Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: [Story] Debat Jhana78 Dengan Rasul Palsu  (Dibaca 1599 kali)


Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.877
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #45 pada: 23 November 2009, 08:42:37 »
Kutip
memerangi ideologi dengan ideologi adalah hal yang adil
bukannya MUI juga melakukan hal ini kok, kalau ada aliran sesat mereka pasti ajak diskusi bukan mengerahkan massa

kalau polisi ya memang sudah tugasnya, yang namanya penodaan terhadap agama kan melanggar undang2. dan sudah tugas polisi untuk menindak mereka yang melanggar undang2
no signature %peace%

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #46 pada: 23 November 2009, 08:52:41 »
kelompok rasul palsu tersebut hidup di negara Indonesia yang memiliki hukum, aturan, lembaga yang mempunyai kewenangan tertentu.

Jika kelompok tersebut telah melakukan gerakannya secara sistematik, saya pikir tidaklah bijak jika kemudian di counter dengan aksi One Man Show.... tugas kita sebagai warga negara adalah melaporkan ke lembaga yang berwenang dan tugas lembaga tersebut yang akan menindaklanjuti kemudian.

Jika mas jhana sudah berhasil menarik 20 orang menurut saya itu a good job... tapi berapa orang yang berhasil mereka tarik dari berbagai daerah? apakah sebanding?
adalah lebih baik memotong di pangkalnya sehingga kelompok ini tidak akan berkembang lebih besar lagi...
Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #47 pada: 24 November 2009, 17:38:09 »
^
Setuju kang jhana,
tapi banyak orang yg menganggap cara yg membutuhkan kesabaran seperti ini terlalu lembek,
lebih banyak yg suka cara2 instan emosional semacam FPI...


wah ini ni yang saya gak setuju. suatu pandangan yang tidak berlandasakan atas asas kasih sayang dan tepo seliro.

dunia ini harus dihapuskan dari segala macam bentuk  penjajahan termasuk pejajahan keyakinan. setiap orang harus merdeka memilih keyakinannya, apakah mau kristen, hindu, budha atau campuran dari semua itu. semakin banyak orang yang mengatuf faham tenggang rasa ini, maka dunia semakin damai. semakin banyak orang yang berfaham semacam wahabi dan FPI, maka dunia semakin rusuh. apakah mereka mengira mereka akan meninggalkan keyakinannya karena takut pada FPI? tidak. justru mereka itu semakin ditentang semakin kuat keyakinannya, apalagi bila semakin dikasari.

tubuh manusia dapat dipaksa untuk diikat, ditarik dan dijebloskan ke dalam penjara, tetapi keyakinan manusia tidak dapat seorangpun  yang memkasanya.

"laa ikraaha fiddin".

perhatikan komunitas lia eden. apakah kominitas ini berhenti beraktifitas hanya karena pemimpinnya, yaitu Lia Eden dipenjarakan. tidak kan? mereka tetap saja asyik menjalan pertemuan-pertemuan dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan mereka sampai saat ini. radikalisme kelompok muslim semacam FPI hanya dapat memenjarakan Lia Eden, tetapi tidak dapat mengubah keyakinan dia. hanya dapat membendung sementara penyebaran ajaran lia eden, tetapi mereka bagaikan air yang disumbat. sementara airnya tidak dapat mengalir karena orang-orang membendungnya. sementara air dari dalam semakin banyak dan semakin kuat tekanannya, suatu waktu pasti akan meledak juga.

banyak orang berpendapat, "kalau ahmadiyah ingin aman, harus memprokamirkan diri sebagai agama baru dan bukan Islam. selama mengaku Islam mereka harus dipaksa tunduk pada ajaran islam yang benar. perhatikan bahwa kami pun menghormati umat kristen, hindu dan budha"

aku tak habis pikir. mereka mau hidup berdampingan secara damai dengan umat hindu, kristen maupun budha. mereka tidak merusak tempat ibadahnya kaum hindu, tidak pula membakar rumah-rumahnya. padahal menurut keyakinan mereka, umat hindu adalah kaum kafir dan musyrik.  sama sekali mereka tidak melaksanakan puasa di bulan ramadhan, tidak shalat dan tidak berdzikir. tapi bagaimana sikap mereka terhadap ahmadiyah, yang padahal mereka itu menjalankan shalat, puasa dan berdzikir, tetapi rumah-rumah dan mesjid mereka dibakar, dan mereka dianiaya secara fisik dan mental. dan hal itu disetujui oleh mereka yang sefaham dengan radikalisme, seperti yang anda katakan "cara instan emosional seperti FPI".

