Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Kisah Tragis bersama MLM = sistem rasional pencipta orang2 tidak rasional  (Dibaca 3135 kali)


Offline cahaya fajar

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 172
    • Lihat Profil
« pada: 10 Oktober 2009, 22:04:03 »
Di suatu sore, ane bersiap dengan pakaian rapi.
ane lihat isi kantong sudah kosong, jadi dengan berat hati ane pinjam uang sama mertua..
terlihat wajah istri ane sedikit melas. untuk menghiburnya ane berkata kepada istri "Umi, sabar ya, abi mau ikhtiar, tolong doain abi". Kemudian ane berangkat kesebuah presentasi suatu Network marketing dengan produk pulsa hak usaha yang berlabel syari'ah. sepulang dari presentasi itu ane temui istri dengan semangat besar..

sesampainya di rumah ane istirahat kemudian membuat strategi dan mendaftar calon prospek.
seminggu kemudian ane diundang untuk mengikuti presentasi yang kedua kalinya. pada pertemuan itu ane sudah menyiapkan calon downline, cuma saat itu masalahnya ane belum punya dana yang mencukupi. ane minta ke teman yang menjadi upline agar menutupi kekurangan dana ane sebesar 50 ribu. dan menempatkan orang-orang yang sudah ane persiapkan di bawah ane dan salah satu calon downline ane adalah orang potensial dalam berbisnis..

Namun takdir berkata lain, dan upline ane telah menjadi takdir yang menyakitkan bagi ane..
Ane sudah mati-matian untuk mengusahan dana supaya menjadi member, dan istri ane rela menahan lapar demi bergabung menjadi member MLM terbut. tapi jawabannya adalah calon downline ane justru disimpan di atas ane, dan ane di simpan pada level paling bawah.., hanya karena kurang 50 ribu.., sedangkan istri ane rela nggak makan seharian demi untuk bergabung di multilevel yang katanya berlandaskan syari'ah.

yang lebih menyakitkan lagi scedule ane bersama leader untuk memprospek teman ane yang memiliki potensi bisnis tersebut suruh di batalkan sehingga beberapa waktu kemudian calon prospek ane tersebut diabil oleh orang lain untuk MLM yang sama. hasilnya ane kehilangan kesempatan untuk dapat hidup lebih baik.

Ini adalah kisah paling menyedihkan dan menyakitkan selama ane ikut MLM. dan berdasarkan dampak tersebut akhirnya ane mengambil fatwa haram dengan alasan telah banyak korban berjatuhan. mungkin banyak orang yang sama seperti ane nasibnya dengan mengikuti program ini..

ane katakan sistem ini adalah sistem rasional yang menciptakan orang-orang tidak rasional.

dikatakan sistem ini rasional karena pada member pertama sampai kira-kira sepuluh ribu masih memiliki peluang untuk mendapatkan member sekitar seribu orang dan bonus besarpun masih bisa di dapatkan.

sedangkan orang-orang rasional adalah orang-orang yang bergabung dengan nomor anggota satu juta ke atas. di tambah sekarang zaman sulit, menambah member dengan nomor sekian semakin tidak mungkin untuk mendapatkan downline.

lalu dimana pertanggung jawaban leader di hadapan Allah atas kesulitan yang dialami para downline dengan nomor ID satu juta ke atas?

dan yang menjadi pertanyaan, berdasarkan kisah di atas dan fakta-fakta dilapangan berupa kerusakan siklus perekonomian, Apa pendapat Syari'at atas sistem MLM ini?

Jazzakallah Khairan Katsira

Offline d-brosque

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 1.836
  • Lokasi: country side
  • Jenis kelamin: Pria
  • musuh dunia
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 10 Oktober 2009, 22:13:40 »
jika berpendapat demikian, maka

"barang siapa meninggalkan yg haram, akan mendapatkan yg halal..."

insya Allah...amiin

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.251
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 10 Oktober 2009, 22:47:52 »
hehe untung gak ikutan
dulu pernah sih tapi emang dasarnya males, apalagi ternyata begitu itu.
pernah ikutan juga seminarnya (isinya persis kaya khotbah orang kristen, yang kolossal kaya di tipi2 itu)


Posting Digabung: 10 Oktober 2009, 22:48:12


gak ikut serius loh maksudnya
sekarang ANTI MLM

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.432
  • Lokasi: Sidrap-Jakarta-Jogja-Batam-Bali (nomaden)
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #3 pada: 10 Oktober 2009, 23:15:29 »
Jangan salahkan "syariatnya", salahkan akhlak orang yg dzhalim dlm menjalankan syariat tsb

Offline Agusjj

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 10 Oktober 2009, 23:46:41 »
Masih belum jelas hukumnya MLM.,?Kalau itu termasuk dagang kan gak haram tho,mungkin ada hal lain yg bs menjadikannya haram,..
Lagi Belajar jangan diganggu, belajar sabar belajar ikhlas..

Offline Bukan.ID.Kloning

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 11 Oktober 2009, 11:32:10 »
napa sih pada tertarik kaya lewat MLM...

mending ciptakan produk sendiri...ngapain capek2 jualin produk orang kalau perhitungan labanya tidak jelas...

nt terlalu jujur...memperkenalkan calon downline pada singa2 kelaparan..ya jelas di embat lah ama mereka yang sudah berduit...

banyak 'penipuan' dan sumpah palsu di MLM..maka berhati2lah...

bukankah rasul bersabda...' janganlah engkau bersumpah hanya untuk melariskan dagangan' ?..

kalau pengen tajir jadilah tajirun..bukan kuli MLM..capcay deh..
aku masih seperti yang dulu...

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 13 Oktober 2009, 00:45:31 »
Sebelumnya turut prihatin atas kasus tsb
Hmm saya rasa itu ulah oknumnya ya?  :hmmm:

Saya pribadi tidak suka MLM krn caranya org yg memprospek saya suka nyebelin bahkan hampir saja saya ngusir oknum tsb krn saking nyebelinnya.
Mesti begitu saya ndak bisa trus mengatakan MLM haram. Krn dalam MLM khan mirip atau sama dgn dagang. MLM adalah salah satu strategi perusahaan memasarkan produk. Klo yg umum khan kena biaya promosi, iklan, mungkin bayar konsultan tyk kamapnye produk, dll. Nah disini anggaran itu dihilangkan/dialihkan tuk bayar baonus para MLM-ers.
nah Namany sesama pedagang ya wajar klo terjadi persaingan dagang sesama MLM. Btw emang upline anda sama sekali ndak etis.
Sebelum masuk MLM pelajari aturannya cukup fair or adil ndak? tiap MLM memiliki aturan main yg beda.

Cuma disini saya ndak sukanya:
1. Pilihan terbatas.
2. Barang lebih mahal drpd yg dipasar krn terbebani biaya tuk bonus.
3. Org membeli bisa2 bukan krn kualitas/value tai terorong oleh rasa memiliki or ngejar target.
Perlu dibedakan antara "MLM" dan "Money Game"
Klo money game sudah pasti haram krn ndak ada barang atau jasa yg diperdagangkan, boleh jadi ada namun itu hanya sebagai kamuflase krn nilai barang sama sekali ndak signifikan dgn unag yg dibayarkan. Contoh "Gold Quest"===> ada barang yg dijual yaitu emas namun harganya sangat mahal jauh diatas pasar. Klo Money game tanpa produk sih bejibun.
 
Nah soal haram or ndak ya dicek aja nilai barang yg dijual rasional ndak?
« Edit Terakhir: 13 Oktober 2009, 05:11:33 oleh ireallycute »
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline mustadafin_85

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 354
  • narrowing
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 13 Oktober 2009, 01:01:01 »
personal franchise ya?
nimbrung . . .


Posting Digabung: 13 Oktober 2009, 01:18:23


ditelfon kenalan utk ketemuan
kirain nawarin kerjaan nga taunya diprospek MLM
 
saya di lobi dengan cara2 yg arkeolgis (basi)
    > emang ngga ada strategi lobi utk target audience tertentu ya?
    semua lobinya terdengar muluk2 dan terlalu tinggi.
    sedangkan brand T**** itu ngga pernah saya liat beriklan di tv.




Posting Digabung: 13 Oktober 2009, 01:22:18


90% presentasi sirkulasi keuntungan uang
1 % presentasi bahwa ternyata ada produk juga di dalamnya

keburu ngecap kaya arisan berantai . . .
« Edit Terakhir: 13 Oktober 2009, 01:22:18 oleh mustadafin_85 »
kau manusia, bukan syaitan, maka berbuat baiklah . . .

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 13 Oktober 2009, 05:14:01 »
^ Klo itu menurut gw haram boss, ya gitu namanya money game, ndak ada barang atau klo ada ya sekedar kamuflase tuk akal2an seolah jual produk.
nah klo model gini klo dah jenuh maka kasihan yg diurutan paling bawah pasti rugi. Dgn kata lain yg paling bawah hanya stor uang tuk mereka yg berada diatas.
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline N_Rahmat

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 86
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 13 Oktober 2009, 06:28:55 »
Turut prihatin pak :mewe:
kalau sy liat sih MLM benar2 buruk bila diterapkan, karena uang hanya dinikmati oleh segelintir orang diatas, sedangkan jutaan orang dibawahnya merana, terkadang memprospek orang/mencari downline terlihat seperti mencari uang
(orang = uang), sering sy liat mengakibatkan rusaknya hub pertemanan, minimal teman menjauh...
tapi belum ada syariat/hukum yang pasti ya tentang MLM?

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.432
  • Lokasi: Sidrap-Jakarta-Jogja-Batam-Bali (nomaden)
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #10 pada: 13 Oktober 2009, 07:17:41 »
Males ah MLM. Ini namanya perdagangan manusia. Mensejajarkan manusia dan produk sebagai suatu komoditi bisnis (bukan murni konsumen) lalu memperbudak mereka mengejar target dgn iming2 bonus. Sistem ini amat rapuh. Mudah berkembang, tapi sulit bertahan. Antara member yg satu dgn yg lainnya pada rebutan lahan. Muamalahnya jadi tidak syar'i, sistemnya (upline downline) pun tidak menjamin kelangsungan hidup pekerjanya.

Padahal Rosulullah bersabda: "bayarlah upah para pekerjamu sebelum keringatnya kering."

Lha, ini? Upline berpeluang cuman nentuin level member baru doang

MLM = HARAM!!! CAMKAN ITU

Offline Agusjj

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 13 Oktober 2009, 10:21:42 »
Dagang halal
Lagi Belajar jangan diganggu, belajar sabar belajar ikhlas..

Offline Asmaraningtyas

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 3.494
  • Trahing kusuma, rembesing madu wijining andanatapa
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 13 Oktober 2009, 10:33:27 »
sejak MLM pertama muncul di Indonesia, saya sudah nggak teertarik walau ditawri sampai binirnya jontor juga....karena 0tak sayay mengatakan apap yg diiming imingkan oleh MLM itu nggak masuk akal.....
namun bukan berarti sayay nggak pernah terperosok.
waktu itu saya diprospek sama perempuan muda agak cantik......mo bilang "ngga' seprti biasanya kalo diprospek laki laki kok nggak bisa..terpaksa dech aku bayar nilai keanggotaanya...walau sayay nggak pernah mencoba untuk caroi down line...jangankan mencoba mikir sajaj nggak. sayay daftar sebagi anggota ya karena yg nawarin cewe cantik aja...... yah...begitulah...rasionalita s sayay luntur juga di depan MLM gara gara cewe cakep......
tapi begitu juga "nyesel' bener aku sampai sekarng.....ngerasa kaya orang bego gitu kalo inget....jadi nggak rasional....
maka saya setuju dg judul ini tret..........
Kalo datang tidak bawa damai tapi malah pedang dan pisahkan anak dari bapak, mantu dari mertua, mari berseru: "enyahlah iblis kau sandungan bagi ku"

Offline hashishin

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.085
  • Lokasi: The city of angelines
  • Jenis kelamin: Pria
  • - = [ distingushing the inferiors ] = -
    • Lihat Profil
    • Blog gw ( masih baru... )
« Jawab #13 pada: 13 Oktober 2009, 10:34:20 »
ups,... hati2 jangan menggeneralisir :)

memang, secara teknis dan faktual, banyak di antara MLM2 yang ada sekarang sangat menekankan pada pengembangan downline tanpa memperhatikan profitabilitas sisi perdagangannya itu sendiri.

namun sejatinya, konsep MLM sedikit mirip dengan rantai distribusi biasa, dan jika dijalankan dengan tepat, bisa tetep ahsan.

contoh "MLM" yang tepat : jualan beras kualitas yang cukup baik, dan harga yang cukup terjangkau di indonesia, tar  si downliner punya pilihan masing2, mau terus jualan beras sendirian, atau mau ajakin jualan beras rame2. tar kalau perdagangan berasnya maju, dia dapet komisi. dan komisinya bukan komisi yang besar, tetap komisi terbesar adalah hak mereka yang menjual beras. bukan "bos"nya penjual beras. ( kecuali klo si downline dimodalin, maka peran si "upline" itu bukan upline, tapi INVESTOR ) kaidah "mengenali suatu kasab apakah investasi atau bekerja pada orang" itu pernah saya post tapi di mana ya?


Posting Digabung: 13 Oktober 2009, 10:34:57


NB : sampai sekarang, saya selalu menolak tawaran MLM yang datang ke saya
Cinta Allah , Cinta Rasulullah, Cinta Ahlul Bayt, Cinta Shahabat-Shahabat Rasulullah, Cinta Tabi'in, wat Tabi'utTabi'in... Insya Allah...

-= HIBERNATING FOR A WHILE... DO NOT DISTURB!!! =-

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 13 Oktober 2009, 11:23:26 »
Saya perhatikan MLM itu hanya bagus bagi 1000 anggota pertama. Kalo sudah besar dan anggotanya banyak, Insya Allah bakal nyusahin. Contoh aja yang baru ikut Amway dan CNI sekarang, pasti sulit cari "korban" untuk dijadikan downline.

Saya setuju bahwa MLM adalah money game dan jualan produknya hanya kamuflase.

Kalo mo untung di MLM, anda musti ikut dari awal berdirinya MLM tsb, dan kalo mo enak ga perlu kerja, anda tanam saja modal. Salah seorang rekan kerja saya ada yang ikut MLM Lampeberger, dimana dia ditawari ikut oleh rekannya pada saat MLM tersebut baru berkembang di Indonesia. Kebetulan teman saya tsb ada modal, dia ga perlu cari korban untuk dijadikan downline, dia hanya ngasih modal Rp 80 juta ke MLM tersebut. Dan sekarang dia sudah nangkring di posisi Diamond. Dia sering jalan-jalan ke Hongkong, Singapore, dan Paris menikmati bonus keuntungan serta ikut serta dalam rapat komite umum para "petinggi". Sekarang tanpa melakukan apapun, uang sekitar Rp 100 an juta mengalir ke rekeningnya tiap bulan. Enak banget kelihatannya. Dia masih tetap jadi PNS, tapi kerjanya sangat santai, karena dia tidak perlu ngejar2 cari uang dari pekerjaan PNS. Sebuah spekulasi senilai Rp 80 juta di awal, yang berbuah keuntungan dahsyat. Enak sih memang kalo punya modal.

Tapi yah, jarang sih orang kaya teman saya itu...
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"