang lantang menolak konsep TUhan menjadi manusia..
belum lagi sekte nasrani yang menolak keyakinan tsb...

padahal kalau kita renungkan, antara akal anda dan akal arius adalah sama, akal anda dan akal saya adalah sama, tapi kenapa anda sendiri yang merasa ikhlas bisa menerimanya...

baiklah bisa kita bicarakan...apakah secara akal bisa diterima Tuhan menjadi manusia...dan menebus dosa manusia...

ini bisa dimasukkan dalam pembahasan sifat Tuhan menurut nasrani yang bisa berubah menjadi manusia...


2. maap bro, kalau ALlah menciptakan manusia dengan rupa seperti rupa ALlah, lalu bagaimana bisa anda bilang bahwa pikiran manusia tidak bisa membatasi ALlah hanya dengan sebuah Dzat...maap terkesan ada kontradiksi logika di situ..

bisakah anda menjelaskan...


3. yah secara perasaan mungkin bisa iya bisa tidak....
bagaimana dengan secara akal...kembali kepada pembahasan Tuhan yang menjelma menjadi manusia...mungkinkah TUhan menjelma menjadi manusia...

btw secara perasaan mungkin saya juga bisa bilang, tidak mungkin karena Allah maha pengasih dan penyayang, masa DIa tega mengorbankan dan membunuh 'anak'Nya sendiri dan disiksa orang2 jahat..

kasihan kan...saya sendiri kalau melihat ritual penyaliban seperti di Filipina menjadi ikut sedih dan kasihan,,, :mewe: gak tega lah.,,

4. ini kembali kepada argumen perasaan anda di atas, benar ajaran yang dibawa Nabi ISa/yesus adalah bermuara pada kasih sayang, karena barangkali sifat kasih sayang telah hilang dari masyarakat yahudi, dan tenggelam dalam materialisme...


5. Iman itu keluar dari komponen yang ada dalam manusia, sedang komponen manusia itu terbagi menjadi tiga unsur besar, akal, nurani dan naluri,...
ketiga unsur itu harus berpadu dalam menemukan kebenaran sejati, kalau manusia hanya beriman dari segi rasa, atau hati semata, maka keimanannya pun akan timpang, bisa jadi sebatas illusi hati atau perasaan saja...

1. saya..saya. mereka..mereka. anda tanya saya kan bukan mereka?!terserah mereka menolak, tidak sesuai dengan saya. jika mereka menolak apakah menunjukkan saya salah? 8-)

2. jelas, bahwa pikiran manusia tidak bisa membatasi ALlah hanya dengan sebuah Dzat.

sebab disisi Bible, Allah bisa menjadi apa saja. sedangkan disisi Quran hanya dzat saja. berarti orang-orang kristen tidak membatasi Allah, sedangkan orang-orang muslim membatasi Allah.

dong ga?

3. bukan mungkin bro, tapi absolutely ya.

mungkin dong, kan karena Kasih-Nya akan gambaran-Nya sehingga Ia menyelamatkan umat manusia. disini Anak bukan Anak secara lahiriah bro. bukan. biar tidak melenceng dari topik, silahkan anda pelajari ditreat-treat lain mengenai pengertian defenisi ini.


makanya anda jangan menyangkal lagi, ayo..buruan dibaptis bro..

4. yahudi apa bangsa ini bro?

coba anda bandingkan. kenapa orang2 merendahkan bangsa yahudi karena masa lalunya?bukankah kita sama jahatnya?bahkan lebih?

dah nonton Munich?

ada ucapan, bangsa Yahudi berhak membalas dengan "keras" setiap tindakan yang menyerang Israel. jadi wajar Israel setiap saat "kumat" menghajar Palestina, itu semua karena pejuang-pejuang Hamas yang suka berantem. makanya digasak mulu pake bom dan rudal fosfor.cusssss....%peace% %peace% %peace%


umat pilihan Allah lo bro..

5. salah bro, kalau manusia kagak punya iman, maka kita sama dengan manusia-manusia yang tidak percaya dengan Allah.


apa situ mau?ya enggak kan?kita manusia Indonesia justru yang pertama kali disebut adalah yang beriman dan bertakwa terhadap TUHAN YME, baru kemudian disebut ber-ahlak, ber-akal, nurani, dst...

tul ga bro? 8-) 8-)
Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #12 pada: 25 November 2009, 10:58:43 »
1. saya..saya. mereka..mereka. anda tanya saya kan bukan mereka?!terserah mereka menolak, tidak sesuai dengan saya. jika mereka menolak apakah menunjukkan saya salah? 8-)


maap deh mas...bukan bermaksud begitu...tapi sekedar manusia itu secara naluri dibekali sifat benci kepada egois  %peace%,,,dan secara naluri manusia diberi kesadaran untuk mencari yang lebih benar dan masuk akal...