MUI memang tidak menyerukan pada umat untuk melakukan pengrusakan dan penganiayaan terhadap kaum ahmadiyah, akan tetapi tidak dapat dipungkiri faktanya dilapangan ketika banyak orang menyaksikan pembakaran mesjid-mejid dan rumah-rumah ahmadiyah kebanyakan dari kaum muslim dari kalangan awam maupun ulama bersikap setuju dengan aksi anarkis tersebut. dan sebagian bersikap tidak setuju, tetapi kemudian berkata, "itu sih gara-gara ahmadiyah sendiri." tindakan anarkis yang dilakukan terhadap ahmadiyah dianggap suatu hukuman yang "ballance" dengan "kesesatannya". atau mereka berpendapat "membakar rumah orang ahmadi itu buruk, tapi tidak terlalu salah, karena sebagai upaya untuk menghilangkan kesesatan di muka bumi Indonesia." intinya dari efek semua pemahaman radikal tersebut adalah pembiaran terhadap kedzaliman yang terjadi terhadap kaum ahmadi dari kelompok mayoritas.

cobalah biarkan ahmadiyah merdeka, bisa hidup dan menjalankan ibadah menurut agama dan keprcayaan mereka sendiri. hal yang sama berikan juga kepada syiah, LDII, atheisme, komunisme, sosialisme, lieberalisme, sekuralisme, dan isme-isme lainnya. kita dapat hidup dan berdampingan secara damai dengan mereka tanpa saling menghardik, tanpa saling mengutuk, tanpa saling membakar rumah. di tempat tinggal saya, penganut mazhab sangat heterogen. ada syiah, wahabi, LDII, Ahmadi, Darul Arqom, NII, dll. satu sama lain saling mempengaruhi dan berusaha saling tarik menarik. diskusi dan perdebatan sering terjadi. tak masalah. toh debat tidak akan membuat tubuh terluka, tak akan membuat sebuah keluarga menangis karena kehilangan rumah dibakar masa. tetapi, ketika suatu faham dan keyakinan menjurus ke arah tindakan jahat yang menimbulkan penderitaan orang lain, nah inilah dimana hukum harus bertindak. saya tidak akan menderita hanya karena ada seorang tetangga berkeyakinan mirza ghulam ahmad sebagai nabi. tapi saya akan menderita kalau ada tetangga saya yang suka mengambil barang-barang milik saya tanpa izin alias mencuri. tetapi kalau ada orang yang menderita karena orang lain tidak memiliki keyakinan yang sama dengan dirinya, itu sih namanya sakit jiwa.
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline luxmile

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 409
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #48 pada: 24 November 2009, 22:16:55 »
^
Salutz,
akur bro...

cara-cara halus memang sulit, butuh ruh perjuangan, kesabaran, serta cerdik strategik...
tapi apa daya jika ternyata ambisi menggebu untuk mengedepankan ego-jati-diri lebih tinggi...
pula sayang-disayang mayoritas kita lebih suka meninggikan rasa ego-nya...

sempat terpikir dulu metode Dakwah nabi,
kenapa Nabi hanya menggunakan pola konflik peperangan defensif ya?
bahkan ketika ofensif (penaklukan mekah) malah lebih mengutamakan kebersamaan...
« Edit Terakhir: 24 November 2009, 22:20:09 oleh luxmile »
Hanya setitik tinta-Nya...

Offline d4vid_r5

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.913
  • Lokasi: behind proxy...
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
« Jawab #49 pada: 25 November 2009, 15:13:06 »
trus thread ini tujuannya apa si?

pamer diskusi? ??? ato just 'artikel'? ???
Hal paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya.
:)

Offline standard

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 350
  • Jenis kelamin: Pria
  • ...
    • Lihat Profil
« Jawab #50 pada: 25 November 2009, 15:26:55 »
^
Salutz,
akur bro...

cara-cara halus memang sulit, butuh ruh perjuangan, kesabaran, serta cerdik strategik...
tapi apa daya jika ternyata ambisi menggebu untuk mengedepankan ego-jati-diri lebih tinggi...
pula sayang-disayang mayoritas kita lebih suka meninggikan rasa ego-nya...

sempat terpikir dulu metode Dakwah nabi,
kenapa Nabi hanya menggunakan pola konflik peperangan defensif ya?
bahkan ketika ofensif (penaklukan mekah) malah lebih mengutamakan kebersamaan...

