Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Pelayanan Informasi Obat (PIO) & Konsultasi Kefarmasian - Online  (Dibaca 2976 kali)


Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« pada: 01 Oktober 2009, 14:09:03 »
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Bismillahirahmanirrahim...

Dengan ini saya mempersilahkan kepada user MyQ yang ingin berkonsultasi soal obat-obatan modern dan dunia kefarmasian, baik dari segi perkembangan maupun regulasinya. Saya coba mengamalkan ilmu kafarmasian yang sudah saya pelajari selepas SMP sampai kuliah program magister kefarmasian, hingga sekarang saya bekerja di Departemen Kesehatan. Semoga bermanfaat bagi semua.

Adapun disini saya tidak melayani diagnosa penyakit karena hal tersebut adalah wilayah & wewenang seorang dokter. Sedangkan saya disini melayani konsultasi mengenai obat-obatan dari penyakit-penyakit yang sudah teridentifikasi dengan pasti. Saya juga akan membahas obat-obatan dari berbagai penyakit yang akan saya buat bahasan ilmiahnya secara berkala. Juga akan ada pembahasan mengenai kerasionalan obat yang meliputi permasalahan2 seputar penggunasalahan obat (drug misuse), penyalahgunaan obat (drug abusement), poli farmasi, dan lain-lain.
Saya tidak akan membahas secara detail setiap obat satu persatu, tetapi saya akan mencantumkan pilihan obat yang dapat dibeli dengan kriteria utama obat tersebut mudah didapat, murah harganya, serta efikasinya cukup tinggi.

Saya berharap apa yang saya lakukan ini dapat membantu user MyQ yang lain agar dapat lebih "smart" dalam mengenal obat serta mampu melakukan "self medication" bagi penyakit-penyakit umum (common disease) yang biasa kita jumpai sehari-hari.

Semoga Allah SWT meridhoi dan membimbing kita semua... Amien

By : Devil Killer  (MyQ Unofficial Pharmacist)





JERAWAT (ACNE VULGARIS)
Sebagai tema bahasan pertama saya pilihkan jerawat dan berbagai jenis penyakit infeksi permukaan kulit. Jerawat yang juga lazim disebut acne adalah jenis gangguan pada kulit wajah yang awal mulanya disebabkan oleh penyumbatan pada pori-pori kulit. Apabila ada bakteri yang masuk dalam sumbatan tersebut (karena permukaan kulit yang kotor) maka sering terjadi fenomena peradangan (inflamasi) sehingga acne nampak berwarna kemerahan. Apabila infeksi bakteri cukup berat, maka bisa timbul abses.

Metode Pengobatan :
Penanganan jerawat pada masa lampau biasanya menggunakan bahan-bahan yang bekerja antiseptik dan keratolitik (belerang, asam salisilat). Namun di masa sekarang, bahan2 tersebut kurang efektif bagi jerawat yang disertai gejala peradangan. Obat-obat yang biasa digunakan adalah terapi menggunakan kortikosteroid topikal (hidrokortison, betametason, mometason). Apabila gejala infeksi agak lumayan (jerawat nampak bengkak kemerahan) maka bisa dikombinasi dengan antibiotik topikal (contoh : gentamisin, neomisin) yang mana kortikosteroid + antibiotik topikal tsb dikemas dalam formulasi cream.
Potensi kekuatan kortikosteroid sebagai antiinflamasi topikal juga bervariasi, contoh yang paling lemah  adalah hidrokortison, diatasnya contohnya adalah betametason, dan golongan yang paling poten diwakili oleh mometason.
Contoh obat-obat cream yang beredar di pasaran dan bisa dipakai:
BETASON, BENOSON, DIPROSONE (mengandung betametason), ELOCON (mometason difuroat) Adapula BETAMETASON CREAM GENERIK.
Sedangkan contoh kombinasi kortikosteroid + antibiotik :
DIPROGENTA (kombinasi gentamisin + betametason), BETASON-N, BENOSON-N (kombinasi betametason + neomisin)

Cream / Salep tersebut sebaiknya dipakai saat akan tidur (tidur siang maupun tidur malam). Sebelumnya anda membersihkan wajah dahulu dengan sabun pembersih wajah yang cocok dengan kulit anda.

Selain itu, terapi juga dapat dikombinasi dengan obat-obat anti inflamasi oral untuk mempercepat penyembuhan proses peradangan. Contoh obat-obatnya adalah :
VOLTADEX 25 mg atau 50 mg diminum 3 sehari sesudah makan. mengandung Natrium Diklofenak
CATANAC 25 mg atau 50 mg diminum 3 sehari sesudah makan. mengandung Kalium Diklofenak
Dapat pula menggunakan PIROXICAM 20 mg GENERIK atau MELOXICAM generik yang diminum 1x sehari.
Secara potensi kerja, senyawa diklofenak memiliki daya anti inflamasi lebih poten dibandingkan senyawa oksikam.


Dalam kondisi normal, jerawat anda akan berkurang 80% dalam waktu 2 hari pemakaian
Apabila obat-obat di atas dalam jangka waktu 1 minggu tidak memberi perubahan berarti, maka kemungkinan anda mengalami gangguan hormonal. Berkonsultasilah pada dokter. Umumnya hal ini dialami oleh wanita.




Bila ada pertanyaan saya persilahkan......
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 06 Oktober 2009, 10:46:13 »
MENGATASI PANAS / DEMAM PADA ANAK KECIL

Kasus demam pada balita atau anak kecil bisa terjadi setiap saat mengingat tubuh anak kecil pada umumnya masih rentan. Hal ini dikarenakan sistem antibodi mereka belum selengkap orang dewasa.
Disini penanganan kasus demam lebih ditujukan pada terapi simptomatik yaitu upaya menurunkan suhu tubuh anak yang terserang demam. Adapun mengenai terapi kausal (penanganan terhadap penyebab utama penyakit) tidak dibahas disini karena hal tersebbut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi gejala demam dapat disebabkan berbagai hal seperti infeksi bakteri, virus ataupun peradangan dan sebagainya.

Bagi balita yang terserang demam tanpa disertai gejala-gejala vomitus (muntah-muntah) maupun serangan kejang-kejang, maka penanganannya bisa menggunakan sirup pereda panas biasa yang mengandung parasetamol (untuk bayi bisa digunakan bentuk sediaan obat tetes / drops).
Bila panas tinggi disertai dengan gejala vomitus / muntah, maka pemberian obat secara oral (diminum lewat mulut) seringkali kurang efektif karena ikut keluar bersama muntah. Solusinya adalah menggunakan obat pereda panas yang diberikan via rektal (lewat anus / dubur) yang biasanya berbentuk suppositoria. contoh sediaan ini di pasaran adalah PROPYRETIC SUPP. Untuk bayi biasanya menggunakan sediaan dosis 80 mg dan untuk anak kecil atau balita biasanya menggunakan sediaan dosis 240 mg.
Pemberian secara rektal juga efektif bagi penanganan panas yang disertai kejang-kejang yang biasanya berakibat anak-anak susah menelan obat.

Untuk penanganan kejang biasanya menggunakan obat-obat tranqulizer dalam bentuk cairan yang disemprotkan lewat anus. Namun obat ini tidak bisa diperoleh bebas tanpa resep dokter karena obat ini termasuk kelompok psikotropika.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 06 Oktober 2009, 12:50:29 »
Pak DeKil %peace%

kebeneran nih... :hihi:
ada  gak sih obat alergi yg boleh dikonsumsi ma ibu menyusui (red. aman)
ane bingung nih...
setau ane kebaynyakan kok bpengaruh ma sekresi asi
cmiiw
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 07 Oktober 2009, 12:55:45 »
Waduh maaf bu, setau saya semua obat antihistamin itu juga keluar bersama air susu. Makanya kalo ibunya minum antihistamin bayinya juga akan ikut mengkonsumsi lewat ASI. Mendingan untuk amannya konsultasi sama dokter spesialis anak.
Tapi sepanjang pengetahuan saya sediaan antihistamin yang mengandung Cetirizine biasanya diperbolehkan bagi wanita hamil & menyusui (tapi tetap dengan perhatian khusus).
Contoh Obatnya : OZEN TABLET, CETINAL TABLET
ANTIHISTAMIN
Anitihistamin secara garis besar dibagi 2 kelompok, yaitu : H-1 Blocker dan H-2 Blocker.
 Perlu diketahui bahwa suatu bahan kimia untuk dapat bekerja dalam tubuh (menghasilkan reaksi fisiologis) harus menempati reseptornya lebih dahulu (Teori Obat-Reseptor).
Mekanisme kerja antihistamin adalah dengan kompetisi reseptor penerima histamin. Artinya antihistamin akan menempati reseptor alami Histamin dalam tubuh terlebih dahulu, sehingga histamin tidak dapat menempati reseptornya dan tidak bisa menimbulkan efek reaksi alergi.
Karena mekanisme kerjanya yang bersifat kompetisi reseptor, maka histamin hanya efektif bila diminum sebelum terjadi reaksi. Apabila sudah terjadi reaksi alergi, maka antihistamin bekerja memblok sisa histamin yang belum menempati reseptornya, sedangkan histamin yang sudah menempati reseptornya efeknya akan hilang sendiri oleh metabolisme tubuh.

Ion Kalsium dan Vitamin C (asam askorbat) dapat memperkuat kerja antihistamin secara tidak langsung. Kedua zat ini berfungsi memperkuat dinding mast cell (tempat produksi & penyimpanan histamin dalam tubuh). Oleh karena itu pada terapi serangan alergi yang cukup parah dan akut (misal kena ulat bulu), selain antihistamin biasanya juga pasien meminum tablet kalsium (misalnya : KALK TABLET) dan minum vitamin C dosis tinggi. Kadang malah keduanya disuntikkan langsung oleh dokter bersama dengan antihistamin untuk mempercepat mula kerjanya.

Antihistamin H-1 Blocker
Antihistamin golongan ini bekerja pada reseptor Histamin H-1 di dalam tubuh. Reseptor H-1 ini yang mengatur pelepasan histamin dari mast cell di seluruh tubuh. Contoh obatnya sangat banyak, yang paling terkenal adalah Chlorpheniramin Maleat (CTM).

Antihistamin H-2 Blocker
Antihistamin golongan ini bekerja spesifik pada reseptor Histamin H-2 yang mengatur pelepasan asam klorida (HCl) dalam lambung. Oleh karena ini antihistamin golongan ini berfungsi sebagai obat maag. Contoh obat golongan ini adalah (Generik) : Cimetidin dan Ranitidin.
« Edit Terakhir: 07 Oktober 2009, 12:59:40 oleh Devil Killer »
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 07 Oktober 2009, 14:14:53 »
Waduh maaf bu, setau saya semua obat antihistamin itu juga keluar bersama air susu.

:marah: wah2.... istri ane kok yg mnyusui %peace%

Tubuh bisa produksi antihistamin sendiri ga Pak?
mksdnya biar cm konsumsi Kalsium ma vitC aj gt :hihi:
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 07 Oktober 2009, 15:30:25 »
:marah: wah2.... istri ane kok yg mnyusui %peace%

Tubuh bisa produksi antihistamin sendiri ga Pak?
mksdnya biar cm konsumsi Kalsium ma vitC aj gt :hihi:
Maaf pakde, saya kirain tadi situ wanita... Ga liat male-sign nya tadi.
Tubuh memproduksi hormon yang mengatur keseimbangan tadi. Pecahnya mast-cell itu kan karena adanya zat kimiawi asing reaktif yang masuk ke dalam tubuh secara mendadak dan insidental, sehingga terjadi pelepasan histamin sebagai reaksi biologis. Secara alami tubuh ga memproduksi antihistamin dalam jumlah besar pakde...
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline Panch

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 726
  • Iqra bismirabbikalladzikhalaq!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 08 Oktober 2009, 21:49:53 »

Tapi sepanjang pengetahuan saya sediaan antihistamin yang mengandung Cetirizine biasanya diperbolehkan bagi wanita hamil & menyusui (tapi tetap dengan perhatian khusus).


nanya dunk pak, kalo cetirizin drop (nama patennya ryzen yak?) diminum sm org dewasa, dosisnya berapa mili? kalo utk batita 15 bulan, ngasihnya berapa tetes? per kg BB anak ato sesuai umurnya aja? syukron

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 09 Oktober 2009, 14:04:06 »
nanya dunk pak, kalo cetirizin drop (nama patennya ryzen yak?) diminum sm org dewasa, dosisnya berapa mili? kalo utk batita 15 bulan, ngasihnya berapa tetes? per kg BB anak ato sesuai umurnya aja? syukron
Cetirizine Drops itu banyak merknya, Ryzen, Ozen, dsb.
Setau saya obat drops itu untuk bayi. Kalo orang dewasa pake yang tablet. Kalo anak-anak pakenya sirop.
Orang dewasa kalo minum cetirizine drops ya dosisnya bisa puluhan tetes. Rugi atuh mah kang...

Batita 15 bulan dosis terbaik yang per kg BB, apalagi kalo badannya kelewat kurus ato kelewat gemuk. Tapi kalo bobotnya normal, pake standar umur ga pa pa kok. Hasilnya ga akan beda jauh kok.
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 10 Oktober 2009, 09:52:57 »
Pecahnya mast-cell itu kan karena adanya zat kimiawi asing reaktif yang masuk ke dalam tubuh secara mendadak dan insidental, sehingga terjadi pelepasan histamin sebagai reaksi biologis. Secara alami tubuh ga memproduksi antihistamin dalam jumlah besar pakde...

Brarti cm dikit ya  :hmmm:
trus caranya mencegah zat kimiawi asing reaktif yang masuk ke dalam tubuh secara mendadak dan insidental gmn dong Kang DeKil?

Oiya, ane mo ty lagi nih ya  :hihi: pdhl dari td jg dah tanya, afwan nih %peace%

Kenapa ya, rata2 obat batuk dikombinasi antara GG ma dextro,
padahal GG mrangsang batuk sementara dextro menekan batuk?

Klo stau ane si batuknya dirangsang dulu biar dahak kluar, stlh itu ditekan
biar ga batuk2. Kerja GG lebih dulu drpd dextro, sktr 1/4 jam-an lbh dulu.
Tapi apa yakin setelah 1/4 jam dahak dah sdh kluar smua. Klo dahak
ternyata masih trus batuk malah ditekan, nasibnya gimana dong? :(
Mulai Dengan Senyum :)

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 10 Oktober 2009, 15:16:31 »
@ pakde panch, cetirizine utk batita 15 bulan bisa dikasih 3-4 tetes

@pakde mumu
ulasannya nanti kalo saya login pake PC. Sekarang cm pake opera mini di HP
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline Panch

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 726
  • Iqra bismirabbikalladzikhalaq!
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 10 Oktober 2009, 19:49:48 »
@ pakde panch, cetirizine utk batita 15 bulan bisa dikasih 3-4 tetes

duuuuh...sy ini emak-emak pak, bukan bapak-bapak. betewe, makasih infonya. kebetulan udah nanya ke DSPA, beliau bilang ngasihnya baiknya per BB anak

Cetirizine Drops itu banyak merknya, Ryzen, Ozen, dsb.
Setau saya obat drops itu untuk bayi. Kalo orang dewasa pake yang tablet. Kalo anak-anak pakenya sirop.
Orang dewasa kalo minum cetirizine drops ya dosisnya bisa puluhan tetes. Rugi atuh mah kang...

emang iya, cetirizin drop utk bayi. kebetulan ada sodara yg ngasih cetirizin drop buat anak sy yg punya alergi. alhamdulillah alergi anak sy jarang kambuh. yg alerginya sering kambuh tuh malah sy - emaknya, apalagi pas hamil begini, rentan banget utk kambuh. jd daripd obat itu 'nganggur' ya sy minum aja kalo alergi lg kambuh. makanya sy nanya kalo cetirizin drop takeran utk org dewasa brp ml.
trus sy baca di kemasan obatnya, kalo 1 ml itu setara dgn 10 mg cetirizin. dosis 1 tablet cetirizin utk org dewasa kan 10 mg, jd ya sy minum cetirizin dropnya 1 ml. kira2 perkiraan sy betul gak pak? apa sy sotoy ya?  :hmmm:
tolong dijawab ya pak, syukron

Offline Hanja

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 66
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 10 Oktober 2009, 19:57:12 »
tret OK nih..

mau nanya, tiap bepergian jauh saya selalu minum obat anti  mabuk keluaran KONI**X
lupa nama zat aktifnya (ntar saya cek lagi)

kalau minum itu tidur pasti pulas banget padahal jalanannya rusak. saya jadi penasaran apakah obat itu tidak berbahaya?

Offline Devil Killer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 438
  • Lokasi: The Divine Presence
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sang Pecinta Sejati
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 10 Oktober 2009, 22:45:12 »
Hayah, jeng panch saya baru tau kasusnya begitu toh. Ttg hitungan anda itu bener kok. Yg penting emang jumlah dosis zat aktif yg diminum.

@ kang hanja
nama zat aktifnya Difenhidramin Teoklat, biasa disebut dimenhidrinat.
Sbenarnya obat itu termasuk antihistamin, cuma dia punya efek antiemetika menekan pusat rangsangan muntah yg disebut CTZ (Chemoreceptor Trigger Zone).
Aku hanya punya pedang cahaya dan segenggam cinta..
Kan kutebas nafsu dan ego dengan pedang cahaya..
Dan kutebar benih cinta di dalam dada..

"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"

Offline microsky

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 9.243
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • user #9116
« Jawab #13 pada: 11 Oktober 2009, 00:46:56 »
Mau tanya tentang cacar air, dong.. Terus penanganan luka/bekas lukanya bagaimana?

Terima kasih sebelumnya :)

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 11 Oktober 2009, 02:52:49 »
nice tret  O0
---

Ngomong2 katanay jerawat adalah penyakit (bia dibilang penyakit ndak ya) yg ndak ada obtanya. yg ada hanyalah upaya meminimalisir/upaya pencegahan saja.

Saya sendiri dah buktikan hal ini. Sudah berobat sana sini, tetep saja jerawatan. kalau udara panas atau badan merasa gerah sering jerawatan. Kalau naik motor sudah pasti jerawatan. Jnagn bilang krn pori2 kotor ya krn saya dah pernah coba buat helm yg pakai sarinag udara juga ndak ngefek.
nah klo ndak naik motor palagi suka naik sepeda wah bener2 bebas jerawat,.. tapi masalahnya saya suka sekali naik motor.

Mau tanya tentang cacar air, dong.. Terus penanganan luka/bekas lukanya bagaimana?

Terima kasih sebelumnya :)
Sharing saja,... saya dulu juga pernah mengalami cacar air.... sebelum yg empunya nongol hehe  %peace%
Klo lubang dan luka masih baru bisa diberi "Bioplacenton" krn memiliki efek "menumbuhkan" daging.
Sebisa mungkin hindari sinar matahari klo perlu pakai tabir surya krn dikhawatirkan "hitam permanen"
Dan mungkin ini yg akan dinilai kontroversi oleh org kesehatan : "hindari mengkonsumsi makanan bervitamin C" ...ya secukupnya saja.
Krn efek vit C adalah membuat bekas luka jadi hitam. Saya dapat ini justru dari literature cina. namun emang terbukti adanya.
 :hmmm:
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"