Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Pelayanan Informasi Obat (PIO) & Konsultasi Kefarmasian - Online  (Dibaca 2976 kali)


Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« pada: 01 Oktober 2009, 14:09:03 »
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Bismillahirahmanirrahim...

Dengan ini saya mempersilahkan kepada user MyQ yang ingin berkonsultasi soal obat-obatan modern dan dunia kefarmasian, baik dari segi perkembangan maupun regulasinya. Saya coba mengamalkan ilmu kafarmasian yang sudah saya pelajari selepas SMP sampai kuliah program magister kefarmasian, hingga sekarang saya bekerja di Departemen Kesehatan. Semoga bermanfaat bagi semua.

Adapun disini saya tidak melayani diagnosa penyakit karena hal tersebut adalah wilayah & wewenang seorang dokter. Sedangkan saya disini melayani konsultasi mengenai obat-obatan dari penyakit-penyakit yang sudah teridentifikasi dengan pasti. Saya juga akan membahas obat-obatan dari berbagai penyakit yang akan saya buat bahasan ilmiahnya secara berkala. Juga akan ada pembahasan mengenai kerasionalan obat yang meliputi permasalahan2 seputar penggunasalahan obat (drug misuse), penyalahgunaan obat (drug abusement), poli farmasi, dan lain-lain.
Saya tidak akan membahas secara detail setiap obat satu persatu, tetapi saya akan mencantumkan pilihan obat yang dapat dibeli dengan kriteria utama obat tersebut mudah didapat, murah harganya, serta efikasinya cukup tinggi.

Saya berharap apa yang saya lakukan ini dapat membantu user MyQ yang lain agar dapat lebih "smart" dalam mengenal obat serta mampu melakukan "self medication" bagi penyakit-penyakit umum (common disease) yang biasa kita jumpai sehari-hari.

Semoga Allah SWT meridhoi dan membimbing kita semua... Amien

By : Devil Killer  (MyQ Unofficial Pharmacist)





JERAWAT (ACNE VULGARIS)
Sebagai tema bahasan pertama saya pilihkan jerawat dan berbagai jenis penyakit infeksi permukaan kulit. Jerawat yang juga lazim disebut acne adalah jenis gangguan pada kulit wajah yang awal mulanya disebabkan oleh penyumbatan pada pori-pori kulit. Apabila ada bakteri yang masuk dalam sumbatan tersebut (karena permukaan kulit yang kotor) maka sering terjadi fenomena peradangan (inflamasi) sehingga acne nampak berwarna kemerahan. Apabila infeksi bakteri cukup berat, maka bisa timbul abses.

Metode Pengobatan :
Penanganan jerawat pada masa lampau biasanya menggunakan bahan-bahan yang bekerja antiseptik dan keratolitik (belerang, asam salisilat). Namun di masa sekarang, bahan2 tersebut kurang efektif bagi jerawat yang disertai gejala peradangan. Obat-obat yang biasa digunakan adalah terapi menggunakan kortikosteroid topikal (hidrokortison, betametason, mometason). Apabila gejala infeksi agak lumayan (jerawat nampak bengkak kemerahan) maka bisa dikombinasi dengan antibiotik topikal (contoh : gentamisin, neomisin) yang mana kortikosteroid + antibiotik topikal tsb dikemas dalam formulasi cream.
Potensi kekuatan kortikosteroid sebagai antiinflamasi topikal juga bervariasi, contoh yang paling lemah  adalah hidrokortison, diatasnya contohnya adalah betametason, dan golongan yang paling poten diwakili oleh mometason.
Contoh obat-obat cream yang beredar di pasaran dan bisa dipakai:
BETASON, BENOSON, DIPROSONE (mengandung betametason), ELOCON (mometason difuroat) Adapula BETAMETASON CREAM GENERIK.
Sedangkan contoh kombinasi kortikosteroid + antibiotik :
DIPROGENTA (kombinasi gentamisin + betametason), BETASON-N, BENOSON-N (kombinasi betametason + neomisin)

Cream / Salep tersebut sebaiknya dipakai saat akan tidur (tidur siang maupun tidur malam). Sebelumnya anda membersihkan wajah dahulu dengan sabun pembersih wajah yang cocok dengan kulit anda.

Selain itu, terapi juga dapat dikombinasi dengan obat-obat anti inflamasi oral untuk mempercepat penyembuhan proses peradangan. Contoh obat-obatnya adalah :
VOLTADEX 25 mg atau 50 mg diminum 3 sehari sesudah makan. mengandung Natrium Diklofenak
CATANAC 25 mg atau 50 mg diminum 3 sehari sesudah makan. mengandung Kalium Diklofenak
Dapat pula menggunakan PIROXICAM 20 mg GENERIK atau MELOXICAM generik yang diminum 1x sehari.
Secara potensi kerja, senyawa diklofenak memiliki daya anti inflamasi lebih poten dibandingkan senyawa oksikam.


Dalam kondisi normal, jerawat anda akan berkurang 80% dalam waktu 2 hari pemakaian
Apabila obat-obat di atas dalam jangka waktu 1 minggu tidak memberi perubahan berarti, maka kemungkinan anda mengalami gangguan hormonal. Berkonsultasilah pada dokter. Umumnya hal ini dialami oleh wanita.




Bila ada pertanyaan saya persilahkan......
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 06 Oktober 2009, 10:46:13 »
MENGATASI PANAS / DEMAM PADA ANAK KECIL

Kasus demam pada balita atau anak kecil bisa terjadi setiap saat mengingat tubuh anak kecil pada umumnya masih rentan. Hal ini dikarenakan sistem antibodi mereka belum selengkap orang dewasa.
Disini penanganan kasus demam lebih ditujukan pada terapi simptomatik yaitu upaya menurunkan suhu tubuh anak yang terserang demam. Adapun mengenai terapi kausal (penanganan terhadap penyebab utama penyakit) tidak dibahas disini karena hal tersebbut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi gejala demam dapat disebabkan berbagai hal seperti infeksi bakteri, virus ataupun peradangan dan sebagainya.

Bagi balita yang terserang demam tanpa disertai gejala-gejala vomitus (muntah-muntah) maupun serangan kejang-kejang, maka penanganannya bisa menggunakan sirup pereda panas biasa yang mengandung parasetamol (untuk bayi bisa digunakan bentuk sediaan obat tetes / drops).
Bila panas tinggi disertai dengan gejala vomitus / muntah, maka pemberian obat secara oral (diminum lewat mulut) seringkali kurang efektif karena ikut keluar bersama muntah. Solusinya adalah menggunakan obat pereda panas yang diberikan via rektal (lewat anus / dubur) yang biasanya berbentuk suppositoria. contoh sediaan ini di pasaran adalah PROPYRETIC SUPP. Untuk bayi biasanya menggunakan sediaan dosis 80 mg dan untuk anak kecil atau balita biasanya menggunakan sediaan dosis 240 mg.
Pemberian secara rektal juga efektif bagi penanganan panas yang disertai kejang-kejang yang biasanya berakibat anak-anak susah menelan obat.

Untuk penanganan kejang biasanya menggunakan obat-obat tranqulizer dalam bentuk cairan yang disemprotkan lewat anus. Namun obat ini tidak bisa diperoleh bebas tanpa resep dokter karena obat ini termasuk kelompok psikotropika.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 06 Oktober 2009, 12:50:29 »
Pak DeKil %peace%

kebeneran nih... :hihi:
ada  gak sih obat alergi yg boleh dikonsumsi ma ibu menyusui (red. aman)
ane bingung nih...
setau ane kebaynyakan kok bpengaruh ma sekresi asi
cmiiw
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 07 Oktober 2009, 12:55:45 »
Waduh maaf bu, setau saya semua obat antihistamin itu juga keluar bersama air susu. Makanya kalo ibunya minum antihistamin bayinya juga akan ikut mengkonsumsi lewat ASI. Mendingan untuk amannya konsultasi sama dokter spesialis anak.
Tapi sepanjang pengetahuan saya sediaan antihistamin yang mengandung Cetirizine biasanya diperbolehkan bagi wanita hamil & menyusui (tapi tetap dengan perhatian khusus).
Contoh Obatnya : OZEN TABLET, CETINAL TABLET
ANTIHISTAMIN
Anitihistamin secara garis besar dibagi 2 kelompok, yaitu : H-1 Blocker dan H-2 Blocker.
 Perlu diketahui bahwa suatu bahan kimia untuk dapat bekerja dalam tubuh (menghasilkan reaksi fisiologis) harus menempati reseptornya lebih dahulu (Teori Obat-Reseptor).
Mekanisme kerja antihistamin adalah dengan kompetisi reseptor penerima histamin. Artinya antihistamin akan menempati reseptor alami Histamin dalam tubuh terlebih dahulu, sehingga histamin tidak dapat menempati reseptornya dan tidak bisa menimbulkan efek reaksi alergi.
Karena mekanisme kerjanya yang bersifat kompetisi reseptor, maka histamin hanya efektif bila diminum sebelum terjadi reaksi. Apabila sudah terjadi reaksi alergi, maka antihistamin bekerja memblok sisa histamin yang belum menempati reseptornya, sedangkan histamin yang sudah menempati reseptornya efeknya akan hilang sendiri oleh metabolisme tubuh.

Ion Kalsium dan Vitamin C (asam askorbat) dapat memperkuat kerja antihistamin secara tidak langsung. Kedua zat ini berfungsi memperkuat dinding mast cell (tempat produksi & penyimpanan histamin dalam tubuh). Oleh karena itu pada terapi serangan alergi yang cukup parah dan akut (misal kena ulat bulu), selain antihistamin biasanya juga pasien meminum tablet kalsium (misalnya : KALK TABLET) dan minum vitamin C dosis tinggi. Kadang malah keduanya disuntikkan langsung oleh dokter bersama dengan antihistamin untuk mempercepat mula kerjanya.

Antihistamin H-1 Blocker
Antihistamin golongan ini bekerja pada reseptor Histamin H-1 di dalam tubuh. Reseptor H-1 ini yang mengatur pelepasan histamin dari mast cell di seluruh tubuh. Contoh obatnya sangat banyak, yang paling terkenal adalah Chlorpheniramin Maleat (CTM).

Antihistamin H-2 Blocker
Antihistamin golongan ini bekerja spesifik pada reseptor Histamin H-2 yang mengatur pelepasan asam klorida (HCl) dalam lambung. Oleh karena ini antihistamin golongan ini berfungsi sebagai obat maag. Contoh obat golongan ini adalah (Generik) : Cimetidin dan Ranitidin.
« Edit Terakhir: 07 Oktober 2009, 12:59:40 oleh Devil Killer »
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 07 Oktober 2009, 14:14:53 »
Waduh maaf bu, setau saya semua obat antihistamin itu juga keluar bersama air susu.

:marah: wah2.... istri ane kok yg mnyusui %peace%

Tubuh bisa produksi antihistamin sendiri ga Pak?
mksdnya biar cm konsumsi Kalsium ma vitC aj gt :hihi:
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 07 Oktober 2009, 15:30:25 »
:marah: wah2.... istri ane kok yg mnyusui %peace%

Tubuh bisa produksi antihistamin sendiri ga Pak?
mksdnya biar cm konsumsi Kalsium ma vitC aj gt :hihi:
Maaf pakde, saya kirain tadi situ wanita... Ga liat male-sign nya tadi.
Tubuh memproduksi hormon yang mengatur keseimbangan tadi. Pecahnya mast-cell itu kan karena adanya zat kimiawi asing reaktif yang masuk ke dalam tubuh secara mendadak dan insidental, sehingga terjadi pelepasan histamin sebagai reaksi biologis. Secara alami tubuh ga memproduksi antihistamin dalam jumlah besar pakde...
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline Panch

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 726
  • Iqra bismirabbikalladzikhalaq!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 08 Oktober 2009, 21:49:53 »

Tapi sepanjang pengetahuan saya sediaan antihistamin yang mengandung Cetirizine biasanya diperbolehkan bagi wanita hamil & menyusui (tapi tetap dengan perhatian khusus).


nanya dunk pak, kalo cetirizin drop (nama patennya ryzen yak?) diminum sm org dewasa, dosisnya berapa mili? kalo utk batita 15 bulan, ngasihnya berapa tetes? per kg BB anak ato sesuai umurnya aja? syukron

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 09 Oktober 2009, 14:04:06 »
nanya dunk pak, kalo cetirizin drop (nama patennya ryzen yak?) diminum sm org dewasa, dosisnya berapa mili? kalo utk batita 15 bulan, ngasihnya berapa tetes? per kg BB anak ato sesuai umurnya aja? syukron
Cetirizine Drops itu banyak merknya, Ryzen, Ozen, dsb.
Setau saya obat drops itu untuk bayi. Kalo orang dewasa pake yang tablet. Kalo anak-anak pakenya sirop.
Orang dewasa kalo minum cetirizine drops ya dosisnya bisa puluhan tetes. Rugi atuh mah kang...

Batita 15 bulan dosis terbaik yang per kg BB, apalagi kalo badannya kelewat kurus ato kelewat gemuk. Tapi kalo bobotnya normal, pake standar umur ga pa pa kok. Hasilnya ga akan beda jauh kok.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 10 Oktober 2009, 09:52:57 »
Pecahnya mast-cell itu kan karena adanya zat kimiawi asing reaktif yang masuk ke dalam tubuh secara mendadak dan insidental, sehingga terjadi pelepasan histamin sebagai reaksi biologis. Secara alami tubuh ga memproduksi antihistamin dalam jumlah besar pakde...

Brarti cm dikit ya  :hmmm:
trus caranya mencegah zat kimiawi asing reaktif yang masuk ke dalam tubuh secara mendadak dan insidental gmn dong Kang DeKil?

Oiya, ane mo ty lagi nih ya  :hihi: pdhl dari td jg dah tanya, afwan nih %peace%

Kenapa ya, rata2 obat batuk dikombinasi antara GG ma dextro,
padahal GG mrangsang batuk sementara dextro menekan batuk?

Klo stau ane si batuknya dirangsang dulu biar dahak kluar, stlh itu ditekan
biar ga batuk2. Kerja GG lebih dulu drpd dextro, sktr 1/4 jam-an lbh dulu.
Tapi apa yakin setelah 1/4 jam dahak dah sdh kluar smua. Klo dahak
ternyata masih trus batuk malah ditekan, nasibnya gimana dong? :(
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 10 Oktober 2009, 15:16:31 »
@ pakde panch, cetirizine utk batita 15 bulan bisa dikasih 3-4 tetes

@pakde mumu
ulasannya nanti kalo saya login pake PC. Sekarang cm pake opera mini di HP
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline Panch

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 726
  • Iqra bismirabbikalladzikhalaq!
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 10 Oktober 2009, 19:49:48 »
@ pakde panch, cetirizine utk batita 15 bulan bisa dikasih 3-4 tetes

duuuuh...sy ini emak-emak pak, bukan bapak-bapak. betewe, makasih infonya. kebetulan udah nanya ke DSPA, beliau bilang ngasihnya baiknya per BB anak

Cetirizine Drops itu banyak merknya, Ryzen, Ozen, dsb.
Setau saya obat drops itu untuk bayi. Kalo orang dewasa pake yang tablet. Kalo anak-anak pakenya sirop.
Orang dewasa kalo minum cetirizine drops ya dosisnya bisa puluhan tetes. Rugi atuh mah kang...

emang iya, cetirizin drop utk bayi. kebetulan ada sodara yg ngasih cetirizin drop buat anak sy yg punya alergi. alhamdulillah alergi anak sy jarang kambuh. yg alerginya sering kambuh tuh malah sy - emaknya, apalagi pas hamil begini, rentan banget utk kambuh. jd daripd obat itu 'nganggur' ya sy minum aja kalo alergi lg kambuh. makanya sy nanya kalo cetirizin drop takeran utk org dewasa brp ml.
trus sy baca di kemasan obatnya, kalo 1 ml itu setara dgn 10 mg cetirizin. dosis 1 tablet cetirizin utk org dewasa kan 10 mg, jd ya sy minum cetirizin dropnya 1 ml. kira2 perkiraan sy betul gak pak? apa sy sotoy ya?  :hmmm:
tolong dijawab ya pak, syukron

Offline Hanja

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 66
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 10 Oktober 2009, 19:57:12 »
tret OK nih..

mau nanya, tiap bepergian jauh saya selalu minum obat anti  mabuk keluaran KONI**X
lupa nama zat aktifnya (ntar saya cek lagi)

kalau minum itu tidur pasti pulas banget padahal jalanannya rusak. saya jadi penasaran apakah obat itu tidak berbahaya?

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 10 Oktober 2009, 22:45:12 »
Hayah, jeng panch saya baru tau kasusnya begitu toh. Ttg hitungan anda itu bener kok. Yg penting emang jumlah dosis zat aktif yg diminum.

@ kang hanja
nama zat aktifnya Difenhidramin Teoklat, biasa disebut dimenhidrinat.
Sbenarnya obat itu termasuk antihistamin, cuma dia punya efek antiemetika menekan pusat rangsangan muntah yg disebut CTZ (Chemoreceptor Trigger Zone).
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline microsky

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 9.243
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • user #9116
« Jawab #13 pada: 11 Oktober 2009, 00:46:56 »
Mau tanya tentang cacar air, dong.. Terus penanganan luka/bekas lukanya bagaimana?

Terima kasih sebelumnya :)

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 11 Oktober 2009, 02:52:49 »
nice tret  O0
---

Ngomong2 katanay jerawat adalah penyakit (bia dibilang penyakit ndak ya) yg ndak ada obtanya. yg ada hanyalah upaya meminimalisir/upaya pencegahan saja.

Saya sendiri dah buktikan hal ini. Sudah berobat sana sini, tetep saja jerawatan. kalau udara panas atau badan merasa gerah sering jerawatan. Kalau naik motor sudah pasti jerawatan. Jnagn bilang krn pori2 kotor ya krn saya dah pernah coba buat helm yg pakai sarinag udara juga ndak ngefek.
nah klo ndak naik motor palagi suka naik sepeda wah bener2 bebas jerawat,.. tapi masalahnya saya suka sekali naik motor.

Mau tanya tentang cacar air, dong.. Terus penanganan luka/bekas lukanya bagaimana?

Terima kasih sebelumnya :)
Sharing saja,... saya dulu juga pernah mengalami cacar air.... sebelum yg empunya nongol hehe  %peace%
Klo lubang dan luka masih baru bisa diberi "Bioplacenton" krn memiliki efek "menumbuhkan" daging.
Sebisa mungkin hindari sinar matahari klo perlu pakai tabir surya krn dikhawatirkan "hitam permanen"
Dan mungkin ini yg akan dinilai kontroversi oleh org kesehatan : "hindari mengkonsumsi makanan bervitamin C" ...ya secukupnya saja.
Krn efek vit C adalah membuat bekas luka jadi hitam. Saya dapat ini justru dari literature cina. namun emang terbukti adanya.
 :hmmm:
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 11 Oktober 2009, 07:53:40 »
@kang hanja..
Dimenhidrinat aman diminum kok. Kecuali anda punya riwayat alergi dgn obat tsb.
Atau kalo anda yg bawa kendaraan juga ga boleh, nanti nabrak karna gara2 ngantux.

Dimenhidrinat walau punya efek sedatif tapi dia tidak termasuk golongan psikotropika, jadinya aman.



@ kang microsky..
cacar air/varicella biasanya diterapi dengan obat antiviral spt ASIKLOVIR.
Terapi dilakukan dgn 2 arah, dari dalam secara oral dgn tablet dan dari luar dgn krimnya.

