Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Bismillahirahmanirrahim...
Dengan ini saya mempersilahkan kepada user MyQ yang ingin berkonsultasi soal obat-obatan modern dan dunia kefarmasian, baik dari segi perkembangan maupun regulasinya. Saya coba mengamalkan ilmu kafarmasian yang sudah saya pelajari selepas SMP sampai kuliah program magister kefarmasian, hingga sekarang saya bekerja di Departemen Kesehatan. Semoga bermanfaat bagi semua.
Adapun disini saya tidak melayani diagnosa penyakit karena hal tersebut adalah wilayah & wewenang seorang dokter. Sedangkan saya disini melayani konsultasi mengenai obat-obatan dari penyakit-penyakit yang sudah teridentifikasi dengan pasti. Saya juga akan membahas obat-obatan dari berbagai penyakit yang akan saya buat bahasan ilmiahnya secara berkala. Juga akan ada pembahasan mengenai kerasionalan obat yang meliputi permasalahan2 seputar penggunasalahan obat (drug misuse), penyalahgunaan obat (drug abusement), poli farmasi, dan lain-lain.
Saya tidak akan membahas secara detail setiap obat satu persatu, tetapi saya akan mencantumkan pilihan obat yang dapat dibeli dengan kriteria utama obat tersebut mudah didapat, murah harganya, serta efikasinya cukup tinggi.
Saya berharap apa yang saya lakukan ini dapat membantu user MyQ yang lain agar dapat lebih "smart" dalam mengenal obat serta mampu melakukan "self medication" bagi penyakit-penyakit umum (common disease) yang biasa kita jumpai sehari-hari.
Semoga Allah SWT meridhoi dan membimbing kita semua... Amien
By : Devil Killer (MyQ Unofficial Pharmacist)
JERAWAT (ACNE VULGARIS)
Sebagai tema bahasan pertama saya pilihkan jerawat dan berbagai jenis penyakit infeksi permukaan kulit. Jerawat yang juga lazim disebut acne adalah jenis gangguan pada kulit wajah yang awal mulanya disebabkan oleh penyumbatan pada pori-pori kulit. Apabila ada bakteri yang masuk dalam sumbatan tersebut (karena permukaan kulit yang kotor) maka sering terjadi fenomena peradangan (inflamasi) sehingga acne nampak berwarna kemerahan. Apabila infeksi bakteri cukup berat, maka bisa timbul abses.
Metode Pengobatan :
Penanganan jerawat pada masa lampau biasanya menggunakan bahan-bahan yang bekerja antiseptik dan keratolitik (belerang, asam salisilat). Namun di masa sekarang, bahan2 tersebut kurang efektif bagi jerawat yang disertai gejala peradangan. Obat-obat yang biasa digunakan adalah terapi menggunakan kortikosteroid topikal (hidrokortison, betametason, mometason). Apabila gejala infeksi agak lumayan (jerawat nampak bengkak kemerahan) maka bisa dikombinasi dengan antibiotik topikal (contoh : gentamisin, neomisin) yang mana kortikosteroid + antibiotik topikal tsb dikemas dalam formulasi cream.
Potensi kekuatan kortikosteroid sebagai antiinflamasi topikal juga bervariasi, contoh yang paling lemah adalah hidrokortison, diatasnya contohnya adalah betametason, dan golongan yang paling poten diwakili oleh mometason.
Contoh obat-obat cream yang beredar di pasaran dan bisa dipakai:
BETASON, BENOSON, DIPROSONE (mengandung betametason), ELOCON (mometason difuroat) Adapula BETAMETASON CREAM GENERIK.
Sedangkan contoh kombinasi kortikosteroid + antibiotik :
DIPROGENTA (kombinasi gentamisin + betametason), BETASON-N, BENOSON-N (kombinasi betametason + neomisin)
Cream / Salep tersebut sebaiknya dipakai saat akan tidur (tidur siang maupun tidur malam). Sebelumnya anda membersihkan wajah dahulu dengan sabun pembersih wajah yang cocok dengan kulit anda.
Selain itu, terapi juga dapat dikombinasi dengan obat-obat anti inflamasi oral untuk mempercepat penyembuhan proses peradangan. Contoh obat-obatnya adalah :
VOLTADEX 25 mg atau 50 mg diminum 3 sehari sesudah makan. mengandung Natrium Diklofenak
CATANAC 25 mg atau 50 mg diminum 3 sehari sesudah makan. mengandung Kalium Diklofenak
Dapat pula menggunakan PIROXICAM 20 mg GENERIK atau MELOXICAM generik yang diminum 1x sehari.
Secara potensi kerja, senyawa diklofenak memiliki daya anti inflamasi lebih poten dibandingkan senyawa oksikam.
Dalam kondisi normal, jerawat anda akan berkurang 80% dalam waktu 2 hari pemakaian
Apabila obat-obat di atas dalam jangka waktu 1 minggu tidak memberi perubahan berarti, maka kemungkinan anda mengalami gangguan hormonal. Berkonsultasilah pada dokter. Umumnya hal ini dialami oleh wanita.
Bila ada pertanyaan saya persilahkan......