Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Mengapa Aku Harus Keluar Dari Syiah  (Dibaca 6281 kali)


Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #255 pada: 30 Desember 2009, 10:53:49 »
Stop....saling hujatnya....
jadikanlah diskusi sebagai wawasan dalam keberagaman pemahaman, ambil yang baik bagi kehidupan pribadi dan umat.....serta buang yang yang tidak baiknya.
Mengkritisi sejarah merupakan sesuatu yang bijak bagi orang yang berakal.....namun dapatkah kita tidak terjebak dalam hawa nafsu fanatisme dogma ulama ?
Begitu pula sebaliknya jangan asal jadi muqallid dengan pendapat ulama, perlu pemahaman kritis pula sehingga tidak terjebak pula dalam fanatisme taqlid.
Mohon maaf apabila yang saya tulis ini salah menurut paham pembaca....

Kepada AL HURR yang pintar dan yang terhormat,

Assalamualaikum.

ALQURAN  103:1-3

1. Waktu demi waktu
2. Sesungguhnya manusia itu di dalam kerugian
3. kecuali mereka yang beriman, dan melakukan kebaikan2 (amal sholih) dan saling menasihati untuk mentaati kebenaran (AlQuran) dan untuk bersabar


Benar 100% dan setuju 100%, antum tidak perlu memohon maaf.

Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa para extrimist berasal dari Kaum Sunni dan Kaum Syiah. Jika para estrimist tersebut saling menasihati untuk mentaati AlQuran dan untuk bersabar; maka ummat Islam akan dapat keluar dari kerugian dari waktu ke waktu.

Sebaiknya kita mempelajari sejarah para sahabat untuk mengerti ajaran agama Islam; supaya kita tidak mengulangi kesalahan2 yang sama dengan kesalahan2 yang telah dilakukan oleh para sahabat setelah Rasulullah wafat.

Boleh jadi, beberapa muslim & muslimah dari Kaum Syiah menjadi extrimist; sehingga mereka rajin mencela para sahabat, berdasarkan buruk sangka kepada para sahabat.

Mayoritas Kaum Syiah mempelajari kesalahan2 yang telah dilakukan oleh para sahabat bukan untuk mencaci para sahabat; tetapi supaya Kaum Syiah tidak mengulangi kesalahan2 yang sama;

karena Taqiyyah (Takut kepada ALLAH) adalah Aqidah kaum Syiah; sehingga kaum Syiah tidak mau mengulangi kesalahan2 yang sama; supaya Kaum Syiah tidak dihukum di dunia ini dan di akhirat nanti.

Boleh jadi, beberapa muslim & muslimah dari Kaum Sunni menjadi extrimist; sehingga mereka rajin memuji para sahabat; padahal semua pujian hanya dimiliki oleh ALLAH.

Akibatnya mereka rajin mencaci dan selalu mengejek Kaum Syiah. Beberapa contoh ejekan terhadap Kaum Syiah misalnya Kaum Syiah adalah orang2 Kafir, orang2 Zindiq, orang2 Yahudi yang dipimpin oleh Abdullah ibn Saba dan ejekan2 yang lain.

Begitu juga Masjid2, Madrasah2, Rumah Sakit2, Markaz Partai Politik 2X yang dimiliki dan yang dikelola oleh Kaum Syiah diledakan dan dihancurkan oleh orang2 tertentu yang tidak bertangung jawab dari Kaum Sunni misalnya Kasus Iraq, kasus Iran, kasus Afganistan, kasus Darfur Sudan, Kasus Pakistan dan kasus kasus lainnya di dunia ini.
« Edit Terakhir: 30 Desember 2009, 11:16:41 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline nabeel

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #256 pada: 30 Desember 2009, 11:18:58 »
Boleh jadi, beberapa muslim & muslimah dari Kaum Sunni menjadi extrimist; sehingga mereka rajin memuji para sahabat; padahal semua pujian hanya dimiliki oleh ALLAH.

Akibatnya mereka rajin mencaci dan selalu mengejek Kaum Syiah. Beberapa contoh ejekan terhadap Kaum Syiah misalnya Kaum Syiah adalah orang2 Kafir, orang2 Zindiq, orang2 Yahudi yang dipimpin oleh Abdullah ibn Saba dan ejekan2 yang lain.
Pak HMA ini, kalo disini keras ngomongnya... tapi begitu ada bukti bagaimana orang syiah menghujat sahabat Rasulullah SAW.... ente gak muncul-muncul.

Kayak di thread Al-Bayyinat: BUKTI NYATA PELECEHAN SYIAH TERHADAP PARA SHAHABAT!!!. Diam seribu bahasa saat syiah dipojokkan saya rasa bukanlah tipe anda. Tapi herannya, disana ente gak muncul. :D




%peace%
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #257 pada: 30 Desember 2009, 11:23:47 »
Pak HMA ini, kalo disini keras ngomongnya... tapi begitu ada bukti bagaimana orang syiah menghujat sahabat Rasulullah SAW.... ente gak muncul-muncul.

Kayak di thread Al-Bayyinat: BUKTI NYATA PELECEHAN SYIAH TERHADAP PARA SHAHABAT!!!. Diam seribu bahasa saat syiah dipojokkan saya rasa bukanlah tipe anda. Tapi herannya, disana ente gak muncul. :D




%peace%

Kepada Nabil yang pintar dan yang terhormat,

Assalamualaikum.


HMA telah diperingatkan oleh Moderator yang bernama Abie1102 untuk tidak masuk ke dalam DUNIA DAKWAH ISLAM. Hampir semua surat terbuka yang ditulis oleh HMA sengaja disensor (dihapus) oleh Moderator Abie1102.

Topik tentang beberapa orang dari Kaum Syiah yang mencela para sahabat di dalam topik "Bukti Pelecehan Kaum Syiah Terhadap Para Sahabat" di dalam tread DUNIA DAKWAH ISLAM.

Akibatnya HMA malas masuk ke dalam tread DUNIA DAKWAH ISLAM. Antum memprotes HMA karena HMA tidak ada disana. Protes tersebut salah alamat; seharusnya antum memprotes Moderator Abie1102 yang tidak memberikan izin kepada HMA untuk memberikan tanggapan.

Antum juga sering menghapus (menghilangkan) beberapa surat terbuka yang ditulis oleh HMA; kecuali surat2 terbuka yang terakhir ditulis oleh HMA.

HMA juga sering ribut dengan muslim & muslimah dari Kaum Syiah yang sengaja mencela para sahabat berdasarkan buruk sangka; bukan berdasarkan fakta sejarah yang tertulis di dalam Kutub Sihah Sittah (Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Ibn Majah, Abu Dawud dan Nasaii).

Ulama Syiah melarang dan mengharamkan kaum Syiah untuk mencela para sahabat; tetapi Ulama Syiah menyarankan untuk mempelajari kesalahan2 yang telah dilakukan oleh para sahabat.

Para sahabat adalah contoh yang baik (pelajaran yang berharga) untuk Kaum Syiah; supaya Kaum Syiah tidak mengulangi kesalahan2 yang sama dengan kesalahan2 yang telah dilakukan oleh para sahabat; karena kaum Syiah wajib Taqiyyah (wajib takut kepada ALLAH).

PRIBAHASA

Binatang tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk ke dua kalinya.
« Edit Terakhir: 30 Desember 2009, 11:51:15 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #258 pada: 30 Desember 2009, 14:42:49 »
udah pengujian saya dijawab dulu deh...jangan ngelantur kemana-mana... :hihi:

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #259 pada: 30 Desember 2009, 14:54:25 »
Kepada Dodykurniawan yang pintar dan yang terhormat,

ALQURAN 4:92

Tidak layak bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin yang lain kecuali tidak sengaja, jika seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin yang lain karena tidak sengaja; maka pembunuhnya wajib memerdekakan seorang budak yang beriman dan membayar diat (denda)....

ALQURAN 25:68
....membunuh manusia diharamkan oleh ALLAH, kecuali dengan alasan yang benar (menuntut keadilan dengan Qishos atau Jihad untuk membela diri)

DodyKurniawan selalu mengambil kesimpulan2 yang salah karena DodyKurniawan malas membaca AlQuran dengan teliti; dan DodyKurniawan tidak pernah membaca hadith yang tertulis di dalam Kutub Sihah Sittah (Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Ibn Majah, Abu Dawud dan Nasaii).

DodyKurniawan tidak mengerti Islam dengan baik dan benar; sehingga DodyKurniawan menghalalkan pembunuhan; seperti Kaum Khawarij menghalalkan pembunuhan kepada muslim & muslimah yang berbeda pendapat dengan pendapat Kaum Khawarij.

Qotala (membunuh) diizinkan oleh ALLAH untuk menegakan keadilan dengan cara Qishoh (darah dibayar dengan darah atau nyawa dibayar dengan nyawa) dan diizinkan untuk Jihad (bela diri) misalnya Ali ibn Abu Tholib membela dirinya ketika Muawiyyah ibn Abu Sufyan membawa pasukan tempur dari Damaskus Syiria ke Kufa Iraq untuk membunuh Ali ibn Abu Tholib.

ALLAH telah melarang (mengharamkan) ummat Islam untuk membunuh seorang manusia; terutama melarang (mengharamkan) ummat Islam untuk membunuh sesama orang yang beriman; kecuali Qishoh (darah dibayar dengan darah atau nyawa dibayar dengan nyawa) dan Jihad (bela diri untuk hidub karena diserang).


ALQURAN 2:190
dan perangilah di jalan ALLAH, mereka yang telah mulai memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas; karena sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang2 yang melampuai batas

SUNAN IBN MAJAH, Kitab Muqoddimah no 145
Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang berdamai dengan Ali, Fatimah, Hasan dan Husian; maka saya akan berdamai dengan mereka. Barangsiapa yang berperang melawan Ali, Fatimah, Hasan dan Husain; maka saya akan memerangi mereka yang berperang kepada Ali, Fatimah, Hasan dan Husain!"

SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman
Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang memerangi kami (Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husian); maka mereka bukan pengikut kami (bukan beragama Islam)!"

Muawiyyah ibn Abu Sufyan sengaja datang ke Kufa Iraq meninggalkan Damaskus Syiria hanya untuk membunuh Ali ibn Abu Tholib; sehingga perang Siffin terjadi.

Padahal Muawiyyah ibn Abu Sufyan mengetahui bahwa ALLAH telah mengharamkan (melarang) untuk membunuh seorang muslim; dan Rasulullah telah melarang untuk membunuh seorang muslim dengan sengaja; kecuali menegakan keadilan yaitu Qishos dan Jihad; supaya muslim yang membunuh tidak kembali menjadi Kafir.


SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman no 122
Rasulullah berkata: "Mencaci seorang Muslim adalah Fasik (dosa) dan membunuhnya adalah Kafir (dosa terbesar)!"

Ali ibn Abu Tholib berhak untuk membela diri (JIHAD); sesuai dengan keterangan yang tertulis di dalam AlQuran dan Hadith.
« Edit Terakhir: 30 Desember 2009, 18:07:24 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #260 pada: 30 Desember 2009, 14:58:14 »
masalah qishas adalah bentuk hukuman, selain itu ada bisa berupa denda, atau puasa dua bulan berturut2,,,sudah ada rincian dan ketentuannya dalam fiqh...
tapi disini bukan membahas soal fiqhnya... :hihi:

pertanyaan saya sekali lagi, manakah yang menunjukkan bahwa pembunuhan dengan sengaja adalah murtad dan kafir?
pertanyaan lain, kalau bener membunuh dan berperang sesama muslim adalah kafir, berarti ali ra adalah kafir dong, nauzubillah...harusnya gitu kalau menurut metode para syiah...

hehe...

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #261 pada: 30 Desember 2009, 15:05:00 »


Qotala (membunuh) diizinkan oleh ALLAH untuk menegakan keadilan dengan cara Qishoh (darah dibayar dengan darah atau nyawa dibayar dengan nyawa) dan diizinkan untuk Jihad (bela diri) misalnya Ali ibn Abu Tholib membela dirinya ketika Muawiyyah ibn Abu Sufyan membawa pasukan tempur dari Damaskus Syiria ke Kufa Iraq untuk membunuh Ali ibn Abu Tholib.

ALLAH telah melarang (mengharamkan) ummat Islam untuk membunuh seorang manusia; terutama melarang (mengharamkan) ummat Islam untuk membunuh sesama orang yang beriman; kecuali Qishoh (darah dibayar dengan darah atau nyawa dibayar dengan nyawa) dan Jihad (bela diri untuk hidub karena diserang).[/color]

ALQURAN 2:190
dan perangilah di jalan ALLAH, mereka yang telah mulai memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas; karena sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang2 yang melampuai batas

SUNAN IBN MAJAH, Kitab Muqoddimah no 145
Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang berdamai dengan Ali, Fatimah, Hasan dan Husian; maka saya akan berdamai dengan mereka. Barangsiapa yang berperang melawan Ali, Fatimah, Hasan dan Husain; maka saya akan memerangi mereka yang berperang kepada Ali, Fatimah, Hasan dan Husain!"

SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman
Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang memerangi kami (Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husian); maka mereka bukan pengikut kami (bukan beragama Islam)!"

Muawiyyah ibn Abu Sufyan sengaja datang ke Kufa Iraq meninggalkan Damaskus Syiria hanya untuk membunuh Ali ibn Abu Tholib; sehingga perang Siffin terjadi.

Padahal Muawiyyah ibn Abu Sufyan mengetahui bahwa ALLAH telah mengharamkan (melarang) untuk membunuh seorang muslim; dan Rasulullah telah melarang untuk membunuh seorang muslim dengan sengaja; kecuali menegakan keadilan yaitu Qishos dan Jihad; supaya muslim yang membunuh tidak kembali menjadi Kafir.


SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman
Rasulullah berkata: "Mencaci seorang Muslim adalah Fasik (dosa) dan membunuhnya adalah Kafir (dosa terbesar)!"

Ali ibn Abu Tholib berhak untuk membela diri (JIHAD); sesuai dengan keterangan yang tertulis di dalam AlQuran dan Hadith.

1. apa bener muawiyah datang untuk membunuh ali ra?
2. asal mula peperangan tsb karena faktor muawiyah ra yang menyerang ali ra ataukah karena ada faktor provokasi... :ehm:
3. apakah anda tidak tahu bahwa Ali ra pun dikritik sebagian shahabat yang tidak setuju kepada peperangan tsb?
4. apakah anda sendiri tidak tahu bahwa Hasan bin Ali ra putera ali ra sendiri tidak setuju kepada keputusan ayahnya yang berperang dengan muawiyah ra?

 :ehm:

hehe...

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #262 pada: 30 Desember 2009, 17:27:39 »
masalah qishas adalah bentuk hukuman, selain itu ada bisa berupa denda, atau puasa dua bulan berturut2,,,sudah ada rincian dan ketentuannya dalam fiqh...
tapi disini bukan membahas soal fiqhnya... :hihi:

Kepada Dodykurniawan yang pintar dan yang terhormat.

DodyKurniawan selalu mengulangi kesalahan2 yang sama; karena DodyKurniawan malas membaca AlQuran dan tidak pernah membaca Hadith; sehingga DodyKurniawan selalu mengambil kesimpulan2 yang salah tentang Islam.

Kaum Syiah menggunakan dan mengandalkan AlQuran dan Hadith; tetapi Dodykurniawan menggandalkan pendapat2 para Ulama; bukan mengandalkan AlQuran dan Hadith.


ALQURAN 2:194
Berlaku Qishos, barangsiapa yang menyerang kamu; maka balaslah serangannya dengan seimbang....

ALQURAN 5:45
dan Kami telah menentapkan....bahwa jiwa (dibalas) jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi; luka dengan luka karena kewajiban Qishos....

Barangsiapa yang melepaskan hak untuk Qishos; maka dia melepaskan haknya sebagai penebus dosa. Barangsiapa yang tidak memutuskan sesuai dengan keputusan ALLAH, maka dia adalah orang yang jahat (dzolim)


Ummat Islam dilarang dan diharamkan untuk membunuh manusia; terutama membunuh seorang muslim; kecuali untuk menuntut keadilan melalui Qishos.

DodyKurniawan sama dengan Usama ibn Ladin; karena DodyKurniawan & Usama ibn Ladin menghalalkan untuk membunuh seorang manusia; termasuk membunuh seorang yang beriman (muslim).

Kutip
pertanyaan saya sekali lagi, manakah yang menunjukkan bahwa pembunuhan dengan sengaja adalah murtad dan kafir?

ALQURAN 4:93
Barangsiapa yang membunuh seorang beriman (Mukmin) dengan sengaja; maka balasannya adalah Jahannam. Pembunuhnya akan kekal berada di dalamnya; karena ALLAH marah kepada pembunuhnya; dan menyediakan siksaan yang sangat pedih

Iblis akan dimasukan ke dalam neraka yang terdalam yaitu Jahannam. Iblis akan kekal berada di dalam Jahannam. Mereka yang membunuh seorang beriman (Mukmin) dengan sengaja akan dimasukan ke dalam Jahannam bersama Iblis; untuk selamanya.

SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman no 160
Rasulullah berkata: "Janganlah kamu sengaja membunuh seorang yang beriman (Mukmin) supaya ALLAH tidak mengembalikan kamu menjadi orang KAFIR!"

SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman no 122
Rasulullah berkata: "Mencaci seorang muslim adalah Fasik (dosa) dan membunuhnya adalah Kafir (dosa besar)!"

Kutip
pertanyaan lain, kalau bener membunuh dan berperang sesama muslim adalah kafir, berarti ali ra adalah kafir dong, nauzubillah...harusnya gitu kalau menurut metode para syiah...

hehe...

DodyKurniawan tidak mengerti tentang Qishoh dan Jihad; karena DodyKurniawan malas membaca AlQuran dengan teliti; dan DodyKurniawn tidak pernah membaca Hadith yang tertulis di dalam Kutub Sihah Sittah (Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Ibn Majah, Abu Dawud dan Nasaii).

DodyKurniwan lebih suka melakukan debat kusir yang tidak bermanfaat; kecuali memperbanyak dosa dosanya sendiri.

DodyKurniawan tidak beriman kepada AlQuran dan Hadith; karena DodyKurniawan lebih mengandalkan khayalan sendiri, mimpinya sendiri atau dugaannya sendiri.

Ali ibn Abu Tholib melakukan JIHAD untuk membela diri; karena Muawiyyah ibn Abu Sufyan datang ke Kufa Iraq membawa pasukan tempur untuk membunuh Ali ibn Tholib; sehingga perang Siffin terjadi. Baca Shohih Bukhari, kitab 60 no 367 dan kitab 92 no 411.

Kebencian dan permusuhan Dodykurniawan kepada Rasulullah dan Ahlul Bait (Ali, Fatimah, Hasan dan Husian) telah mengakibatkan DodyKurniwan fanatik buta membela semua kesalahan (semua kejahatan) yang telah dilakukan oleh Muawiyyah ibn Abu Sufyan.
« Edit Terakhir: 30 Desember 2009, 18:06:15 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline sarip

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 61
    • Lihat Profil
« Jawab #263 pada: 30 Desember 2009, 19:49:59 »
Rasain lu Dod, hehe

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #264 pada: 30 Desember 2009, 20:46:50 »
^

apanya yang dirasain hehe... :hihi:
wong udah saya jawab semua.... :ehm:

Kepada Dodykurniawan yang pintar dan yang terhormat.

DodyKurniawan selalu mengulangi kesalahan2 yang sama; karena DodyKurniawan malas membaca AlQuran dan tidak pernah membaca Hadith; sehingga DodyKurniawan selalu mengambil kesimpulan2 yang salah tentang Islam.

Kaum Syiah menggunakan dan mengandalkan AlQuran dan Hadith; tetapi Dodykurniawan menggandalkan pendapat2 para Ulama; bukan mengandalkan AlQuran dan Hadith.


ALQURAN 2:194
Berlaku Qishos, barangsiapa yang menyerang kamu; maka balaslah serangannya dengan seimbang....

ALQURAN 5:45
dan Kami telah menentapkan....bahwa jiwa (dibalas) jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi; luka dengan luka karena kewajiban Qishos....

Barangsiapa yang melepaskan hak untuk Qishos; maka dia melepaskan haknya sebagai penebus dosa. Barangsiapa yang tidak memutuskan sesuai dengan keputusan ALLAH, maka dia adalah orang yang jahat (dzolim)


Ummat Islam dilarang dan diharamkan untuk membunuh manusia; terutama membunuh seorang muslim; kecuali untuk menuntut keadilan melalui Qishos.

DodyKurniawan sama dengan Usama ibn Ladin; karena DodyKurniawan & Usama ibn Ladin menghalalkan untuk membunuh seorang manusia; termasuk membunuh seorang yang beriman (muslim).


hehe,,,kini menyebut saya sebagai usamah bin laden... :hihi: dulu menyebut saya sebagai pengikut syetan...

udah saya jawab,,

masalah qishas adalah bentuk hukuman, selain itu ada bisa berupa denda, atau puasa dua bulan berturut2,,,sudah ada rincian dan ketentuannya dalam fiqh...
tapi disini bukan membahas soal fiqhnya... :hihi:

pertanyaan saya sekali lagi, manakah yang menunjukkan bahwa pembunuhan dengan sengaja adalah murtad dan kafir?
pertanyaan lain, kalau bener membunuh dan berperang sesama muslim adalah kafir, berarti ali ra adalah kafir dong, nauzubillah...harusnya gitu kalau menurut metode para syiah...

hehe...

ALQURAN 4:93
Barangsiapa yang membunuh seorang beriman (Mukmin) dengan sengaja; maka balasannya adalah Jahannam. Pembunuhnya akan kekal berada di dalamnya; karena ALLAH marah kepada pembunuhnya; dan menyediakan siksaan yang sangat pedih

Iblis akan dimasukan ke dalam neraka yang terdalam yaitu Jahannam. Iblis akan kekal berada di dalam Jahannam. Mereka yang membunuh seorang beriman (Mukmin) dengan sengaja akan dimasukan ke dalam Jahannam bersama Iblis; untuk selamanya.

SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman no 160
Rasulullah berkata: "Janganlah kamu sengaja membunuh seorang yang beriman (Mukmin) supaya ALLAH tidak mengembalikan kamu menjadi orang KAFIR!"

SHOHIH MUSLIM, Kitab Iman no 122
Rasulullah berkata: "Mencaci seorang muslim adalah Fasik (dosa) dan membunuhnya adalah Kafir (dosa besar)!"

DodyKurniawan tidak mengerti tentang Qishoh dan Jihad; karena DodyKurniawan malas membaca AlQuran dengan teliti; dan DodyKurniawn tidak pernah membaca Hadith yang tertulis di dalam Kutub Sihah Sittah (Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Ibn Majah, Abu Dawud dan Nasaii).

DodyKurniwan lebih suka melakukan debat kusir yang tidak bermanfaat; kecuali memperbanyak dosa dosanya sendiri.

DodyKurniawan tidak beriman kepada AlQuran dan Hadith; karena DodyKurniawan lebih mengandalkan khayalan sendiri, mimpinya sendiri atau dugaannya sendiri.

udah saya jawab pula, nih :

http://myquran.org/forum/index.php/topic,67218.msg2049186.html#msg2049186

males ngutip2 lagi menuhin quota ajah,,, :hihi:

Ali ibn Abu Tholib melakukan JIHAD untuk membela diri; karena Muawiyyah ibn Abu Sufyan datang ke Kufa Iraq membawa pasukan tempur untuk membunuh Ali ibn Tholib; sehingga perang Siffin terjadi. Baca Shohih Bukhari, kitab 60 no 367 dan kitab 92 no 411.

Kebencian dan permusuhan Dodykurniawan kepada Rasulullah dan Ahlul Bait (Ali, Fatimah, Hasan dan Husian) telah mengakibatkan DodyKurniwan fanatik buta membela semua kesalahan (semua kejahatan) yang telah dilakukan oleh Muawiyyah ibn Abu Sufyan.

siapa yang memusuhi ahlul bait (keluarga nabi).... :toe:

fayah pak haji neh...coba mana tulisan saya yang memusuhi ahlul bait keluarga nabi saw...

masalah peperangan antara Ali ra dan Muawiah ra adalah terjadi karena perbedaan ijtihad, faktor kesalahpahaman, dan fitnah provokasi...

saya beri pendahuluan sedikit, bahwa pihak ALi ra meminta Muawiyah membaiat, tapi pihak muawiyah tidak mau membaiat Ali ra sebelum ali menangkap pembunuh Utsman bin affan ra...

kita tahu Utsman bin affan adalah keluarga Muawiyah, maka pihak muawiyah menuntut bela, sementara situasi yang sedemikian kompleks membuat sulit pihak ali berbuat menangkap pembunuh Utsman, di satu sisi ada provokator yang memancing kerusuhan dengan menghembuskan fitnah bahwa ALi ra yang membunuh Utsman ra, hal ini yang menimbulkan kesalahpahaman bani Umayyah yang menyangka ALi ra melindungi pembunuh utsman..

lebih lanjut nanti aja saya uraikan insyaAllah sambil menunggu user syiah lain, argan ali dst...

hehe....


Offline Argan_Ali

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 95
    • Lihat Profil
« Jawab #265 pada: 30 Desember 2009, 23:37:05 »
saya sudah menjawab di sebelumnya, bahwa perselisihan di antara para shahabat adalah perbedaan ijtihad..
nanti saya lengkapi lagi kalau belum puas...dengan referensi yang lebih jelas insyaALlah

Pendapat dan logika yang lemah, apakah sahabat khususnya muawiyah terjamin kesuciannya sehingga ia terbebas dari kesalahan dalam berijtihad? Sementara Imam ALi adalah manusia suci(Ahlul Khisa) yang dicuikan Allah dalam Al-Azhab: 33.

Silahkan dilengkapi.


hehe...berubah2 terus ,,,

Pemahaman anda sendiri saja. Silahkan.


hehe...saudara bilang ada shahabat yang munafik...

padahal definisi kaum munafik adalah : orang KAFIR yang pura-pura masuk Islam, menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya, tokohnya diantaranya adalah abdullah bin ubay bin salul...


Cukuplah kitab bukhari dan muslim yang menjawab anda :

Syaikhul hadits Imam Bukhari menulis dalam kitab Shahihnya pada bab fi al-Haudh. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda:
"Tatkala aku sedang berdiri, muncullah serombongan orang yang kukenal dan muncul pula seorang laki-laki diantara diriku dan rombongan itu. Lelaki itu berkata, "Halumma (Ayo)!" Aku bertanya, "Kemana?" Ia menjawab, "Ke neraka, demi Allah!" Aku bertanya, "Ada apa dengan mereka?" Ia menjawab: "Mereka berbalik (irtaddu) setelah engkau wafat."
Dari Ibn Musayyab bahwa Nabi (Saw.) bersabda: Sebagian dari sahabatku mendatangiku di Haudh, dan kemudian mereka dipisahkan dari Haudh. Maka aku berkata: Ya Rabbi! Mereka adalah para sahabatku (ashabi), dan mendapat jawaban: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka lakukan selepasmu. Sesungguhnya mereka telah berbalik mengingkari sepeninggalmu (inna-hum irtaddu ba ‘da-ka ‘ala Adbari-ka l-Qahqariyy)
Dari Abdullah bahwa Nabi saww bersabda, "Aku akan mendahului kamu di Haudh dan sebagian dari kamu akan dibawa di hadapanku. Kemudian mereka akan dipisahkan jauh dariku. Aku akan bersabda: wahai Tuhanku! Mereka itu adalah para sahabatku (ashabi).Maka dijawab: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka)."
Dan beberapa hadits lagi dengan kata-kata serupa yang diriwayatkan dengan jalur sanad yang berbeda, juga pada bab yang sama. Sedangkan pada bab Ghaswah Hudaibiyah, Bukhari meriwayatkan dari al-'Ala bin Musayyib dari ayahnya yang berkata, "Aku bertemu al-Barra bin 'Azib dan aku berseru, "Selamat bagi anda, anda beruntung menjadi sahabat nabi dan anda telah membaiat rasul di bawah pohon, bai'ah tahta syajarah!". Ia menjawab, "Wahai saudaraku, engkau tidak tahu, apa yang kami lakukan sesudah Rasul wafat!".
Dalam bab yang sama, kembali Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dari Rasulullah saw, "Dan sejumlah sahabat mengambil jalan kiri dan aku berseru, "Sahabatku-sahabatku!" dan terdengar jawaban dengan kata-kata, "Mereka tidak pernah berhenti berbalik ingkar sejak berpisah denganmu."
Yang dimaksud Rasulullah saw jalan kiri pada hadits di atas bisa kita temukan pada Surah Al-Waqiah ayat 41-44. Allah SWT berfirman, "…dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih, dan naungan asap yang hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan."
Hadits Riwayat Muslim
Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, kitab Fadhail. Dari Abi Hazim berkata: Aku telah mendengar Sahlan berkata: Aku telah mendengar Nabi saww bersabda: "Aku akan mendahului kamu di Haudh. Siapa yang melaluinya, dia akan meminumnya. Dan siapa yang meminumnya, dia tidak akan dahaga selama-lamanya. Akan datang kepadaku beberapa orang yang aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku (para sahabatku). Kemudian dipisahkan di antaraku dan mereka. Abu Hazim berkata: Nu‘man bin Abi ‘Iyasy telah mendengarnya dan aku telah memberitahu mereka tentang Hadis ini. Maka dia berkata: Adakah anda telah mendengar Sahlan berkata sedemikian? Dia berkata: Ya."
Perawi berkata: "Aku bersaksi bahwa aku telah mendengar Abu Sa‘id al-Khudri berkata Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya mereka itu adalah dariku (inna-hum min-ni). Dan dijawab: "Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka). Maka aku (Nabi saw) bersabda, "Jauh! Jauh! (dari rahmat Allah)/ke Neraka mereka yang telah mengubah/menukarkan (hukum Tuhanku dan Sunnahku) selepasku (Suhqan suhqan li-man baddala ba‘di).
Perawi berkata: Asma‘ binti Abu Bakar berkata: Rasulullah saww bersabda: "Sesungguhnya aku akan berada di Haudh sehingga aku melihat mereka yang datang kepadaku dikalangan kamu (man yaridu ‘alayya min-kum). Dan mereka akan ditarik dengan pantas (dariku), maka aku akan bersabda: "Wahai Tuhanku! Mereka itu dari (sahabat)ku dan dari umatku. Dijawab: "Tidakkah engkau tahu apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (amma sya‘arta ma ‘amilu ba‘da-ka)? Demi Allah, mereka senantiasa berbalik ke belakang (kembali kepada kekafiran) selepas engkau meninggalkan mereka (Wa Llahi! Ma barihu ba‘da-ka yarji‘un ‘ala a‘qabi-him) Dia berkata: Ibn Abi Mulaikah berkata: “ Wahai Tuhanku! Sesungguhnya kami memohon perlindungan dari Mu supaya kami tidak berbalik ke belakang (kembali kepada kekafiran) atau kami difitnahkan tentang agama kami”
Dari Abdillah, Rasulullah (Saw.) bersabda: Aku akan mendahului kamu di Haudh. Dan aku akan bertelaga dengan mereka (aqwaman). Kemudian aku akan menguasai mereka. Maka aku bersabda: Wahai Tuhanku! Mereka itu adalah para sahabatku. Mereka itu adalah para sahabatku (Ya Rabb! Ashabi, ashabi). Lantas dijawab: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka)"
Dari Anas bin Malik bahwa Nabi (Saw.) bersabda: "Akan datang kepadaku di Haudh beberapa lelaki (rijalun) dari mereka yang telah bersahabat denganku (mimman sahabani) sehingga aku melihat mereka diangkat kepadaku. Kemudian mereka dipisahkan dariku. Maka aku bersabda: "Ya Rabbi! Mereka adalah para sahabatku. Mereka adalah para sahabatku (Usaihabi) Akan dijawab kepadaku: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka)."
Hadits-hadits yang terdapat dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim di atas dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang yang dikenal oleh Rasulullah sebagai sahabatnya ternyata sepeninggal beliau banyak yang berbalik dan kembali kepada kekafiran. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT, "Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang (murtad), maka ia tidak akan merugikan Allah sedikitpun dan Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (Qs. Ali Imran: 144). Allah SWT menegaskan, bahwa orang-orang yang murtad dan kembali kepada kekafiran sepeninggal Rasulullah tidak akan menimbulkan sedikitpun kerugian pada agama Allah dan Allah akan memberi balasan kepada mereka yang bersyukur. Pertanyaannya siapakah mereka yang bersyukur itu? Dan mengapa Allah menggunakan frasa 'orang yang bersyukur' bukan menyebut orang-orang bertakwa, beriman, setia dan sebutan lainnya yang bisa dinilai lebih cocok dengan padanan kata-kata sebelumnya. Frasa 'orang yang bersyukur' tidaklah dipilih Allah SWT tanpa alasan atau secara kebetulan belaka, melainkan untuk menunjukkan realitas bahwa mereka yang tetap pada keimanannya dan tidak berbalik ke belakang (murtad) jumlahnya sedikit, tidaklah banyak. Kita bisa merujuk pada ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an, setiap Allah SWT menyebut orang-orang yang bersyukur selalu disertakan bahwa jumlah mereka sedikit. Seperti misalnya, Allah SWT berfirman, "Sesunggguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." (Qs. Al-Baqarah: 243). Pada ayat yang lain, "Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (Qs. Al-A'raf: 17). Juga pada surah Saba': 13: ”Dan sedikit sekali dari hamba-hambaku yang bersyukur.” Baca juga pada Al-Qur'an surah Al-Mu'min: 61 dan surah Al-Mulk: 23.
Allah SWT berfirman, "Barang siapa menaati Rasul, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka." (Qs. An-Nisa': 80).

wujud dari taqiyahh.... Ehmmm

Tidak perlu saya bertaqiyah. Karena taqiyah digunakan hanya dalam keadaan darurat jika jiwa kita terancam. Seperti taqiyah yang dilakukan istri firaun yang menyembunyikan keimanannya kepada Allah dan Nabinya di hadapan firaun. Sementara saya masih menganggap anda adalah saudara muslim, jadi tidak ada alasan bagi saya untuk bertaqiyah. Andaipun di kehidupan nyata pun anda mengancam saya maka saya juga tidak perlu bertaqiyah. :)

Offline Argan_Ali

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 95
    • Lihat Profil
« Jawab #266 pada: 30 Desember 2009, 23:40:15 »
Stop....saling hujatnya....
jadikanlah diskusi sebagai wawasan dalam keberagaman pemahaman, ambil yang baik bagi kehidupan pribadi dan umat.....serta buang yang yang tidak baiknya.
Mengkritisi sejarah merupakan sesuatu yang bijak bagi orang yang berakal.....namun dapatkah kita tidak terjebak dalam hawa nafsu fanatisme dogma ulama ?
Begitu pula sebaliknya jangan asal jadi muqallid dengan pendapat ulama, perlu pemahaman kritis pula sehingga tidak terjebak pula dalam fanatisme taqlid.
Mohon maaf apabila yang saya tulis ini salah menurut paham pembaca....

Setuju. Semoga Allah menyatukan kaum muslimin dan melindungi umat dari segala macam fitnah yang akan memecah belah kaum mukminin. Islam bersatu, kematian bagi zionis!!

Offline Buku Itu

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 474
    • Lihat Profil
« Jawab #267 pada: 31 Desember 2009, 03:01:54 »
Meskipun MuhammadRasulAllah tidak mencontohkannya, tetapi berbahagia dan berbanggalah sebagai seorang dan atau bagian dari ...
- salafi,
- sufi,
- sunni,
- syii,
- asyari,
- < isi sendiri dengan sekte dan atau nama ulama kebanggaan masing2 >

Supaya lebih keren n gaul, sandingkanlah sekte dan ulama kebanggaan tersebut di belakang nama masing2, publikasikan, lalu bela-lah sampai akhir hayat.  ;D

Kenapa ? Karena tidak ada dalil qathi yang melarangnya, dan bukanlah termasuk perkara yang BIDAH SECARA TERBUKA TERHADAP PERKATAAN ALLAH. Adapun ayat (di bawah ini) yang menyatakan bahwa Allah TELAH menamai kalian MUSLIMin adalah ayat palsu ...  :siul:

22:78 Sin. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali TIDAK MENJADIKAN untuk kamu dalam AGAMA SUATU KESEMPITAN. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim.

هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا
DIA (Allah) TELAH MENAMAI kamu sekalian "MUSLIMIN" dari dahulu , dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini,

SUPAYA ...
- RASUL itu menjadi SAKSI atas DIRIMU dan supaya
- KALIAN menjadi SAKSI atas segenap MANUSIA,

MAKA ...
- dirikanlah sembahyang,
- tunaikanlah zakat dan
- berpeganglah kamu pada tali Allah.

Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

3:68 Sesungguhnya orang yang PALING DEKAT KEPADA IBRAHIM ialah ...
- orang-orang yang mengikutinya
- dan Nabi ini (Muhammad),
- beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad),
dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.


bukanlah masalah dan tidak perlu risau meskipun digolongkan sebagai MUSYRIKIN dan atau mirip dengan Yahudi dan Nasrani yang saling mengklaim hak-huni surga.  O0

23:52-54 Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang SATU, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

2:111 Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata:
"Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani".

Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah:
"Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".


halaaaagh apalagi yang ini ...  ::)

6:159 Sesungguhnya orang-orang yang ...
- memecah belah agama-Nya
- dan mereka menjadi bergolongan,
tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

25:30 Berkatalah Rasul:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an itu sesuatu yang tidak diacuhkan".


wa salamun 'alaikum
Buku Itu The Hafidz The Sunni The Syafi'i The Asyari The Salafi The Marylin Manson  :ehm:
+++[>+++[>+++++<-]<-]>>.<+++++[>++++<-]>.<+++++[>++<-]>+..<+++++[>--<-]>-.<+++[>++<-]>+.<+++[>++++<-]>+.<+++++[>----<-]>.<+++++[>++<-]>.<+++[>---<-]>.<+[>-<-]>.<++[>++++++++<-]>+.<+++[>------------<-]>-.

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.226
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #268 pada: 31 Desember 2009, 09:10:59 »
^ ISlam bukan Syiah, SYiah bukan Islam..

Setuju. Semoga Allah menyatukan kaum muslimin dan melindungi umat dari segala macam fitnah yang akan memecah belah kaum mukminin. Islam bersatu, kematian bagi zionis!!

ISlam bukan Syiah, Syiah bukan Islam.

Telah Ijma ulama bahwa orang yang mencela dan melaknat para shahabat nabi saw adalah KAFIR...

As Subki berkata :
"Sesungguhnya mencaci semua shahabat, tidak diragukan bahwasanya kufur."

Al Qadhi Iyadh berkata :
"Barangsiapa yang memaki salah seorang shahabat di antara shahabat nabi Saw, baik abu bakar, umar, utsman, muawiyyah, amr bin ash, apabila ia dalam memakinya berkeyakinan bahwa mereka semua (para shahabat) adalah sesat dan kafir/murtad, maka dia disikapi dengan kafir."

Ibnu Abidin berkata :
"atau meyakini kekafiran shahabat, maka sesungguhnya dia adalah kafir berdasarkan ijma."

Ibnu Taimiyah berkata :
"Barangsiapa yang meyakini sesuatu yang intinya menghina para shahabat, berarti dia telah mendustakan pemberitaan rasulullah saw yang berisi perintah untuk menghormati dan mengagungkan para shahabat, dan barangsiapa yang mendustakan apa yang secara qath'i berasal dari Nabi, berarti dia adalah KAFIR.
"


Pendapat dan logika yang lemah, apakah sahabat khususnya muawiyah terjamin kesuciannya sehingga ia terbebas dari kesalahan dalam berijtihad? Sementara Imam ALi adalah manusia suci(Ahlul Khisa) yang dicuikan Allah dalam Al-Azhab: 33.

Silahkan dilengkapi.


hehe..logika syiah anda yang justru bathil, buktikan dari beberapa pengujian dari sejak pertama saudara bungkam tidak bisa menjawab....
bisa dilihat lagi, kalau tidak puas kita ulang balik diskusi, dari tahap awal juga boleh... :ehm:

tiada ada manusia yang makshum selain para nabi...

Rasullah saw bersabda :
"Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat."
(hadits shahih riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim)


masalah kemakshuman para imam syiah bisa dibahas tuntas dalam tret sendiri...

 :ehm:

surat Al ahzab ayat 33 pun tidak menunjukkan makna yang pasti tentang kemakshuman ALi ra...
nanti akan saya tunjukkan berbagai bukti nyata dan dalil qath'i tentang sesatnya doktrin kemakshuman imam syiah..

baiknya dibahas terpisah..
wong pertanyaan saya2 yang sudah2 aja anda tidak bisa menjawab.... :hihi:


Pemahaman anda sendiri saja. Silahkan.

Cukuplah kitab bukhari dan muslim yang menjawab anda :

Syaikhul hadits Imam Bukhari menulis dalam kitab Shahihnya pada bab fi al-Haudh. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda:
"Tatkala aku sedang berdiri, muncullah serombongan orang yang kukenal dan muncul pula seorang laki-laki diantara diriku dan rombongan itu. Lelaki itu berkata, "Halumma (Ayo)!" Aku bertanya, "Kemana?" Ia menjawab, "Ke neraka, demi Allah!" Aku bertanya, "Ada apa dengan mereka?" Ia menjawab: "Mereka berbalik (irtaddu) setelah engkau wafat."
Dari Ibn Musayyab bahwa Nabi (Saw.) bersabda: Sebagian dari sahabatku mendatangiku di Haudh, dan kemudian mereka dipisahkan dari Haudh. Maka aku berkata: Ya Rabbi! Mereka adalah para sahabatku (ashabi), dan mendapat jawaban: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka lakukan selepasmu. Sesungguhnya mereka telah berbalik mengingkari sepeninggalmu (inna-hum irtaddu ba ‘da-ka ‘ala Adbari-ka l-Qahqariyy)
Dari Abdullah bahwa Nabi saww bersabda, "Aku akan mendahului kamu di Haudh dan sebagian dari kamu akan dibawa di hadapanku. Kemudian mereka akan dipisahkan jauh dariku. Aku akan bersabda: wahai Tuhanku! Mereka itu adalah para sahabatku (ashabi).Maka dijawab: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka)."
Dan beberapa hadits lagi dengan kata-kata serupa yang diriwayatkan dengan jalur sanad yang berbeda, juga pada bab yang sama. Sedangkan pada bab Ghaswah Hudaibiyah, Bukhari meriwayatkan dari al-'Ala bin Musayyib dari ayahnya yang berkata, "Aku bertemu al-Barra bin 'Azib dan aku berseru, "Selamat bagi anda, anda beruntung menjadi sahabat nabi dan anda telah membaiat rasul di bawah pohon, bai'ah tahta syajarah!". Ia menjawab, "Wahai saudaraku, engkau tidak tahu, apa yang kami lakukan sesudah Rasul wafat!".
Dalam bab yang sama, kembali Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dari Rasulullah saw, "Dan sejumlah sahabat mengambil jalan kiri dan aku berseru, "Sahabatku-sahabatku!" dan terdengar jawaban dengan kata-kata, "Mereka tidak pernah berhenti berbalik ingkar sejak berpisah denganmu."
Yang dimaksud Rasulullah saw jalan kiri pada hadits di atas bisa kita temukan pada Surah Al-Waqiah ayat 41-44. Allah SWT berfirman, "…dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih, dan naungan asap yang hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan."
Hadits Riwayat Muslim
Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, kitab Fadhail. Dari Abi Hazim berkata: Aku telah mendengar Sahlan berkata: Aku telah mendengar Nabi saww bersabda: "Aku akan mendahului kamu di Haudh. Siapa yang melaluinya, dia akan meminumnya. Dan siapa yang meminumnya, dia tidak akan dahaga selama-lamanya. Akan datang kepadaku beberapa orang yang aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku (para sahabatku). Kemudian dipisahkan di antaraku dan mereka. Abu Hazim berkata: Nu‘man bin Abi ‘Iyasy telah mendengarnya dan aku telah memberitahu mereka tentang Hadis ini. Maka dia berkata: Adakah anda telah mendengar Sahlan berkata sedemikian? Dia berkata: Ya."
Perawi berkata: "Aku bersaksi bahwa aku telah mendengar Abu Sa‘id al-Khudri berkata Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya mereka itu adalah dariku (inna-hum min-ni). Dan dijawab: "Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka). Maka aku (Nabi saw) bersabda, "Jauh! Jauh! (dari rahmat Allah)/ke Neraka mereka yang telah mengubah/menukarkan (hukum Tuhanku dan Sunnahku) selepasku (Suhqan suhqan li-man baddala ba‘di).
Perawi berkata: Asma‘ binti Abu Bakar berkata: Rasulullah saww bersabda: "Sesungguhnya aku akan berada di Haudh sehingga aku melihat mereka yang datang kepadaku dikalangan kamu (man yaridu ‘alayya min-kum). Dan mereka akan ditarik dengan pantas (dariku), maka aku akan bersabda: "Wahai Tuhanku! Mereka itu dari (sahabat)ku dan dari umatku. Dijawab: "Tidakkah engkau tahu apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (amma sya‘arta ma ‘amilu ba‘da-ka)? Demi Allah, mereka senantiasa berbalik ke belakang (kembali kepada kekafiran) selepas engkau meninggalkan mereka (Wa Llahi! Ma barihu ba‘da-ka yarji‘un ‘ala a‘qabi-him) Dia berkata: Ibn Abi Mulaikah berkata: “ Wahai Tuhanku! Sesungguhnya kami memohon perlindungan dari Mu supaya kami tidak berbalik ke belakang (kembali kepada kekafiran) atau kami difitnahkan tentang agama kami”
Dari Abdillah, Rasulullah (Saw.) bersabda: Aku akan mendahului kamu di Haudh. Dan aku akan bertelaga dengan mereka (aqwaman). Kemudian aku akan menguasai mereka. Maka aku bersabda: Wahai Tuhanku! Mereka itu adalah para sahabatku. Mereka itu adalah para sahabatku (Ya Rabb! Ashabi, ashabi). Lantas dijawab: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka)"
Dari Anas bin Malik bahwa Nabi (Saw.) bersabda: "Akan datang kepadaku di Haudh beberapa lelaki (rijalun) dari mereka yang telah bersahabat denganku (mimman sahabani) sehingga aku melihat mereka diangkat kepadaku. Kemudian mereka dipisahkan dariku. Maka aku bersabda: "Ya Rabbi! Mereka adalah para sahabatku. Mereka adalah para sahabatku (Usaihabi) Akan dijawab kepadaku: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas engkau meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdatsu ba‘da-ka)."
Hadits-hadits yang terdapat dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim di atas dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang yang dikenal oleh Rasulullah sebagai sahabatnya ternyata sepeninggal beliau banyak yang berbalik dan kembali kepada kekafiran. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT, "Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang (murtad), maka ia tidak akan merugikan Allah sedikitpun dan Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (Qs. Ali Imran: 144). Allah SWT menegaskan, bahwa orang-orang yang murtad dan kembali kepada kekafiran sepeninggal Rasulullah tidak akan menimbulkan sedikitpun kerugian pada agama Allah dan Allah akan memberi balasan kepada mereka yang bersyukur. Pertanyaannya siapakah mereka yang bersyukur itu? Dan mengapa Allah menggunakan frasa 'orang yang bersyukur' bukan menyebut orang-orang bertakwa, beriman, setia dan sebutan lainnya yang bisa dinilai lebih cocok dengan padanan kata-kata sebelumnya. Frasa 'orang yang bersyukur' tidaklah dipilih Allah SWT tanpa alasan atau secara kebetulan belaka, melainkan untuk menunjukkan realitas bahwa mereka yang tetap pada keimanannya dan tidak berbalik ke belakang (murtad) jumlahnya sedikit, tidaklah banyak. Kita bisa merujuk pada ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an, setiap Allah SWT menyebut orang-orang yang bersyukur selalu disertakan bahwa jumlah mereka sedikit. Seperti misalnya, Allah SWT berfirman, "Sesunggguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." (Qs. Al-Baqarah: 243). Pada ayat yang lain, "Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (Qs. Al-A'raf: 17). Juga pada surah Saba': 13: ”Dan sedikit sekali dari hamba-hambaku yang bersyukur.” Baca juga pada Al-Qur'an surah Al-Mu'min: 61 dan surah Al-Mulk: 23.
Allah SWT berfirman, "Barang siapa menaati Rasul, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka." (Qs. An-Nisa': 80).

Tidak perlu saya bertaqiyah. Karena taqiyah digunakan hanya dalam keadaan darurat jika jiwa kita terancam. Seperti taqiyah yang dilakukan istri firaun yang menyembunyikan keimanannya kepada Allah dan Nabinya di hadapan firaun. Sementara saya masih menganggap anda adalah saudara muslim, jadi tidak ada alasan bagi saya untuk bertaqiyah. Andaipun di kehidupan nyata pun anda mengancam saya maka saya juga tidak perlu bertaqiyah. :)


hehe....masalah taqiyyah kita bahas tuntas dalam tret terpisah,,,

 :ehm:

hadits itu memang menunjukkan bahwa ada shahabat yang murtad dari Islam

tapi saya tanya
1. adakah nama di antara para shahabat2 tersebut abu bakar, umar, utsman, aisyah, muawiyah, amr bin ash, dan shahabat2 besar lainnya...


bagaimana ente bisa memastikan bahwa yang murtad tsb adalah abu bakar, umar, utsman, aisyah, muawiyah, amr bin ash?
darimanakah, apakah khayalan ente aja hehe....

apakah Muawiyah?

padahal rasulullah jelas menyebutkan bahwa Muawiyah adalah MUSLIM DAN MUKMIN...

baca lagi deh hadits shahih yang sudah saya sebutkan..



perhatikan hadits shahih berikut ini :

Rasulullah saw bersabda tentang cucunya al hasan bin abi thalib ra :

ان ابنى هذا سيد ويسلح الله تعاى به بىن فئتين عظيمتين من المسلمين
 
"Sesungguhnya anakku ini adalah junjungan ummat dan ALlah swt akan mendamaikan dengannya dua kelompok besar DARI KAUM MUSLIMIN."
(HAdist Shahih Bukhari)

itulah nubuwaah rasululullah dimana al Hasan ra akan mendamaikan peperangan antara kubu Ali ra dan kubu Muawiyah ra...

lihatlah baik2 pak HMA para syiah lain, RASULULLAH MASIH MENYEBUT KEDUA GOLONGAN YANG BERPERANG/BERBUNUHAN SEBAGAI MUSLIMIN, termasuk di antaranya Muawiyah ra...

jadi masihkah anda dan para syiah akan mencaci dan membenci para shahabat termasuk Muawiyah, ataukah justru mengkafirkan mereka, sementara rasulullah sendiri masih menyebut kedua golongan baik kubu ALi ra, Al hasan husen dan kubu Muawiyah sebagai sama-sama muslim...


http://myquran.org/forum/index.php/topic,67218.msg1983770.html#msg1983770

nah perhatikanlah pak haji dan para syiah lain mumpung masih ada kesempatan bertaubat nashuha...

andai anda pak HMA menyebut pembunuhan sebagai kemurtadan, dan menuduh Muawiyah ra sebagai murtad karena membunuh, maka bagaimana dengan Ali sendiri yang juga sama2 berperang melawan muawiyah, sementara rasulullah sendiri tetap menyebut mereka semua sebagai MUSLIM...

kembaliah kepada kebenaran...




 

tolong dibaca, dipahami dan diimani ya...

http://myquran.org/forum/index.php/topic,67218.msg2049186.html#msg2049186


2. shahabat yang murtad dari Islam

memang ada shahabat yang murtad setelah rasul meninggal, di antara mereka ada yang masuk nasrani, kisahnya shahih...
dan seorang shahabat yang murtad keluar dari Islam maka statusnya bukan shahabat nabi lagi hehe..

kemarin sudah saya tulis .. :toe: :toe: oneng banget sih,,,, :hihi:

hehe,,,setelah kemarin anda bilang bahwa shahabat nabi ada yang tidak jujur, sekarang anda lebih berani lagi bilang bahwa ada shahabat nabi yang munafik...
nanti lama kelamaan akan tambah keras caciannya deh,,, :ehm:

semua berawal dari hati, kalau anda ada sedikitpun kebencian kepada para shahabat maka tinggal perasaan anda aja yang akan mengarahkan menjadi caci maki lebih kasar lagi atau tidak...

padahal rasul bersabda, tanda munafiq adalah membenci kaum anshar (shahabat)..

jadi setelah saya amati ada tiga pendapat anda sementara ini dalam soal kredibilitas shahabat nabi saw :
1. pertama saudara kemarin sudah mengakui bahwa semua shahabat dipercaya untuk mengkodifikasikan al qur'an
2. kedua, komentar saudara berubah menjadi ada shahabat yang tidak jujur, tidak bisa dipercaya, khianat
3. sekarang saudara bilang ada shahabat yang munafik

wah inilah ketidakkonsistenan kaum syiah...pondasi aqidahnya dibangun didasar kebingungan dan kontradiksi...

hehe...saudara bilang ada shahabat yang munafik...

padahal definisi kaum munafik adalah : orang KAFIR yang pura-pura masuk Islam, menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya, tokohnya diantaranya adalah abdullah bin ubay bin salul...

rasulullah tahu bahwa ada orang munafik di dekat beliau, bahkan beberapa shahabat dekat rasul seperti Umar bin Khattthab ra pun tahu, beliau meminta ijin kepada rasul, wahai rasul apakah boleh saya penggal kepala orang munafik tersebut...
rasulullah melarangnya...
(lihat kitab2 Shirah nabawiyah)

sementara definisi shahabat nabi adalah :
orang Islam yang masuk Islam ketika rasulullah masih hidup, pernah bertemu rasulullah dan meninggal dalam keadaan muslim...

demikian definisi shahabat nabi sebagaimana dijelaskan para ulama...

Berkata IBnu Katsir :
"Shahabat adalah orang Islam yang bertemu dengan rasulullah saw meskipun masa bertemu dengan beliau tidak lama dan tidak meriwayatkan satu hadits pun dari beliau."

Berkata Ibnu Hajar al asqalani :
"Definisi yang paling shahih tentang shahabat yang aku teliti adalah,"Orang yang berjumpa dengan Nabi saw dalam keadaan BERIMAN dan wafat dalam keadaan Islam."

Yang tidak termasuk shahabat adalah :
1. Orang yang bertemu beliau dalam keadaan kafir meskipun dia masuk Islam sesudah itu (yakni sesudah wafat rasulullah saw)
2. orang yang beriman kepada Nabi ISa dari ahli kitab sebelum diutus rasulullah saw dan setelah diutus rasulullah saw dia tidak beriman kepada beliau
3. orang yang beriman kepada beliau kemudian murtad dan wafat dalam keadaan murtad."
(Al Ishabah fii Tamyitis shahabat, hal 7-8)


hehe...itulah definisi shahabat, jadi kalau ada 'shahabat' yang munafik maka dia bukan seorang shahabat semisal abdullah bin ubay...




semakin kau menebar pasir semakin pasir itu berbalik ke wajahmu sendiri...

« Edit Terakhir: 31 Desember 2009, 09:22:24 oleh DodyKurniawan 07 »