Mengenai dosis sebaiknya konsultasi dgn dokter berdasar hasil diagnosa. Tergantung usia pasien, BB, & tingkat keparahan penyakit.
Adapun soal penanganan flek hitam di kulit BEKAS cacar air atau jerawat yg terbaik adalah dengan konsumsi vit E (misal NATUR-E) & kulit akan meregenerasi sendiri bekas flek tsb. Kalo flek nya adalah cacar air yang masih aktif, maka diobatinya ya dengan Asiklovir.
Ada cara lain yaitu dgn penggunaan krim bleaching kulit yg mengandung Hydroquinon (contoh MEDIQUIN, VITAQUIN) pada malam hari sblom tidur, tapi cara ini kurang aman.
Tapi setau saya bila cacar air juga diobati dgn krim, bekas flek nya ga parah kok

@ ireallycute
anda coba dulu obati jerawat sesuai saran saya di postingan awal. Ga pernah ada pasien yg komplain kalo metode pengobatan jerawat saya gagal. Padahal ada pasien yg berobat sampai habis ratusan ribu di klinik murad tapi gagal, pas coba saran saya jerawatnya rontok dgn biaya kurang dari 100 ribu.
« Edit Terakhir: 12 Oktober 2009, 09:38:17 oleh Devil Killer »
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline janur_ayudewi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 2.543
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • berusaha utk lebih baik lagi ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 11 Oktober 2009, 20:06:34 »
pak devil mo tanya donk...emang klo antibiotik hrs diminum sampe abis ya? cnthnya mnm amoxcilin...klo mslkan sakitnya dah sembuh tuh obat apakah hrs dihabiskan?
trus emang klo minum obat gak boleh pake teh manis ya?

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 12 Oktober 2009, 04:28:00 »
Terima kasih mas Devil Killer, ... walau saya ndak yakin juga hehe  %peace%
Coz gini lho,... ya sama saya juga pernah juga di Murad (walau sebenernya saya sih dah skeptis krn terus ternag aja dah begitu banyak obat2-an,cara dan juga dokter2 kulit yg saya mintai tolong,...tapi krn ortu yg maksa saya ya gimana lagi...coz saya khan anak baik  :hihi:) ...tapi ya gitu deh,... sembuh waktu pakai obatnya begitu habis ya kumat lagi. cape dech  :hihi:
Akhirnya saya simpulin sendiri klo jerawat saya krn maslah hormonal (ini kesimpulan saya barusan lho setelah baca tulisan anda didepan)...takutnya saya dianggep ngetes nt hehe  %peace%
 krn seperti yg  saya bilang didepan,...jika badan saya merasa gerah pasti kambuh.

Dalam kondisi normal, jerawat anda akan berkurang 80% dalam waktu 2 hari pemakaian
Apabila obat-obat di atas dalam jangka waktu 1 minggu tidak memberi perubahan berarti, maka kemungkinan anda mengalami gangguan hormonal. Berkonsultasilah pada dokter. Umumnya hal ini dialami oleh wanita.
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 12 Oktober 2009, 09:34:57 »
Kutip dari: mumu
trus caranya mencegah zat kimiawi asing reaktif yang masuk ke dalam tubuh secara mendadak dan insidental gmn dong Kang DeKil?
Cara mencegahnya ya jangan kontak dengan zat kimiawi tsb. Misalnya kalo tau ngeliat ada ulat bulu ya jangan dipegang. Trus kenali juga bahan2 makanan yang menyebabkan reaksi alergi pada tubuh kita. Kalo dah tau, ya jangan dimakan.



Kutip dari: mumu
Kenapa ya, rata2 obat batuk dikombinasi antara GG ma dextro,
padahal GG mrangsang batuk sementara dextro menekan batuk?

Klo stau ane si batuknya dirangsang dulu biar dahak kluar, stlh itu ditekan
biar ga batuk2. Kerja GG lebih dulu drpd dextro, sktr 1/4 jam-an lbh dulu.
Tapi apa yakin setelah 1/4 jam dahak dah sdh kluar smua. Klo dahak
ternyata masih trus batuk malah ditekan, nasibnya gimana dong? :(

Obat batuk itu secara farmakologis dibagi menjadi 2 golongan besar :
ANTITUSIF
Yaitu obat yang mempunyai efek menekan pusat refleks batuk. Tetapi golongan ini tidak dapat mengeluarkan lendir dari bronkus. Contoh obat golongan ini adalah Dextromethorpan (contoh: Romilar Tablet), Noscapine (contoh: Mercotin Drops), Codein (Narkotika).
Obat golongan ini dipakai untuk mengatasi serangan batuk kering (tanpa lendir / dahak). Biasanya batuk seperti ini bisa disebabkan oleh reaksi alergi (debu, bulu binatang) ataupun radang tenggorokan.

EKSPEKTORAN
Golongan ini bekerja dengan mengeluarkan lendir yang menyebabkan terjadinya batuk. Jadi ekspektoran ini hanya efektif untuk batuk berdahak. Contoh obatnya adalah Gliseril Guaiakolat (GG), Bromheksin, Succus Liquiritiae. Biasanya tersedia di pasaran dalam bentuk formulasi sirup cair untuk dewasa (Benadryl Syrup, OBH syrup, dll).

Metode pengobatan batuk berdahak yang benar adalah seperti yang pakde mumu bilang. Seharusnya pasien mendapat terapi dengan zat mukolitik (ekspektoran yang mengeluarkan mukus/lendir) sehingga semua lendir keluar habis. Barulah minum antitusif untuk menekan sisa refleks batuk.
Ekspektoran bekerja dengan mengeluarkan lendir saat pasien batuk, sehingga saat kita minum ekspektoran frekuensi batuk-batuk akan meningkat sehingga semua lendir bisa keluar terdorong oleh batuk. Apabila ekspektoran dicampur dengan antitusif, maka kerja yang terjadi adalah berlawanan, dimana batuk yang berfungsi mendorong dahak keluar, justru malah ditekan oleh antitusif. Akibatnya lendir jadi lama keluarnya.
Campuran antitusif dan ekspektoran saat bersamaan dalam 1 formula obat batuk sebenarnya merupakan contoh pengobatan yang tidak rasional. Pengobatan batuk berdahak yang rasional adalah dengan menggunakan ekspektoran dahulu untuk menguras lendir selama beberapa hari, baru minum antitusif. Misalnya : minum Ambroxol Tablet selama 2-3 hari (orang dewasa), barulah minum Romilar Tablet.
Kalo batuk kering sih tinggal minum antitusif saja.


Posting Digabung: 12 Oktober 2009, 09:44:49


@ ireallycute...
Kalo ternyata kondisi sampeyan seperti itu, sebenarnya bisa dikurangi dengan cara rajin membersihkan muka dengan pembersih muka yang cocok. Pembersih mukanya harus yang mengandung bahan antiseptik ya, merknya terserah mau ponds, biore, JF sulfur soap, terserah aja.
Yang jelas sebelum anda berangkat naik motor, cuci muka dulu. Sesudah sampai cuci muka lagi. Sebelum tidur cuci muka juga.
Atau kalo anda merasa risih harus sering cuci muka karena sering bepergian bolak-balik, saran saya anda cuci muka setiap sebelum wudhu sholat fardhu saja. Kan 5x sehari cuci muka + cuci dosa. Insya Allah rontok tuh kotoran di muka & dosa-dosanya.

