jadi, gimana? gak usah aja ada MUI?
ngga mudah jadi ulama, yang pendapatnya *berdasarkan keilmuannya* bisa diterima semua golongan yang merasa dirinya paling bener itu...
dsini yag njelek2in MUI aja rasanya g lebih pinter, masih mewakili golongannya sendiri2.....mencela-cela MUI, tapi masih nonton filem2 ga jelas juga...

....
kalau aku sih masih sependapat dengan jeng 127.....yah mungkin tidak mutlak harus dituruti, situ2 kan tau ilmunya, kalau MUI salah, dikoreksi lah dengan baik, jangan cuma koar2 ngatain MUI aja...
apalah jadinya negri ini kalau tidak ada yg mengingatkan....yang disini ngaku ngerti agama, ngerti ilmu fisika biologi etc etc, sudah sanggup menggantikan?
kata siapa semua masyarakat sudah *pinter* ? wong yang ngakunya berilmu, sekolah tinggi, modern, salib sih g percaya, tapi pemikirannya seperti itu, merasa resah setiap kali MUI ngasi fatwa.... apa dengan menonton itu jadi ingat KEMATIAN ? ah kayaknya langka deh, yang habis nonton film yang lagi diributkan disana sini itu..pulang2 jadi inget mati dalam artian tobat, banyak ibadah, sedekah.....

.... Lah pulang takziyah aja cengengesan....palagi keluar dari bioskop....
tentang bencana? kayaknya banyak film dokumenter yang ilmiah yang menjelaskan tentang natural disaster sekitar kita, yang memberi penjelasan dengan lebih baik......
satu lagi,
jangan terlalu merendahkan ibu2 rumah tangga biasa ya...hanya karena mereka di rumah sepanjang hari dan mengaji tidak dikajian salaf tidak berarti mereka tidak lebih soleh dari siapapun disini....jaga anggapan anda