2. jelas, bahwa pikiran manusia tidak bisa membatasi ALlah hanya dengan sebuah Dzat.

sebab disisi Bible, Allah bisa menjadi apa saja. sedangkan disisi Quran hanya dzat saja. berarti orang-orang kristen tidak membatasi Allah, sedangkan orang-orang muslim membatasi Allah.

dong ga?

maap deh mas...perkataan anda tadi ada kontradiksi...

pertama, anda bilang ALlah mencipta manusia sesuai rupa Allah (ada dalilnya dalam bible kan  %peace%)
kedua, anda bilang pikiran manusia tidak bisa membatasi ALlah dengan suatu Dzat...jadi dengan kata lain anda secara tidak sadar mengakui bahwa manusia tidak bisa membayangkan rupa Allah, karena Allah berbeda dengan makhluqNya, ALlah itu pencipta, sedang makhluq, manusia adalah ciptaan, secara logika tidak mungkin pencipta = ciptaan...
karena definisi dasarnya sudah beda...

dalam hal ini rasulullah nabi Muhammad saw berkata, jangan kalian pikirkan/bayangkan Dzat Allah...

karena Dzat Allah tidak bisa dibayangkan, dipikirkan...


3. bukan mungkin bro, tapi absolutely ya.

mungkin dong, kan karena Kasih-Nya akan gambaran-Nya sehingga Ia menyelamatkan umat manusia. disini Anak bukan Anak secara lahiriah bro. bukan. biar tidak melenceng dari topik, silahkan anda pelajari ditreat-treat lain mengenai pengertian defenisi ini.


makanya anda jangan menyangkal lagi, ayo..buruan dibaptis bro..

kita bicara sisi absolut, okey... :)

makna absolut adalah makna yang menunjuk kepada satu hal yang pasti, tidak mengandung banyak makna...
contoh saja makna absolut, 1 + 1= 2, tidak mungkin 1 + 1 = 3

nah bagaimana anda bisa bilang Tuhan menjadi manusia, disalib dan dibunuh untuk menyelamatkan dosa manusia dengan kasih sayangNya dengan makna yang absolut, sementara saya menolak argumen anda..
dengan demikian ada dua pemahaman yang bisa disimpulkan, bahwa anda menerima sementara saya menolak...

berarti kalau ada dua makna, maka jelas itu bukan absolut tapi relatif...


4. yahudi apa bangsa ini bro?

coba anda bandingkan. kenapa orang2 merendahkan bangsa yahudi karena masa lalunya?bukankah kita sama jahatnya?bahkan lebih?

dah nonton Munich?

ada ucapan, bangsa Yahudi berhak membalas dengan "keras" setiap tindakan yang menyerang Israel. jadi wajar Israel setiap saat "kumat" menghajar Palestina, itu semua karena pejuang-pejuang Hamas yang suka berantem. makanya digasak mulu pake bom dan rudal fosfor.cusssss....%peace% %peace% %peace%


umat pilihan Allah lo bro..

5. salah bro, kalau manusia kagak punya iman, maka kita sama dengan manusia-manusia yang tidak percaya dengan Allah.


apa situ mau?ya enggak kan?kita manusia Indonesia justru yang pertama kali disebut adalah yang beriman dan bertakwa terhadap TUHAN YME, baru kemudian disebut ber-ahlak, ber-akal, nurani, dst...

tul ga bro? 8-) 8-)


dasar perumusan sila TUhan YME kan diawali dengan pemikiran, dan pemikiran tentu berpijak pada tiga sisi komponen, akal, nurani dan naluri...
Pancasila sila pertama sudah pasti diterima karena tidak bertentangan dengan akal, nurani dan naluri..



Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 26 November 2009, 08:40:16 »

1. maap deh mas...bukan bermaksud begitu...tapi sekedar manusia itu secara naluri dibekali sifat benci kepada egois  %peace%,,,dan secara naluri manusia diberi kesadaran untuk mencari yang lebih benar dan masuk akal...

2. maap deh mas...perkataan anda tadi ada kontradiksi...

pertama, anda bilang ALlah mencipta manusia sesuai rupa Allah (ada dalilnya dalam bible kan  %peace%)
kedua, anda bilang pikiran manusia tidak bisa membatasi ALlah dengan suatu Dzat...jadi dengan kata lain anda secara tidak sadar mengakui bahwa manusia tidak bisa membayangkan rupa Allah, karena Allah berbeda dengan makhluqNya, ALlah itu pencipta, sedang makhluq, manusia adalah ciptaan, secara logika tidak mungkin pencipta = ciptaan...
karena definisi dasarnya sudah beda...

dalam hal ini rasulullah nabi Muhammad saw berkata, jangan kalian pikirkan/bayangkan Dzat Allah...

karena Dzat Allah tidak bisa dibayangkan, dipikirkan...


