Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Perasaan Takut Abu Bakar r.a  (Dibaca 631 kali)


Offline masgalih

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 360
  • Lokasi: Bandung - Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Galih Hermawan on The Net
« pada: 06 November 2009, 10:20:34 »
Perasaan Takut Abu Bakar r.a

Semua penganut Ahlussunnah wal Jamaah sepakat, bahwa Abu Bakar Siddiq ra adalah orang yang paling utama di kalangan para sahabat Nabi saw dan seluruh manusia selain para Anbiya as. Rasulullah saw sendiri pernah menyampaikan berita gembira kepadanya bahwa ia akan menjadi pemimpim jamaah di Jannah nanti dan semua pintu Jannah akan memanggil nama Abu Bakar. Nabi saw juga bersabda, “Orang yang pertama masuk Jannah di kalangan umatku adalah Abu Bakar”.

Namun demikian, ia masih memiliki perasaan takut (khauf) yang tinggi kepada Allah Swt. Ia sering berkata “Alangkah baiknya seandainya aku menjadi sebatang pohon yang kemudian ditebang dan dijadikan kayu bakar.” Kadang-kadang ia berkata, “Alangkah baiknya kalau aku sehelai rumput yang akan habis dimakan binatang ternak.”

Pada suatu hari ia pergi ke sebuah taman dan melihat seekor burung sedang berkicau, ia berkata, “Wahai burung, sungguh beruntung kamu, kamu makan, minum dan terbang di antara pepohonan tanpa perasaan takut kepada hari akhirat. Andaikan Abu Bakar menjadi sepertimu.”

Rabi’ah Aslami ra bercerita : Aku pernah bertengkar dengan Abu Bakar, dalam pertengkaran itu ia mengeluarkan kata-kata kasar kepadaku. Tetapi kemudian ia segera menyadari kesalahannya itu lalu berkata, “Ucapkanlah kata-kata kasar itu sebagai balasan kepadaku.” Tetapi aku menolaknya. Ia berkata, “Kamu harus mengatakannya, kalau tidak, aku akan mengadukannya kepada Rasulullah saw, “Aku pun tetap menolaknya, maka ia pun berdiri lalu meninggalkanku.

Beberapa orang dari Bani Aslam yang menyaksikan peristiwa ini berkata, “Aneh sekali orang ini, ia yang memulai, ia sendiri yang akan mengadukan kepada Rasulullah saw.”

Aku berkata kepada mereka, “Tahukah kalian, siapa dia ? Dia adalah Abu Bakar, menyakitinya berarti menyakiti Rasulullah saw dan menyakiti Rasulullah berarti menyakiti Allah. Kalau perbuatanku ini menyakiti Allah, siapakah yang dapat menyelamatkanku ?”

Setelah berkata begitu, aku segera berdiri lalu pergi menemui Rasulullah saw. Aku menceritakan peristiwa tadi kepada beliau. Rasulullah saw berkata, “Keenggananmu untuk membalas dan menjawabnya, itu memang baik. Tetapi untuk menyenangkan hatinya, sebaiknya engkau berkata, “Semoga Allah memaafkanmu, wahai Abu Bakar.”

Hikmah: Begitulah perasaan takut yang dicontohkan Abu Bakar ra. Ketakutannya menerima pembalasan di akhirat karena kata-katanya yang sepele, menyebabkan ia memaksa Rabi’ah Aslami untuk membalas perbuatannya. Penyesalan dan penderitaan batinnya akibat kesalahannya menyebabkan ia mengadukan peristiwa itu kepada Rasulullah saw dengan harapan beliau dapat menolongnya.

Sedangkan pada hari ini, di antara kita sering terjadi caci-mencaci. Tetapi tidak ada sedikitpun dalam diri kita rasa takut tentang hari akhirat. Padahal di sana segala perbuatan kita akan dibalas. Bandingkanlah dengan perasaan takut Abu Bakar ra di atas.

Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 08 November 2009, 00:44:54 »
siapa yang menyangsikan iman Abu Bakar yang digelari ash-Shidiq?
beliau yang tak ragu sama sekali untuk membenarkan saat orang2 ragu dengan Isra Mi'rajnya Rasulullah
dan beliaulah yang seringkali terpilih mendampingi perjalanan Rasulullah berdua...
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 08 November 2009, 18:39:55 »
Subhanallah, sampai merinding bacanya.
Tambah ngefans sama Abu Bakar & Umar bin Khattab tentunya...

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 09 November 2009, 22:35:59 »
Diriwayatkan dari Abu Darda ra dia berkata: Suatu ketika saya duduk bersama Nabi Saw, tiba-tiba Abu Bakr datang sambil menyingsingkan pakaiannya hingga kedua lututnya terlihat. Nabi Saw bersabda, "Temanmu itu pasti habis bertengkar". Abu Bakr mengucapkan salam kemudian berkata, "Ya Rasulullah, saya baru saja bertengkar dengan Umar bin Khattab. Saya berkata kasar kepadanya, lalu saya menyesal. Saya sudah meminta maaf kepadanya, namun dia menolak, sehingga saya sekarang menemui Anda". Rasulullah Saw bersabda, "Semoga Allah mengampunimu hai Abu Bakr". Beliau mengulangi ucapan itu tiga kali. Umar juga menyesal kemudian datang ke rumah Abu Bakr. Umar bertanya, "Apakah Abu Bakr di rumah?" Keluarganya menjawab, "Tidak". Umar segera menemui Nabi Saw dengan mengucapkan salam. Wajah Nabi Saw tampak tidak berseri-seri, sehingga Abu Bakr merasa iba. Abu Bakr segera berlutut dan berkata, "Ya Rasulullah, demi Allah, kezaliman saya kepada Umar melebihi kezaliman Umar kepada saya". Abu Bakr mengulangi kata-kata itu dua kali, kemudian Nabi Saw bersabda, "Ketika Allah mula-mula mengutusku sebagai Rasul, kalian mengatakan, "Muhammad berdusta, sedangkan Abu Bakr ketika itu langsung berkata, "Muhammad benar", Abu Bakr telah membelaku dengan dirinya dan hartanya. Mengapa kalian menyakiti sahabatku ini (Abu Bakr)?" Beliau mengulangi kata-kata itu dua kali. Semenjak itu Abu Bakr tidak pernah disakiti hatinya.( HR. Shahih Bukhari no 3661)
"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).

Offline eagle

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 54
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 10 November 2009, 15:53:44 »
bukannya bilal yg masuk lebih dahulu, karena ada hadits trompahnya terdengar...disurga oleh nabi..

Offline renydwi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 1.094
  • Lokasi: bekasi & jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 10 November 2009, 16:06:34 »
trm kasih @masgalih & shafiq krn dah mau berbagi ilmunya  O0

 :mewe: & bergetar baca ini

sy ijin copas yah? :)
nothing lasts 4ever, just keep the faith!

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 10 November 2009, 22:26:27 »
bukannya bilal yg masuk lebih dahulu, karena ada hadits trompahnya terdengar...disurga oleh nabi..

Ttng terompah... Itu maksudnya Bilal dipastikan masuk surga, namun bukan berarti mjd orng yg pertama masuk surga. Setau sy bgitu...
Bagi kita2 mah urutan yg keberapapun gpapa, yg penting bs masuk surga yah... =___=

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 27 November 2009, 16:34:26 »
Rasulullah bersabda kepada Abubakar As-Shidiq ra : “ Aku melihat dalam mimpi bahwa kita menaiki sebuah tangga, pada akhirnya aku mendahului dua langkah didepan engkau” , lalu dijawab oleh Abubakar : “ Wahai Rasulullah, Allah Yang Maha Kuasa akan memanggil Jiwamu ke haribaanNya, dan aku akan hidup dua atau satu setengah tahun lagi setelah engkau meninggalkan dunia ini

Mimpi Rasulullah dan perkataan Abubakar tersebut menjadi kenyataan, Ternyata beliau menjadi Pemimpin menggantikan Rasulullah selama 2 tahun 3 bulan.

Suatu prestasi yang begitu besar dalam sisa hidupnya sepeninggal Rasulullah telah dicapai. Beliau telah berhasil menumpas orang-orang Arab yang Murtad dan memberontak, membuat mata dunia terbelalak ketika berhasil menembus dua Imperium besar yang ketika itu menguasai dunia dan menentukan arah kebudayaannya yaitu Persia dan Rumawi. Kedaulatan itu pula yang mengemban peradaban dunia selama berabad-abad lamanya.

Pada hari Senin 22 Agustus 634 didalam sakitnya Abubakar ra berkata

“ Dan datanglah sakratul maut yang membawa kebenaran : “ Inilah yang dulu hendak kamu hindari”.

Setiap yang punya unta akan diwariskan
Dan setiap barang rampasan akan dirampas
Setiap yang kehilangan akan kembali
Tetapi hilang dengan kematian tak akan kembali

“ Tuhan ….. ambillah nyawaku sebagai orang yang berserah diri (sebagai muslim) dan tempatkanlah aku bersama rang-orang yang saleh”.

Ketika mengetahui Abubakar ra wafat Sahabat beliau Ali Abu Talib ra, berkata sambil menangis :

“ Abu Bakr, semoga Allah memberi rahmat kepadamu, Engkaulah orang pertama masuk Islam, dengan iman yang begitu murni. Keyakinan yang kuat dengan kekayaan yang terbesar. Engkaulah yang sangat memperhatikan Rasulullah SAW, dan sangat perduli terhadap Islam. Besar sekali pengorbananmu hendak melindungi umat. Engkaulah yang terdekat dengan Rasulullah dari segi akhlak, kemuliaan, sikap dan pandanganmu terhadap agama.

Semoga Allah memberi balasan baik kepadamu, demi Islam, demi Rasulullah dan demi segenap umat Muslimin. Engkau sudah percaya kepada Rasululullah tatkala orang masih mendustakannya, engkau begitu dermawan dan murah hati dikala orang sangat kikir kepadanya. Engkau yang selalu bersamanya sementara orang lain masil bermalas-malas.

Allah telah memberimu gelar As-Siddiq dalam KitabNya: “Orang yang membawa kebenaran dan yang membenarkannya (QS 39,33). Yang dimaksud adalah Muhammad dan engkau. Demi Allah engkau adalah benteng Islam dan malapetaka bagi si kafir.

Peganganmu dan alasanmu tidak sesat, wawasanmu tak pernah lemah dan engkau tak pernah menjadi penakut. Engkau seperti gunung yang tak tergoyahkan oleh badai dan topan, tak remuk karena benturan halilintar. Engkau seperti dikatakan Rasulullah saw, lemah dalam jasmani, kuat dalam agama, rendah hati dalam dirimu, agung dalam pandangan Allah, mulia di bumi, besar di mata kaum Muslimin.

Engkau tak tedorong ambisi dan nafsu, orang yang lemah, dimatamu adalah kuat, orang yang kuat, dalam pandanganmu adalah lemah, sesudah kau ambil hak si kuat dan kau berikan kepada si lemah.

Semoga Allah memberikan sebagian pahalamu kepada kami dan tidak tersesat karena kami jauh darimu. “


Seorang Aisyah, sebagai putri beliau dan sebagai Istri dari Rasulullah saw berkata :

“ Ayahanda, semoga Allah melimpahkan cahayaNya ke wajah mu, dan memuji segala usahamu yang sangat bermanfaat. Engkaulah orang yang tak terpesona oleh gemerlapnya dunia, dengan cara menjauhinya, engkau menjunjung tinggi kehidupan akhirat, dengan hati terbuka menyambutnya.

Kalau ada rasa duka terbesar dalam menimpa kami setelah ditinggal Rasulullah saw, maka duka inilah, dan kalau ada peristiwa terbesar yang terjadi sesudahnya karena kehilanganmu ini pula.

Dengan bersabar atas kepergianmu, Kitabullah menjanjikan ganti yang terbaik kepada kita. Aku siap melaksanakan janji Allah tentang engkau dengan bersabar, dengan meminta pertolongan dengan banyak istigfar untukmu.

Semoga Allah memberikan keselamatan kepadamu, aku melepasmu tanpa rasa dendam , tanpa rasa kesal atas takdir yang terjadi terhadapmu


Seorang sahabat Umar bin Khatab berkata :

“ Wahai Khalifah Rasulullah!! Sepeninggalmu, sungguh ini suatu beban yang sangat berat yang harus kami pikul. Sungguh Engkau tak tertandingi, bagaimana pula hendak menyusulmu??


---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat abubakar selamat jalan ya....

Ässalamualaika wahai Abu bakar………

Allah telah menguji setiap khalifahNYa….
Berkat keimanan dan keteguhan dirimu
Kami kaum Muslimin dapat berdiri tegak
Penuh daya hidup untuk mengarungi dunia
Untuk menuju tingkat peradaban yang tinggi
Sesuai dengan martabat manusia.

Engkau dipertemukan dengan Rasulullah dalam Iman
Kini engkau dipertemukan dengan kematian.
Perjuanganmu bersamanya sungguh melelahkan
Semoga Allah memberikan kemuliaan bersamanya


Wassalam


“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline blueguardian

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 3.841
  • Lokasi: Bandung, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • mou ichido asu e try
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 27 November 2009, 17:32:12 »
jazakumullah khayr atas tulisan myqers2..
Siapa yg tidak menangis saat membaca sejarah hidup Abu Bakar Radhiyallahu anhu...Benar2 orang istimewa yg diciptakan Allah untuk mendampingi Rasulullah...
i can go forward without losing my way..i'm getting closer to my wish..i'll try going towards tomorrow once again..i don't want to lose my own way

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.074
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 27 November 2009, 18:18:43 »
afwan, saya kok ragu abu bakar menyatakan:
"alangkah baiknya seandainya aku ... dst"

Oleh karena Rasulullah saw melarang umat beliau saw untuk berandai-andai yg bs membuka peluang syetan.

Afwan, pribadi agung seperti Abu Bakar tentulah tidak akan melanggar larangan ini.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 27 November 2009, 19:36:55 »
Mungkin suasana bathinnya yang menyebabkan beliau menyatakan begitu rasa takut kepada Allah dan beliau juga terlalu dalam dalam mengevaluasi setiap perbuatannya, seperti dalam sebuah riwayat:

Abubakar berkata:” Ya, memang tak ada yang kurisaukan di dunia ini kecuali tiga perkara yang pernah kulakukan, dan alangkah baiknya sekiranya tidak kulakukan. Juga ada tiga perkara yang tidak kulakukan, dan alangkah baiknya sekiranya kukerjakan. Disamping itu ada tiga lagi perkara, alangkah baiknya sekiranya kutanyajkan kepada Rasulullah saw. Mengenai tiga hal yang ingin kutinggalkan, ialah sekiranya.................
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline abdullaah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 233
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 27 November 2009, 21:37:20 »
afwan, saya kok ragu abu bakar menyatakan:
"alangkah baiknya seandainya aku ... dst"

Oleh karena Rasulullah saw melarang umat beliau saw untuk berandai-andai yg bs membuka peluang syetan.

Afwan, pribadi agung seperti Abu Bakar tentulah tidak akan melanggar larangan ini.

jangan pake logika donk, scr tdk langsung ente nganggep perawi ini berbohong...



Abu Bakar ra., berkata kepada seekor burung, “Seandainya aku menjadi sepertimu, wahai burung dan tidak diciptakan sebagai manusia.”

Abu Dzar berkata, “Aku lebih suka seandainya menjadi pohon yang ditebang.”

‘Utsman ra., berkata, “Aku lebih suka jika mati, aku tidak dibangkitkan.”

Aisyah ra., berkata, “Aku lebih suka seandainya aku menjadi pelupa yang dilupakan.”

Pada wajah ‘Umar terdapat dua garis hitam bekas lelehan air mata. ‘Umar ra., berkata, “Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka tidak akan melampaiaskan marahnya. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka ia tidak melakukan apa yang diinginkannya. Dan kalau bukan karena adanya hari kiamat, niscaya berbeda apa yang kamu lihat sekarang.”



ini namanya takut (khouf) , bukan berandai-andai .

Offline wastono

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 700
  • Lokasi: Bekasi / Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • wong bener ketenger. salam
    • Lihat Profil
    • wass.wordpress.com
« Jawab #12 pada: 27 November 2009, 22:39:23 »
ikut ah.. disini ademm.. :D

oot [eh oot g ya?] kalo ada yg mengatakan: ya Allah...jika mati lebih baik,
maka matikanlah aku, jika hidup lebih baik, maka hidupkanlah aku. itu namanya apa?

:) salam

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.074
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 28 November 2009, 01:18:10 »
mendustakan perawi? memang siapa perawi dr hadits-hadits di atas?
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 28 November 2009, 15:16:03 »
afwan, saya kok ragu abu bakar menyatakan:
"alangkah baiknya seandainya aku ... dst"

Oleh karena Rasulullah saw melarang umat beliau saw untuk berandai-andai yg bs membuka peluang syetan.

Afwan, pribadi agung seperti Abu Bakar tentulah tidak akan melanggar larangan ini.
Sy jg pernah membaca kisah ini sblmnya.
Menurut sy perandaian Abu Bakr di sini hanya suatu gaya bahasa yg menunjukkan betapa kuatir & takutnya ia dgn pertanggungjawaban manusia di akhirat kelak. Bukan krn beliau benar2 menyesal Allah menakdirkannya mjd manusia & bukan burung sj.
Andai2 yg tdk diperbolehkan adlh yg mengingkari atau menyesali kodrat yg ditentukan Allah utknya, spt
"seandainya aku dilahirkan cantik pasti banyak yg suka sama aku"  atau...  "coba klo aku lahir dr keluarga kaya, pasti hidupku tdk susah spt skrng".