Memang sih anda benar, bahwa kalo pake obat, jerawatnya sembuh, tapi kalo ga pake obat selang beberapa waktu kumat lagi. Tapi coba deh saran saya tersebut, Insya Allah frekuensi jerawatan anda akan berkurang.

Kalo ternyata masih juga, berarti memang pure (murni) gangguan hormonal..


Posting Digabung: 12 Oktober 2009, 09:58:36


pak devil mo tanya donk...emang klo antibiotik hrs diminum sampe abis ya? cnthnya mnm amoxcilin...klo mslkan sakitnya dah sembuh tuh obat apakah hrs dihabiskan?
trus emang klo minum obat gak boleh pake teh manis ya?
mbak janur...
Dalam pengobatan infeksi sistemik, antibiotik memang harus dihabiskan. Karena, ketika 80% bakteri yang menginfeksi tubuh pasien sudah dimusnahkan oleh antibiotika, maka tubuh pasien akan mengalami perubahan yang positif dan signifikan secara fisik. Terlihat seolah pasien sudah sembuh. Padahal masih ada sekitar 20% bakteri di dalam tubuh. Apabila pasien berhenti minum antibiotik, maka sisa bakteri di dalam tubuh akan kembali berkembang biak dan menimbulkan penyakit kembali.
Pada serangan yang kedua (bahsa inggrisnya disebut kumat), maka bakteri akan mempelajari struktur kimia antibiotik yang sudah digunakan tersebut. Sel bakteri akan membuat mekanisme pertahanan kimiawi agar kebal dari serangan antibiotik. Istilah jawa nya disebut mutasi.
Pada kasus senyawa amoksisiklin yang merupakan antibiotik golongan beta laktam, maka bakteri akan memproduksi enzim beta-laktamase sehingga cincin beta-laktam dari amoksisilin akan rusak dan kerja antibiotiknya jadi hilang.

Nah, supaya tidak terjadi hal yang membahayakan tersebut, maka pasien harus menghabiskan dosis antibiotik yang diberikan, meskipun sudah merasa sehat.

Biasanya untuk penanganan bakteri yang resisten dengan antibiotika, maka antibiotikanya diganti dengan jenis lain yang memiliki mekanisme kerja berbeda dan daya kerjanya lebih poten.



Semoga penjelasan saya bisa dimengerti sama mbak janur...
« Edit Terakhir: 12 Oktober 2009, 09:58:36 oleh Devil Killer »
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 12 Oktober 2009, 11:02:41 »
OK Maskasih Mas Devil K (btw ini dulu ID Lonely Dev ya? ...turit belasungkawa deh, moga reinkarnasi klai ini lebih mantaps  :hihi:  %peace% ).
Sip,...iya sih saya cuma ndak tega/rela aja jika tiap hari tubuh saya ini dibombardir antibiotik demi jerawat.
ya saya seperti saran anda, tiap berminyak lgs cuci muka aja serta menjaga kondisi tubuh ndak gerah. juga salep antiseptic.
thanks.

"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 12 Oktober 2009, 16:23:07 »
Sama-sama kang, semoga Allah meridhoi & merahmati kita semua...
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline janur_ayudewi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 2.543
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • berusaha utk lebih baik lagi ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 12 Oktober 2009, 16:50:21 »
^
pak devil, pertanyaan saya yg tentang minum obat pake teh blm dijawab...hehe %peace%

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 12 Oktober 2009, 16:56:22 »
^
pak devil, pertanyaan saya yg tentang minum obat pake teh blm dijawab...hehe %peace%
Oh ya, maaf yah jeng, saya kelupaan...

Minum obat pake teh manis boleh aja sepanjang zat aktifnya ga berinteraksi dengan teh. teh sendiri mengandung Theobromin, Theophyllin, Caffeine (basa-basa trimetil xanthin) dalam jumlah sedikit yang bekerja sebagai psikostimulansia. Tapi karena kadarnya sedikit, biasanya ga ngaruh sih.

Yang paling bahaya dan sangat dilarang adalah minum obat menggunakan minuman bersoda.
Yang paling dianjurkan minum obat adalah dengan air putih, karena sifatnya inert (netral) terhadap bahan kimia obat.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 13 Oktober 2009, 08:18:00 »
Pengobatan batuk berdahak yang rasional adalah dengan menggunakan ekspektoran dahulu untuk menguras lendir selama beberapa hari, baru minum antitusif. Misalnya : minum Ambroxol Tablet selama 2-3 hari (orang dewasa), barulah minum Romilar Tablet.

Brarti intinya qta ga perlu konsumsi obat batuk yg kombinasi2 segala ya...mending minum yg gak kombinasi ya Kang?


Tanya lagi,
Isti ane klo minum multivit, pipisnya jadi kuning, eh anak kami kok pipisnya ikut2an kuning jg ya.
Kira2 zat apa yg disekresi lewat asi ya kok pipisnya dedek ikut kuning.
Padahal kandungan vit.C dari mutivit yg diminum cuma 50 mg. APa mungkin pewarna?
Klo pewarna makanan disekresi leat ASI gak?  :hmmm:

Trim Kang jawabannya, sangat bermanfaat sekali  :topOK:
« Edit Terakhir: 13 Oktober 2009, 08:22:27 oleh mumu »
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 13 Oktober 2009, 10:36:05 »
Brarti intinya qta ga perlu konsumsi obat batuk yg kombinasi2 segala ya...mending minum yg gak kombinasi ya Kang?
Obat kombinasi batuk yang isinya obat antitusif dan ekspektoran itu yang harus dihindari karena gak rasional. Kalo kombinasinya memang searah (hanya ekspektoran saja) boleh diminum.
Tapi untuk amannya kalo emang ga tau, pendapat anda benar juga.


Tanya lagi,
Isti ane klo minum multivit, pipisnya jadi kuning, eh anak kami kok pipisnya ikut2an kuning jg ya.
Kira2 zat apa yg disekresi lewat asi ya kok pipisnya dedek ikut kuning.
Padahal kandungan vit.C dari mutivit yg diminum cuma 50 mg. APa mungkin pewarna?
Klo pewarna makanan disekresi leat ASI gak?  :hmmm:

Trim Kang jawabannya, sangat bermanfaat sekali  :topOK:
Warna kuning pada urine setelah anda minum multivitamin BUKAN dari zat pewarna. Tetapi itu adalah vitamin B2 (nama lainnya adalah Riboflavin / Lactoflavin).
Kelompok vitamin yang larut dalam air adalah Vitamin B (dengan berbagai jenisnya) serta Vitamin C. Sedangkan yang larut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K.
Karena vitamin B termasuk kelompok yang larut dalam air, maka disekresi dari tubuh melalui urine dan juga ASI. Maka itu urine anak anda juga berwarna kuning karena tubuhnya menyerap Riboflavin tsb dari ASI ibunya. Jadi anda tidak perlu khawatir.
Adapun vitamin C sendiri bila dalam bentuk larutan tidak berwarna. Dan disekresi tubuh lewat urin dalam bentuk metabolit senyawa asam oksalat (bukan dalam bentuk vitamin C bebas).

Semoga anda memahaminya...
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 14 Oktober 2009, 10:19:09 »
Obat kombinasi batuk yang isinya obat antitusif dan ekspektoran itu yang harus dihindari karena gak rasional. Kalo kombinasinya memang searah (hanya ekspektoran saja) boleh diminum.

Kang DeKill klo memang gak rasional kok smpe sekarang byk bgt ya dipasaran obat2 batuk dengan kombinasi kyk gt?
Kenapa POM, Depkes memberi ijin edar? Di pom ma depkes kan jg ga kurang org2 pinter.
Afwan klo OOT %peace%
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 14 Oktober 2009, 14:32:38 »
Perizinan registrasi dan peredaran obat itu adanya di Badan POM. Adalah kewenangan Badan POM untuk memberikan izin atau menarik suatu obat dari peredaran.

Mengenai ketidakrasionalan formula obat yang digunakan itu terbatas dalam lingkup tinjauan farmakologis di kalangan Farmasis saja. Mengenai kerasionalan suatu formula obat di pasaran tidak dapat menjadi alasan untuk melakukan pelarangan / penarikan, hal ini dikarenakan pasien yang mengkonsumsi obat tersebut tidak mendapatkan kerugian dalam hal keamanan obat. Tinjauan kerasionalan obat hanya bersifat kajian ilmiah berdasarkan efek farmakologis obat, tanpa didukung data empirik hasil penelitian.
Sedangkan suatu obat baru bisa dilarang beredar bila terbukti melalui uji klinis ataupun post marketing surveillance, menunjukkan efek yang membahayakan/menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia. Dalam hal ini, kasus obat batuk hanya menurunkan efektifitas pengobatan, tapi tidak sampai hilang sama sekali. Pun demikian pasien juga masih memiliki hak untuk memilih obat yang dianggap dapat memberikan terapi maksimal.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 14 Oktober 2009, 14:36:35 »
^  Sip O0
Jazakalloh Kang,
ntar tanya2 lagi :hihi:
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 19 Oktober 2009, 15:23:47 »
kali ini saya mo bahas singkat soal penyakit sehari-hari yang kerap datang, lumayan berbahaya dan cukup mengganggu aktivitas.

DIARE
Diare merupakan penyakit gangguan saluran cerna dengan gejala berupa buang-buang air dengan frekuensi lebih dari normal. Umumnya tubuh manusia secara alami melakukan proses defekasi (bahasa jawanya BAB) sebanyak 1-2 x sehari. Hal ini sangat tergantung kepada beberapa faktor seperti jumlah volume makanan, kandungan serat pada makanan, jumlah volume air yang diminum, kemampuan alami absorbsi makanan oleh usus, dsb. Secara garis besar diare menurut faktor penyebabnya dapat dibagi menjadi 2 golongan.

DIARE KARENA INFEKSI
Ciri khas serangan diare ini adalah konsistensi feses yang cair dan berbusa (feses bercampur udara) disertai gejala kembung. Penyebabnya adalah naiknya kadar bakteri alami tubuh di dalam usus (Escherichia Coli / E. Coli) secara signifikan akibatnya masuknya bakteri E. Coli dari luar. Dapat pula disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi usus seperti Salmonella sp maupun infeksi amuba (Disentri Amuba) atau Shigella (Disentri biasa). Tubuh manusia mengandung E. Coli dalam kadar tertentu yang berfungsi membusukkan makanan, sehingga feses bisa dimampatkan menjadi padat. Apabila kadarnya naik melebihi normal akan menyebabkan gangguan.
Udara tersebut berasal dari gas H2S (Hidrogen Sulfida) yang umumnya diproduksi oleh bakteri gram negatif (terutama sekali bakteri E. Coli). Terkadang udara/gas ini bukan hanya keluar lewat anus, tapi juga keluar via mulut kala bersendawa. Biasanya pasien merasa tidak enak saat bersendawa akibat aroma Hidrogen Sulfida yang tidak sedap. Penularan penyakit ini bisa terjadi lewat makanan (food-borne disease)

Terapi :
Terapi untuk pasien yang terkena serangan infeksi sistem pencernaan menggunakan antibiotik yang sensitif terhadap bakteri gram negatif serta yang absorbsinya buruk pada usus (antibiotik terkonsentrasi tinggi pada saluran cerna/usus). Adapun diare yang disebabkan karena infeksi salmonella, disentri, dan disentri amuba akan dibahas terapinya pada bahasan tersendiri. Disini yang saya ulas spesifik pada bakteri karena infeksi E. Coli dan kenaikan berbagai flora normal usus lainnya.
Antibiotika yang dapat digunakan sebagai terapi adalah Thiamphenicol, Chloramphenicol, Tetracyclin, Erythromycin, kelompok Amino kinolin (Ciprofloxacin, Levoproxacin, Ofloxacin, dsb.)
Antibiotik tsb diminum (misal Ciprofloxacin 500 mg sebanyak 1 tablet untuk dewasa, atau 250 mg untuk anak dibawah 12 tahun), kemudian dalam interval 6 jam diminum kembali. Biasanya dalam hitungan 1 jam frekuensi defekasi akan berkurang drastis. Dalam 12 jam diare sudah akan sembuh. Maksimal minum obat sampai 4x. Bila lebih dari 4x, biasanya malah timbul diare juga karena hampir semua E. Coli mati (harus tetap ada bakteri tsb dalam kadar tertentu di dalam usus) sehingga tidak ada yang membusukkan feses.
Dianjurkan untuk tidak minum obat yang memiliki efek konstipasi (memampetkn) diare, karena supaya bakteri di dalam usus terbuang keluar bersama feses. Minumlah banyak air isotonik untuk mencegah dehidrasi.
Juga jangan diminum bersamaan dengan obat-obat diare yang bersifat mengadsorbsi seperti Norit, New Diatab, atau Diapet NR. Karena obat2 tsb mengandung bahan penyerap aktif (Attapulgit, Carbo Adsorben) yang bisa menyerap antibiotik sehingga jadi kurang efektif. Minumlah dahulu antibiotik lalu beri interval waktu sekitar 1 jam, barulah minum obat2 penyerap.

DIARE NON SPESIFIK
Disebabkan oleh reaksi kejang (spasme) pada otot2 yang mengatur gerak peristaltik usus. Karena mengejang, akibatnya pencernaan menjadi kacau balau. Gejalanya biasanya diare disertai rasa sakit yg melilit pada daerah perut.

Terapi :
Terapi menggunakan obat-obat yang bekerja meredakan spasme pada otot saluran cerna dan memperbaiki kerja peristaltik usus. Misalnya Loperamida.
Contoh obat-obatnya  di pasaran : Lopamid, Lodia.


Untuk anak balita sebaiknya penggunaan antibiotik pada terapi diare karena infeksi saluran cerna sebaiknya berhati-hati dan jangan sembarangan. Gunakan dahulu obat penyerap seperti kaolin (Contoh sirup Kaotin) sebelum mencoba terapi antibiotik.
Untuk pengobatan terbaik tetap anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, sehingga anda bisa memperoleh kepastian dalam pengobatan.
« Edit Terakhir: 19 Oktober 2009, 15:27:14 oleh Devil Killer »
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline maren

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.346
  • Lokasi: Ibu Kota RI
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Karena damai itu indah
    • Lihat Profil
    • I Love being a Nurse ^_~
« Jawab #29 pada: 19 Oktober 2009, 17:09:03 »
wa'alaikumsalam

wah, mantap nih... buat pak devil jazakallah ya dah mau bantu temen2 myQers terutama tentang masalah obat O0


Posting Digabung: 19 Oktober 2009, 17:40:47


btw, boleh rikues gak pak? tolong jelasin ttg jenis obat2an antibiotik, kegunaan dan efek sampinganya serta kapan waktunya kita harus mengkonsumsi antibiotik cos masih banyak masyarakat yg menyalahgunakan antibiotik nih... semoga dengan penjelasan pak devil myqers jadi tahu :)

jzk before
« Edit Terakhir: 19 Oktober 2009, 17:40:47 oleh maren »
Jangan jadi orang yang penuh dendam, jadilah orang yang memiliki banyak kata maaf untuk orang2 yang telah menyakiti kita :) bekerjalah dengan ikhlas

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 20 Oktober 2009, 07:53:19 »
^ Sip O0 tekh Maren,
nambahin jg, gmn cara jelasin ke masyrakat ttg penggunaan antibiotik ini.
Banyk yg klo dijelasin tu suka ngeyel. Depkes ngasi informasi tidak ttg
penggunaan dosis antibiotik?
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 20 Oktober 2009, 08:15:41 »
Iya ntar request dikabulkan. Saya ketik di word dulu, baru copy disini. Ngetiknya itu yg bikin males, panjang soalnya.
Saya nulis ga suka copas ato ngutip dr buku. Saya lebih suka make bahasa sendiri yg lebih akrab di telinga awam.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 20 Oktober 2009, 08:23:32 »
Oke Kang, ditunggu :topOK: %peace%
Mulai Dengan Senyum :)

Offline tary_a2nhasanah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 7.514
  • Lokasi: Bukit Datuk
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 20 Oktober 2009, 10:32:17 »
Assalamu'alaykum,

Pak Devil Killer  :D
Ada pertanyaan dari teman saya di kantor, dia sedang hamil 8 bulan. Waktu kontrol ke dokternya kemarin, dia dikasih obat untuk memperlancar ASI, namanya Moloco B12. Tetapi dia dapat info dari temannya katanya obat itu mengandung plasenta babi. Dia bingung, mau mengkonsumsi obat itu atau nggak  :D Padahal dia periksa rutinnya di RS. bersalin islam  :D Kenapa dokternya merekomendasikan obat itu yah  :D

Please bantuan penjelasannya ya pak, atau yang lain juga boleh bantu jawab pertanyaan temen saya.

makasih banyak,

** only my 2 dinar **
Never Ending Improvement !!

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 21 Oktober 2009, 14:16:25 »
Assalamu'alaykum,

Pak Devil Killer  :D
Ada pertanyaan dari teman saya di kantor, dia sedang hamil 8 bulan. Waktu kontrol ke dokternya kemarin, dia dikasih obat untuk memperlancar ASI, namanya Moloco B12. Tetapi dia dapat info dari temannya katanya obat itu mengandung plasenta babi. Dia bingung, mau mengkonsumsi obat itu atau nggak  :D Padahal dia periksa rutinnya di RS. bersalin islam  :D Kenapa dokternya merekomendasikan obat itu yah  :D

Please bantuan penjelasannya ya pak, atau yang lain juga boleh bantu jawab pertanyaan temen saya.

makasih banyak,

** only my 2 dinar **
Waduh, masalah plasenta babi itu harus di cek ke pabriknya, PT Darya Varia. Tapi setau saya PT Darya Varia itu memang manufactur obat Moloco B12 langsung di Indonesia, jadi komponennya sudah didaftarkan di Badan POM. Kalo memang mengandung unsur dari babi tentunya sudah bakal heboh sejak lama seperti kasus vaksin meningitis yang disinyalir mengandung komponen dari babi. Sepertinya PT Darya Varia memakai plasenta sapi deh. Untuk pastinya cek saja ke pabriknya di Jalan Raya Bogor.

Lain lagi kalo obatnya diimpor dari pabrik di luar negeri dan di Indonesia hanya di repacking saja (kemas ulang). Maka kemungkinan bila negaranya mayoritas penduduknya non-muslim, bisa saja mengandung komponen dari babi.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline tary_a2nhasanah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 7.514
  • Lokasi: Bukit Datuk
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 21 Oktober 2009, 14:38:13 »
^

thanks ya pak atas informasinya yang berharga, udah saya sampaikan kepada yang bersangkutan  %peace%
Never Ending Improvement !!

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 23 Oktober 2009, 17:52:46 »
Mo bayar utang. Saya agak kerepotan nulis ini karena pas ada kegiatan sosialisasi PP51 Thn 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian yang baru saja selesai disetujui DPR.
Special request from jeng maren...


Chapter I

ANTIBIOTIKA
Definisi :

Zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba (terutama fungi/jamur) yang dapat menghambat atau membunuh mikroba jenis lain.
namun dewasa ini sudah banyak antibiotika yang disintesis murni ataupun semi-sintesis.

Obat antibiotika yang digunakan untuk membasmi infeksi mikroba pada tubuh manusia ditentukan berdasarkan syarat harus memiliki sifat toksisitas selektif setinggi mungkin. Artinya bahwa antibiotika tsb harus bersifat sangat toksik bagi mikroba, tapi relatif tidak toksik bagi manusia.

Pembagian antibiotika berdasarkan aktivitas kerja :
1. Golongan Bakteriostatik
Bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Pengukuran potensi daya antimikrobanya disebut uji Kadar Hambat Minimal (KHM). Yaitu konsentrasi minimal antibiotik tsb yang tetap memiliki efek bakteriostatik.

