Ada dua hal di sini:
1. Masjid (asset)
2. Layanan Masjid (operasional)
Banyak yang bisa membangun masjid, tapi banyak yang tidak bisa memberikan layanan masjid.
Siap membangun masjid seharusnya berarti siap menyediakan layanan operasional minimal jam 04.00 - 21.00. Memelihara layanan operasional bukan cuma sekedar "buka" saja. Karena ini akan termasuk:
- orang (muadzin, imam, cleaning service, dll)
- sarana/prasarana (listrik, air, dll)
- prosedur/proses (kapan siapa melakukan apa, kontrol/pengawasan, training, dll)
- dll
Nah, karena itulah perlu kita dukung gerakan pendidikan/pelatihan ilmu manajemen kemasjidan. Manajemen masjid (kalau ada) adalah salah satu manajemen yang paling buruk/tidak berkembang. Seharusnya masjid juga perlu dikelola secara profesional, bukan sekedar amal. Pengurus masjid harus berilmu, terlatih, dan digaji secara profesional. Dananya dari ZIS tentunya.
Dengan demikian, tidak akan ada lagi masjid yang dikunci pada saat masuk waktu sholat.
(Eh ngomong-ngomong, apa lagi komentar anda kalau masjid buka 24 jam tapi lantainya kotor dan air mati?)