Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: ttg Jamaah IM di Indonesia(tarbiyah...?????)  (Dibaca 1224 kali)


Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« pada: 03 September 2006, 07:55:30 »
mungkin minta maaf dl ke myqers yg ga se aliran.ada ga yg tau siapa itu ust hilmi, dr mana dia. siapa itu suripto. dr mana dia. dan sprti apa itu NII. apa kaitanya dg jamaah IM di indonesia or tarbiyah. bgmn mnrt antm semua ttg pks?apakh bermusyarokah ato petualang(berita koran). jzklh
benarkah...

Offline sazabi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 77
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 03 September 2006, 14:13:55 »
gak jelas pertanyaannya, TS .
begini bukan?
1. siapa & dari mana ust hilmi?
2. siapa & dr mana suripto?
3. seperti apa itu NII?
4. Apa kaitannya pertanyaan no1 s/d 3 dg:
     a. jmh IM di Indo?
     b. tarbiyah?
5. Bgm menurut antm ttg pks?
6. Apakah pertanyaan no 1 s/d 5 bermusayarokah (apa pula ini?) atau petualang (berita koran)?

No. 1 s/d 5 pertanyaannya jelas, no 6 gw gak jelas maksudnya.
Mendingan loe tanya langsung ke ybs. deh.

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 04 September 2006, 01:44:48 »
Idiologi impor yang dijadikan partai disini
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 04 September 2006, 06:50:32 »
Pertanyaan no enam salah pren. itu semua lepas dr soal-soal ane yg sebelumnya.mhn ada yg mau ngejawab?
benarkah...

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 04 September 2006, 07:20:10 »
pks? just fine...cuma kadang terlalu mendoktrin kader2nya..kayak doktrin "al-jama'ah huwal hizb..al-hizb huwal jamaah"...wah doktrin yang ga berdalil kayak gini juga ga bakalan ente temuin di buku2nya Hasan al Banna ato Sayyid Qutb rahimahullah...
Semestinya para kader pks juga kritis donk terhadap partainya sendiri...Majelis Syuro bukanlah kaki tangan Tuhan!

oya..ga salah ruangan nih? mestinya khan di forum yang laen yak?
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.439
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 04 September 2006, 07:32:32 »
Ana tidak tahu banyak tentang ust hilmi,ttg suripto>>>dia adalah mantan intel pemerintah
Tentang NII yang ana tahu(ana sebelumnya pernah masuk ni jama'ah takfiri/mengkafirkan orang yg tidsak mao bergabung dengan mereka) emang ada kaitannya denag tarbiyah di indonesia tapi,orang2 tarbiyah tiodk mengakuinya.Ana pernah tanya pada mereka ttg sutau masalah ,terus mereka menjawab dengan berdasarkan pendapat hasan al banna dan memang mereka(NII) mengakui bahwa perjuanagn  mereka terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin Mesir dengan hasan al banna sebagai imamnya.AN pernah baca buku panduan tarbiyah untuk kader PKS tentang tauhid yg diterbitkan oleh pustaka BIP atau apa ,ana lupa,disitu diterangkan tentang pembagian tauhid.Dan alangkah terkejutnya ana bahwa pembagian tauhid mereka/PKS sama persisi dengan NII dan tidak ada perbedaan sama sekali.
Tauhid rububiyah,Tauhid uluhiyah,Tauhid mulkiyah>>>>>tauhid mulkiyah inilah yg tidak dikenal oleh para ulama ahlusunnah.Tauhid mulkiyah itu sudah masuk dalam tauhid rububiyah dan pembagian tauhid menurut ulama ahlussunnah adalah1:
1.Tauhid rububiyah
2.Tauhid uluhiyah
3.Tauhid asma was sifat
itulah pemmbagian tauhid yg disepakati para ulama ahlusunnah dan kaum muslim,kecuali yg memisahkan diri dari ahlussunnah.
wallahu'allam
Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 04 September 2006, 11:32:32 »
@atasku