Setuju..
Jadi saya tidak boleh marah kalo Syariat Islam diubeg2 dgn pemikiran yaaa.. katakan pemikiran liberal gitu..?

Om ini termasuk yg setuju dgn adanya syariat Islamkan..?
Atau om org yg extra ordinary super duper wow wow pemikirannya sehingga bisa dikatakan "pemikir bebas"?
Hubbudunya = always mode off

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #51 pada: 26 November 2009, 07:03:31 »
mungkin mas jhana termasuk orang2 yang berpikir dan berpendirian "silakan saja obok2 Islam" asalkan hidup dengan damai (damai dari mana ya? dari hongkong?)
dan saat Islam menunjukkan sikap maka otomatis Islam yang akan jadi sasaran tembak dengan segala macam embel2 sepert anarkis, tidak toleran, dsb..... ( jadi sedih :( )

klo memang mas jhana tidak merasa terusik dengan adanya kumpulan si rasul palsu itu... so ngapain repot2 mas jhana ngajakin debat segala... mendingan mas jhana bobo manis menikmati waktu dalam "kedamaian" .....

Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #52 pada: 26 November 2009, 08:18:58 »
Kutip dari: bayan
mungkin mas jhana termasuk orang2 yang berpikir dan berpendirian "silakan saja obok2 Islam" asalkan hidup dengan damai (damai dari mana ya? dari hongkong?)
dan saat Islam menunjukkan sikap maka otomatis Islam yang akan jadi sasaran tembak dengan segala macam embel2 sepert anarkis, tidak toleran, dsb..... ( jadi sedih Sedih deh )

klo memang mas jhana tidak merasa terusik dengan adanya kumpulan si rasul palsu itu... so ngapain repot2 mas jhana ngajakin debat segala... mendingan mas jhana bobo manis menikmati waktu dalam "kedamaian" .....

saya tidak merasa terusik, dalam arti keberadaan mereka dan faham yang diajarkan mereka tidak membuat saya marah dan benci. berbeda halnya dengan doktring wahabi yang wewajibkan umatnya untuk marah, benci dan cemburu terhadap sesuatu yang dianggap bertentangan dengan kebenaran. doktrin dan karakter wahabi seperti itu tidak saya ikuti karena perbuatan seperti itu merupakan bentuk kedzaliman terhadap diri sendiri.

kemarahan, kecemburuan dan kebencian adalah sesuatu yang merusak diri sendiri dan orang lain. sebagian orang mengira bahwa kebencian yang ditujukan kepada orang-orang dzalim dapat mengurangi kedzaliman di dunia ini. seperti misalnya kemarahan dan kebencian yang ditujukan kepada lia eden yang berakibat kepada dipenjaranya lia eden. mungkin mereka berpendapat bahwa dengan dipenjaranya lia eden, maka berkuranglah kemunkaran di dunia ini. tetapi pandangan mereka itu salah, karena setiap kebencian dan kemarahan yang muncul itu pasti menambah bentuk-bentuk kedzaliman di muka bumi. kesabaran dan kasih sayang, itulah yang dapat mengurangi kedzaliman di muka bumi ini. kita hanya diperbolehkan mengacungkan senjata, apabila orang-orang kafir itu yang terlebih dahulu menodongkan senjata kepada kita. selama mereka tidak mendahului dengan kekerasan, maka tidak ada hak bagi kita untuk menggunakan kekerasan terhadap mereka.

kemarahan, kebencian, dan kecemburuan merupakan sesuatu yang sangat mengotori hati. siapa yang menyimpan perasaan-perasaan seperti itu di dalam batinnya, maka shalatnya akan menjadi kosong dari makna. shalatnya hanya akan merupakan rangkaian gerakan dan bacaan saja, tampak berdampak kepada kesucian batin dan tidak akan mengantarkan seseorang kepada pintu gerbang makrifat. oleh karena itu, kemarahan dan kebencian adalah mustahil merupakan bagian dari ajaran Islam.

sebagian orang berpendapat bahwa "kebencian kepada sesuatu yang dibenci Allah adalah hal yang benar. marah karena Allah adalah hal yang benar". kalimat tersebut memang benar. tetapi, orang-orang tidak mengerti maknanya dengan benar. kemarahan yang karna Allah sesungguhnya bukan "marah". kebencian karena Allah sesungguhnya bukan "benci". mereka yang masih berkeyakinan bahwa kemarahan terhadap bentuk-bentuk kedzaliman adalah hak, maka mereka perlu belajar untuk melihat tentang keadaan batin, apa yang dapat menodainya dan apa yang dapat mensucikannya. jika mereka sendiri dapat melihat bahwa kemarahan itu benar-benar membuat hati yang bersih menjadi penuh noda yang lengket dan menjijikan, maka tentulah mereka akan yakin bahwa kemarahan seperti itu mustahil merupakan ajaran Allah yang maha lemah lembut. tetapi, mereka tidak tahu apa yang dapat menodai hati dan apa yang membersihkan hati, karena mereka tidak belajar "melihat hati".

kenapa kita harus marah kalau ada orang yang mengobok-obok Islam? aku heran, Islam seperti apa yang bisa diobok-obok? Islam itu tidak akan pernah bisa diobok-obok. yang bisa diobok-obok itu adalah perutnya orang yang bermental "tahu", yang kalau tersinggung sedikti saja maka dia berang seperti orang kesurupan. juga sangat konyol itu orang-orang yang menyerang orang lain karena menuduh orang lain telah merusak akidah Islam. padahal akidah Islam tidak akan pernah rusak, tetapi akidah dia sendiri yang telah rusak. karena dia tidak memiliki akidah yang mapan, sehingga untuk bisa beristiqomah dalam akidahnya yang lemah tersebut adalah dengan cara "menggempur" setiap orang yang kira-kira bisa menggocangkan akidahnya. kalaulah dia itu memiliki akidah yang mantap, tentulah tidak perlu menggempur siapapun, sebab akidah Islam maupun akidah dia sendiri tidak akan pernah "goyang" hanya karena bermunculannya isme-isme sesat. justru disitulah kebenaran dna ketinggian akidah islam diuji. jika akidah islam itu adalah hak, tentu dapat menunjukan kebenarnanya dengan dalil yang benar tanpa harus melempari rumah orang lain dengan batu. jadi jelas, sebenarnya apa dan siapa yang diobok-obok? yakni mereka yang lemah iman dan ilmu.

orang-orang ingin membubarkan ahmadiyah bukan karena mereka sendiri takut terpengaruh ahmadiyah, tapi khawatir faham tersebut menyebat ke anak-anak mereka atau teman-teman mereka yang iman dan ilmunya masih lemah. lha, masa MUI kalah pengaruh dengan ahmadiyah? kalau ulama-ulama kita memang memiliki ilmu yang benar, gak usah khawatir dengan pengaruh ahmadiyah, sebab umat akan diajari ilmu yang benar yang dapat mengalahkan argumentasi ahmadiyah yang dengan demikian ahmadiyah yang akan terpengaruh oleh faham ulama kita. upaya menekan ahmadiyah secara fisik, mental dan politik memberikan kesan kalau dalil terkuat dari ulama-ulama non ahmadi tersebut adalah "bogem mentah", dan "katapel" atau "bom molotov".

hal yang harus dilakukan oleh para ulama seharusnya meningkatkan pembinaan agama terhadap umat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan penyebaran ahmadiyah, sehingga umat menjadi pintar dan terpelajar. lalu mereka akan berkomunikasi dengan kuam ahmadi, dan kaum ahmadi dapat menjadi insyaf karena mendapat penerangan yang jelas. hal tersebut memang tidak mudah, dan memang mustahil seluruh umat ahmadi menjadi isnyaf karena suatu diskusi, akan tetapi kita harus ingat bahwa hidayah itu milik Allah. saya sendiri penentang mereka yang suka melakukan kekerasan terhadap sekte yang dianggap sesat. tetapi bila mereka masih tetap dalam pendiriannya untuk "menggempur" sekte sesat tersebut secara radikal, ya itu silahkan saja. toh semua amal perbuatan akan kembali ke dirinya sendiri. "fa man ya mal mistkoola darrotin syarroi yaroh. waman yak mal mistkola darrotin khoiron yaroh". Allah tidak akan melewatkan balasan amal perbuatan seseorang walaupun sebesar daroh.

aku juga tidak perlu khawatir terhadap mereka yang menganggapku sesat dan akan bersikap radikal, sebab Allah berjanji dalam alQuran bahwa siapa yang mengikuti jalanNya, maka tidak ada kekhawatiran dan kesedihan baginya. jika kita masih menghawatirkan hal-hal seperti itu, berarti masih harus dipertanyakan, apakah kita sudah benar-benar mengikuti jalannya?

aku tahu, walaupun seribu tahun aku menyebarkan ajaran "tanpa kekerasan", tetapi di muka bumi ini tidak akan pernah sepi dari ajaran orang-orang yang menyeru untuk melakukan kekerasan secara batil. aku tidak perlu mengkhwatirkan semua itu, sebab semua manusia berjalan diatas takdirnya masing-masing, semua manusia mencari jalan keselamatannya sendiri-sendiri. bila aku dapat menasihati diriku sendiri, sehingga tidak mengumbar amarah dan kebencian terhadap pihak-pihak yang dianggap menganut ajaran sesat, berarti aku telah berhasil dalam berdakwah, setidak-tidaknya berkurang satu orang bajingan (orang jahat) di dunia ini. 
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline luxmile

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 409
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #53 pada: 26 November 2009, 14:02:35 »
@standard @bayan

Sebenarnya pengin nanggepin, tapi dah terwakili oleh statement kang Jhana...

@Jhana78

Thnks bro :)
Hanya setitik tinta-Nya...

Offline Cak_Taufiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 1.009
  • Lokasi: malang,balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • ABU_DARDA--->Cak_Taufiq
    • Lihat Profil
    • BELAJAR HIDUP
« Jawab #54 pada: 26 November 2009, 16:33:11 »
Yang jadi masalah,mereka semua tetap mengaku islam..
Padahal kan udah jauh dari nilai2 islam...
Apakah anda senang jika agama islam di belak-belokkan?
Kejayaan dan kesuksesan hanya ada dalam pengamalan agama yang sempurna,sebagaimana Agama yang di bawa oleh Baginda Rasulullah saw.
(wajibbelajar27.multiply.com)

Offline Cak_Taufiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 1.009
  • Lokasi: malang,balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • ABU_DARDA--->Cak_Taufiq
    • Lihat Profil
    • BELAJAR HIDUP
« Jawab #55 pada: 26 November 2009, 16:34:23 »
Yang jadi masalah,mereka semua tetap mengaku islam..
Padahal kan udah jauh dari nilai2 islam...
Apakah anda senang jika agama islam di belak-belokkan?
Kejayaan dan kesuksesan hanya ada dalam pengamalan agama yang sempurna,sebagaimana Agama yang di bawa oleh Baginda Rasulullah saw.
(wajibbelajar27.multiply.com)

Offline Cak_Taufiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 1.009
  • Lokasi: malang,balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • ABU_DARDA--->Cak_Taufiq
    • Lihat Profil
    • BELAJAR HIDUP
« Jawab #56 pada: 26 November 2009, 16:36:21 »
Yang jadi masalah,mereka semua tetap mengaku islam..
Padahal kan udah jauh dari nilai2 islam...
Apakah anda senang jika agama islam di belak-belokkan?
Kejayaan dan kesuksesan hanya ada dalam pengamalan agama yang sempurna,sebagaimana Agama yang di bawa oleh Baginda Rasulullah saw.
(wajibbelajar27.multiply.com)

Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #57 pada: 26 November 2009, 16:49:28 »
Few, udah jauh melenceng nich om jhana ::)

Offline luxmile

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 409
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #58 pada: 26 November 2009, 19:04:46 »
Yang jadi masalah,mereka semua tetap mengaku islam..
Padahal kan udah jauh dari nilai2 islam...
Apakah anda senang jika agama islam di belak-belokkan?

Kox yg dipertanyakan cuma rasa "senang"? bukankah ada kemungkinan rasa yg lain, misal: waspada, miris, tegar, ingin tau, marah, sebal, benci, dsb...

Jadi misal dipertanyakan:
Apakah anda ikut waspada jika agama islam di belak-belokkan?
Hanya setitik tinta-Nya...

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.074
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #59 pada: 26 November 2009, 19:14:19 »
story debat dagelan. Keluar mulut harimau masuk mulut buaya!
keluar dr rasul palsu ke agama palsu chandra mukti.

DAGELAN OH DAGELAN.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN