Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Calhaj Melahirkan di Madinah, Indikator Buruknya Pelayanan Kesehatan Haji  (Dibaca 385 kali)


Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« pada: 11 November 2009, 07:28:51 »
Aprizal Rahmatullah - detikNews

Jakarta - Kasus calon haji yang melahirkan di Madinah mengundang keprihatinan dari sejumlah kalangan. Insiden tersebut dinilai sebagai bukti buruknya pelayanan kesehatan haji di Indonesia.

“Kami merasa sangat prihatin terhadap kejadian adanya calon haji dari Indonesia yang melahirkan di Madinah. Hal ini menjadi indikator buruknya pelayanan kesehatan haji di Indonesia," kata Anggota Chairul anwar dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (10/11/2009).

Chairul menjelaskan, kejadian tersebut membuat semua pihak terheran-heran. Pasalnya, mana mungkin seseorang yang sedang hamil 7 bulan bisa lolos dari pemeriksaan tim kesehatan yang berlapis.

“Kami menilai ini adalah bentuk keteledoran dari petugas kesehatan haji di Indonesia dan di Saudi Arabia,” tegas Chairul.

Agar tidak terulang, Chairul menyarankan agar Depkes lebih selektif dan meningkatkan pengawasan kepada setiap calhaj yang akan menunaikan ibadah haji. “Depkes harus membuat sistem yang baik sehingga kasus yang menimpa calon haji Iyet tidak terulang lagi, karena ini bisa menjadi catatan buruk Indonesia di mata Kerajaan saudi Arabia dan bukan tidak mungkin bisa terjadi pengurangan kuota jamaah haji kita,” imbuh Ketua Poksi IX FPKS ini.

Chairul juga menghimbau Depkes agar meningkatkan kewaspadaan pada saat jamaah haji pulang dari Saudi, karena tidak tertutup kemungkinan ada jamaah haji kita yang terkena penyakit menular yang dibawa oleh jamaah haji dari negara lain, seperti flu Babi dan penyakit menular lainnya.

Sebelumnya, Iyet Suryati melahirkan seorang bayi laki-laki melalui operasi cesar di Musytasyfa Linnisa Walwiladah Walathfal (RS Bersalin) di Madinah, Jumat (6/11/2009). Iyet yang telah mengandung 7 bulan atau 26 minggu ini melahirkan seorang bayi dengan berat 600 gram.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara Menkes dan Menag bahwa Calon Jemaah Haji usia kehamilan yang tidak diperbolehkan adalah 12-26 minggu. Karena dalam usia sebelum 12 minggu kandungan rawan keguguran, sedangkan usia diatas 26 minggu rawan kelahiran. Dalam kandungan usia 12–26 minggu pun harus mendapat vaksin meningitis.

-------------

echm ... pasti bilang ah DEPAG mah biasa  :hihi:

tapi mesti kita tanya motif si ibu yang maksa pergi haji apaa yach :hmmm: apa pengen anaknya nanti di akte tempat tanggal lahirnya : Mekah atau Medinah  :jaim:
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.342
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 11 November 2009, 08:49:29 »
tapi mesti kita tanya motif si ibu yang maksa pergi haji apaa yach :hmmm: apa pengen anaknya nanti di akte tempat tanggal lahirnya : Mekah atau Medinah  :jaim:
jangan berprasangka buruk gitu dong mas

Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.877
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #2 pada: 11 November 2009, 10:47:04 »
:wataw: kasihan tuh ibunya, untungnya lahir sekarang, coba kalau nanti pas lagi wukuf kan tambah repot

mungkin cek kesehatannya dulu pas waktu daftar orangnya belum hamil :hmmm:
no signature %peace%

Offline nabeel

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 11 November 2009, 11:04:10 »
Melahirkan prematur dong? 7 bln itu blm wktnya melahirkan, kalo 9 bln itu mungkin.

Lagian, kok bs pemeriksaan kesehatan meloloskan calhaj yg hamil 7 bln, bknnya ntuh perut dah gede? ???
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline gagah.perkakas

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 244
  • Ketika hatiku tiada lagi sanggup menerimamu!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 11 November 2009, 15:56:21 »
^ klo pake baju yg longgaran mungkin ga kliatan pak :D :D
Ketika hatiku tiada lagi sanggup menerimamu!!!
Kau putuskan apa yang selama ini terhubung erat...

Yang telah pergi biarlah Pergi.. Kusamput jalinan baruuu.... huuuu huuuu

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.203
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 11 November 2009, 22:03:30 »
:hmmm: .. kayaknya jangan memvonis satu pihak saja
human error bisa saja terjadi
kendali utama pada diri sendiri yaitu si ibu

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara Menkes dan Menag bahwa Calon Jemaah Haji usia kehamilan yang tidak diperbolehkan adalah 12-26 minggu. Karena dalam usia sebelum 12 minggu kandungan rawan keguguran, sedangkan usia diatas 26 minggu rawan kelahiran. Dalam kandungan usia 12–26 minggu pun harus mendapat vaksin meningitis.

:hmmm: maksudnya yg di perbolehkan di range 12-26 minggu ya ?
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline miqu

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.512
  • Jenis kelamin: Pria
  • Adalet Ve Kalkinma
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 11 November 2009, 22:13:20 »
^ klo pake baju yg longgaran mungkin ga kliatan pak :D :D

kalau mau nembus pos kesehatan bolak balik ya emang itu solusinya

cloth abuse.

Someday I'll fall and I'll die.
But any day that I don't fall I am alive and I am continuing the fight.

Offline nabeel

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 12 November 2009, 08:06:18 »
:hmmm: .. kayaknya jangan memvonis satu pihak saja
human error bisa saja terjadi
kendali utama pada diri sendiri yaitu si ibu

Betul, kendali utamanya adalah pada sang ibu sendiri. Tapi memang kita tidak tau, mungkin saja ada motif tersendiri dibalik ke-nekatan sang ibu yang hamil untuk melahirkan di Tanah Suci.
Karena kita semua sudah sama-sama tau bagaimana rindunya seorang muslim terhadap Tanah Suci ini... (... kapan ya, bisa nyampe sana.. :-\ :mewe: )   

cmiiw
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 18 November 2009, 23:02:00 »
Akhirnya sang ibu jd haji(wukuf) nda?
Mungkin krn jatah berangkat hajinya tdk bs dioper/pindah jd thn dpn, makanya sang wanita memaksakan diri pergi haji thn ini jg.