pembagian tauhid menjadi tiga itu emang dah begitu....dalam masalah aqidah PKS ga pernah main-main koq....jadi menurut pendapat saya selama suatu harokah tetap mengacu pada tauhid yang telah diajarkan oleh 'ulama salaf ya mereka ahlussunnah...mungkin istilah yang mereka gunakan berbeda..tapi toh tetap merujuk pada ayat dan hadist yang sama....
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline sazabi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 77
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 04 September 2006, 12:28:48 »
Idiologi impor yang dijadikan partai disini
ooooo, emangnya ada ideologi partai yg gak impor?
PD = demokrasi
PDIP = demokrasi
PKB = nasionalis rekigius
PAN = nasionalis
GOLKAR = nasionalis
PPP, PBB, Masyumi dll yg sejenis = islam
PDS = kristen
semuanya bukannya impor?
atau yg gak impor itu yg berasas Pancasila?
lha pancasila bukannya istilah asing?
lalu ideologi lokal seperti apa ya? eh kita ini orang asli indonesia apa bukan yah? bukannya kita pendatang dari cina selatan?

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 04 September 2006, 13:08:39 »
impor itu artinya bukan dari Allah
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline sulis_a

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 42
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 04 September 2006, 14:41:07 »
Berarti seluruh kelompok (tarbiyah, IM, HTI, Salafy, NU, Muhammadiyah dsb) diimpor semua atuh.......jika pemahamannya seperti itu.....  ??? :-[ :-\:'> :'(

Offline aryo widodo

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 3
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 04 September 2006, 15:39:07 »
Apapun agamanya!
Apapun harokahnya!
Apapun kelaminnya!
Apapun kegiatanya!

COBA DEH DIKIT DI PAHAMI

Diin dalam al Quran sering diterjemahkan menjadi 'agama' ini akan mempunyai arti yang jauh menyimpang sebab agama hanya diartikan sekedar kegiatan ritual saja, sedangkan diin mempunyai arti yang sangat luas.

 

Lihatlah QS.3/83: Allah bertanya : Apakah mereka menghendaki diin selain diin Allah, padahal semua penghuni langit dan bumi aslama (islam atau berserah diri) ada yang sukarela maupun terpaksa. Dan semua akan kembali kepada Allah.

QS.3/84 : Katakanlah : kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya. Juga percaya apa yang diturunkan kepada Musa, Isa dan para nabi ya:ng dari Robb mereka. Kami tidak membedakan dari seorangpun dianatara mereka dan kami patuh sebagai muslim.

QS.3/85 : Dan siapa yang menghendaki diin lain dari Islam tidak diterima diinya dan dia diakhirat akan merugi.

 

Nah kalau kita jeli dengan ayat-ayat al Quran itu kita akan mendapat gambaran bahwa :

1. Semua penghuni langit dan bumi sudah berislam kepada Allah, matahari sudah Islam, Bumi Islam, cacing Islam. Kalau cacing aslama kepada Allah, maka tidak tepat kalau cacing dikatakan ber'agama' Islam, tetapi lebih tepat cacing itu mengikuti sistem yang telah ditetapkan Allah pada dirinya. Sistem atau diin itu meliputi aturan-aturan, tugas-tugas, manfaat dll. Cacing itu sudah diatur atau dimaqodirkan Allah sebagai binatang yang tinggal didalam tanah, tugasnya menggemburkan tanah dan manfaatnya supaya air bisa meresap masuk kedalam tanah sehingga dapat tumbuh tanam-tanaman dan dapat hidup penghuni tanah lainnya. Demikian matahari aslama mempunyai aturan, tugas dan manfaat tersendiri, yang semuanya bertujuan agar saling merahmati satu sama lain. Demikian manusia diciptakan Allah supaya beribadah (bekerja) untuk Allah (QS.51/56) menurut aturan, tugas dan sabil (jalan) yang ditetapkan Allah, sehingga manusia itu menjadi rahmat bagi alam (QS.21/107) supaya manusia itu menjaga alam menjadi mizan, tertib, adil dan sejahtera. Manusia bisa melakukan itu hanya kalau diatur berdasarkan ilmu dari Allah saja.

2. Kalau dilihat QS.3/84 : maka kitab-kitab Allah itu adalah merupakan suatu ketetapan, aturan dan undang-undang yang mesti dipatuhi oleh manusia tanpa membedakan satu sama lain (lihat QS.2/213). Ayat ini sungguh bertentangan dengan kepemahaman yang biasa kita dengar bahwa setiap nabi diberikan kitab hanya diberlakukan untuk ummatnya masing-masing. Kalau antum baca QS.2/213 maka jelas diturunkannya kitab-kitab itu sebenarnya untuk meluruskan kitab-kitab Allah yang telah dirubah manusia. Baca Qs.5/48, bahwa al Quran adalah sebagai muhayminan atau batu uji buat kitab-kitab sebelumnya, itu bukan berarti kitab Allah yang dahulu tidak sempurna, bukan, tetapi kitab yang ada sebelum al Quran sudah dicampuri dengan tulisan-tulisan oleh para ahli kitab (QS.2/79), sehingga setelah Taurat diturunkan Injil, setelah Injil diturunkan al Quran. Al Quran sebagai wahyu sudah sempurna dalam arti susunan surat, ayat, bahasa maka Allah telah jaga al Quran itu. Adapun kandungannya tetap sama, oleh karena itu kita harus mempunyai sikap bahwa Bible adalah tetap kitab Allah, sebab kita tidak boleh membedakan satu kitab dengan lainnya (QS..2/136), maka apabila ada ayat-ayat Bible yang sama dengan al Quran, maka ayat itu tidak boleh ditolak. Justru kesamaan-kesamaan itu harus dijadikan sarana untuk meyakinkan ummat Jahudi dan Nasrani bahwa al Quran ini memang benar-benar dari Allah dan tidak ada kesalahan didalam al Quran.

3. Didalam QS.3/84 dikatakan barang siapa yang mengikuti diin selain Islam tidak akan diterima diinnya. Apa artinya ini, kalau diin diterjemahkan dengan 'agama' maka akan terjadi kekacauan pengertian bahwa orang islam tidak boleh memakai 'agama' Jahudi dan Nasrani tetapi boleh menerima kapitalisme, komunisme, marhaenisme, pluralisme, bebasisme  dll kan rancu, sehingga diin disini lebih tepat diartikan sebagai sistem. Maka barang siapa mengikuti diin selain Islam, apakah Jahudiisme, Kristenisme, Kapitalisme, Hedonisme, Marhaenisme, Hedonisme dan isme-isme yang lain maka tidak akan diterima. Kesalahan mengartikan diin sebagai 'agama' maka hanya akan menimbulkan sentimen anti agama. Contohnya bahwa seorang Muslimah jelas menolak Krsiten sebagai diinnya, tetapi dia meniru-niru gaya hedonisme dan materialisme yang mengekploitasi habis tubuhnya dengan pakaian-pakaian yang mengumbar aurat tanpa dia merasa bahwa dia telah melanggar QS.3/85 !!!

 

Untuk mengetahui Islam sebagai sistem, maka kita bahwa QS.1 dan 114. Dalam Surat Al Fathehah Allah memperkenalkan diri sebagai Roobul 'alamin = sebagai pembuat aturan, pembuat hukum, yang memandaikan dan memperkenalkan diri sebagai Maliki yaumiddin = sebagai Penguasa tegaknya diin, dan sebagai Ma'bud = Yang wajib diibadati, yang wajib patuhi. Allah memberikan instruksi kepada manusia agar berjuang  dijalan yang lurus mengikuti rasul-rasul dan orang-orang yang telah diberi nikmat jangan mengikuti jalan orang-orang yang dimurkai. Berjuangnya bagaimana dan bagaimana bentuknya, maka berjuangnya adalah tegakkan diin (QS.42/13), dan menangkan diin Allah diatas diin-diin lainnya (QS.61/9). Dengan berjuang itu maka Allah akan dijadikan manusia sebagai Robbinnas, Malikinnas, Ilahinnas dimana manusia hanya akan taat kepada hukum Allah (rubbubiyallah), kekuasaan Allah (mulkiyallah) dan ketaatan hanya kepada Allah (uluhiyallah). Maka Rubbubiyallah, Mulkiyallah dan Uluhiyallah menjadi pilar utama dalam diin Islam itu.

 

Thoghut itu adalah lawan Allah (QS.2/256), Allah pelindung dari pada orang-orang beriman dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada nur, sedangkan thoghut adalah pemimpin orang kafir yang mengeluarkan mereka dari nuur kepada kegelapan (dzulumat) (QS.2/257). Thoghut dengan demikian siapa saja yang menolak rubbubbiyallah, mulkiyallah dan uluhiyallah. Negara thoghut adalah negara yang yang memakai hukumnya sendiri, mendirikan kekuasaan sendiri dan taat kepada pimpinan nasionalnya. Sedang daulah mu'min adalah daulah yang dipimpin Rasulullah, memakai hukum Allah, menjadi khalifatullah, dan hanya taat kepada Allah.


Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 04 September 2006, 20:32:40 »
pak Aryo, jzklh taujihnya
benarkah...

Offline Dipo

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 77
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 04 September 2006, 23:13:04 »
Saya sependapat  O0

Namun saya masih kurang jelas mengenai yang berikut ini :


2. Kalau dilihat QS.3/84 : maka kitab-kitab Allah itu adalah merupakan suatu ketetapan, aturan dan undang-undang yang mesti dipatuhi oleh manusia tanpa membedakan satu sama lain (lihat QS.2/213). Ayat ini sungguh bertentangan dengan kepemahaman yang biasa kita dengar bahwa setiap nabi diberikan kitab hanya diberlakukan untuk ummatnya masing-masing. Kalau antum baca QS.2/213 maka jelas diturunkannya kitab-kitab itu sebenarnya untuk meluruskan kitab-kitab Allah yang telah dirubah manusia. Baca Qs.5/48, bahwa al Quran adalah sebagai muhayminan atau batu uji buat kitab-kitab sebelumnya, itu bukan berarti kitab Allah yang dahulu tidak sempurna, bukan, tetapi kitab yang ada sebelum al Quran sudah dicampuri dengan tulisan-tulisan oleh para ahli kitab (QS.2/79), sehingga setelah Taurat diturunkan Injil, setelah Injil diturunkan al Quran. Al Quran sebagai wahyu sudah sempurna dalam arti susunan surat, ayat, bahasa maka Allah telah jaga al Quran itu. Adapun kandungannya tetap sama, oleh karena itu kita harus mempunyai sikap bahwa Bible adalah tetap kitab Allah, sebab kita tidak boleh membedakan satu kitab dengan lainnya (QS..2/136), maka apabila ada ayat-ayat Bible yang sama dengan al Quran, maka ayat itu tidak boleh ditolak. Justru kesamaan-kesamaan itu harus dijadikan sarana untuk meyakinkan ummat Jahudi dan Nasrani bahwa al Quran ini memang benar-benar dari Allah dan tidak ada kesalahan didalam al Quran.

Memang, yang saat ini saya pahami adalah : setiap nabi diberikan kitab hanya diberlakukan untuk ummatnya masing-masing. Hal ini tidak berarti kitab2 yang dulu tidak sempurna, tetapi Allah menurunkannya sesuai dengan kondisi umat saat itu. Pendapat saya ini berdasarkan :


Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu : Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa. (QS. 5:46)

Menurut ayat tsb, saya berpendapat bahwa Kitab Injil membenarkan kitab yang sebelumnya (Taurat) sekaligus sebagai pelengkap. Taurat merupakan kitab yang sempurna untuk diterapkan pada masa Musa. Karena kondisi pada zaman Musa dan Isa berbeda, maka Allah menurunkan Injil. Sehingga Taurat hanya untuk umat Musa. Sedangkan pada zaman Nabi Isa, kepada Bani Israel harus berpedoman pada Taurat dan Injil. 

Demikian pula kepada Nabi Muhammad diturunkan Al-Quran yang tentunya berbeda baik dengan Taurat maupun Injil. Untuk umat manusia pada zaman Muhammad dan setelahnya diharuskan memakai Al-Quran, tetapi tidak perlu Taurat maupun Injil.

Namun, meskipun berbeda dalam aturan2 nya, hakekatnya adalah sama, yang intinya adalah agar manusia men-tauhid-kan Allah dalam RubbubiyahNya, MulkiyahNya dan UlluhiyahNya.

Mohon penjelasannya.
Jazzakallah

Offline nextop

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.536
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 04 September 2006, 23:40:09 »
imanku kok gak bertambah dengan adanya diskusi kayak gini?
"Words can inpire, Thoughts can provoke, but only action can take you closer to your dream"
Who said that? %peace%

Offline Akh_Usil

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 542
  • Lokasi: jember jatim
  • Jenis kelamin: Pria
  • Diriku yang kedua.......
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 05 September 2006, 06:48:09 »
diskusinya melebar...................... ..............
oe....ana mhn penjelasan ttg pks n elite nya. itu ajah.
kalo diterusin, jangan-jangan ttg islam liberal, al-waqiyyah, islam parsial dll akan muncul neh.......ttg tarbiyah ajah yah...
benarkah...