Teruslah Berusaha
dan cukuplah Allah yang menggantinya.....
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “ Tuhan kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan);”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan di dunia dan akhirat; didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) didalamnya apa yang kamu minta, sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(QS. Fushshilat : 30-32)
Setiap manusia yang terlahir ke dunia memiliki tanggungjawab yang besar, yakni sebagai khalifah. Dan tanggung jawab itu terdiri dari berbagai macam tugas-tugas. Tergantung dari kemampuan seseorang yang Allah saja Maha Mengetahui dan Menentukan. Dan tugas itupun tidaklah semudah membolak-balikkan telapak tangan, walau tugas itu sekecil apa yang kita. Karena setiap kita memiliki sisi kemampuan yang berbeda-beda, baik itu dari segi fisik dan mental. Dari segi akal dan hati nurani.
Setiap tugas itupun memerlukan apa yang dinamakan usaha. Allah memberi tugas (menguji) hambaNya takkan melebihi batas kemampuan hambaNya. Dan Allah akan menilai, bahkan mengganti dari setiap usaha yang kita lakukan baik itu di dunia dan di akhirat. Baik itu yang buruk dan baik. Karena semua itu akan berbalik kembali pada diri kita masing-masing.
Maka dari itu, kita sebagai seorang muslim selayaknya terus berjuang atau berusaha dengan sebaik-baiknya dalam menunaikan tugas khalifah atas ke-Maha AgunganNya.
Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Dan Allah tidak akan menganiaya para hambaNya.
“.....Dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hambaNya”.
(QS. Fushshilat : 46)
Maka dari itu, puaskanlah dengan kecukupan dari Allah, niscaya Dia akan memberi kecukupan kepada kita dari semua kecukupan, karena sesungguhnya Dia Maha menang dalam segala urusanNya. Sepatutnya kita bertawakkal pada Allah karena sesungguhnya Dia Maha Kekal dan selain dariNya pasti akan mati.
Bukankah Dia telah memberikan perlindungan yang cukup kepada Ibrahim saat ia dilemparkan kedalam api yang sangat besar. Allah telah menjadikan api itu sejuk dan membawa keselamatan pada Ibrahim as.
Bukankah Dia pula yang menyelamatkan Nuh as dari banjir besar yang mampu menenggelamkan daratan di seluruh bumi?
Bukankah Dia juga yang menyelamatkan Musa as dari kejaran raja zhalim Fir’aun dengan tongkat yang dapat membelah lautan menjadi dua bagian?
Bukankah Allah telah melindungi Rasulullah saw dalam setiap pertempuran? Bukankah Dia yang telah menyelamatkannya dari berbagai kecelakaan dan penculikan serta menolongnya dari berbagai peperangan?
Bukankah Dia telah menghibur hatinya dari kesendirian, meneguhkannya disaat ketakutan, dan meneguhkan kekuatannya dalam berbagai malapetaka?
Siapakah yang dipanggil olehNya, kemudian tidak memenuhiNya? Siapakah yang menunggu didepan pintu rahmatNya, lalu Dia tidak memperkenankan do’a-do’anya? Siapakah yang meminta perlindungan kepadaNya, lalu Dia tidak memberinya? Siapakah yang meminta perlindunganNya, lalu Dia tidak memberikan perlindungan yang cukup kepadanya?
“.....Setiap waktu Dia dalam kesibukan.”
(QS. Ar-Rahman : 29)
Allah memberi kekayaan dan kemiskinan, menghidupkan dan mematikan, mengangkat dan memecat, menjadikan raja dan menurunkannya, menimpakan sakit dan menyembuhkannya, serta memberikan cobaan dan membebaskannya.
Semua ubun-ubun berada ditangan kekuasaannya; semua penyebab berada dalam genggaman kekuasaanNya dan semua mahluk berada dalam pengaturanNya.
Berlindunglah kepadaNya bila kamu tertimpa kesusahan
Dan hadapkanlah dirimu kepada yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan
Ketahuilah bahwa Allah SWT adalah penentu Rizki dan Taqdir
Maka berusahalah mengetuk pintuNya dan menghadapkan diri kepadaNya dengan mempelajari kitabNya dan menunaikan (mengamalkan) setiap tanggung jawab kita sebagai hambaNya, niscaya akan menemukan kemudahan dan kemenangan serta mendapatkan pahala berlimpah dan keberhasilan yang gemilang. Insya Allah.....
“.....Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan dan hanya kepadaNyalah kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Qashash : 88)
(NB : Sebagian besar tulisan dikutip dari buku : Cambuk Hati, DR. Aidh Al-Qarni)
(IMS)