3. kita bicara sisi absolut, okey... :)

makna absolut adalah makna yang menunjuk kepada satu hal yang pasti, tidak mengandung banyak makna...
contoh saja makna absolut, 1 + 1= 2, tidak mungkin 1 + 1 = 3

nah bagaimana anda bisa bilang Tuhan menjadi manusia, disalib dan dibunuh untuk menyelamatkan dosa manusia dengan kasih sayangNya dengan makna yang absolut, sementara saya menolak argumen anda..
dengan demikian ada dua pemahaman yang bisa disimpulkan, bahwa anda menerima sementara saya menolak...

berarti kalau ada dua makna, maka jelas itu bukan absolut tapi relatif...


4. dasar perumusan sila TUhan YME kan diawali dengan pemikiran, dan pemikiran tentu berpijak pada tiga sisi komponen, akal, nurani dan naluri...
Pancasila sila pertama sudah pasti diterima karena tidak bertentangan dengan akal, nurani dan naluri..

1. tetapi dalam mencari yang lebih benar tidak harus dengan kebencian bukan?atau setelah meninggalkan keyakinan yang lama trus dihujat gitu?ya tentu tidak bukan?


manusia adalah serigala bagi sesamanya, saya kira anda paham akan hal itu.

2. kalau saya tidak salah tanggap.

begini, statement saya yang mengatakan manusia tidak bisa membatasi Allah HANYA dengan sebuah dzat menunjukkan saya menyatakan Allah bisa menjadi apa saja selain dzat tok. bukan tidak bisa membayangkan bro tetapi SESUKA HANTINYA ALLAH menjadi apa saja itu TIDAK MUSTAHIL bagi orang kristen.

manusia dibatasi oleh pikiran yang terbatas, sehingga saya mengatakan apapun Allah bisa menjadi apa saja sebab Allah punya sifat MAHA.



mengenai statement Nabi Muhammad, saya kira itu karena Muhammad tidak mengenal Allah Israel yang dia adopsi dalam agama Islam yang beliau dirikan. jika Muhammad(atau Quran) mengklaim penutup dari series Taurat, Zabur dan Injil, HARUSNYA Allah yang didefenisikan Muhammad dan/atau Quran justru semakin jelas.


ini malah semakin kabur bahkan dengan sebutan dzat. bandingkan saja, sejarah Israel tidak pernah mengenal dzat. lantas kenapa Muhammad mengambil settingan bangsa Israel justru menyatakan dzat?

3. absolut relatif?

bro..saya baru pernah mendengar kata itu. setahu saya penggunaan kata absolut itu merujuk pada pemahaman yang pasti. permasalahannya adalah absolut bagi saya belum tentu absolut bagi anda.

jangan salahkan pemahaman absolutnya, yang dipermasalahkan adalah bisakah anda menerima pemahaman absolut saya dari perspektif kekristenan?


jelas ga bisa kan bro?

karena anda cinta Rasul. ^-^ ^-^ ^-^

4. ya, tapi ber-TUHAN dulu kan?baru menyusul akal, nurani dan naluri.
Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #14 pada: 26 November 2009, 11:27:56 »
1. tetapi dalam mencari yang lebih benar tidak harus dengan kebencian bukan?atau setelah meninggalkan keyakinan yang lama trus dihujat gitu?ya tentu tidak bukan?


manusia adalah serigala bagi sesamanya, saya kira anda paham akan hal itu.

yah benar, tidak harus dengan kebencian, hujatan atau yang semisal...
bukankah dalam diskusi ini saya sifatnya berbincang2 santai saza bukan...

ya maapkan kalau ada yang tidak berkenan di hati,,...salam damai...

2. kalau saya tidak salah tanggap.

begini, statement saya yang mengatakan manusia tidak bisa membatasi Allah HANYA dengan sebuah dzat menunjukkan saya menyatakan Allah bisa menjadi apa saja selain dzat tok. bukan tidak bisa membayangkan bro tetapi SESUKA HANTINYA ALLAH menjadi apa saja itu TIDAK MUSTAHIL bagi orang kristen.

manusia dibatasi oleh pikiran yang terbatas, sehingga saya mengatakan apapun Allah bisa menjadi apa saja sebab Allah punya sifat MAHA.


kalau dalam aqidah Islam ada sifat wajib dan sifat MUSTAHIL bagi Allah...
Allah wajib hidupnya adanya, maknanya ALlah itu pasti hidup, dan MUSTAHIL mati..
maka Allah mustahil membunuh diriNya sendiri..