2. Golongan Bakterisid
Bekerja dengan membunuh bakteri. engukuran potensi daya antimikrobanya disebut uji Kadar Bunuh Minimal (KBM). Yaitu konsentrasi minimal antibiotik tsb yang tetap memiliki efek bakterisida.


Bakteri juga sering dikelompokkan dengan pewarnaan Gram. Ada bakteri gram positif dan adapula bakteri gram negatif. Dan antibiotik pun juga ada yg aktif dengan bakteri gram npositif saja, ada juga aktif hanya pada bakteri gram negatif saja, dan adapula yang aktif pada keduanya.

Mekanisme Kerja Antibiotika
Secara garis besar ada 5 tipe mekanisme kerja antibiotika.
1. Antibiotika yang bekerja menghambat metabolisme sel mikroba. Contohnya : Golongan Sulfa / Sulfonamida.
2. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis dinding sel mikroba. Contohnya Golongan beta-laktam (penisilin & sefalosporin), basitrasin, vankomisin.
3. Antibiotika yang bekerja mengganggu keutuhan membran sel mikroba. Contohnya Polimiksi, golongan polien.
4. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis protein sel bakteri. Contohnya golongan aminoglikosida (gentamycin), golongan makrolid (eritromisin), linkomisin, tetrasiklin, kloramfenikol.
5. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis asam nukleat sel bakteri. Contohnya rifampisin dan golongan kinolon.

RESISTENSI PADA ANTIBIOTIKA
Resistensi artinya keadaan tidak terganggunya bakteri oleh antibiotika. Ada resistensi genetika, yang berdasar penyebabnya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Mutasi Spontan dan Resistensi yang dipindahkan. ada juga resistensi non genetik, dimana bakteri berubah menjadi tidak aktif (membentuk kista) sehingga tidak sensitif terhadap antibiotika. Dan jenis lainnya adalah Resistensi silang, yaitu resistensi bakteri terhadap satu jenis antibiotika yang juga menjadi resisten terhadap antibiotika yg lain.

Sampai sini dulu, nanti dilanjut Chapter II .....
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 3.968
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #37 pada: 23 Oktober 2009, 18:01:32 »
^

bicara mslh antibiotika, jd punya pertanyaan neh,
Seberapa pentingkah kedudukan antibiotik,(utk menkomsumsi  antibiotik tsb bagi pasien yg sdg menjalani masa pengobatan.)?

Mengingat pengalaman saya dl pernah waktu sakit, di kasih antibiotik (augmentine), yg kata Dr nya hrs konsumsi selama saya meminum obat dr Dr tsb, dg aturan yg sdh di tentukan(12 jam sekali), nah ketika saya berganti Dr, DR yg ini malah tdk menyarankan saya mengkonsumsi antibiotik sama sekali, katanya: " ga usah, ga perlu",..saya jd bingung sendiri..

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 27 Oktober 2009, 12:07:15 »
bicara mslh antibiotika, jd punya pertanyaan neh,
Seberapa pentingkah kedudukan antibiotik,(utk menkomsumsi  antibiotik tsb bagi pasien yg sdg menjalani masa pengobatan.)?

Mengingat pengalaman saya dl pernah waktu sakit, di kasih antibiotik (augmentine), yg kata Dr nya hrs konsumsi selama saya meminum obat dr Dr tsb, dg aturan yg sdh di tentukan(12 jam sekali), nah ketika saya berganti Dr, DR yg ini malah tdk menyarankan saya mengkonsumsi antibiotik sama sekali, katanya: " ga usah, ga perlu",..saya jd bingung sendiri..
Pentingnya pasien mengkonsumsi antibiotik dalam terapi hanyalah bila pasien tersebut terdiagnosa secara positif menderita infeksi bakteri. Kalau influenza yang notabene berasal dari virus, tidak memerlukan antibiotika. Kecuali terjadi supra infeksi (infeksi tambahan sekunder) yang biasanya berupa bronchitis atau ISPA (infeksi saluran pernapasan atas).

Sebaiknya konsumsi antibiotik memang jangan terlalu "boros" untuk hal-hal yang dirasa kurang perlu. Karena khawatir sistem kekebalan tubuh akan menjadi menurun karena "terlalu dimanjakan" antibiotik.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline maren

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.346
  • Lokasi: Ibu Kota RI
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Karena damai itu indah
    • Lihat Profil
    • I Love being a Nurse ^_~
« Jawab #39 pada: 29 November 2009, 13:00:40 »
pak devil sedang sibuk kah?
Jangan jadi orang yang penuh dendam, jadilah orang yang memiliki banyak kata maaf untuk orang2 yang telah menyakiti kita :) bekerjalah dengan ikhlas

Offline mafazaa

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2009
  • Tulisan: 65
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 29 November 2009, 18:20:47 »
@Devil Killer
Thanks

@Maren
nama beliau jangan di potong, memanggil dengan first name, atau last name, tetap sama2 gak bagus jadinya (artinya beda) ;)
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tudak ada tuhan melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan (dosa) orang - orang Mukmin, laki - laki dan perempuan. dan Allah Mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.[QS47:19]
jangan lupa mohonkan ampunan buatku di setiap doamu :mewe:

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 29 November 2009, 20:45:57 »
aduh teh maren maap yah kalo abdi teh jarang kadiye. belakangan ini jarang online pake PC. maklum atuh nteu aya laptop. jadi cuma pake hape sajah. susah nulis jurnal tentang obat lagi. tapi kalo upamina aya pertanyaan soal obat abdi usahakeun ikutan ngariung dan ngajawab.

abdi teh juga lagi banyak dinas kaluar kota, maneh riweuh gaweannya.

dihampurakeun ajah yah teh maren..
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline maren

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.346
  • Lokasi: Ibu Kota RI
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Karena damai itu indah
    • Lihat Profil
    • I Love being a Nurse ^_~
« Jawab #42 pada: 30 November 2009, 06:43:38 »
Mba mafazaa
hehe afwan dah kebiasaan manggil nama dpn orang :D

pak dk
teu nanaon atuh pak, saya bs mengerti, lamun tos teu sibuk lanjutkeun deui nya ;)
Jangan jadi orang yang penuh dendam, jadilah orang yang memiliki banyak kata maaf untuk orang2 yang telah menyakiti kita :) bekerjalah dengan ikhlas

Offline yanti solehah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 736
  • Lokasi: Medan bung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • keadilan, kejujuran, amanah sulit ditegakkan
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 09 Desember 2011, 14:27:06 »
ada pertayaan untuk dunia obat khususnya untuk penyakit kanker. ana temen ana yang di fonis mengidap penyakit kanker payudara masih tahap awal...nah bisa berikan rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi penyakitnya.misalkan ada obatnya jg boleh.untuk lebih jelas dpt menghubungi no. hp ana.