Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: ttg Jamaah IM di Indonesia(tarbiyah...?????)  (Dibaca 1224 kali)


Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« pada: 03 September 2006, 07:55:30 »
mungkin minta maaf dl ke myqers yg ga se aliran.ada ga yg tau siapa itu ust hilmi, dr mana dia. siapa itu suripto. dr mana dia. dan sprti apa itu NII. apa kaitanya dg jamaah IM di indonesia or tarbiyah. bgmn mnrt antm semua ttg pks?apakh bermusyarokah ato petualang(berita koran). jzklh
benarkah...

Offline sazabi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 77
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 03 September 2006, 14:13:55 »
gak jelas pertanyaannya, TS .
begini bukan?
1. siapa & dari mana ust hilmi?
2. siapa & dr mana suripto?
3. seperti apa itu NII?
4. Apa kaitannya pertanyaan no1 s/d 3 dg:
     a. jmh IM di Indo?
     b. tarbiyah?
5. Bgm menurut antm ttg pks?
6. Apakah pertanyaan no 1 s/d 5 bermusayarokah (apa pula ini?) atau petualang (berita koran)?

No. 1 s/d 5 pertanyaannya jelas, no 6 gw gak jelas maksudnya.
Mendingan loe tanya langsung ke ybs. deh.

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 04 September 2006, 01:44:48 »
Idiologi impor yang dijadikan partai disini
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 04 September 2006, 06:50:32 »
Pertanyaan no enam salah pren. itu semua lepas dr soal-soal ane yg sebelumnya.mhn ada yg mau ngejawab?
benarkah...

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 04 September 2006, 07:20:10 »
pks? just fine...cuma kadang terlalu mendoktrin kader2nya..kayak doktrin "al-jama'ah huwal hizb..al-hizb huwal jamaah"...wah doktrin yang ga berdalil kayak gini juga ga bakalan ente temuin di buku2nya Hasan al Banna ato Sayyid Qutb rahimahullah...
Semestinya para kader pks juga kritis donk terhadap partainya sendiri...Majelis Syuro bukanlah kaki tangan Tuhan!

oya..ga salah ruangan nih? mestinya khan di forum yang laen yak?
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.439
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 04 September 2006, 07:32:32 »
Ana tidak tahu banyak tentang ust hilmi,ttg suripto>>>dia adalah mantan intel pemerintah
Tentang NII yang ana tahu(ana sebelumnya pernah masuk ni jama'ah takfiri/mengkafirkan orang yg tidsak mao bergabung dengan mereka) emang ada kaitannya denag tarbiyah di indonesia tapi,orang2 tarbiyah tiodk mengakuinya.Ana pernah tanya pada mereka ttg sutau masalah ,terus mereka menjawab dengan berdasarkan pendapat hasan al banna dan memang mereka(NII) mengakui bahwa perjuanagn  mereka terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin Mesir dengan hasan al banna sebagai imamnya.AN pernah baca buku panduan tarbiyah untuk kader PKS tentang tauhid yg diterbitkan oleh pustaka BIP atau apa ,ana lupa,disitu diterangkan tentang pembagian tauhid.Dan alangkah terkejutnya ana bahwa pembagian tauhid mereka/PKS sama persisi dengan NII dan tidak ada perbedaan sama sekali.
Tauhid rububiyah,Tauhid uluhiyah,Tauhid mulkiyah>>>>>tauhid mulkiyah inilah yg tidak dikenal oleh para ulama ahlusunnah.Tauhid mulkiyah itu sudah masuk dalam tauhid rububiyah dan pembagian tauhid menurut ulama ahlussunnah adalah1:
1.Tauhid rububiyah
2.Tauhid uluhiyah
3.Tauhid asma was sifat
itulah pemmbagian tauhid yg disepakati para ulama ahlusunnah dan kaum muslim,kecuali yg memisahkan diri dari ahlussunnah.
wallahu'allam
Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 04 September 2006, 11:32:32 »
@atasku

pembagian tauhid menjadi tiga itu emang dah begitu....dalam masalah aqidah PKS ga pernah main-main koq....jadi menurut pendapat saya selama suatu harokah tetap mengacu pada tauhid yang telah diajarkan oleh 'ulama salaf ya mereka ahlussunnah...mungkin istilah yang mereka gunakan berbeda..tapi toh tetap merujuk pada ayat dan hadist yang sama....
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline sazabi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 77
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 04 September 2006, 12:28:48 »
Idiologi impor yang dijadikan partai disini
ooooo, emangnya ada ideologi partai yg gak impor?
PD = demokrasi
PDIP = demokrasi
PKB = nasionalis rekigius
PAN = nasionalis
GOLKAR = nasionalis
PPP, PBB, Masyumi dll yg sejenis = islam
PDS = kristen
semuanya bukannya impor?
atau yg gak impor itu yg berasas Pancasila?
lha pancasila bukannya istilah asing?
lalu ideologi lokal seperti apa ya? eh kita ini orang asli indonesia apa bukan yah? bukannya kita pendatang dari cina selatan?

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 04 September 2006, 13:08:39 »
impor itu artinya bukan dari Allah
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline sulis_a

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 42
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 04 September 2006, 14:41:07 »
Berarti seluruh kelompok (tarbiyah, IM, HTI, Salafy, NU, Muhammadiyah dsb) diimpor semua atuh.......jika pemahamannya seperti itu.....  ??? :-[ :-\:'> :'(

Offline aryo widodo

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 3
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 04 September 2006, 15:39:07 »
Apapun agamanya!
Apapun harokahnya!
Apapun kelaminnya!
Apapun kegiatanya!

COBA DEH DIKIT DI PAHAMI

Diin dalam al Quran sering diterjemahkan menjadi 'agama' ini akan mempunyai arti yang jauh menyimpang sebab agama hanya diartikan sekedar kegiatan ritual saja, sedangkan diin mempunyai arti yang sangat luas.

 

Lihatlah QS.3/83: Allah bertanya : Apakah mereka menghendaki diin selain diin Allah, padahal semua penghuni langit dan bumi aslama (islam atau berserah diri) ada yang sukarela maupun terpaksa. Dan semua akan kembali kepada Allah.

QS.3/84 : Katakanlah : kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya. Juga percaya apa yang diturunkan kepada Musa, Isa dan para nabi ya:ng dari Robb mereka. Kami tidak membedakan dari seorangpun dianatara mereka dan kami patuh sebagai muslim.

QS.3/85 : Dan siapa yang menghendaki diin lain dari Islam tidak diterima diinya dan dia diakhirat akan merugi.

