Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: [TANYA] Hadits "Perselisihan Ummatku Adalah Rahmat"  (Dibaca 2579 kali)


Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #75 pada: 31 Januari 2012, 20:11:38 »
Bang, hadis yang tidak diketahui sanadnya tuh maksutnya begimana si?mata rantai ruwwatnya majhul semua ato memang luput dari penelitian para pakar hadis? bisa diamalkan ga?

penasaran mode : ON
Maksudnya, hadits tsb tidak diketahui mata rantai orang-orang yang meriwayatkan hadits tsb dari Rasulullah saw atau shahabat2 beliau atau tabi'in. Gak jelas hadits tsb dapet dari mana, tapi masyhur (terkenal) dikalangan umat.

sanad itu ibarat nasab, jika nasab menunjukkan silsilah anda dari siapa, begitu pula sanad dalam hadits dimana ia menunjukkan silsilah dari siapa hadits tsb.

CMIIW
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline Lely Nur Hidayah Syafitri

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #76 pada: 04 Februari 2012, 12:21:51 »
 :dada: :bercanda: :topOK:

Masalah-masalah FURU' dan MUTAGHAYYIRAT adalah SESUATU
YANG TIDAK MUNGKIN DISEPAKATI OLEH PARA ULAMA
SEPANJANG ZAMAN, SEHINGGA TERJADILAH IKHTILAF
(PERBEDAAN PENDAPAT).

 Perbedaan pendapat ini (selama
masih disandarkan pada dalil yang shahih) sepanjang
terjadi pada masalah ijtihadiyyah, furu’iyyah, dan
mutaghayyirat maka merupakan suatu rahmat ALLAH SWT
yang tidak dapat dihapuskan. Sehingga disinilah
DIPERLUKAN SIKAP LAPANG DADA (RAHBATUSH SHADR),
TOLERANSI (TASAMUH) SERTA TIDAK DIIRINGI FANATISME
(TA'ASHSHUB), SERTA BERUPAYA UNTUK MEMAHAMI PENDAPAT
ORANG LAIN YANG BERBEDA DENGAN KITA.

Al-Ikhtilaf tentang suatu masalah sudah ada semenjak
masa Nabi SAW, dan BELIAU SAW PUN TIDAK MENYALAHKAN
KEPADA SALAH SATU PIHAK, BAHKAN MEMBERIKAN KEBEBASAN
BAGI MEREKA UNTUK BERIKHTILAF SESUAI DENGAN PENDAPAT
DAN PEMIKIRANNYA MASING-MASING SEPANJANG MASIH BERADA
DALAM KORIDOR SYAR'IYYAH. Dalam masalah ikhtilaf ini
terkadang harus diambil keputusan dimana semua
kelompok harus menerima, dan masalah-masalah seperti
ini biasanya adalah masalah teknis yang tidak
disebutkan dalam nash al-Qur’an dan as-Sunnah.

Akan tetapi apabila perbedaan tsb sudah memasuki wilayah aqidah maka tidak bisa dikatakan sbg rahmat lagi,,dengan banyaknya berbagai macam aliran yang mengatasnamakan kelompok islam yang justru mengakibatkan perpecahan..,,ini tidak bisa dikatakan sbg rahmat lagi bahkan justru malah akan menjadi LAKNAT...!!!

Offline bedehbeih

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2012
  • Tulisan: 7
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #77 pada: 24 Februari 2012, 06:38:51 »
yang menjelaskan hadits itu palsu siapa?dan dalilnya apa,dikitab apa?
coba ada yang share kitabnya.
zaman sekarang orang pada gambang bilang ini hadits dla'iflah,mardudlah dan sebagainya,sesungguhnya itu dikarenakan termakan masukan faham inkarul hadits dan syi'ah.
dan perlu di ingat!pemahaman hadits diatas bukan ikhtilaf antara baik dan buruk,tapi ikhtilaf dalam sama2 kebaikan namun jalannya tidak sama.
satu contoh:
ada ulama' lebih banyak mengajar para santrinya ketimbang bertabligh kemasyarakat luas.
dan yang lain ada yang lebih aktif bertabligh kemasyarakat luas.
ada sebagian terjunnya kemasyarakat bukan tabligh bil qaul melainkan bil hal.
ada juga yang bil karomah.
nah itu adalah rahmat,seandainya sama semua,niscaya tidak akan begitu efektif.
قس هذا قولى

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 627
    • Lihat Profil
« Jawab #78 pada: 25 Februari 2012, 09:13:22 »
Nah, jadi tidak ada sanadnya, maka tidak ada asalnya hadits tsb bersumber dari Rasulullah saw. <<< ini bisa dikatakan sebagai hadits maudhu', karena hadits maudhu' adalah  :Jika ada seseorang mengatakan bahwa hadits tsb adalah dari Rasulullah saw, padahal tidak ada sanad yang menyambungkannya kepada beliau ALIAS TIDAK ADA ASAL/SUMBER-NYA, maka itu sudah cukup dikatakan sebagai hadits maudhu' (palsu).

 :)
ya,,,so

Kutip dari: ibnu sabiil
Jadi anda sudah paham kan, kenapa ada yang mengatakan maudhu' atas hadits tsb, dan ada juga sekedar mengatakan tidak ada asalnya.

 :)
afwan ya,,tidak perlu anda beritahu ke saya pun, setiap sesiapa yang pernah bersentuhan dengan ilmu Hadit pasti tau hal ini,,,
namun dalam Ilmu Hadit dan mendalaminya perlu kearifan, perlu kebijaksanaan dan perlu kehati-hatian,,tidak mudah mentad'if atau mentashih hadit hanya bermodal pengertian baku,,,karena bisa dipastikan bahwa hadit yang anda bawa itu bukan muncul baru sekarang,,sudah dibahas ratusan tahun lalu,,,dan sudah disimpulkan oleh para ulama hadit yang muktabar,,,dimana mereka berhati-hati sekali dalam soalan hadit ini..

Kutip dari: ibnu sabiil
Soal matan hadits maudhu tsb, jika ia bersesuaian dengan syari'at maka tidak ada halangan untuk tidak mengingkarinya, jika bertentangan, maka merupakan suatu yang harus diingkari.

 :)
oooo,,,begitu,,menurut anda hadit maudhu' itu boleh juga diterima,,,wah,,baru kali ini ada orang salafy/wahaby bilang kayak gitu,,
siapa yang ngajarin tuh, Syeikh Al-Albani ?

Kalau hadit maudhu' boleh diamalkan, apalagi hadit dha'if ya,,,,ok lah,,,,

wallahu a'lam


Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #79 pada: 25 Februari 2012, 11:45:23 »
...
 :)
oooo,,,begitu,,menurut anda hadit maudhu' itu boleh juga diterima,,,wah,,baru kali ini ada orang salafy/wahaby bilang kayak gitu,,
siapa yang ngajarin tuh, Syeikh Al-Albani ?

Kalau hadit maudhu' boleh diamalkan, apalagi hadit dha'if ya,,,,ok lah,,,,

wallahu a'lam

:)

Ternyata pemahaman anda seperti akal anak TK.

Apakah jika seorang pendusta berkata kepada anda : Adalah Rasulullah saw memerintahkan umatnya shalat 5 waktu <<<< maka anda akan katakan bahwa kabar tsb adalah dusta, bahwa Rasulullah saw tidak memerintahkan hal tsb ?

:)
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir