ya sok dilanjutkan.. hancanya sampe penjelasan ttg khamr kan?
sok akhi k3nj1 beri bukti bahwa para sahabat tidak mengharamkan khamr itu adalah dalam konteks berhati2. Lagipula saat itu masih ada Rasulullah saw sebagai penentu status hukum atas bimbingan wahyu.
Bukannya jumhur ulama berpendapat bahwa khamr itu berstatus halal sampe muncul dalil yg ketiga yg secara jelas mengharamkan (al-maaidah:90)? Sedangkan sebelum itu statusnya masqut 'anhu tapi tetap halal. Larangan dalam surah yg antum bawa hanya dalam konteks shalat, tidak bisa dibawa ke konteks yg lain-lain...
Sy bingung dr dulu antum membawa2 perkra ini untuk tujuan kehati-hatian dalam beragama.. tapi argumen nya kok tidak dibawa dengan semangat kehati2an yg sama?