Implink, Kalimat kamu aneh sekali. Aku rasa Pak Wahyu akan memberimu nilai 5. 
Dengan berat hati saya membenarkan pernyataan Bu Ayyash ini.

Mari kita lihat tulisannya satu per satu.
Ketika pertama kali saya membaca pembahasan di sini, membaca tulisan dari teman-teman diatas membuat saya ingin tertawa. Bahkan saya tidak sanggup menahan tawa saya yang akhirnya meledak

Koreksi dari saya:
1. Kata "membaca" terkesan mubadzir karena ditulis sampai tiga kali. Saya kira penggunaan kata tersebut satu kali saja sudah cukup.
2. Penggunaan "Ketika pertama kali" juga terkesan mubadzir. Mbak IMplink bisa memilih kata "ketika" atau "Pertama kali" untuk diletakkan di awal kalimat.
3. Penulisan kata "diatas" seharusnya dipisah menjadi "di atas."
4. Saya tidak menemukan tanda titik di akhir kalimat Mbak IMplink.
saya tidak peduli, sesungguhnya saya menerima nilai berapapun yang pak wahyu berikan 
Koreksi dari saya:
1. Huruf kapital tidak saya temukan di awal kalimat.
2. Penulisan "nilai berapapun" saya kira terbalik, lebih pas kalau ditulis "berapapun nilai."
3. Penulisan "pak wahyu" seharusnya "Pak Wahyu."
4. Saya juga tidak menemukan tanda titik di akhir kalimat ini.
Sesungguhnya saya merasa bahwa thread ini lucunya melebihi HOKER.
Apakah kalian tahu wahai teman-temanku, apa yang menyebabkan Sya menulis sampai overdosis seperti diatas
Senang rasanya melihat Mbak IMplink terhibur dengan adanya topik ini. Karena itu, saya harapkan partisipasi dari Mbak IMplink dan rekan-rekan lainnya untuk tetap meramaikan topik ini sampai akhir hayatnya.

Koreksi dari saya untuk kalimat ini tidak jauh berbeda dengan koreksi sebelumnya, yaitu penggunaan tanda tanya di akhir kalimat sebagai pengganti tanda titik.
Posting Digabung: 29 Oktober 2009, 23:25:27
Yth. Bapak Anis WN
Saya ingin meralat kalimat bapak sebagai berikut:
"... sebaiknya dipanggilkan segera diselenggarakan upacara penguburannya."
menjadi:
"... sebaiknya disegerakan penyelenggaraan upacara penguburannya."
Alangkah lebih baik bila disederhanakan penggunaan kata-katanya menurut saya.
*****
Yth. Bapak Wahyu
Apakah cara pengutipan sebagian kalimat yg saya lakukan tersebut benar, Pak?
Saya sudah lupa.
Terima kasih untuk penjelasannya.
Betul apa yang disarankan Mbak Ertania.

Sering saya temukan tulisan 'tak' dalam thread ini. Setahu saya dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia penggunaan kata 'tak' tidak sesuai EYD. Kata negasi yang sesuai EYD adalah 'tidak'.
Namun, saya rasa perlu diluruskan arti judul thread ini. Baik berarti komunikatif. Benar berarti sesuai EYD. Saya harap kedua hal tersebut tidak bertentangan seperti pra-anggapan masyarakat kota besar selama ini.
Terima kasih atas tambahan informasinya.
Betul sekali, "Baik berarti komunikatif. Benar berarti sesuai EYD." Kalimat yang baik belum tentu sesuai EYD, karena itu perlu dibiasakan penggunaan bahasa yang "baik dan benar" sesuai judul topik ini.

Posting Digabung: 29 Oktober 2009, 23:39:52
p.s.
keempat, saya mengusulkan kalau bisa Tuan Wahyu atau yang lain memulai pelajaran berbahasa Indonesia sesuai EYD dengan memberikan beberapa teori atau salah kaprah mengenai EYD
kelima, barang siapa dengan atau tanpa sengaja berminat untuk belajar bahasa Indonesia, dapat melihat salah satu referensi berikut: http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempurnakan
Saya lebih suka dengan metoda
learning by doing, kita sama-sama belajar karena profesi saya bukan sebagai guru bahasa Indonesia. Akan tetapi, saya akan sangat berterima kasih kalau "pengguna tak teridentifikasi" mau menuliskan hal-hal tersebut, atau bisa juga rekan-rekan membaca
link yang dicantumkan di atas.

wah baru nyadar kl ini ada di forum Obras
salah tulis dech
gimana mo ngobrol lepas kl pake EYD 
Wah, rupanya anda baru sadar.

Di forum Obras ini sudah banyak gaya bahasa yang ditampilkan, dari gaya tulisan terbalik, gaya
SMS,
ngapak,
alay dan beberapa gaya bahasa lainnya. Karena itu, saya ingin berpartisipasi juga dengan gaya bahasa yang saya gemari yaitu gaya bahasa sesuai EYD.
Tetaplah anggap topik ini sebagai topik yang santai dan bebas, tanpa terbebani dengan gaya bahasa EYD.

Posting Digabung: 29 Oktober 2009, 23:57:33
^
lucu baca postingannya ibu Ayash yang serba baku 
malam ini saya terganggu karena baru saja mendapat sms dari atasan saya yang menanyakan masalah pekerjaan di kantor 
Itu juga yang saya rasakan sepanjang saya meninjau tulisan-tulisan di topik ini. Sangat terhibur dengan gaya bahasa yang baku dan terdengar aneh karena tidak "akrab" di telinga kita.
Koreksi saya untuk kalimat pertama Mbak Janur:
1. Huruf kapital tidak saya temukan di awal kalimat.
2. Penulisan "baca" seharusnya "membaca"
3. Penulisan "ibu Ayash" seharusnya "Ibu Ayash"
4. Penulisan "postingannya ibu Ayash" seharusnya "postingan Ibu Ayash" tanpa akhiran
-nya karena sudah diwakili oleh "Ibu Ayash"
5. Tanda titik tidak saya temukan di akhir kalimat.
Koreksi saya untuk kalimat kedua Mbak Janur:
1. Huruf kapital tidak saya temukan di awal kalimat.
2. Penulisan kata "sms" seharusnya huruf besar dan bergaris miring, karena merupakan kata singkatan dari bahasa asing.
3. Tanda titik tidak saya temukan di akhir kalimat.
wah, saya baru saja tahu ada topik ini..
topik yang sangat menarik..terkadang, saya ingin menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, akan tetapi jikalau digunakan di tempat umum, saya rasa sedikit aneh..
hampir saya lupa, saya ingin menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar agar materi pelajaran bahasa indonesia yang saya pelajari saat persiapan SPMB tidak sia-sia..
Selamat bergabung di topik ini, semoga banyak manfaat yang bisa diambil.

Koreksi saya:
1. Huruf kapital tidak ada di awal kalimat.
2. Penulisan "bahasa indonesia" seharusnya "bahasa Indonesia"
3. Penggunaan "akan tetapi jikalau" kurang tepat. Lebih cocok kalau penulisannya "tetapi kalau" atau "tetapi jika"
4. Penulisan tanda titik di akhir kalimat cukup satu titik.
Koreksi untuk rekan-rekan lain sudah dibantu oleh rekan-rekan lainnya juga. Saya ucapkan terima kasih atas bantuan rekan-rekan.
