Ujian dan Hakekatnya Dalam Kehidupan
Ujian merupakan sebuah takdir yang harus dijalankan oleh manusia dalam kehidupannya. Karena manusia diciptakan untuk diuji. Manusia berada dalam kekuasaan penciptanya, yang tidak lain adalah sang Maha Kuasa, Allah SWT.
Allah menciptakan manusia, lalu setelah itu Dia akan menguji manusia ujian demi ujian, cobaan demi cobaan, sebagaimana firmaNya dalam Al-Qur’an, sebagai berikut;
“Maha suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu,
siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya”
(QS. Al-Mulk :1-2)
Hidup memiliki ruang waktu yang terbagi-bagi.yang bisa disebut jaman. Dan jaman melahirkan tradisi karena manusia adalah mahluk sosial yang mau tak mau pasti berhubungan dengan yang lainnya.
Hal ini akan pula melahirkan begitu banyak ujian, cobaan dan juga fitnah. Maka tak ada hidup yang tanpa ujian. Dalam sudut pandang Islam, ujian dikatakan merupakan keniscayaan ketuhanan, yang berarti bahwa diantara kekuasaan Allah adalah kehendakNya untuk menguji manusia dalam berbagai bentuk.
Adapun bentuk ujian tersebut tergantung pada batas kemampuan para hambaNya, baik itu berupa kebaikan dan keburukan. Contoh dari ujian yang berupa keburukan,. antara lain diberi kemiskinan dalam hal harta, ditinggal mati oleh orang yang dicintainya, sakit, kelaparan, gagal dalam meraih sesuatu, dan lain sebagainya. Sedangkan ujian yang berupa kebaikan, antara lain kekayaan yang berlimpah, kenaikan pangkat atau jabatan dan lain sebagainya. Dan dari semua hal itu bertujuan untuk mencari tahu tentang sejauh mana keimanan para hambaNya terhadap keberadaan sang Rabb, Allah SWT. Dari dua bentuk ujian tersebut, banyak sekali manusia yang tak kuat dan kokoh dalam ujian yang berupa kebaikan karena lebih bersifat mencengkram.
Maka tak heran, begitu banyak manusia yang tegar dalam menghadapi ujian yang menyakitkan dan menyedihkan, tetapi alangkah sedikitnya yang tetap kokoh keimanannya didalam menghadapi ujian pada hal-hal yang baik dan menyenangkan.
Tetapi yang tak kalah penting untuk disadari adalah relevansi sebuah ujian dengan kedekatan hari kiamat. Karena setiap jaman mempunyai cobaan dan ujiannya sendiri. Tentang sejauh mana makna ujian itu bagi sekiannya jaman dan saat kiamat akan datang. Maka sangat mengertilah kita, mengapa Rasulullah SAW sering sekali mewanti-wanti umatnya akan datangnya fitnah, ujian dan cobaan dikemudian hari sebab tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah jaman dimana ada banyak sekali fitnah dan godaannya. Rasulullah SAW, bersabda;
“Bila kiamat telah dekat, akan terjadi guncangan fitnah seperti malam yang sangat kelam. Seseorang pada pagi harinya beriman, namun pada sore harinya menjadi kafir. Atau pada sore hari ia beriman, pada pagi harinya ia kafir. Begitu banyak kaum yang menjual agamanya dengan sekeping dunia. Pada pagi hari mereka masih mengharamkan darah saudaranya sesama Muslim, hartanya, juga kehormatannya. Tetapi pada sore harinya mereka menghalalkan darah saudaranya sesama Muslim, hartanya, juga kehormatannya.”.
(HR. Tirmidzi)
Kehidupan dengan segala ujian merupakan beban yang ditanggung manusia sebab ia sudah diberi amanah semenjak diciptakan. Amanah yang memiliki cobaan untuk diperjuangkan dengan penuh tanggung jawab dan kesabaran. Dan merupakan bukti dari kata-kata keimanannya terhadap sang Maha Kuasa, sejauh mana ia dapat mempertahankan keimanannya selama ia diuji selama hidupnya di dunia ini untuk mendapatkan SyurgaNya.
Mudah-mudahan kita semua diberi kesabaran dalam setiap ujian dariNya. Amiiiiiin.......

(IMS)