 

Nah kalau kita jeli dengan ayat-ayat al Quran itu kita akan mendapat gambaran bahwa :

1. Semua penghuni langit dan bumi sudah berislam kepada Allah, matahari sudah Islam, Bumi Islam, cacing Islam. Kalau cacing aslama kepada Allah, maka tidak tepat kalau cacing dikatakan ber'agama' Islam, tetapi lebih tepat cacing itu mengikuti sistem yang telah ditetapkan Allah pada dirinya. Sistem atau diin itu meliputi aturan-aturan, tugas-tugas, manfaat dll. Cacing itu sudah diatur atau dimaqodirkan Allah sebagai binatang yang tinggal didalam tanah, tugasnya menggemburkan tanah dan manfaatnya supaya air bisa meresap masuk kedalam tanah sehingga dapat tumbuh tanam-tanaman dan dapat hidup penghuni tanah lainnya. Demikian matahari aslama mempunyai aturan, tugas dan manfaat tersendiri, yang semuanya bertujuan agar saling merahmati satu sama lain. Demikian manusia diciptakan Allah supaya beribadah (bekerja) untuk Allah (QS.51/56) menurut aturan, tugas dan sabil (jalan) yang ditetapkan Allah, sehingga manusia itu menjadi rahmat bagi alam (QS.21/107) supaya manusia itu menjaga alam menjadi mizan, tertib, adil dan sejahtera. Manusia bisa melakukan itu hanya kalau diatur berdasarkan ilmu dari Allah saja.

2. Kalau dilihat QS.3/84 : maka kitab-kitab Allah itu adalah merupakan suatu ketetapan, aturan dan undang-undang yang mesti dipatuhi oleh manusia tanpa membedakan satu sama lain (lihat QS.2/213). Ayat ini sungguh bertentangan dengan kepemahaman yang biasa kita dengar bahwa setiap nabi diberikan kitab hanya diberlakukan untuk ummatnya masing-masing. Kalau antum baca QS.2/213 maka jelas diturunkannya kitab-kitab itu sebenarnya untuk meluruskan kitab-kitab Allah yang telah dirubah manusia. Baca Qs.5/48, bahwa al Quran adalah sebagai muhayminan atau batu uji buat kitab-kitab sebelumnya, itu bukan berarti kitab Allah yang dahulu tidak sempurna, bukan, tetapi kitab yang ada sebelum al Quran sudah dicampuri dengan tulisan-tulisan oleh para ahli kitab (QS.2/79), sehingga setelah Taurat diturunkan Injil, setelah Injil diturunkan al Quran. Al Quran sebagai wahyu sudah sempurna dalam arti susunan surat, ayat, bahasa maka Allah telah jaga al Quran itu. Adapun kandungannya tetap sama, oleh karena itu kita harus mempunyai sikap bahwa Bible adalah tetap kitab Allah, sebab kita tidak boleh membedakan satu kitab dengan lainnya (QS..2/136), maka apabila ada ayat-ayat Bible yang sama dengan al Quran, maka ayat itu tidak boleh ditolak. Justru kesamaan-kesamaan itu harus dijadikan sarana untuk meyakinkan ummat Jahudi dan Nasrani bahwa al Quran ini memang benar-benar dari Allah dan tidak ada kesalahan didalam al Quran.

3. Didalam QS.3/84 dikatakan barang siapa yang mengikuti diin selain Islam tidak akan diterima diinnya. Apa artinya ini, kalau diin diterjemahkan dengan 'agama' maka akan terjadi kekacauan pengertian bahwa orang islam tidak boleh memakai 'agama' Jahudi dan Nasrani tetapi boleh menerima kapitalisme, komunisme, marhaenisme, pluralisme, bebasisme  dll kan rancu, sehingga diin disini lebih tepat diartikan sebagai sistem. Maka barang siapa mengikuti diin selain Islam, apakah Jahudiisme, Kristenisme, Kapitalisme, Hedonisme, Marhaenisme, Hedonisme dan isme-isme yang lain maka tidak akan diterima. Kesalahan mengartikan diin sebagai 'agama' maka hanya akan menimbulkan sentimen anti agama. Contohnya bahwa seorang Muslimah jelas menolak Krsiten sebagai diinnya, tetapi dia meniru-niru gaya hedonisme dan materialisme yang mengekploitasi habis tubuhnya dengan pakaian-pakaian yang mengumbar aurat tanpa dia merasa bahwa dia telah melanggar QS.3/85 !!!

 

Untuk mengetahui Islam sebagai sistem, maka kita bahwa QS.1 dan 114. Dalam Surat Al Fathehah Allah memperkenalkan diri sebagai Roobul 'alamin = sebagai pembuat aturan, pembuat hukum, yang memandaikan dan memperkenalkan diri sebagai Maliki yaumiddin = sebagai Penguasa tegaknya diin, dan sebagai Ma'bud = Yang wajib diibadati, yang wajib patuhi. Allah memberikan instruksi kepada manusia agar berjuang  dijalan yang lurus mengikuti rasul-rasul dan orang-orang yang telah diberi nikmat jangan mengikuti jalan orang-orang yang dimurkai. Berjuangnya bagaimana dan bagaimana bentuknya, maka berjuangnya adalah tegakkan diin (QS.42/13), dan menangkan diin Allah diatas diin-diin lainnya (QS.61/9). Dengan berjuang itu maka Allah akan dijadikan manusia sebagai Robbinnas, Malikinnas, Ilahinnas dimana manusia hanya akan taat kepada hukum Allah (rubbubiyallah), kekuasaan Allah (mulkiyallah) dan ketaatan hanya kepada Allah (uluhiyallah). Maka Rubbubiyallah, Mulkiyallah dan Uluhiyallah menjadi pilar utama dalam diin Islam itu.

 

Thoghut itu adalah lawan Allah (QS.2/256), Allah pelindung dari pada orang-orang beriman dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada nur, sedangkan thoghut adalah pemimpin orang kafir yang mengeluarkan mereka dari nuur kepada kegelapan (dzulumat) (QS.2/257). Thoghut dengan demikian siapa saja yang menolak rubbubbiyallah, mulkiyallah dan uluhiyallah. Negara thoghut adalah negara yang yang memakai hukumnya sendiri, mendirikan kekuasaan sendiri dan taat kepada pimpinan nasionalnya. Sedang daulah mu'min adalah daulah yang dipimpin Rasulullah, memakai hukum Allah, menjadi khalifatullah, dan hanya taat kepada Allah.


Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 04 September 2006, 20:32:40 »
pak Aryo, jzklh taujihnya
benarkah...

Offline Dipo

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 77
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 04 September 2006, 23:13:04 »
Saya sependapat  O0

Namun saya masih kurang jelas mengenai yang berikut ini :


2. Kalau dilihat QS.3/84 : maka kitab-kitab Allah itu adalah merupakan suatu ketetapan, aturan dan undang-undang yang mesti dipatuhi oleh manusia tanpa membedakan satu sama lain (lihat QS.2/213). Ayat ini sungguh bertentangan dengan kepemahaman yang biasa kita dengar bahwa setiap nabi diberikan kitab hanya diberlakukan untuk ummatnya masing-masing. Kalau antum baca QS.2/213 maka jelas diturunkannya kitab-kitab itu sebenarnya untuk meluruskan kitab-kitab Allah yang telah dirubah manusia. Baca Qs.5/48, bahwa al Quran adalah sebagai muhayminan atau batu uji buat kitab-kitab sebelumnya, itu bukan berarti kitab Allah yang dahulu tidak sempurna, bukan, tetapi kitab yang ada sebelum al Quran sudah dicampuri dengan tulisan-tulisan oleh para ahli kitab (QS.2/79), sehingga setelah Taurat diturunkan Injil, setelah Injil diturunkan al Quran. Al Quran sebagai wahyu sudah sempurna dalam arti susunan surat, ayat, bahasa maka Allah telah jaga al Quran itu. Adapun kandungannya tetap sama, oleh karena itu kita harus mempunyai sikap bahwa Bible adalah tetap kitab Allah, sebab kita tidak boleh membedakan satu kitab dengan lainnya (QS..2/136), maka apabila ada ayat-ayat Bible yang sama dengan al Quran, maka ayat itu tidak boleh ditolak. Justru kesamaan-kesamaan itu harus dijadikan sarana untuk meyakinkan ummat Jahudi dan Nasrani bahwa al Quran ini memang benar-benar dari Allah dan tidak ada kesalahan didalam al Quran.

Memang, yang saat ini saya pahami adalah : setiap nabi diberikan kitab hanya diberlakukan untuk ummatnya masing-masing. Hal ini tidak berarti kitab2 yang dulu tidak sempurna, tetapi Allah menurunkannya sesuai dengan kondisi umat saat itu. Pendapat saya ini berdasarkan :


Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu : Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa. (QS. 5:46)

Menurut ayat tsb, saya berpendapat bahwa Kitab Injil membenarkan kitab yang sebelumnya (Taurat) sekaligus sebagai pelengkap. Taurat merupakan kitab yang sempurna untuk diterapkan pada masa Musa. Karena kondisi pada zaman Musa dan Isa berbeda, maka Allah menurunkan Injil. Sehingga Taurat hanya untuk umat Musa. Sedangkan pada zaman Nabi Isa, kepada Bani Israel harus berpedoman pada Taurat dan Injil. 

Demikian pula kepada Nabi Muhammad diturunkan Al-Quran yang tentunya berbeda baik dengan Taurat maupun Injil. Untuk umat manusia pada zaman Muhammad dan setelahnya diharuskan memakai Al-Quran, tetapi tidak perlu Taurat maupun Injil.

Namun, meskipun berbeda dalam aturan2 nya, hakekatnya adalah sama, yang intinya adalah agar manusia men-tauhid-kan Allah dalam RubbubiyahNya, MulkiyahNya dan UlluhiyahNya.

Mohon penjelasannya.
Jazzakallah

Offline nextop

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.536
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 04 September 2006, 23:40:09 »
imanku kok gak bertambah dengan adanya diskusi kayak gini?
"Words can inpire, Thoughts can provoke, but only action can take you closer to your dream"
Who said that? %peace%

Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 05 September 2006, 06:48:09 »
diskusinya melebar...................... ..............
oe....ana mhn penjelasan ttg pks n elite nya. itu ajah.
kalo diterusin, jangan-jangan ttg islam liberal, al-waqiyyah, islam parsial dll akan muncul neh.......ttg tarbiyah ajah yah...
benarkah...

Offline mujahid islam

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 79
  • Lokasi: kolong langit
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kalo gak ada kuda boleh naik yang lain gak..
    • Lihat Profil
    • apa ya...
« Jawab #15 pada: 05 September 2006, 07:38:53 »
Napa ya.. kita sebagai umat lebih sibuk dengan urusan orang lain, sekiranya ak bisa melihat kebelankang tengkuk leherku mungkin ak akan lebih memperbaiki amalanku.

http://myquran.org/forum/index.php/topic,5640.0.html

Offline Miph

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 875
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • [ Muslimin harus berkualitas! ]
    • Lihat Profil
    • miphz
« Jawab #16 pada: 21 April 2008, 06:12:50 »
Emang hal yg agak susah dilakukan itu adalah makan kepala sendiri...


“Kita menilai diri kita dari apa yang bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai diri kita dari apa yang sudah kita kerjakan”

Offline hurul_ain

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 22 April 2008, 11:52:52 »
waah, tadi ada yg bilang semua harakah itu impor ya?

aku setujuuuu... :topOK:


secara, harokah2 itu udah ada zat additifnya, yang ga ada di qur'an dan sunnah, atau gag sinkron..terlalu kreatif dalam berijtihad, padahal kan ijtihad itu kalo ga ada di Qur'an dan sunnah baru boleh ijtihad.

kok bisa sih tarbiyah itu ngaku2 IM?? IM yang asli, yang pure, yang dulu di setir sama Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna cs rahimahullah kan beda abisssss sama tarbiyah..
hayoooo?

dulu kan orang IM malah pada dibantai sama pemerintah mesir,, kok kalo di Indonesia malah berkoalisi ya?
lucunyaaa...bisa-bisanya ngrasa tarbiyah_pks itu IM..apa landasannya? padahal secara prinsip pola gerakannya aja udah bueeeda tenan..
kalo mau ngaku IM yang pure, berarti harus cheos dulu dong sama pemerintah?? ::)

Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 22 April 2008, 14:17:03 »
Kalau bentur pemerintah ... nanti saudara kita ada yang bilang ... PKS khawarij dan teroris, gimana?

Offline kian alfaiz

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 40
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 22 April 2008, 18:09:02 »
emangnya musti di bantai sama pemerintah dulu baru boleh mengaku2 IM yang pure. oiya pola pergerakannya beda tenannya di mana bung hurul_ain??

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 22 April 2008, 18:14:14 »
Setahu saya, sebagian orang-orang di NII memang menggunakan pula materi2 tarbiyah dan sering merujuk ke IM ketika buku-buku itu sudah mudah diakses.

soal IM = tarbiyah.....aku mah terus terang ... ga mikirin istilah deh :)

wallahu a'lam
Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline aini_chalihat

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 23
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 29 April 2008, 15:42:52 »
sebenarnya, forum spt ini bagus jika niatnya sama untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, tapi kok sptnya justru jadi jauh ya.... rajin banget yang ikut milis ini mendiskreditkan satu dan lainnya....
hem.... memang jadi kasihan bagi pemula, jika forum ini dibiarkan hnya diramaikan oleh para follower, coba antar ustdz2nya.....
mungkin akan lebih........................ ............................. ...............SERU :-D

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 29 April 2008, 17:41:10 »
@atas

ada lho, ustad yang nimbrung disini, mungkin enggak ngaku kali ya ... %peace%

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #23 pada: 05 Juni 2008, 16:12:22 »
waah, tadi ada yg bilang semua harakah itu impor ya?

aku setujuuuu... :topOK:


secara, harokah2 itu udah ada zat additifnya, yang ga ada di qur'an dan sunnah, atau gag sinkron..terlalu kreatif dalam berijtihad, padahal kan ijtihad itu kalo ga ada di Qur'an dan sunnah baru boleh ijtihad.

kok bisa sih tarbiyah itu ngaku2 IM?? IM yang asli, yang pure, yang dulu di setir sama Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna cs rahimahullah kan beda abisssss sama tarbiyah..
hayoooo?

dulu kan orang IM malah pada dibantai sama pemerintah mesir,, kok kalo di Indonesia malah berkoalisi ya?
lucunyaaa...bisa-bisanya ngrasa tarbiyah_pks itu IM..apa landasannya? padahal secara prinsip pola gerakannya aja udah bueeeda tenan..
kalo mau ngaku IM yang pure, berarti harus cheos dulu dong sama pemerintah?? ::)


yup hurul ain...
ana kira,PKS lebih lunak klo dibanding dgn IM yg asli..
mgkn dr materi2 PKS ngambil dr IM..jd mngaku sbg IM,,pdhl pola gerakannya bda.bgitu ga akhi?ukhti?
tp..klo bgtu mah bnr jg kt adi2,harokah lain jg ada yg menggunakan materi2 IM..apa ko bgitu bs disebut `titisan IM` jg??hehehe..jd aneh y..
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline Ordinary Person

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 80
  • Jaga Lisan
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 10 Juni 2008, 12:11:32 »
@Atasku

Di dalam tulisan anda anda, anda tulis "PKS mengaku sebagai IM" ?????

Dasar anda dari mana ya..??

Punya rekamannya..?

Punya Kliping korannya atau link mungkin...?

Ato anda hanya tahu dari "kata orang-orang"...??

Ato So Teeuuu..?

Hati2 lho dengan kata2...!!!
Berfikir dengan cara pandang yang beda... maaf bila ada kata yang tidak berkenan...

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #25 pada: 12 Juni 2008, 18:29:24 »
@atasku

kan ane bilang,PKS yg mengaku IM.so..y dr pengakuan warga PKS sndr..
klo pgn tau n bukti,tny aja k mereka lgsg knp mereka ngaku sbg IM O0
kcuali klo ane yg bilang PKS mengaku2 sbg IM..ane sndr ga bpkr klo PKS=IM tuh.clear? :)
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline gaza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.498
  • Lokasi: tangerang-banda aceh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Wa'idu
    • Lihat Profil
    • Personal
« Jawab #26 pada: 13 Juni 2008, 15:33:25 »
@atasku

kan ane bilang,PKS yg mengaku IM.so..y dr pengakuan warga PKS sndr..
klo pgn tau n bukti,tny aja k mereka lgsg knp mereka ngaku sbg IM O0
kcuali klo ane yg bilang PKS mengaku2 sbg IM..ane sndr ga bpkr klo PKS=IM tuh.clear? :)

emang darimana PKS ngaku IM...?? ada bukunya..?? ataw cuman denger-denger aje..?? ane ngubek-ngubek www.pk-sejahtera.org ampe turunannya  DPW, DPD en sejenisnya gak ada tuh pengakuan kalo PKS = IM
...Wahai Tentara Allah bertahanlah... Jangan menangis walau jasadmu terluka.. sebelum engkau bergelar syuhada.. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #27 pada: 13 Juni 2008, 19:51:38 »
@atasku

oo..gitu y?gatau tuh.. :siul:
afwan,ane dgr dr pngakuan murobbi ane
klo pndpt ane pribadi,gamau tau.soalny mnrtku statement yg dibilang sm murobbi ane itu ga sepantesnya n konsekuensinya panjang.mgkn maxudnya pgn memotivasi,tp jd bikin bngung org2 awam sprti ane :toe:

btw,emgnya klo qta tau itu bnr/ga..apa nambah keimanan qta? ::)
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.251
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 14 Juni 2008, 07:22:20 »
bukannya pks inti organisasinya hampir sama/malah sama dengan im
yang isinya berniat menggabungkan seluruh umat Islam, yang berbeda (sufi, im, dll)
kali iya, emang bisa air dicampur minyak?
CMIWW
kalo salah ya benerin

Offline gaza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.498
  • Lokasi: tangerang-banda aceh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Wa'idu
    • Lihat Profil
    • Personal
« Jawab #29 pada: 14 Juni 2008, 09:07:35 »
@atasku

oo..gitu y?gatau tuh.. :siul:
afwan,ane dgr dr pngakuan murobbi ane
klo pndpt ane pribadi,gamau tau.soalny mnrtku statement yg dibilang sm murobbi ane itu ga sepantesnya n konsekuensinya panjang.mgkn maxudnya pgn memotivasi,tp jd bikin bngung org2 awam sprti ane :toe:

btw,emgnya klo qta tau itu bnr/ga..apa nambah keimanan qta? ::)


naah ntu die, perkataan seorang murobbi atau seorang anggota PKS tidak bisa merepresentasikan pendapat sebuah jama'ah or partai secara keseluruhan... btw usah gak terlalu memikirkan symbol, yang penting subtansi dan apa yang diperjuangkan...

ada kok yang ngaku ittiba kepada ahlul bait, kenyataannya sesat seperti syi'ah rafidhah, ada juga yang mengaku sebagai jama'atul muslimin (jamus) padahal sekarang ini gak ada jama'atu muslimin, yang ada jama'atul minal muslimin... ada juga yang mengaku mujtahid, tapi kenyataannya menafsirkan ayat dan hadits seenak udelnya kayak JIL



bukannya pks inti organisasinya hampir sama/malah sama dengan im
yang isinya berniat menggabungkan seluruh umat Islam, yang berbeda (sufi, im, dll)
kali iya, emang bisa air dicampur minyak?
CMIWW
kalo salah ya benerin

mas @phear yang ane tau PKS=Partai Politik, dan IM=jama'ah dakwah Islam, IM resmi diakui cuman di beberapa negara, seperti Mesir, Qatar dan beberapa negara lainnya kalau PKS cuman diakui di Indonesia,
kalau terkait menggabungkan semua ummat Islam.. Mustahil mas.. sunnatullah gak akan bisa bersatu.. tapi bergabung dalam hal yang disepakati bisa aja terjadi, lha wong Rasulullah SAW aja bisa kok menggabungkan seluruh potensi masyarakat bukan hanya yang Muslim tapi yang berbeda Aqidah dalam sebuah Negara di Madinah...
...Wahai Tentara Allah bertahanlah... Jangan menangis walau jasadmu terluka.. sebelum engkau bergelar syuhada.. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #30 pada: 14 Juni 2008, 09:19:44 »
@phear

Mungkin itu karena antum belum paham sebenarnya tentang sufi, sehingga keliru menganalogikan dengan air dan minyak?

Bahwa memang ada firqah sufi yang menyimpang, tapi apakah itu boleh untuk mengatakan sufi itu buruk secara umum? Wah betapa banyak Ulama Salaf berkata tentang pentingnya sufi, seperti misalnya perkataan Imam Malik berikut (yang mungkin tidak pernah diajarkan di tempat kajian antum):

Kutip

و من تصوف و لم يتفقه فقد تزندق

من تفقه و لم يتصوف فقد تفسق

و من جمع بينهما فقد تخقق


Jadi selama sufi yang dimaksud tidak keluar dari syariat Islam (baca tulisan Ibnu Taimiyyah tentang sufi hakiki), apa problemnya bekerjasama dengan kaum sufi?
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.251
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 14 Juni 2008, 12:41:57 »
buat atasku 2-2nya
gini maksudku
kan pks niatnya ingin mempersatukan seluruh umat Muslim di indo, lah yang jadi masalah kan banyak tuh firqah2 atawa organisasi2 Islam yang notabene berbeda aqidahnya, paling tidak berbeda cara mereka menjalankan keIslamannya.

kalau Rasulullah bisa menggabungkan karena memang Islam masih satu gak kayak sekarang. Islam bisa berdamai dengan yahudi. kalo sekarang Islam masih terpecah-belah, masak mau gabung sama agama lain? gak masuk akal. wong Islamnya aja gak bersatu. apalagi bergabung sama agama laen, jadinya liberal deh sang penghancur Islam

kenapa aku pake contoh sufi, ya karena terlintas pertama kali sufi, sori kalo dirasa gak enak
soalnya aku gak apal sih nama2nya. gak ada maksud apa2 kok

cooba aja liat NU sama Muhammadiyah, masih ada perbedaannya kan? dan perbedaan ini bukan masalah ijtihad, tapi masalah bid'ah. kalau ijtihad masih ada Hadist yang mendukung(bukan paslu atau lemah loh), jadinya ada dasrnya. kalau mau lebih jelas, Salafi dengan lainnya gimana? jujur saya ikut salafi, tapi gak gampang kafir2an apalgi bid'ah2an, cuman kalau para Ulama sudah ada fatwanya masak mau menyangkal?
saya cuma bisa memberi tahu, masalah mau ikut apa yang saya katakan apa tidak itu hak sampeyan

Offline drakulil

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 469
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • drakulil.wordpress.com
« Jawab #32 pada: 18 Juni 2008, 10:16:27 »
@Ph34r
yang mau disatukan perkara ibadah atau muamalah?

Offline Agustin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 2.493
  • Jenis kelamin: Wanita
  • " Semaikan Benih Keimanan "
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 23 Juni 2008, 09:56:55 »
coba kita bandingkan dengan IM yang ada di Mesir
maaf jika memang postingan saya dah prnah ada yang mosting...
==========================================================
Ikhwanul Muslimin: Kekuatan Islam di Mesir (Bagian 1)

Membahas peta kekuatan politik Islam di Mesir tidak bisa lepas dari membincangkan gerakan Persaudaraan Islam atau Ikhwanul Muslimin (IM) yang didirikan oleh Asy-Syahid Hasan Albana hampir tujuh dekade lalu. Bahkan banyak gerakan Islam dunia, di Asia, Australia, Eropa, maupun Amerika, terinspirasi dari gerakan al-Ikhwan ini.

Tidak aneh jika kekuatan politik Barat yang sekuler melihat IM sebagai salah satu ganjalan terberatnya dan lewat berbagai konspirasi di medan nyata maupun media, mereka banyak melontarkan fitnah keji bahwa IM berada di balik semua aksi teror hingga kini.

Kemunculan gerakan IM tidak bisa lepas dari perjalanan dakwah Islam di dunia Arab itu sendiri, bukan hanya di Mesir. Ada rentang yang teramat jauh hingga menunjuk sekitar abad ke 700 Masehi atau tepatnya tahun 661 M di mana saat itu Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah pertama dalam apa yang sekarang kita kenal sebagai masa Dinasti Muawiyah.

Dunia Islam menyikapi naiknya Muawiyah sebagai khalifah dengan dua wajah yang saling bertentangan secara diametral: ada kelompok yang menolaknya dan ada pula yang menerima bulat-bulat.

Kelompok yang menolak kekhalifahan Muawiyah menganggap penguasa ini mendapat kekuasaan secara tidak sah. Walau demikian, kelompok yang anti ini juga terbagi dua yaitu mereka yang menolak dengan tegas dan telah menyusun perencanaan matang untuk meluruskan jalan kekhalifahan Islam, dan ada pula yang juga menolak namun mereka lebih memilih jalan aman yaitu melarikan diri kepada Islam ritual guna menghindari bentrokkan dengan penguasa. Yang terakhir ini antara lain diwakili oleh kalangan sufi atau tarekat-tarekat.

Kelompok kedua adalah mereka yang bisa menerima kekuasaan Muamiyah secara bulat. Kelompok yang beraliran politik ”Daripada-Mendingan” alias pragmatis ini beranggapan bahwa biapun Muawiyah jauh dari citra Islam politik yang sesungguhnya, tapi minimal Muawiyah bagaimana pun telah mempersatukan umat Islam di bawah sebuah negara yang berdaulat.

Kelompok yang terakhir ini juga melihat bahwa Muawiyah masih bisa dianggap sebagai cermin dari kekhalifahan Islam antara lain dia tidak melarang umat untuk meyakini rukun iman dan menjalankan rukun Islam yang lima. Hal ini melahirkan golongan umat Islam yang lebih khusyuk dengan hal-hal yang bersifat pribadi atau ubudiyah dan saat ini dikenal sebagai kelompok Islam tradisonal.

Kelompok pertama yang secara tegas ingin menjalankan syariat Islam secara kaffah, walau hal itu harus berhadapan dengan penguasa, secara terencana menyusun langkah demi langkah—marhalah dakwah—agar suatu saat nanti bisa membentuk sebuah pemerintahan yang lebih Islami. Cita-cita yang sedemikian jelas ini membuat banyak penguasa geram dan melakukan penumpasan terhadap tokoh-tokohnya.

Kelompok inilah yang menjadi cikal bakal gerakan Islam modern seperti halnya gerakan al-Ikhwan yang bermula di Mesir.

Kiprah Al-Ikhwan

Gerakan al-Ikhwan didirikan di kota kecil di pinggir terusan Suez bernama Ismailiyah, Mesir, oleh seorang guru yang menjalani kehidupannya dengan penuh kesederhanaan bernama Hasan al-Banna, bulan Maret 1928. Saat Albana mendirikan Ikhwan, sebenarnya dia baru lulus dari Darul Ulum, sebuah lembaga pendidikan guru di Kairo. Setelah lulus, Albana oleh pemerintah Mesir ditempatkan di Ismailiyah guna mengajar di sebuah sekolah lanjutan pertama.

Sebagai seorang ’kutu buku’ dan gemar mengamati perkembangan sejarah dan politik di Mesir dan juga Dunia Islam keseluruhan, Albana meyakini jika Islam-lah satu-satunya solusi bagi kemerdekaan sejati seorang manusia dan juga bangsa. Setiap hari Albana membincangkan hal ini, menularkan semangat keIslamannya kepada semua yang diajaknya bicara. Di kelas, Albana bukan sekadar seorang guru yang secara formal mengajarkan materi pelajaran secara kaku, namun dia dengan penuh kecintaan dan juga semangat berusaha dengan sekuat tenaga menanamkan kepada anak didiknya pemahanan yang lurus tentang Islam, yang berawal dari pemahaman yang benar tentang syahadatain.

Setelah mengajar, Albana sering berkunjung ke kedai-kedai kopi yang memang banyak bertebaran di Ismailiyah dan menjadi tempat berkumpulnya warga kota. Di tempat yang strategis ini, dirinya berdialog dengan siapa saja yang dijumpainya dan menyampaikan segala apa yang menjadi cita-citanya. Saat adzan bergema, Albana selalu berangkat ke masjid terdekat dan mendirikan solat bersama warga lainnya. Dakwahnya di kedai-kedai kopi ini sering dilakukan sampai malam hari sehingga lama-kelamaan banyak warga Ismailiyah yang mengenal Albana sebagai seorang yang pintar, berkepribadian hangat, murah senyum, dan shalih. Banyak warga kota yang menjadikan Albana sebagai tempat mencari nasehat atau solusi bagi permasalahan yang tengah dihadapinya.

Dakwah yang dilakukan Albana tidak hanya dilakukan di Ismailiyah, namun juga di kota-koa lainnya di seluruh negeri. Ini dilakukannya di saat liburan panjang di setiap musim panas. Albana selalu bepergian ke berbagai wilayah, kota maupun desa, dan menyampaikan dakwahnya. Walau telah dikenal sebagai seorang tokoh, namun kesederhanaan seorang Albana tidaklah luntur. Ketika bepergian ke luar daerah, Albana masih saja suka menumpang kendaraan umum.

Pernah satu ketika ada seorang ikhwah yang menjumpai Albana tengah naik kereta api kelas rakyat. Albana ditanya mengapa masih saja bepergian naik kereta rakyat. Dengan senyum yang begitu tulus, Albana menjawab bahwa dirinya naik kereta ini karena tidak ada lagi jenis kereta yang lebih sederhana dan murah. Jika saja ada kereta yang lebih murah, maka dirinya akan memilih menumpang kendaraan tersebut. Mendengar jawaban yang keluar dari hati yang penuh keikhlasan, sang ikhwah pun begitu terharu. Hal ini menjadikannya lebih bersemangat untuk tetap berjuang di jalan dakwah ini. Mungkin lain halnya jika sang Mursyid Aam ini menumpang sebuah mobil mewah atau kereta api kelas VIP. (rz/bersambung)
http://www.eramuslim.com/berita/lpk/8421090329-ikhwanul-muslimin-kekuatan-islam-mesir-bagian-1.htm?rel
" Di akherat kelak akan dihadapkan ke jembatan Shirat,seberapa cepat diri kita menyambut setiap seruan NYa, secepat itulah kita akan menyeberanginya "

Offline Agustin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 2.493
  • Jenis kelamin: Wanita
  • " Semaikan Benih Keimanan "
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 23 Juni 2008, 09:58:09 »
ada lagi  %peace%
=======================================================================================
Ikhwanul Muslimun: Kekuatan Islam di Mesir (2)

Sosok Albana yang cerdas, ikhlas, namun tetap memilih jalan perjuangan dengan kesederhanaannya, hal ini banyak menarik hati rakyat Mesir. Siapa pun yang diajaknya bicara selalu terkenang dengan kebersihan hati beliau yang memancar dari kedua matanya yang jernih dan senyumnya yang tulus. Albana selalu mengajak orang-orang yang ditemuinya untuk kembali ke jalan Islam yang lurus, untuk kembali ke jalan dakwah Rasulullah SAW yang hanya menggantungkan hidup dan kehidupan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dakwah Ikhwan pun berkembang luas dan merekrut banyak kader di berbagai kota di Mesir.

Di tahun 1933, kantor Ikhwanul Muslimin dipindahkan dari Ismailiyah ke Kairo. Penekanan dakwah yang dilakukan Ikhwan adalah memakmurkan masjid-masjid, menghidupkan pembinaan (usrah) dalam arti sebenarnya dan hanya untuk menegakkan Islam dalam dada para anggotanya, mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, perpustakaan-perpustakaan, dan pusat-pusat kegiatan sosial di Mesir.

