Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: JAKARTA MEMILIKI MALL TERBANYAK DI DUNIA  (Dibaca 1009 kali)


Offline cukong

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 1.345
  • User bandel kasih bata merah, Tp jgn gw ya...
    • Lihat Profil
« pada: 03 November 2009, 08:12:19 »
Jakarta dinilai sebagai kota megapolitan yang mempunyai jumlah mal terbanyak di dunia, yaitu mencapai 130 mal.



Yayat Supriatna, Planolog Universitas Trisakti yang juga sekjen ikatan ahli perencanaan (IAP), mengatakan jumlah pusat belanja di sejumlah kota besar lain di dunia tidak mencapai 100 mal.

Menurut Yayat, Jakarta sudah tumbuh di luar kendali sehingga banyak kawasan yang semula tidak direncanakan menjadi kawasan bisnis justru beralih fungsi menjadi kawasan komersial.

"Jakarta memiliki (jumlah) mal terbesar di dunia, mencapai 130 mal. Tetapi hanya punya empat taman kota, ini memprihatinkan," ujarnya hari ini.

Dia mengatakan ada invasi dan penetrasi kawasan yang semula untuk hunian menjadi kawasan komersial akibat ketidaktegasan penengakan rencana tata ruang wilayah (RTRW) DKI Jakarta.

Beberapa daerah yang menjadi kawasan pusat belanja dengan skala besar adalah kawasan Tomang, Mangga Dua, Kelapa Gading, Bundaran Hotel Indonesia, Blok M, dan Senayan.

Kawasan TB Simatupang yang saat ini menjadi kawasan bisnis baru juga sudah melenceng dari rencana awal, karena daerah tersebut merupakan kawasan konservasi dan resapan air.

Yayat mengatakan Pemprov DKI harus membuat RTRW 2010--2030 lebih tegas terhadap arah pembangunan. Menurut dia, di dalamnya harus mencantumkan target keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30% dalam aturan baru.

BERIKUT INI DAFTAR MALL YANG PALING SERING DIKUNJUNGI DI JAKARTA :

* Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat
* Glodok Plaza, Jakarta Pusat
* Harco Glodok, Jakarta Pusat
* Hayam Wuruk Lindeteves, Jakarta Pusat
* ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat
* Menteng Plaza, Jakarta Pusat
* Pancoran, Jakarta Selatan
* Plaza Indonesia, Jakarta Pusat
* EX Plaza Indonesia, Selatan
* Pusat Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat
* Sarinah Plaza, Jakarta Pusat
* Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat
* Plaza Atrium, Jakarta Pusat
* Dusit Mangga Dua, Jakarta Utara
* Harco Mas Mangga Dua, Jakarta Utara
* ITC Mangga Dua, Jakarta Utara
* Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara
* Mall Mangga Dua, Jakarta Utara
* Mall Sunter, Jakarta Utara
* Pluit Village/Megamal Pluit, Jakarta Utara
* Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta utara
* WTC Mangga Dua, Jakarta Utara
* Mangga Dua Square, Jakarta Utara
* Harco Manggua Dua , Jakarta Utara
* Mall Artha Gading, Jakarta Utara
* Sports Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara
* Kelapa Gading Trade Center, Jakarta Utara
* Mall of Indonesia, Jakarta Utara
* Emporium Pluit Mall,Jakarta Utara
* Kramat Jati Indah, Jakarta Timur
* Cibubur Junction, Jakarta Timur
* Pusat Grosir Celilitan, Jakarta Timur
* Tamini Square, Jakarta Timur
* Pulogadung Trade Center, Jakarta Timur
* Mal Cijantung, Jakarta Timur
* Lindeteves Trade Center (LTC-Glodok), Jakarta Barat
* ITC Permata Hijau, Jakarta Barat
* ITC Roxy Mas, Jakarta Barat
* Lokasari Plaza, Jakarta Barat
* Mall Ciputra (d/h Citraland Mall), Jakarta Barat
* Mall Daan Mogot, Jakarta Barat
* Mall Puri Indah, Jakarta Barat
* Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat
* Roxy Mas Square, Jakarta Barat
* Slipi Jaya Plaza, Jakarta Barat
* Kalibata Plaza, Jakarta Selatan
* Cilandak Town Square, Jakarta Selatan
* Mal Cilandak, Jakarta Selatan
* Blok M Plaza, Jakarta Selatan
* ITC Fatmawati, Jakarta Selatan
* ITC Kuningan, Jakarta Selatan
* Mal Ambassador, Jakarta Selatan
* Mall Blok M, Jakarta Selatan
* Mall Pondok Indah I & II, Jakarta Selatan
* Melawai Plaza, Jakarta Selatan
* Pasar Raya Dept. Store, Jakarta Selatan
* Pasar Bata Putih
* Pacific Place, Jakarta Selatan
* Plaza Semanggi, Jakarta Selatan
* Setiabudi One, Jakarta Selatan
* Senayan City, Jakarta Selatan
* Lifestyle X'nter, Jakarta Selatan

SPECIAL NOTE :

Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat hampir saja akan berdiri apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa (waktu) akan terasa cepat dan pasar pasar akan berdekatan (karena saking banyaknya)” (sahih Ibnu Hibban)

Lihatlah sekarang, pasar ada dimana mana, mall semakin banyak, supermarket di mana mana!!

http://allreq.blogspot.com/2009/09/jakarta-memiliki-jumlah-mall-terbanyak.html
http://prazzworld.blogspot.com/2009/10/kota-jakarta-memiliki-jumlah-mall.html
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=47294:jumlah-mal-di-jakarta-terbanyak-di-dunia&catid=17&Itemid=30

Mohon Maaf Jika ada salah-salah kata. :)

Masih harus mendalami Islam

Offline merah-putih

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.375
  • [ SILENT-INSIDE ]
    • Lihat Profil
    • Inside a Silence's Heart
« Jawab #1 pada: 03 November 2009, 12:05:31 »
gmn g banyak,..jakarta seluas itu
eh, dari satu mol ke mol lainnya mah g perlu naek kendaraan atawa jalan kaki
lompat atawa koprol aja udah nyampe

jakarta,..jakarta,.. ;D
.:: aJaRi aKu.. aJaRi ttg Ridho en KeSaBaRaN ::.

Offline Siti niighh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.825
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 03 November 2009, 12:18:07 »
Pasar bata putih, dmn yak???
blm pernah kesana...
hampir smuaaa dah smuaaa, cuman pengen tau, g kuat klo buat belanja  :jaim:
g kuat dana n kaki (puegel)

jakarta2....lahan hijau dijadikan mall...daya serap dah g ada nich, pantes hujan bntr lngsng banjir  :wataw:
Pr0m0si2: Jual Modem Sierra AT&T Compass 885, SopieMartin, Oriflame, Tupperware, Rumah di BojongGede, liat iklan di (tret iklan n loker) &

Prudential (Konvensional, Syariah & Pendidikan)....DEPOSITO SYARIAH juga ada...
http://myquran.org/forum/index.php/topic,63897.0.html

Offline putih-melati

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.169
  • Lokasi: Tangerang
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 03 November 2009, 13:45:59 »
ada yang belom kesebut tuh, plaza senayan..:D


Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #4 pada: 03 November 2009, 13:50:16 »
Belum diitung yang di Depok ya :D

Offline daffawwaz

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 989
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • sanifamily
« Jawab #5 pada: 03 November 2009, 14:14:38 »
@siti
di Kebayoran Lama ... aku sering ke sana.  Eta mah bukan mall, tapi pasar inpres
emaknya Daffa, Fawwaz, dan Inara

Offline syifa^_^

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 2.126
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 03 November 2009, 16:15:28 »
@siti
setdah...tukang jalan ye bo'..??

@mba putmel
iplaza senayan itu senayang city bukan?
belom pernah kesana juga :hihi:

@andaleh
belom yang di depok, tanggerang, bekasi...haiyah... :D

kebanyakan blm pernah syifa datengin :mandir: bukan anak mall :hihi:
ingin menurunkan kolesterol? mengobati kanker? membuang racun tubuh? atau melancarkan pencernaan....??

Offline putih-melati

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.169
  • Lokasi: Tangerang
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 03 November 2009, 16:19:20 »
@ syifa

plaza senayan beda sama senayan city.. letaknya sebrang2an...:)
kalo senayan city yang ada sctvnya..

Offline syifa^_^

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 2.126
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 03 November 2009, 16:28:02 »
^ kalo plaza senayang gak ada sctv nya :D :D :D


@bunda nya daffa
kalo masuk pasar inpres, pasar genjing juga masuk dunk :hihi: %peace%
ingin menurunkan kolesterol? mengobati kanker? membuang racun tubuh? atau melancarkan pencernaan....??

Offline triosakti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 9.816
  • myQ Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 03 November 2009, 16:38:53 »
@^
jiaaah.. ntar semua pasar masuk donk...
pasar minggu, pasar senen, pasar rebo (lho) :hihi:




Mall terbesar di Jakarta itu sebenere yang mana sih..?

*dari sebanyak itu baru beberapa yang pernah kesana :hihi:


paling sering sih Mall Ambasador ama ITC Kuningan, deket sih :hihi:

Offline sya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.988
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Wanita
  • www.maesaroh-sya.blogspot.com
    • Lihat Profil
    • torehan may
« Jawab #10 pada: 03 November 2009, 16:50:12 »
Tmpat krja juga ya,pak trio? :D

sebenernya yg bisa dibilang mall tuh apa?
*kalo toko buku sih tau :D

Offline syifa^_^

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 2.126
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 03 November 2009, 16:56:42 »
@^
jiaaah.. ntar semua pasar masuk donk...
pasar minggu, pasar senen, pasar rebo (lho) :hihi:

pasar rumput, pasar pramuka, pasaraya :hihi:

Kutip
Mall terbesar di Jakarta itu sebenere yang mana sih..?

*dari sebanyak itu baru beberapa yang pernah kesana :hihi:


paling sering sih Mall Ambasador ama ITC Kuningan, deket sih :hihi:

dulu, mall taman anggrek...mungkin sekarang Mall of indonesia?? atau senayan siti (bukan siti nigh yeh :hihi: ) :hmmm:

daku paling suka mall ambasador juga...keren sih, barang nya bagus2 cuman m-a-h-a-l :D

akhire paling sering, atrium, arion plaza coz paling deket rumah :D
ingin menurunkan kolesterol? mengobati kanker? membuang racun tubuh? atau melancarkan pencernaan....??

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 22 November 2009, 13:27:40 »
Keknya orng Indo memang tkenal tajir belanja. Sdh pny 130 mall pun blm puas jg, pd rame2 blanja deh ke Singapore & Malaysia.
Apa pd kebanyakan duid n jd bingung ngabisinnya y?
Weleh weleh...

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #13 pada: 22 November 2009, 13:47:56 »
seringnya ke Blok M Plaza ama Mal Ambasador sama ITC Kuningan ...

tapi itu juga kalo mau beli sesuatu ... kalo gak ada perlu mah males jalan2 ke mall ... mending ke monas ... ke taman menteng ama ragunan %peace%
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.432
  • Lokasi: Sidrap-Jakarta-Jogja-Batam-Bali (nomaden)
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #14 pada: 22 November 2009, 15:37:43 »
bukannya dengan banyaknya mall semakin terbuka lapangan kerja


*positif thinking mode on %peace%

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 22 November 2009, 18:59:32 »
Mayoritas yg dijual di mall adlh produk2 asing tmasuk franchise produk asing. Meski disatu sisi membuka lapangan kerja namun hal itu tdk sebanding dgn dampak mall yg mematikan produk lokal & usaha rakyat spt pasar tradisional. Produk lokal tdk berkembang. Yg untung yaa para pengusaha yg itu2 jg.
Sy siy bukannya ga stuju dgn keberadaan mall, tp memang seharusnya pemerintah konsisten dgn rencana tata ruang, dulu sempat direncanakan pengaturan jarak antar mall. Tp sptnya skrng ga ktahuan lg rimbanya...
Untung sy bukan anak mall (krn ga punya duid siy ;b)

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #16 pada: 23 November 2009, 01:29:48 »
daku udah jarang ke mall sih.... *ga ada yang nanya kan yah :hihi:
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 23 November 2009, 10:46:51 »
Kepada para pembaca yang pintar dan yang terhormat

Pemilik MALL atau pengelola MALL membayar pajak yang jauh lebih tinggi dari pada pemilik pasar tradisional. Pasar tradisional tidak hanya kotor dan bau; tetapi juga banyak pencuri; sehingga tidak nyaman untuk pembeli (consumen).

Pemeritah RI memiliki hutang yang besar. Pemerintah RI wajib menghilangkan semua pasar tradisional dan menggantikannya dengan MALL; supaya turis2 asing datang ke Indonesia dan mendatangkan devisa US Dollar; sehingga Pemerintah RI dapat membayar hutang.

Negara2 tetanga misalnya Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina juga mengurangi pasar2 tradisional mereka; karena negara2 tersebut sengaja memperbanyak jumlah MALL supaya menambah jumlah turis turis asing

MALL dapat mengurangi penganguran dan dapat meninggkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga mengurangi kemiskinan; sehingga Pemerintah RI wajib mempermudah pengusaha2 Indonesia dan pengusahan2 dari luar negeri untuk memperbanyak MALL di tanah air.

Vietnam dan Myianmar adalah dua negara yang jauh di belakang Indonesia. Ke dua negara tersebut sekarang lebih mengutamakan pembangunan MALL dari pada pasar2 tradisional yang kotor, bau dan tidak teratur; supaya para turis dapat menikmatik kedatangan mereka di ke dua negara tersebut.

Pemerintah RI wajib membangun MALL yang mewah untuk golongan atas (orang2 kaya); Pemerintah RI juga wajib membangun lebih banyak MALL yang indah, bersih, bagus dan tidak mahal untuk golongan menengah; sehingga dapat terjangkau oleh golongan bawah (fakir miskin) untuk menyewa tempat seperti di Malaysia, Singapura, Philipina, Vietnam dll.

Kesalahan Pemerintah RI hanya membangun MALL yang mewah untuk golongan atas (orang2 kaya); dan tidak ada MALL untuk golongan bawah (fakir miskin). Kesalahan Pemerintah RI yang lain adalah hanya mempebanyak MALL di Jakarta sementara ibu Kota 2X Propensi kekurangan MALL.

Pemerintah RI juga wajib memperbanyak jumlah MALL di Jakarta, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Jaya Pura dll untuk mengurangi penganguran dan kemiskinan di tanah air.

Selama 30 tahun terakhir ini, WNI golongan atas (orang2 kaya) pergi ke Singapura, Malaysia, Australia, Thailand dll untuk berbelanja di luar negri.

Pemerintah RI wajib memperbanyak jumlah MALL di tanah air supaya WNI golongan atas (orang2 kaya) tidak perlu ke Singapura, Malaysia dll; tetap mereka berbelanja di dalam negri sendiri; untuk memajukan pertumbuhan ekonomi sehingga penganggruan di Indonesia dapat berkurang.

Pertambahan penduduk yang sangat cepat di Indonesia; harus dimuali dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia supaya jumlah pengangguran tidak bertambah.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia harus dimulai dan dipercepat dengan pembangunan MALL yang lebih banyak, jalan2 diperlebar dan diperbanyak dan tempat2 parkir yang luas dan aman harus diperbanyak  di Indonesia; karena bangsa Indonesia kekurangan MALL.

Semua negara Arab di Timur Tengah berlomba-lomba memperbanyak MALL untuk memperindah negara negara Arab di Timur Tengah. Semua MALL di negara2 Arab jauh lebih besar dan jauh lebih mewah dari pada MALL 2X di Jakarta Indonesia.


PERTANYAAN

Kenapa kita harus mundur ke belakang dengan cara memperbanyak pasar2 tradisional?
« Edit Terakhir: 23 November 2009, 11:23:38 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline daffawwaz

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 989
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • sanifamily
« Jawab #18 pada: 23 November 2009, 11:31:31 »
Teuteup cinta Pasar Tradisional, tuh.

Ada keasyikan tersendiri belanja di Pasar Tradisional yang nggak bisa didapat di Mall.  Senyum tulus, persahabatan, menyaksikan kerja keras dan keuletan manusia.

Dan yang pasti ... membuat saya jauuh lebih bersyukur kepada Allah dibandingkan jika berada di dalam Mall.
emaknya Daffa, Fawwaz, dan Inara

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 23 November 2009, 12:49:01 »
Teuteup cinta Pasar Tradisional, tuh.

Ada keasyikan tersendiri belanja di Pasar Tradisional yang nggak bisa didapat di Mall.  Senyum tulus, persahabatan, menyaksikan kerja keras dan keuletan manusia.

Dan yang pasti ... membuat saya jauuh lebih bersyukur kepada Allah dibandingkan jika berada di dalam Mall.

ALLAH tidak akan mengubah nasib satu kaum kepada nasib yang lebih baik; sebelum kaum tersebut berusah untuk mengubah nasibnya sendiri.

PRO KEMAJUAN

PRO PERBAIKAN

PRO REFOMASI

PRO MODERNISASI


ANTI JAHILIYYAH

ANTI TRADISIONAL (anti pasar tradisional)
« Edit Terakhir: 23 November 2009, 12:52:26 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline aang

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.274
  • Lokasi: Palembang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • OmahKu
« Jawab #20 pada: 23 November 2009, 12:55:18 »
bagusnya tuh pasar tradisional yg modern

pasarnya adem pake ac, bersih, rapi, anti copet, tapi suasana tetap kayak pasar tradisional
silahkan datang ke omahku.... omahku.com

Offline triosakti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 9.816
  • myQ Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 23 November 2009, 14:40:22 »

ANTI TRADISIONAL (anti pasar tradisional)

emangnya kenapa dengan pasar tradisional..? :hmmm:

Offline merah-putih

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.375
  • [ SILENT-INSIDE ]
    • Lihat Profil
    • Inside a Silence's Heart
« Jawab #22 pada: 23 November 2009, 14:52:26 »
^
jalanan bechek,..banyak ojheck... ;D
.:: aJaRi aKu.. aJaRi ttg Ridho en KeSaBaRaN ::.

Offline daffawwaz

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 989
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • sanifamily
« Jawab #23 pada: 23 November 2009, 15:18:43 »
Sekarang kan banyak pasar tradisional yang sudah dirapiin.  Pasar Tebet, Blok A Tanah Abang, Pasar Mayestik, Pasar Bata Putih.

Masa sih cuma mau beli seiket bayem harus ke Mall?
emaknya Daffa, Fawwaz, dan Inara

Offline triosakti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 9.816
  • myQ Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 23 November 2009, 15:20:35 »
^
jalanan bechek,..banyak ojheck... ;D

kalo ini kan pikirannya yang tradisional... bukan pasarnya...

*ketok nek ra gaul... wes akeh pasar tradisional sing resik, kinclong, banyak ojek, bahkan taksi* :hihi:

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #25 pada: 23 November 2009, 15:21:44 »
^
jalanan bechek,..banyak ojheck... ;D

banyak chopheeet... :siul:
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #26 pada: 23 November 2009, 15:23:23 »
kalo ini kan pikirannya yang tradisional... bukan pasarnya...

*ketok nek ra gaul... wes akeh pasar tradisional sing resik, kinclong, banyak ojek, bahkan taksi* :hihi:

lha wong nda pernah ke pasar kok om trio, cuman baca berita doang... mana tau pasar tradisional kek mana ::)
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline triosakti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 9.816
  • myQ Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 23 November 2009, 15:34:58 »
lha wong nda pernah ke pasar kok om trio, cuman baca berita doang... mana tau pasar tradisional kek mana ::)

kan di tipi ada iklan yang inih

Sekarang kan banyak pasar tradisional yang sudah dirapiin.  Pasar Tebet, Blok A Tanah Abang, Pasar Mayestik, Pasar Bata Putih.

Masa sih cuma mau beli seiket bayem harus ke Mall?

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #28 pada: 23 November 2009, 15:47:44 »
apa indikasi kemajuan itu banyaknya mol,yah? di mol itu jual gengsi,degh. Tali rambut di abang-abang serebo perak, di mol bisa sepuluh rebo. Lha itu belanjanya juga cuman di asemka  pasar pagi lama ajah,kok.Sama kayak abang-abang yang jualan di pasar. Belanja baju grosir di cempaka mas lebih mahal daripada di tanah abang.
Kalo aku,sih liat-liat dulu yang mo dibeli. Kalo manpaat dan kualitas sama lebih baik di pasar tradisional. Kalau memang di pasar tradisional gak ada, baru degh ke supermarket yang memang rata-rata ada di mol. Ato malah prefer ke makro, ding. Jarang belanja ke mol. Palingan buat nyari makan ajah kalo lagi wisata kuliner

Offline sya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.988
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Wanita
  • www.maesaroh-sya.blogspot.com
    • Lihat Profil
    • torehan may
« Jawab #29 pada: 23 November 2009, 16:02:26 »
Sepakat bu ay

muhammad abdullah yg melecehkan orang dg panggilan 'yg terhormat'
*asli,gw jdi meledak lgi bca tlisn pak abdul

himbau dg contoh
bikin dulu gih mall min.5
baru bilang kyak gtu k orng2
tnya istri,ibu,khadimat,adik,mba,bibi anda. Dimana mreka beli sayurmayur? Orang waras dan brpikir panjang akn memilih pasar tradisional. Emangny klw keluarga ntm bli cabe di mall,antm mw nambahin jatah uang blanja bulanan?
Mod, diskip dunk tlisan 'yg trhormat' itu

Offline triosakti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 9.816
  • myQ Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 23 November 2009, 16:04:40 »
tenang..tenang...

sapa tau itu tulisan cuma bwat nge-flame ajah...

Offline aang

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.274
  • Lokasi: Palembang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • OmahKu
« Jawab #31 pada: 23 November 2009, 16:05:15 »
Kutip

Bantul, ‘Kabupaten Kerakyatan’

23/11/2009 10:09:31 DI Indonesia, mungkin hanya Bantul satu-satunya kabupaten yang menolak berdirinya mal. Bupati Bantul Idham Samawi terang-terangan menunjukkan sikap politiknya itu. Alasannya, mal merupakan wujud kerakusan ekonomi kapitalisme-liberal yang bertentangan dengan prinsip ekonomi kerakyatan. Kapitalisme selalu melihat masyarakat sebagai objek eksploitasi demi keuntungan dan kelipatan kapital, meskipun harus menendang warga negara non-kapitalis ke pinggiran. Sedangkan ekonomi kerakyatan mendudukkan kesejahteraan rakyat, terutama kelas menengah-ke bawah, menjadi subjek untuk disejahterakan. Dalam praksisnya, ekonomi kerakyatan, antara lain, mewujud dalam dinamika pasar tradisional yang kini dikembangkan di Bantul.

Di pasar tradisional ini, bukan hanya transaksi ekonomi yang terjadi. Namun juga proses kebudayaan masyarakat. Selain berbelanja dalam suasana guyup dan penuh tawar-menawar, pembeli dan penjual masih menemukan dirinya sebagai manusia. Pembeli tidak dihargai hanya karena uang, melainkan eksistensinya. Begitu juga dengan para penjual barang.

Institusi Kultural dan Pragmatisme

Dalam dunia Jawa tradisional, keramaian pasar tradisional dikenal karena gema orang-orang yang berinteraksi di dalamnya. Gema itu mencerminkan sosialitas yang hidup, berdenyut, guyup. Di situ, orang-orang melakukan silaturahmi, di proses tengah jualbeli. Orang-orang saling menanyakan keselamatan atau saling mengingatkan. Di pasar tradisional itu, praktik penguatan solidaritas berlangsung dalam nuansa yang indah.  Ini berarti, pasar tradisional bukan hanya menjadi institusi ekonomi, melainkan juga institusi kultural.

Pasar tradisional, sebagai institusi kultural, melembagakan nilai-nilai kehidupan kolektif yang bersumber dari berbagai kearifan lokal. Dengan curahan kearifan lokal itu, orang merasa menjadi bagian dari komunitas, di mana sikap dan sifat tenggang rasa tepo seliro), sikap hidup komunal (guyup-rukun) dan solidaritas tetap dijunjung tinggi. Jika Anda mencari suatu barang yang tidak dimiliki seorang penjual, maka sang penjual itu akan memberi referensi Anda untuk membeli barang, maka sang penjual itu akan memberi referensi Anda untuk membeli barang itu ke penjual lainnya. Begitu pula, ketika Anda harus menawar suatu barang karena dinilai terlalu mahal, maka sang penjual akan menunjukkan kebijaksanaannya untuk menurunkan harga itu, sepanjang ia tidak rugi. Kearifan Jawa menyebut hal ini: tuna satak bathi sanak atau rugi barang tapi diuntungkan karena mendapatkan saudara.

Kearifan lokal khas masyarakat Jawa itu kini semakin tergerus oleh modernitas yang digerakkan oleh pragmatisme dan materialisme. Bagi pragmatisme dan materialisme, Anda akan dianggap bodoh jika tidak mengambil laba sebesar-besarnya, meskipun harus mengorbankan pembeli.

Pragmatisme, menurut budayawan Prof Dr Kuntowijoyo, hanya menganggap sesuatu itu benar jika bernilai guna. Pragmatisme berasal dari bahasa Latin, yakni pragmaticus yang berarti praktis, aktif, sibuk. Dalam bahasa Yunani pragmatisme berasal dari kata pragma yang berarti bisnis. Filsafat pragmatisme tumbuh di Amerika’ ditumbukan William James (1842-1920) melalui buku Pragmatism. Pokok ajaran (kebenaran pragmatisme) ini adalah sebuah kepercayaan itu dinilai benar jika berguna. Ukuran dari kebenaran ialah apakah suatu kepercayaan dapat mengantarkan orang kepada tujuan. Pragmatisme menolak pandangan tentang kebenaran kaum rasionalis dan idealis, yang dianggap tidak berguna dalam kehidupan praktis (Kuntowijoyo: 2005).

Mal merupakan pelembagaan kapitalisme dan pragmatisme. Mal memberikan Anda kenyamanan fisik (ruang ber AC, bersih, harum, pelayanan yang cepat) namun menghilangkan kenyamanan batiniah, karena Anda dihargai hanya karena Anda punya duit. Mal tidak memerlukan integritas kepribadian Anda. Tidak butuh hal-hal yang bersifat moral, spiritual atau kedalaman nilai-nilai yang Anda yakini. Ia hanya butuh duit. Butuh untung besar. Ia adalah anak kandung kapitalisme yang rakus dan bengis. Karena ia hanya bisa hidup jika menghisap ‘darah’ Anda.

Tampaknya, Idham Samawi  sangat menyadari hal itu. Maka, ia lebih memilih mempertahankan pasar-pasar tradisional, di mana praksis kultural yang menghargai kemanusiaan masih berlangsung. Maka, dibangunlah pasar tradisional Niten, Imogiri, Piyungan dan lainnya yang memberikan kenyamanan berbelanja. Dengan cara ini, para pembeli pun tertarik. Dan pendapatan para penjual yang umumnya datang dari kelas menengah-ke bawah pun, meningkat.

Populis

Strategis Idham Samawi dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan sangat mungkin berangkat dari cara berpikir yang populis dan komunal. Yakni, logika yang lebih mementingkan tumbuhnya kesejahteraan kolektif/komunal daripada kesejahteraan yang elitis (hanya memanjakan para kapitalis besar). Pasar tradisional terbuka bagi siapa saja, tanpa diskrimasi modal atau kelas sosial. Diharapkan, pasar tradisional selain menjadi lembaga ekonomi kerakyatan, juga menjadi workshop besar kebudayaan dan sosial, di mana orang mampu merajut nilai-nilai solidaritas lintas kelas, agama, kultur, politik dan ekonomi.
Tentu upaya itu tidak mudah. Dukungan masyarakat sangat diharapkan, terutama terkait dengan menghidupkan nilai-nilai lokal yang guyup, populis dan solider. Jika perawatan nilai-nilai lokal itu lepas, sangat mungkin pragmatisme dan materialisme akan masuk dan merasuk, sehingga pasar tradisional pun akan menjelma menjadi institusi ekonomi semata.

Pemberdayaan ekonomi kerakyatan bagi Bantul merupakan entry point penting untuk mewujudkan Bantul sebagai ‘Kabupaten Kerakyatan’, di mana rakyat (masyarakat) memiliki kedaulatan baik secara ekonomi, sosial, budaya dan politik. Sudah lama rakyat negeri ini tidak memiliki kedaulatan. Karena yang ada adalah kedaulatan pasar bebas, di mana peran negara lebih berperan sebagai ‘panitia’ daripada protektor rakyat. Jika Bantul memulai langkah besar ini, maka ia akan menjadi inspirasi bagi kota dan kabupaten lainnya di Indonesia untuk mengembalikan kedaulatan rakyat. q-c (1414-2009)

*)Indra Tranggono, Pemberhati Kebudayaan

sumber: http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=206314&actmenu=39
silahkan datang ke omahku.... omahku.com

Offline sya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.988
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Wanita
  • www.maesaroh-sya.blogspot.com
    • Lihat Profil
    • torehan may
« Jawab #32 pada: 23 November 2009, 16:10:55 »
Pak trio,nge flame tuh apa? ??? Jelasin dunk
*paling ga demen kalo ada yg ngeremehin orang (dalam hal tulisan)

Offline triosakti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 9.816
  • myQ Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 23 November 2009, 16:20:37 »
@^
halah.. flame = api = panas

nge-flame === manas2in doank...

aliyas ngompor :siul:


* triosakti sering lihat postingan orang2 di forum2 tetangga yang isinya flaming doank

Offline tary_a2nhasanah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 7.514
  • Lokasi: Bukit Datuk
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 23 November 2009, 16:32:07 »
Saya sering ke pasar tebet (hampir tiap hari malah) kalau jam istirahat. Pasar yang jauh dari kesan kumuh, dan bising, pasarnya bersih banget deh  :topOK:. Yang belanja aja pada pakai mobil dan kebanyakan orang-orang kantor (bajunya rapi-rapi, gak ada yang pakai daster  :jaim:), mungkin karena lokasinya yang berdekatan dengan perkantoran kali ya %peace%.

Harga-harga barangnya juga murah meriah, suasananya nyaman banget.
Apalagi kalau mau beli kosmetik, bisa nawar dan harganya jauh lebih murah daripada di mall  %peace%

saya gak anti pasar tradisional, gak anti mall juga sih, tergantung kebutuhannya :jaim:

Never Ending Improvement !!

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 24 November 2009, 11:31:20 »
Daripada menyingkirkan pasar tradisional, lbh setuju mereformasi pasar tradisional spy lbh bersih & nyaman.
Setau sy para turis berbondong2 ke Bali bukan krn mallnya Pak Abdul, tp krn justru krn Bali mempertahankan ciri2 tradisionalnya.
Turis justru mencari yg unik, klo yg modern & canggih sdh banyak di negaranya.
Skarang Indonesia sdh kehilangan identitas diri, apa2 hasil nyontoh dr luar negeri

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.464
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 24 November 2009, 11:49:59 »
Haji Muhammad Abdullah mah lain kelasnya, coy...

Gak usah dipikirin. Dia hanya salah satu orang yg suka nyumbang kesejahteraan buat para konglomerat tanpa mikirin gimana nasib pedangang kecil yg mungkin saja itu salah satu tetangga kita.

;)
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #37 pada: 24 November 2009, 12:09:35 »
Haji Muhammad Abdullah mah lain kelasnya, coy...

Gak usah dipikirin. Dia hanya salah satu orang yg suka nyumbang kesejahteraan buat para konglomerat tanpa mikirin gimana nasib pedangang kecil yg mungkin saja itu salah satu tetangga kita.

;)

yoi coy.....
 

Offline syifa^_^

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 2.126
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 24 November 2009, 12:36:30 »
ekonomi konvensional mengatakan : semakin konsumtif masyarakat suatu negri maka semakin majulah perekonomian negri tersebut

itulah mengapa pengangguran di amerika pun diberi tunjangan....karna bila tidak ada tunjangan, masyarakat tidak dapat membeli barang2 industri...bila tidak ada pembeli...industri terancam tutup....maka..perekonomian akan bangkrut...

sedangkan pendapatan pemerintah dari mana?? ya dari pajak perusahaan salah satu nya..... ::)
dan pajak nya itulah yang juga digunakan untuk tunjangan para pengangguran ::)

ingin menurunkan kolesterol? mengobati kanker? membuang racun tubuh? atau melancarkan pencernaan....??

Offline sya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.988
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Wanita
  • www.maesaroh-sya.blogspot.com
    • Lihat Profil
    • torehan may
« Jawab #39 pada: 24 November 2009, 14:44:54 »
@pak trioyudi
ooo

@mba syifa
ooo

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 666
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 24 November 2009, 16:48:15 »
@sya
ooo juga
@syifa
Jadi kita ikut sistem ekonomi yg mana mba?

Offline syifa^_^

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 2.126
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 24 November 2009, 20:55:02 »
^ maru sen

indonesia mengikuti kiblat amerika yakni ekonomi konvensional....

bagaimana pun, baiknya kita umat muslim tetep berkiblat pada ekonomi syariah yang telah dituntun oleh Allah dalam alQuran dan hadist nabi Muhammad

banyak cacat dalam ekonomi konvensional,,,karna asal muasalnya adalah ekonomi ribawi...budaya kaum yahudi...

diantara nya : hutang piutang, monopoli pasar, iklim persaingan usaha yang menganut sistem invisible hand, uang beredang, asuransi, dsb....

segala sistem itulah yang merusak mental dan spiritual umat muslim.,,,budaya boros, kredit n matrealisme terutama....

afwan bila kurang jelas, ntr OOT, mudah2an lain waktu ada bahasan mengenai hal ini pada waktu yang lebih pas ;)
ingin menurunkan kolesterol? mengobati kanker? membuang racun tubuh? atau melancarkan pencernaan....??