Allah itu pencipta, maka MUSTAHIL bagiNya diciptakan..

Allah itu yang maha Awal dan Maha akhir, maka MUSTAHIL bagiNya ada selain Allah yang mendahuluiNya, dan MUSTAHIL ada selain Allah yang setelahNya..

Allah itu Maha Perkasa, maka MUSTAHIL bagiNya Allah itu lemah

Allah itu Maha Suci, maka MUSTAHIL bagiNya Allah itu kotor dan berada dalam tempat yang kotor..

Allah itu Qiyamuhu binafsihi, berdiri dengan sendiriNya, tidak membutuhkan bantuan pihak lain, atau tergantung pihak lain, maka MUSTAHIL keberadaan ALlah itu terikat waktu dan tempat...

DLL...

mengenai statement Nabi Muhammad, saya kira itu karena Muhammad tidak mengenal Allah Israel yang dia adopsi dalam agama Islam yang beliau dirikan. jika Muhammad(atau Quran) mengklaim penutup dari series Taurat, Zabur dan Injil, HARUSNYA Allah yang didefenisikan Muhammad dan/atau Quran justru semakin jelas.

dalam al Qur'an sendiri banyak penjelasan tentang Nabi Muhammad saw, dan dalam Injil Barnabas, dalam Bible pun ada makna tersirat tentang Nabi Muhammad saw...

ini malah semakin kabur bahkan dengan sebutan dzat. bandingkan saja, sejarah Israel tidak pernah mengenal dzat. lantas kenapa Muhammad mengambil settingan bangsa Israel justru menyatakan dzat?

maksudnya?...Dzat dalam menyebut ALlah, Tuhan atau dalam hal apa..

Dzat itu adalah definisi kata untuk menyebut Tuhan itu sendiri...jadi Dzat adalah Allah....

3. absolut relatif?

bro..saya baru pernah mendengar kata itu. setahu saya penggunaan kata absolut itu merujuk pada pemahaman yang pasti. permasalahannya adalah absolut bagi saya belum tentu absolut bagi anda.

jangan salahkan pemahaman absolutnya, yang dipermasalahkan adalah bisakah anda menerima pemahaman absolut saya dari perspektif kekristenan?


jelas ga bisa kan bro?

karena anda cinta Rasul. ^-^ ^-^ ^-^


saya sudah memberikan contoh jelas, yaitu 1 + 1 = 2, saya kira semua anak sekolahan sudah sepakat perkalian ini...ini contoh absolut..

4. ya, tapi ber-TUHAN dulu kan?baru menyusul akal, nurani dan naluri.

ya semua orang yang bukan atheis pasti sepakat dnegan percaya dengan Tuhan, ini pondasi Iman yang pertama, yang membedakan dengan orang atheis...
tapi bukankah datangnya kepercayaan kepada adanya Tuhan itu kan awalnya dari akal, hati nurani dan naluri...

coba saja diskusikan dengan atheis, apa anda akan mengemukakan argumen Bible saja, dan memaksa mereka untuk percaya, pasti tidak lah, anda akan menggunakan akal, hati dan naluri anda ketika berdiskusi dengan atheis..

hmm..saya pernah membaca buku karangan pendeta nasrani dari barat yang mengemukakan seribu argumen tentang keberadaan Tuhan dari dalil akal..



Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 26 November 2009, 11:31:18 »
thx atas diskusinya. salam damai jg. mungkin ada muslimers dan non islam yang mau gabung?silahkan. :)
Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #16 pada: 26 November 2009, 12:12:00 »
ya salam damai juga..ya thanks juga atas kesediaannya hadir di tret saya ini... :)
silahkan kepada siapa saja baik muslim, nasrani, atau di luar itu, untuk bergabung di sini..


Offline mardi m

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 242
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 12 Desember 2009, 12:18:09 »
diskusi logika dalam ranah teologis pun tidak akan menemukan hakikat! lagipula agama memang tidak bisa diperdebatkan karena masuk dalam ranah keyakinan. bisa saja argumentasi sebuah agama itu salah atau tidak logis, namun keyakinan tidak goyah atau bahkan membuta. namun jika keyakinan itu kemudian ditundukkan pada akal budi seutuhnya untuk mencari kebenaran akali, barulah terjadi suatu ziarah agama-agama, sampai pada titik tertentu seseorang menemukan apa yang pas bagi dirinya.

salam damai sejahtera buat semua.