Model dakwah Islam yang dilakukan Ikhwan ini selalu membantu dan meringankan kehidupan rakyat Mesir yang saat itu masih banyak yang kesusahan dalam arti sebenarnya. Selain menanamkan ruhiyah umat dengan tauhid yang benar, wala wal baro’ yang lurus, Ikhwan lewat Albana juga merintis usaha perekonomian kerakyatan yang banyak membantu kesulitan hidup rakyat Mesir kebanyakan. Inilah kiprah Albana yang mampu membuat gebrakan baru yang belum pernah dilakukan oleh para ulama besar di Al-Azhar saat itu.

Pada masa itu, banyak orang Mesir di Kairo yang alergi dengan nilai-nilai Islam. Barat dengan segala hal yang sesungguhnya merusak dianggap sebagai peradaban yang jauh lebih maju ketimbang Islam. Islam dipinggirkan dan dianggap sebagai agama yang jumud. Albana dengan Ikhwannya meluruskan anggapan yang keliru ini dengan tulus dan cinta. Umat tidak dicekoki dengan materi-materi tarbiyah yang nyeleneh, yang haq dinyatakan haq sedangkan yang bathil dikatakan bathil, jadi tidak pernah Ikhwan dan Albana “mengusap-usap” sesuatu yang makruh menjadi al-haq. Ketegasan Ikhwan seperti inilah yang membuatnya beda dan menarik hati ratusan ribu hingga jutaan umat Islam yang ada.

Garam Bukan Lipstik

Orientasi gerakan Ikhwan di Mesir ingin mengubah rakyat Mesir yang tadinya alergi terhadap Islam dan menderita minderwaardigheit-complex, perasaan minder karena beragama Islam, menjadi umat yang bangga dengan Islam. Strategi awal adalah memberi kejernihan dalam makna syahadat yang merupakan gerbang utama dalam berIslam. “Tiada Tuhan selain Allah SWT, dan Muhammad adalah Rasulullah SAW!” Inilah Islam yang sejati. Jadi tiada tuhan-tuhan yang lain selain Allah SWT.

Cita-cita besar gerakan Ikhwan di Mesir adalah mengubah masyarakat Mesir secara menyeluruh kepada masyarakat yang semata berlandaskan Syariah Islam. Dengan tegas Ikhwan selalu mengatakan memperjuangkan Syariah Islam dan tidak pernah malu-malu atau ragu untuk mengatakan hal itu.

Dalam waktu singkat, gerakan Ikhwan pun mendapat kader yang cukup banyak. Sehingga pada tahun 1936 mendapat perhatian khusus dari penguasa Mesir ketika itu. Seperti halnya Rasulullah SAW yang dalam mendakwahkan Islam banyak mengirim surat kepada raja-raja di Jazirah Arab untuk menerima Islam secara utuh dan membuang tradisi-tradisi yang tidak baik, Hasan Albana pun tanpa ragu dan tetap dengan santun namun tegas mengirimkan berbagai surat seruan kepada Raja Faruk dan para menterinya untuk sadar dan mau membuang undang-undang Barat yang sekuler dan menggantinya dengan Undang-Undang Islam, yakni kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadts.

Bukan itu saja, Albana juga menyerukan agar para pemimpin dan pejabat Mesir bisa mencontohkan hidup yang baik kepada rakyatnya seperti tidak hidup bermewah-mewahan (apalagi atas fasilitas negara yang sebenarnya merupakan uang rakyat) di tengah lautan kemiskinan dan kesulitan hidup rakyatnya, mengharamkan pergaulan bebas, mengharamkan berjudi dalam segala bentuknya, menghentikan segala acara yang dianggap mubazir dan foya-foya seperti yang ditampilkan di berbagai klub malam dan panggung hiburan, dan menegakkan sholat (jadi bukan hanya mengerjakan sholat).

Selain itu, dalam suratnya, Albana juga menyerukan agar para pejabat negara mulai membiasakan berbahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an menggantikan bahasa Ingris dan Perancis yang saat itu biasa dilakukan para pejabat dalam acara-acara kenegaraan, menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah Islam dan tidak memasukkan anak-anak Mesir ke sekolah-sekolah Barat yang secara akidah akan bisa sangat merusak.

Saat itu, surat seruan ini sangat menggemparkan Mesir. Banyak pejabat Mesir yang tidak suka karena mereka telah terbiasa hidup mewah dari fasilitas negara, namun rakyat kebanyakan sangat mendukung karena menganggap tugas asasi para pejabat negara dan alat-alat negara lainnya adalah melayani umat, bukan umat yang harus jadi pelayan atau bahkan sapi perah bagi para pejabat tersebut. Politik sesungguhnya adalah cara untuk mengIslamkan negara, bukan sebaliknya, Islam dijadikan sekadar alat politik untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi yang sangat murah dan absurd. (rz/bersambung)
http://www.eramuslim.com/berita/lpk/8525110239-ikhwanul-muslimun-kekuatan-islam-mesir-2.htm?rel
« Edit Terakhir: 23 Juni 2008, 10:02:08 oleh Agustin »
" Di akherat kelak akan dihadapkan ke jembatan Shirat,seberapa cepat diri kita menyambut setiap seruan NYa, secepat itulah kita akan menyeberanginya "

Offline Agustin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 2.493
  • Jenis kelamin: Wanita
  • " Semaikan Benih Keimanan "
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 23 Juni 2008, 10:00:09 »
Ikhwanul Muslimun: Kekuatan Islam di Mesir (Tamat)

Salah satu sentral perhatian Ikhwan di Mesir adalah pembinaan terhadap generasi muda. Hassan Al-Banna amat menekankan pentingnya sektor ini. Kepada penguasa, tanpa lelah Hassan Al-Banna menyerukan agar kurikulum di sekolah-sekolah Mesir direkonstruksi kembali, terutama dalam materi keagamaan, moral, dan juga sejarah Dunia Islam. Albana juga menegaskan jika mteri pengajaran di sekolah-sekolah haruslah dibersihkan dari paham materialistik.

Walau Presiden Mesir yang berkuasa saat itu adalah Jenderal Gamal Abdul Nasser, yang dikatakan pernah mengenyam tarbiyah Al-Ikhwan, namun setelah peristiwa percobaan pembunuhan terhadapnya yang terjadi pada Desember 1954 menyebabkan penguasa Mesir menuding Al-Ikhwan di balik upaya jahat ini. Ikhwan tenu saja berkali-kali menolak fitnah keji tersebut. Akibatnya ribuan anggota Ikhwan ditangkap dan dijebloskan ke dalam dipenjara lengkap dengan aneka siksaannya yang berat. Enam aktivis Ikhwan digantung.

