Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: [Tempat berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD]  (Dibaca 9577 kali)


Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 29 Oktober 2009, 14:15:48 »
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).

Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul "Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan".

Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah".

Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:

'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
'oe' menjadi 'u' : oemoem -> umum
'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Untuk penjelasan lanjutan tentang penulisan tanda baca, dapat dilihat pada Penulisan tanda baca sesuai EYD

Terinspirasi dari salah satu butir Sumpah Pemuda yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, di forum ini saya belum menemukan ruang khusus untuk sapa-menyapa menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sesuai EYD. Menurut pengamatan saya, belum maraknya penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD ini karena penggunaannya terlalu kaku dan formal sehingga mengurangi kenyamanan dalam berdiskusi (seperti saya yang menulis tanda titik sebanyak tiga kali di hampir semua tulisan saya di forum ini, karena saya lebih merasa nyaman dan santai menggunakan tiga titik daripada ketentuan baku EYD yang mengharuskan penggunaan satu titik di akhir kalimat)

Karena itu, melalui topik ini saya ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk kembali mengingat pelajaran bahasa Indonesia yang pernah kita dapatkan di bangku sekolah dan kuliah dulu. Mungkin ada yang berpendapat: "Topik ini kok tidak ditaruh di forum Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan? (seharusnya penulisan yang benar adalah Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan) Bukankah terkait juga dengan Pendidikan?" Saya akan jawab: "Karena satu dan lain hal saya sekarang jarang mengunjungi forum Obras, karena itu saya ingin berpartisipasi juga di forum Obras dengan 'topik asuhan' saya ini. Selain itu, di sini saya lebih merasa santai dan nyaman untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai EYD dengan rekan-rekan yang lain."

Mohon koreksi dari rekan-rekan sekalian apabila ada kesalahan dalam penulisan topik awal ini. Saya harapkan partisipasi rekan-rekan sekalian di topik ini, silakan tulis hal apapun yang ada di pikiran rekan-rekan sekalian, tentu saja tetap diusahakan sesuai dengan judul topik yaitu sesuai dengan EYD. Dibolehkan juga untuk menulis bebas tanpa kaidah EYD, insya Allah saya dan rekan-rekan lain yang tahu akan membantu untuk mengubahnya sehingga sesuai dengan kaidah EYD.

Silakan dimulai. O0







[oot]*capek juga nulis pakai EYD... :wataw:[/oot]


Offline Dhee_Muttaqin

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 3.969
  • Lokasi: Makassar - Kulon Progo Binangun
  • Warning!! Sedang dalam perbaikan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 29 Oktober 2009, 14:23:59 »
Selamat siang, Pak. Senang sekali ada tret seperti ini sebagai sarana untuk menghargai dan menjunjung tinggi bahasa pemersatu kita. Saya kira ini adalah tret yang bermanfaat.

*brasa aneh n kaku :toe:
"tak ada kata terlambat untuk membersihkan diri"

"memiliki dan kehilangan telah tertulis dalam catatanNya. Jangan takut mendung datang dan hujan menyapunya. Karena sesudahnya mentari kan bersinar, indah pelangi kan menghiasi"

"karena kebahagiaan adalah apa yang kita tuangkan dalam hati"

Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 29 Oktober 2009, 14:25:55 »
Selamat bergabung mas Dhee. O0

Bahasa Indonesia sepengetahuan saya tidak mengenal kata "tret", mungkin kata yang cocok untuk menggantikannya adalah kata "topik" ;)

Offline naragnu

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 3.060
  • Lokasi: Panic Room
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 29 Oktober 2009, 14:26:48 »
kalau memang seperti itu tujuannya, alangkah baiknya diantara kita ada yang menjadi pemeriksa setiap tulisan yang ada di threds ini. Tetapi, saya sangat senang dengan adanya threds seperti ini, mari kita gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Gravitation is not responsible for people falling in love... :D

Offline Ksatria_Pelangi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 2.318
  • Lokasi: Depok City
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 29 Oktober 2009, 14:30:12 »
Kutip
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Banyak masayarakat yang salah dengan bunyi sumpah pemuda di atas dengan mengucapkan "berbahasa satu bahasa indonesia "

"You'll Never Walk Alone"

Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 29 Oktober 2009, 14:32:09 »
Sependapat dengan mas naragnu, insya Allah saya akan membantu untuk memeriksa setiap tulisan di topik ini, dan tentu saja dibantu juga oleh teman-teman lainnya.

Koreksi dari saya kepada mas naragnu:

1. Penulisan kata "kalau" di awal kalimat seharusnya memakai huruf besar.
2. Penulisan "bahasa indonesia" seharusnya "bahasa Indonesia"


Offline Dhee_Muttaqin

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 3.969
  • Lokasi: Makassar - Kulon Progo Binangun
  • Warning!! Sedang dalam perbaikan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 29 Oktober 2009, 14:53:12 »
Maaf, hanya sekedar mengingat pelajaran di sekolah dahulu. Penggunaan kata "tetapi" tidak diletakkan pada awal kalimat, tetapi sebagai kata penghubung yang menunjukkan suatu hubungan pertentangan. Sedangkan untuk menunjukkan pertentangan antar kalimat dengan kalimat baru, frase yang digunakan adalah "akan tetapi". Pada penggunaan kata sapaan semisal "mas", apabila diikuti nama orang di belakangnya huruf awal ditulis dengan huruf kapital. Demikian pula dengan kata benda yang diikuti nama semisal kata "bahasa". Jika di belakangnya diikuti nama, huruf awal adalah huruf besar. Maaf bila salah.
"tak ada kata terlambat untuk membersihkan diri"

"memiliki dan kehilangan telah tertulis dalam catatanNya. Jangan takut mendung datang dan hujan menyapunya. Karena sesudahnya mentari kan bersinar, indah pelangi kan menghiasi"

"karena kebahagiaan adalah apa yang kita tuangkan dalam hati"

Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 29 Oktober 2009, 15:24:54 »
Terima kasih atas koreksi mas Dhee. O0

Hanya satu yang perlu saya koreksi lagi, penulisan "bahasa Indonesia" saya pikir sudah tepat karena huruf kapital tidak dipakai untuk kata 'bangsa', 'suku', dan 'bahasa' yang mengawali sebuah nama. Berbeda dengan kata yang mengawali nama geografi misalnya Selat Sunda, Laut Jawa, dan Kota Bogor.

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #8 pada: 29 Oktober 2009, 15:52:35 »
Selamat sore semuanya, nama saya Budi. Saya tinggal di rumah, bukan di hutan. Hobi saya bermain sepakbola. Setiap hari saya selalu bermain sepakbola karena saya ingin menjadi pemain sepakbola yang profesional. Saya ingin sehebat Ronaldinho. Suatu saat nanti saya akan bermain sepakbola di stadiun Ol Trafford, Manchester. Di mana  letak Manchester itu? Letak Manchester jelas bukan di samping rumah saya. Manchester ada di negara Inggris. Jika kamu hendak ke Inggris maka kamu harus naik pesawat terbang. Apakah kamu punya uang?



Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 29 Oktober 2009, 15:56:00 »
Sempurna!

Tidak ada koreksi dari saya. :topOK:

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #10 pada: 29 Oktober 2009, 15:57:52 »
Jadi nilanya 100, ya, Pak Wahyu?
Wah, mengejutkan sekali! Baru kali ini nilai mengarang saya 100.







:hihi:


Kawan-kawan, hari ini ada pemadaman listrik di kawasan rumahku. Aku bingung sekali karena aku tidak bisa melakukan apa-apa kecuali bermain internet. Beruntung baterai notebook milikku masih penuh jadi aku masih bisa menulis di sini. Kenapa,ya, akhir-akhir ini selalu ada pemadaman listrik? Pemadaman tak cukup satu atau dua jam padahal aku harus mempersiapkan pesanan kue ulang tahun untuk besok sebanyak dua buah. Aku bingung sekali, kawan. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus bertanya kepada rumput yang bergoyang? Di mana aku bisa menemukan rumput bergoyang? Ah, sudahlah. Lebih baik aku bersabar dan segera menjemput Danu dari tempatnya les. Selamat sore, kawan.








:P
« Edit Terakhir: 29 Oktober 2009, 16:07:07 oleh ayyashiyahya »

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.464
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 29 Oktober 2009, 16:08:37 »
Bolehkah aku bertanya barang sedikit, kawan? ;)

Darimanakah engkau memperoleh gagasan untuk memulai topik semacam ini? Apakah itu karena engkau ingin memperingati hari Sumpah Pemuda atau engkau sedang merasa menjadi pemuda yang sebetulnya tidak terlalu muda lagi? Coba jelaskan padaku, kawan!

%peace%
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 29 Oktober 2009, 16:10:16 »
Sebentar ya pak, bu. Saya mau tertawa dulu.


:hihi:

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #13 pada: 29 Oktober 2009, 16:47:52 »
Kenapa Anda tertawa,Pak Wahyu? Apakah ada hal yang menurut Pak Wahyu lucu?

Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.190
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 29 Oktober 2009, 16:54:15 »
Begitulah Bu Ayyash, ternyata penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD tidak selamanya memberi kesan serius dan formal. :hihi:



Berikut ini koreksi dari saya atas tulisan yang dibuat Bu Ayyash dan Pak Anis:

Koreksi untuk Bu Ayyash:

1. Saya masih ragu mengenai baku tidaknya penulisan kata tanya "Kenapa,ya," Mungkin ada yang mempunyai referensi yang cocok? :hmmm:

2. Penulisan kata "dari tempatnya les" menurut saya lebih tepat kalau "dari tempat lesnya"

Koreksi untuk Pak Anis:

1. Penulisan "barang sedikit" menurut saya lebih tepat kalau kata "barang" dihilangkan.

2. Penulisan kata tanya "darimanakah" menurut saya lebih tepat "dari manakah"

Adakah komentar dari rekan-rekan yang lain?