Mo bayar utang. Saya agak kerepotan nulis ini karena pas ada kegiatan sosialisasi PP51 Thn 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian yang baru saja selesai disetujui DPR.
Special request from jeng maren...
Chapter I
ANTIBIOTIKA
Definisi :
Zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba (terutama fungi/jamur) yang dapat menghambat atau membunuh mikroba jenis lain.
namun dewasa ini sudah banyak antibiotika yang disintesis murni ataupun semi-sintesis.
Obat antibiotika yang digunakan untuk membasmi infeksi mikroba pada tubuh manusia ditentukan berdasarkan syarat harus memiliki sifat toksisitas selektif setinggi mungkin. Artinya bahwa antibiotika tsb harus bersifat sangat toksik bagi mikroba, tapi relatif tidak toksik bagi manusia.
Pembagian antibiotika berdasarkan aktivitas kerja :
1. Golongan Bakteriostatik
Bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Pengukuran potensi daya antimikrobanya disebut uji Kadar Hambat Minimal (KHM). Yaitu konsentrasi minimal antibiotik tsb yang tetap memiliki efek bakteriostatik.
2. Golongan Bakterisid
Bekerja dengan membunuh bakteri. engukuran potensi daya antimikrobanya disebut uji Kadar Bunuh Minimal (KBM). Yaitu konsentrasi minimal antibiotik tsb yang tetap memiliki efek bakterisida.
Bakteri juga sering dikelompokkan dengan pewarnaan Gram. Ada bakteri gram positif dan adapula bakteri gram negatif. Dan antibiotik pun juga ada yg aktif dengan bakteri gram npositif saja, ada juga aktif hanya pada bakteri gram negatif saja, dan adapula yang aktif pada keduanya.
Mekanisme Kerja Antibiotika
Secara garis besar ada 5 tipe mekanisme kerja antibiotika.
1. Antibiotika yang bekerja menghambat metabolisme sel mikroba. Contohnya : Golongan Sulfa / Sulfonamida.
2. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis dinding sel mikroba. Contohnya Golongan beta-laktam (penisilin & sefalosporin), basitrasin, vankomisin.
3. Antibiotika yang bekerja mengganggu keutuhan membran sel mikroba. Contohnya Polimiksi, golongan polien.
4. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis protein sel bakteri. Contohnya golongan aminoglikosida (gentamycin), golongan makrolid (eritromisin), linkomisin, tetrasiklin, kloramfenikol.
5. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis asam nukleat sel bakteri. Contohnya rifampisin dan golongan kinolon.
RESISTENSI PADA ANTIBIOTIKA
Resistensi artinya keadaan tidak terganggunya bakteri oleh antibiotika. Ada resistensi genetika, yang berdasar penyebabnya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Mutasi Spontan dan Resistensi yang dipindahkan. ada juga resistensi non genetik, dimana bakteri berubah menjadi tidak aktif (membentuk kista) sehingga tidak sensitif terhadap antibiotika. Dan jenis lainnya adalah Resistensi silang, yaitu resistensi bakteri terhadap satu jenis antibiotika yang juga menjadi resisten terhadap antibiotika yg lain.
Sampai sini dulu, nanti dilanjut Chapter II .....