Fitnah besar terhadap Ikhwan terus berlangsung sampai pada tahun 1960-an. Presiden Nasser bahkan membentuk satu komite Khusus untuk membubarkan Ikhwan dari Mesir. Penangkapan dan penggantungan aktivis Ikhwan tetap berlanjut. Hassan Al-Banna menemui syahid dalam suatu rekayasa pembunuhan oleh musuh-musuh Allah. Pada 29 Agustus 1966 tiga orang tokoh Ikhwan dihukum mati, antara lain Sayyid Quthb.

Tarbiyah di dalam kelompok Ikhwan mewajibkan binaannya menghafap Qur’an secara kontinyu, mempelajari dan juga menghafal hadits-hadits shahih. Jika binaannya demikian, apatah lagi para murabbinya. Selain teori, para Ikhwan juga membumikan ilmu yang diperoleh dengan aktivitas yang nyata seperti sungguh-sunguh menjalankan ukhuwah Islamiyah, memberikan bantuan sosial, membuka sekolah-sekolah dan klinik kesehatan yang murah dan terjangkau oleh rakyat Mesir yang masih banyak yang miskin, dan sebagainya.

Para tokoh Ikhwan bersungguh-sungguh menerapkan Islam di dalam kehidupan kesehariannya. Mereka berupaya dengan keras agar bisa meneladani kehidupan Rasululah SAW yang penuh dengan kesederhanaan, lembut terhadap sesama, dan keras terhadap siapa pun yang henak merusak agama Allah ini.

Mereka hanya mau hidup dalam keberkahan yang berasal dari sesuatu yang jelas-jelas halal dan menjauhkan segala hal yang syubhat, dan sama sekali tidak berkompromi dengan yang haram. Dakwah Islam tidak bisa dibangun dengan sesuatu yang syubhat, apalagi yang jelas-jelas haram. Yang bersih tentu tidak bisa dibangun dengan bahan-bahan yang kotor.

Hasan Albana telah menegaksan jika dakwah Ikhwan ini wajib mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat. Sebab itu, seluruh aktivis Ikhwan, baik yang berada di lapisan atas maupun bawah, diwajibkan hidup bermasyarakat dan menjadi cahaya di tempat tinggalnya masing-masing.

Saah satu ciri paling menonjol dalam Harakah Ikhwan adalah penekanannya pada jihad. Jihad di sini bukan hanya sebatas jihad melawan hawa nafsu, tetapi jihad qital. Sebab itu secara terprogram, para aktivis—baik yang berada di lapisan atas, maupun bawah—sering mengadakan perkemahan dan latihan fisik. Jadi, latihan fisik tidak hanya menjadi kewajiban para binaan, tetapi juga diikuti oleh lapisan atas, para ustad dan qiyadahnya. Ini disebabkan kedudukan jihad yang sangat mulia di dalam Islam, sehingga para ustadz dan qiyadah yang sudah berumur pun dengan semangat tetap mengikuti pelatihan fisik seperti halnya yang masih muda-muda.

Hasan Al-Banna berkata kepada seluruh negeri-negeri Islam, "Kami mengajak kalian pada Islam, ajaran Islam, undang-undang Islam dan petunjuk Islam dengan jelas dan terang. Kalau ini kalian anggap politik, maka inilah politik yang kami perjuangkan yaitu politik Islam."

Di masa kekuasaan Raja Faruk, Albana melihat tiada satu pun partai politik yang benar-benar ingin melaksanakan dan menerapkan undang-undang Islam secara kafah dan syumuliyah. Sebab itu, Albana mendesak penguasa agar membubarkan semua partai politik yang ada karena dianggap tidak ada manfaatnya bagi tegaknya syariat Islam di Mesir. Dakwah Ikhwan ini sungguh-sungguh tegas dan jelas dalam menyeru semua pihak kepada Islam. Islam adalah Islam dan Thagut adalah Thagut. Jelas perbedaannya. Thagut wajib ditumbangkan dan tidak sekali pun Ikhwan di Mesir menyebutkan Thagut sebagai final atau sesuatu yang tidak bisa lagi diubah, atau malu-malu menyatakan diri sebagai pihak yang akan menjalankan syariat Islam dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Selain jihad fisik dan fikrah, Ikhwan juga memberi perhatian lebih kepada dakwah lewat media massa. Ikhwan di Mesir menerbutkan media massa dalam berbagai bentuk, dari yang harian hingga bulanan. Seluruh penerbitan Ikhwan ini sangat digemari rakyat Mesir karena sikapnya yang jelas terhadap Islam sebagai al-haq.

Dakwah Ihkwan di Mesir meluas hingga ke berbagai negara dan benua. Dengan tegas Albana berkata: “Kita tidak akan berdiam diri dan merasa senang atau berhenti selagi Qur'an belum benar-benar menjadi perlembagaan negara. Kita akan hidup untuk mencapai tujuan ini atau mati karenanya" Al-Qur’an adalah undang-undang dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal bernegara. Tidak pernah sekali pun prinsip-prinsip Islam dikorbankan demi menggapai suatu hal yang bersifat duniawi. Entah di sini. (Tamat/rz)
http://www.eramuslim.com/berita/lpk/8610195339-ikhwanul-muslimun-kekuatan-islam-mesir-tamat.htm?rel
=====================================

sekedar mengingatkan lagi  :)
" Di akherat kelak akan dihadapkan ke jembatan Shirat,seberapa cepat diri kita menyambut setiap seruan NYa, secepat itulah kita akan menyeberanginya "

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #36 pada: 23 Juni 2008, 14:10:20 »
@atas

Syukron artikelnya.
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Shaffiyah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 4.769
  • Lokasi: Medan - Bandung - Surabaya
  • Jenis kelamin: Wanita
  • “Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika”
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 25 Juni 2008, 07:15:24 »
Yup..moga artikelnya bermanfaat bwt yg baca :) jadi inget Risalah Pergerakan IM

Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.969
  • Lokasi: Balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at multiply
« Jawab #38 pada: 14 Juli 2008, 16:45:32 »
emang di Indonesia ada ya Ikhwanul Muslimin..? :siul:


:hihi:

siapa sih, ketua IM di Indonesia.? :D