Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: [Story] Debat Jhana78 Dengan Rasul Palsu  (Dibaca 1599 kali)


Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #90 pada: 02 Desember 2009, 09:50:27 »
saya warga Indonesia, beragama islam, bermazhab syiah. (itu juga kalo orang syiah mau ngakuin he..he...he..).

saya tidak tahu kalau melaporkan keberadaan rasul palsu itu merupakan kewajiban warga negara?

apa saya melanggar hukum, bila memilih untuk tidak melapor? hukum mana, UU. no berapa pasal berapa yang saya langgar?

karena memilih untuk tidak melapor merupakan "hak saya", maka seharusnya anda atau siapapun membiarkan saya mengambil apa yang menjadi hak saya.

seandainya kelak, sudah bersikap memaksakan ideologi pada orang lain, maka bisa jadi saya akan mengajak mereka untuk debat terbuka di depan umum, agar MUI mengetahuinya sendiri keberadaan mereka.

sekarang ini, di daerah soekarno hatta, masih berdiri tegak markas NII, tak jauh dari Mabel Polri. Masa Badan Intelejen Negara tidak dapat mengetahui keberadaannya sampai-sampai saya yang harus melapor. sya tidak punya kekuatan uang, politik, dan banyak hal yang diperlukan bila kelak ada kekuatan politik yang menyerang. maen lapor aja enak, kalo kita kekurangan amunisi, kita sendiri yang bisa kena tembak. masa ente gak mengerti soal beginian.

ni saya ceritain pengalaman saya.

ente tahu enggak, di Bandung ada perusahaan yang melarang karwayannya untuk melaksanakan shalat, padhal karyawan tersebut seorang muslim? saya tahu karena ibu saya pegawai di pabrik tersebut.

ibu saya sering dimahari, karena ketahuan menjalankan shalat. tetapi ibu saya tetap shalat, karna merasa shalat itu wajib baginya. akhirnya, perusahaan memecatnya.

saya marah besar. saya mendatangi kantor direktur perushaan tersebut, menendang pintunya dengan keras, dan langsung menunjuk-nunjuk hidung si direktur. anda tahu tidak, bahwa anda telah merampas kebebasan hak beragama, melarang ibu saya untuk shalat. anda telah melanggar undang-udang dasar empat lima ayat...pasa... (euh lupa lagi. lalu saya ingat ke pancasila). anda telah melanggar panca sila, sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, serta telah memcat ibu saya tanpa rasa keprimanusiaan, itu artinya melanggar sila kedua, yaitu "kemanusiaan yang adil dan beradab".

si direktur melotot ke saya, "hai, eloe enggak usah mengajari saya soal Hukum. ente lihat gelar di belakang nama saya, baca yang baik. itu SH, artinya saya ini seorang sarjana Hukum, enggak perlu eloe ajarain lagi soal Hukum!"

lalu dia menakan tombol yang ada dimejanya. seketika satpam berhamburan datang.

"mau ente digebukin ma satpam saya dengan tuduhan ente sudah mencuri barang di sini? atau penyerangan terhadap kantor perusahaan?"

saya diam, bingung jadinya. 

"kenapa diam. loe mau apa? mau melapor ke polisi. loe tahu, anak buah saya itu polisi semua."

makin bingung dah saya.

"ibu eloe mau ngadu, karena dilarang oleh saya untuk shalat. ada saksi lainnya?" tanya dia.

"ada. yaitu kawan-kawan saya yang sama bekerja di perusahaan ini. siapa saja namanya, tulis di sini, biar saya memanggil mereka."

para karyawan yang merupaan kawan-kawan saya itu dipanggil oleh direktur ke kantor tersebut. satu persatu mereka ditanya, "apa benar di sini saya melarang sesorang untuk melaksanakan shalat?"

tidak ada satupun yang membenarkan. padhal sebelumnya saya sudah bertanya kepda mereka semua tentang kebenaran "larangan shalat tersebut", dan mereka membenarkan. tapi anehnya, di depan direktur tersebut, semua tidak mengakuinya.

makin bingung dah saya.

akhirnya saya keluar dengan rasa yang gak menentu, bingung, takut, heran, sdih dan marah.

malam harinya, saya mendatangi kawan-kawan untuk bertanya, kenapa mereka tidak mau bersaksi, dan rata-rata merka menjawab, "waduh, maaf! saya tidak berani. kalau saya membenarkan, pastilah saya dipecat juga. padhal itu satu-satunya pekerjaan saya. saya punya anak dan istri, gimana mereka akan makan kalau mereka tidak bekerja. jadi, maafkan saya, saya terpaksa."

ampun dh kalau sudah begitu.

hei, coba anda renungkan, apakah berurusan dengan hukum itu adlah persoalan mudah bagi saya yang tidak mengerti soal hukum dan tidak memiliki kekuatan politik?



cerita yang menurut saya agak ga masuk akal aja mas.... kok bisa2nya ngedobrak pintu direktur utama sebuah perusahaan.... kayanya security perusahaan itu musti di pecatin semua dech..... hehehehe

tapi yo wis lah mas.... selamat berjuang aja dan semoga berhasil..... saya cukupkan di sini saja partisipasi saya di topik ini... rojer en out ... :)
Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.877
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #91 pada: 02 Desember 2009, 13:00:12 »
cerita yang menurut saya agak ga masuk akal aja mas.... kok bisa2nya ngedobrak pintu direktur utama sebuah perusahaan.... kayanya security perusahaan itu musti di pecatin semua dech..... hehehehe
maklumlah tokoh utama, jangankan dobrak pintu yang lain2 pasti juga bisa ::)
no signature %peace%

Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #92 pada: 02 Desember 2009, 13:43:47 »
anda tidak percaya kalau saya melabrak kantor direktur utama perusahan tersebut. padahal anda tidak memiliki bukti-bukti bahwa saya berbohong, anda hanya mengikuti persangkaan dan kecurigaan anda.

"hai orang-orang beriman, jauhilah dari kebanyakan prasangka..."

selama lima tahun saya aktif di myq, saya tidak pernah mengucapkan sumpah apapun untuk meyakinkan orang lain. tetapi kecurigaan anda adalah keterlaluan dan menyakiti perasaan saya. oleh karena itu, untuk pertama kalinya saya akan menyatakan sumpah di myq...

wallahi, billahi, tallahi, saya bersumpah bahwa saya telah melabrak kantor direktur perusahaan tersebut karena ibu saya telah dilarang shalat di perusahan tersebut.

"ya Allah, saya tidaklah berdusta, tetapi orang-orang telah mendustakan ku. seandainya aku tidak takut pada murka mu, tentu akan menyakiti mereka dengan ilmu-ku, sebagai balasan atas apa yang mereka lakukan. tetapi, aku lebih memilih bersabar, karena mengharap ridha-Mu. sesungguhnya Engkau menyukai orang-orang yang bersabar."
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)