Oya, saya juga tersenyum ada yang heran dengan pejabat negara rapat dini hari hingga subuh. Nothing special ah. Udah biasa itu mah ...
Kalo bagi saya itu spesial Bie...
itu artinya mereka serius menjalankan tugasnya, sampe2 waktu istirahatnya digunakan untuk kepentingan tugas...
tapi karna udah terlanjur negatif thinking jadi ya, menduga-duga yang berlebihan...hehehe...
anyway saya punya sedikit pendapat ttg uang 6.7 T,
uang 6.7 T yang dikucurkan oleh LPS konon katanya berasal dari uang sisa anggaran APBN tahun lalu yg kemudian dialokasikan untuk modal (atau operasional, lupa saya...) LPS sebesar 4 T, kemudian 2.7 T sisanya didapet dari multiplikasi iuran wajib Bank2 peserta LPS.
Uang 6.7 itu digunakan untuk menjamin uang simpanan Nasabah Bank Century yang jumlahnya 65.000 nasabah plus digunakan pula untuk menyuntik modal Bank Century agar Rasio Kecukupan Modal (CAR) nya terpenuhi.
Dana yg bisa di jamin LPS maks. 2 miliar per nasabah. Nah skrg seandainya nasabah yg memiliki simpanan >2 M ada 1000 orang (contoh kasar), berarti sudah 2 M x 1000 = 2 T, belum sisa nasabah yg lainnya kan...?
kemudian juga digunakan untuk menyuntik modal, saya kira untuk ini jumlah yang diperlukan jg nggak akan sedikit mengingat Bank Century yg beraset 14 T waktu itu tinggal 6-7 T-an, dg uang kas 40 juta-an dan CAR nya negatif...belum lagi dipengaruhi oleh pemburukan nilai aset (seiring proses berjalan) disaat2 harga saham anjlok. Sebenarnya uang 6.7 T ya mungkin2 saja....
Uang dari LPS nggak sampai ke nasabah ?
Kalau yang saya dengar dan lihat sewaktu org LPS di wawancara di tipi,
sebenernya bukan tidak sampai, hanya saja waktu itu memang belum boleh diambil, karena proses bail-out masih dalam pengawasan.
Sepertinya LPS melakukan tugasnya (menjamin simpanan nasabah). Apalagi sekarang Bank Century tetap ada walopun berubah nama menjadi Bank Mutiara, saya kira akan semakin mudah jalur2 untuk nasabah mempertanyakan dan menelusuri dana2 simpanannya.
Walaupun begitu, saya juga setuju kalau dalam proses ini tidak menutup kemungkinan terjadi penyelewengan, atau (diistilahkan) penumpang2 gelap... 